Berniat menikah dengan penderita hepatitis dan HIV
Saya sudah 5th menjalin hubungan dengan pacar saya…selama ini kami sudah mengalami berbagai macam hal (keguguran, red) & rintangan. Latar belakang pacar saya dia dulu pecandu narkoba & beberapa tahun yang lalu saya baru tau bahwa dia tidak hanya terkena hepatitis c tapi juga HIV positif. Pada awalnya saya yang buta akan narkoba apalagi mendengar berita seperti itu sempat membuat saya bimbang dan pihak keluarga hanya tau mengenai dia dulu sebagai pecandu.
Baru – baru ini kami berdua & pihak keluarga pacar saya ingin merencanakan pernikahan kami tetapi kendalanya ada di orang tua saya bahwa mereka tidak akan setuju saya menikah dengan dia sampai kapanpun hanya dengan alasan perilaku…padahal selama 5th ini kami sudah berusaha memberikan yang terbaik dimata orangtua saya & keputusan untuk menikah ini sudah saya pertimbangkan & saya bawa dalam doa dan tulus saya mencintai dia apa adanya meskipun dengan resiko yang sangat berat. Bagaimana bila saya nekat menikah dengan cara Katholik tapi tanpa kehadiran orangtua saya apakah bisa? apakah bisa diwakilkan oleh orang lain sebagai wali sebagai pengganti orangtua saya? pacar saya beragama Kristen.
Terima Kasih
Vall







Vall yang terkasih,
Jaman memang sudah berubah, sering saya mendengar rekan-rekan muda berkata demikian: “haree genee pergaulan masih aja model jadul (jaman dulu)? gak lah youw !! secara, kita kan anak gaul”. Kalimat tadi seakan ingin mengekspresikan bahwa pergaulan jaman moderen adalah bebas tanpa batas. Jaman memang boleh berubah, namun Firman Tuhan tidak berubah, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Jadi hal yang dulu dinyatakan sebagai dosa, sekarangpun tetap dosa. Komunitas boleh permisif, namun kita harus setia kepada ajaran Tuhan.
Melihat kondisi Vall saat ini, kiranya prioritas pertama yang sebaiknya diambil adalah memulihkan hubungan Vall & pacar dengan Tuhan. Sebagai umat Kristiani (Katolik & Kristen) tentunya Vall mengetahui rambu-rambu dalam berpacaran. Dalam waktu yang 5 tahun itu Vall sudah mengalami banyak hal diantaranya “keguguran”. Betapa Vall telah mendukakan hati Tuhan, mudah-mudahan keguguran tersebut bukan karena kesengajaan. Surat Gembala Uskup Agung Jakarta tgl. 7&8 Desember 1991 mengenai “Allah Penyayang Kehidupan” Pedoman Pastoral tentang menghormat kehidupan, membahas mengenai ekskomunikasi bagi semua yang melakukan pengguguran kandungan dengan sengaja, baik si ibu, ayah yang mendesak, dokter, perawat dsb.
Vall, saya tidak hendak menyoal megenai sebab dari keguguran tersebut, yang penting saat ini adalah Vall mohon pengampunan Tuhan atas apa saja yang Vall & pacar telah lakukan karena Anda berdua belum berstatus suami istri. Kita bersyukur bahwa Bapa kita adalah Allah yang Maha Rahim, dalam 1 Yoh 1 : 9 dikatakan : “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. Apabila hubungan Vall & pacar dengan Tuhan telah dipulihkan, Vall akan melihat berkat-berkat Tuhan kembali melimpah. Vall akan rasakan damai sukacita luar biasa, tetaplah berdoa mohon Tuhan melembutkan hati orangtua Vall agar mereka merestui hubungan Anda, sehingga Anda tidak perlu nekat menikah tanpa restu mereka. Dalam Amsal 21:1 dikatakan “Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkanNya kemana Ia ingini.” , tidak sulit bagi Tuhan untuk melunakkan hati orangtua Vall. Mulailah menata hidup sesuai dengan Firman Tuhan, mohonkanlah Tuhan campur tangan dalam masalah Anda. Dalam Yeremia 17: 7 dikatakan “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan”.
Mengenai pacar Vall yang dulu pencandu narkoba bahkan telah terkena HIV positif, ajak dia juga masuk dalam pertobatan sejati. Mohon pengampunan karena telah menyia-nyiakan kesehatan dengan mengkonsumsi narkoba, dan juga untuk hubungan yang belum diperbolehkan, padahal tubuh kita adalah Bait RoH Kudus (1 Kor 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?).
Mengenai HIV positif, apabila Vall memerlukan informasi mengenai pengadaan obat Antiretroviral yang bisa mereduksi jumlah virus hingga tak terdeteksi (meskipun sebenarnya virus masih ada)dan hal-hal lainnya, dapat menghubungi Ibu Veronica di Yayasan Tegak Tegar, telp. 70298917 (kantor) atau HP 021-97060700.
Selamat berjuang Vall, Tuhan memberkati.
Sdri Vall,
Membaca kasus anda yang ingin menikah secara Katolik, saya jadi teringat pengalaman saya sekitar 15 tahun yang lalu, saat itu kami menikahkan di Gereja St Anna pasangan yang tidak mendapatkan restu dari orang tua mempelai wanita dan saat pernikahan mereka tidak dihadiri oleh orang tua wanita dan diwakilkan kepada kami-kami sebagai wali dari orang tua wanita.
Bila anda sudah cukup dewasa diatas umur 21 tahun dan sudah merasa cocok dengan pasangan anda saya kira bisa menikah secara Katolik , cobalah menghubungi pastor paroki anda.Pasangan ini kemudian baru mendapat restu dari orang tua setelah kelahiran anak pertama mereka dan saat itu orang tua wanita baru mengadakan resepsi pernikahan anak mereka, dan kami semua hadir dalam pesta tersebut, saat itu indah sekali.
Hanya saja membaca historis hubungan anda dengan pacar yang sudah pernah keguguran ( mudah-mudahan kegugurannya bukan disengaja/aborsi karena itu adalah dosa), saya sependapat dengan pendapat Ibu Agatha diatas. Anda perlu memperbaiki masa lalu yang sudah melukai Tuhan dengan menerima sakramen rekonsiliasi dan meninggalkan hal-hal yang seharusnya belum boleh anda lakukan sebelum menjadi suami isteri yang sah. Bawalah semuanya dalam doa dan usaha nyata untuk masalah yang anda hadapi dan saya yakin Tuhan akan memberkati Anda GBU
Vall, pernikahan bukan soal cinta saja..
tetapi apakah sifat hakikinya bisa terpenuhi yaitu terbuka pada prokreasi (pembuahan untuk keturunan) dan selanjutnya jika telah memiliki anak, adalah pendidikan dan kesejahteraan bagi si anak, apakah bisa terpenuhi ?
Tentu kamu tahu resiko berhubungan seksual dengan seorang yang memiliki penyakit HIV dan hepatitis C bukan ?
jika sifat hakiki itu tidak bisa terpenuhi, maka Gereja tidak akan mengijinkan pernikahan itu terjadi.
Ketika kemurnian hati datang dan tak terpahami
Ketika Cahaya Abadi menerangi diri
ketika nyala api cinta bersemi
Ketika semua tak terpahami akal budi
Jangan padamkan gita cinta surgawi
Jangan gentar akan segala teori
Teruslah bersimpuh di hadapan Sang Pencipta Bumi
Bertobat dan mohon pengampunan atas segala khilaf diri
bertanya apakah kehendak Yang Illahi
Mohon rahmat dan kekuatan hati
Manusia tak terelakkan dari dosa
Itu semua telah terjadi
Sambutlah hari depan dengan segenap hati
Meniti jalan kehidupan atas tuntunan Roh Illahi
Tak urung para malaikat berseri-seri
Domba yang hilang telah kembali
Tetaplah setia kepada Dia yang dipaku di kayu salib
Mohon darah mulia tercurah dalam diri
Salamku untuk Vall.
Vall,
Pertama dan yang utama kita bicarakan tentang anda. Anda sudah pernah keguguran dan tahu bahwa pacar anda Hepatitis C dan HIV positif. Apakah anda tahu tentang CD4 atau kekebalan pacar anda? Apakah pacar anda mengkonsumsi obat untuk penyakitnya? Seseorang yang menderita HIV tidak boleh terlambat apalagi alpa (lupa) mengkonsumsi obat, karena obat-obatan ini berhubungan dengan imun dirinya.
Kalau boleh saya sarankan, sesuai dengan anjuran dokter spesialis Anatomy yang saya jumpai siang tadi, anda bertemu dengan Sr. Marosa CB di RS St. Carolus bagian Pastoral keluarga. Karena anda pernah keguguran dan pacar anda positif HIV, sangat dianjurkan anda mengikuti VCT yaitu Voluntary Counseling & Testing, Sr. Marosa akan memberitahu segala sesuatu berkenaan dengan situasi anda sekarang ini. Anda juga bisa datang ke: Kios Informasi Atmajaya.
Bila anda ingin menikah, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter. Belasan tahun yang lalu ketika saya akan menikah dengan calon suami (suami saya), saya diminta memeriksakan diri ke RS, kalau tidak salah dalam kursus perkawinan diberitahu tentang hal ini kepada pasangan calon pengantin. Informasi yang saya terima mengatakan bahwa bila sepasang suami isteri atau salah satu diantaranya dinyatakan positif seperti pacar anda, mereka bisa mempunyai keturunan/anak yang sehat tidak terinfeksi penyakit itu, tentunya sepanjang kedua pasangan dinyatakan sehat dalam hal kesuburan atau tidak mempunyai masalah dengan kesuburan.
Berikut ini adalah alamat Konseling & Testing HIV Sukarela Jakarta
1.Yayasan Pelita Ilmu, Klinik VCT Awanama
Jl. Kebon Baru IV no. 6, Tebet 12830.
Tel (021) 8739 6480, 83705780. ypilmu@rad.net.id
Hari Senin dan Rabu, Pk.13.00 – 18.00 WIB
2.Kios Informasi Atmajaya
Jl. Ampasit VI no. 15 Cideng Barat,
Jakarta Pusat, Telp/fax (021) 3483 3134,
Email: Kios_info@cbn.net.id
Hari Senin dan Rabu, Pk 10.00 – 12.00 WIB
3.Puskesmas Jatinegara
Jl. Wedana Dalam, Kel. Balimester, Jak-Tim. Telp (021) 85908911.
Hari Selasa – Kamis, Pk. 09.00 – 16.00 WIB
4.Puskesmas Kramat Jati
Jl. Raya Inpres No. 48, Kel. Bale Kambang Jakarta Timur
Telp (021) 8779 1352 Fax (021) 8779 3604
Hari Senin – Jumat, Pk. 09.00 – 16.00
Rumah Sakit terdekat untuk Konseling & Testing HIV Sukarela:
1.Rumah Sakit Duren Sawit Telp (021) 8617601, 8628659 Ext 1009
2.Rumah Sakit Persahabatan Telp (021) 4891708, 4711220 Ext 664
3.Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur
Telp (021)769 5461 Fax (021)750 4022
4.Rumah Sakit Kepolisian Pusat Sukanto, Kramat Jati
Tel (021)8093288 ext. 145 rs_polri@pdpersi.co.id
Semoga informasi ini berguna bagi Vall dan mereka yang membutuhkan.
Selamat berjuang, God Bless You.