Berita Paroki 9 Mei 2010
09 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VI
Kis 15:1-2,22-29; Why 21:10-14; Yoh 14:23-29
KONFLIK & KASIH
Dalam kehidupan kita, tergambar goresan-goresan kontradiksi yang menyayat hati nurani. Kemajuan membawa ancaman. Globalisasi melahirkan keterasingan membuahkan pengangguran yang semakin mencekam. Dunia menjadi makin tidak terkendali dengan pelbagai konflik; terjadi ketegangan-ketegangan etnik, sosial, ekonomi, nasional dan keagaman. Ketegangan yang sudah lama maupun ketegangan baru! Semuanya mengancam usaha manusia untuk membangun suatu kehidupan damai, kehidupan yang lebih baik dan sejahtera. Kita semua mengalami bahwa kemajuan teknologi yang luar biasa terjadi, tetapi kita juga menyaksikan bahwa kemiskinan, kelaparan, kesengsaraan dan segala ketidak-berdayaan juga semakin meluas dalam kehidupan ini.
Awal mula terjadinya semua konflik itu beragam. Konflik terlihat dari adanya pengeroyokan, pemogokan buruh, teror atas nama agama, kerusuhan, dsb. Kejadian yang berskala lokal seperti kerusuhan di Batam dan Koja yang baru saja terjadi, atau pergolakan yang berskala nasional, seperti bangkit dan hancurnya Orde Baru (1965 dan 1998).
Secara sepintas, penyebab peristiwa-peristiwa itu bukan hanya karena adanya suatu kesenjangan finansial; tetapi ada juga adanya kebanggaan yang dilukai. Terjadinya bentrokan dan revolusi bukan hanya karena persoalan uang dan kekayaan, tetapi persoalan kebanggaan, harga diri dan nilai-nilai luhur individu kelompok yang dilukai. Persoalan bukan hanya karena bedeng-bedeng tempat makan dan hidup kaum buruh yang kumuh dan lapuk, di samping gedung-gedung pertemuan dan Mall yang berfasilitas mewah; atau sekolah-sekolah yang aus akan ambruk di dekat pembangunan Gedung DPR yang menggunakan triliun-an rupiah; atau toko paroki yang indah berAC di samping kios-kios umat yang kotor, panas dan berantakan. Di dalam hati dan pikir dari masyarakat itu ada junjungan hati yang terlukai karena langkah mereka yang berwenang.
Keadaan pengalaman batin yang terus-menerus ditimpa kemarahan, kejengkelan atau luka hati ini akan menghasilkan suatu konflik yang lebih hebat.
Sebelum konflik atau kerusuhan besar terjadi, para individu dalam masyarakat sudah memiliki deposito/simpanan dendam kemarahan. Tabungan dendam yang sudah lama disimpan itu tidak mempunyai penyaluran (likuiditas). Karena adanya tekanan moral maka segala macam luka hati dan kejengkelan itu hanya disimpan, bukannya disalurkan atau dikeluarkan. Beban hati yang terluka terus akan ditimbun dalam diri para individu. Suatu ketika, jika ada kesempatan untuk membuka deposito dendam dan luka hati, maka pergolakan besar terjadi.
Dalam gereja, kumpulan orang-orang murid Kristus, konflik antar orang Kristen pun terjadi. Seperti dalam bacaan Minggu ini (Kis 15: 1-2), mereka berdiskusi dan berdebat: apakah seorang pengikut Kristus harus sunat untuk mendapatkan keselamatan? Orang-orang Yahudi yang sudah sunat dan mempunyai junjungan tinggi atas tuntunan Musa itu mempertahankan bahwa untuk mendapatkan keselamatan seorang murid Kristus harus sunat. Sementara itu Paulus dan Barnabas melawan dan membantah tuntutan pendapat itu.
Dalam situasi kemanusiaan yang dramatis ini, kita memerlukan suatu visi tentang kehidupan bersama sebagai umat manusia: hubungan antar umat beragama, hubungan antar kelompok etnik, dsb. Semua harus selalu dapat hidup berdampingan penuh keharmonisan dan kesejahteraan. Dalam visi kehidupan bersama itu pula ada keadilan, kebenaran dan kekudusan. Visi ini harus kita jadikan pegangan kerangka pandang kita. Visi ini menjadi idealisme dan pengharapan utama kehidupan.
Kita mempunyai visi kristiani yang telah disampaikan sendiri oleh Jesus dalam Perjamuan Malam Terakhir bersama para muridnya. Sebagian dari kutipan Sabda Jesus itu mengajak kita untuk terus mendengarkan dan melaksanakan sabdaNya :”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti sabda-Ku, dan BapaKu akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama dia. Semuanya itu kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu”. (Yoh 14:23, 25). Dengan cara demikian kita hendaknya terus hidup penuh kasih pada sesama, sebagai wujud kasih kita kepada Jesus Kristus. Sabda Jesus memerintahkan agar kita saling mengasihi. Kita memang masih sangat lemah dan bersalah, tetapi kita juga mempunyai pengharapan yang besar karena kita telah dituntun dan diberi kekuatan oleh Roh Kudus yang telah diutus oleh Bapa di surga kepada kita. (Nico D.)
16 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VII
Kis 7:55-60; Why 22:12-46,16-17,20; Yoh 17:20-26
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
15-16 Mei 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 15 Mei, Jam 17.30
Pen. Jwb : Malaka Jaya II; Matheus
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 06.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Timur; Leo Agung
Koor : Duren Sawit Timur
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 08.30
Pen. Jwb : Strada
Koor : Strada
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 16.30
Pen. Jwb : PDKK/ PDMKK
Koor : PDKK/ PDMKK
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 18.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Baru; Keluarga Kudus
Koor : Duren Sawit Baru
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 15 Mei, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Monica
Koor : Yopalex
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Hieronimus
Koor : Wil. Malaka Jaya 2
Stasi MBS
Hari : Minggu, 16 Mei, Jam 08.00
Pen. Jwb : Billy & Moon
Koor : Graduale
* Selama bulan Rosario petugas tata tertib dimohon menyiapkan petugas untuk berdoa Rosario 20 menit sebelum misa.
NOVENA ROH KUDUS
14 s/d 22 Mei 2010
| Tempat | Senin s/d Jumat | Sabtu | Minggu |
| Gereja St. Anna | 19.00 | 17.30 (sesuai dengan jam Misa) | 18.30 (sesuai dengan jam Misa) |
| Stasi St. Yoakhim | 18.30 (Selasa & Jumat tidak ada Misa Pagi) | 18.30 (sesuai dengan jam Misa) | 08.00 (sesuai dengan jam Misa) |
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Benedictus Untung S. Pardosi Lk. Petrus
Rizky Nur Apriyanti Kebayoran Lama
Amran Limbong Jayapura
Anastasia Ari Puspito Lk. Katarina
Pengumuman Kedua
FX. Janus Lindito Lk. Keluarga Kudus
Gregoria Yohanna Satyagraha Prk. St. Yoseph
Maximilianus Rico Natio Prk. Filipus Rasul
Franciska Nancy Suba Lk. St. Angela
Sebastian Ponang Windujati Prk. Antonius Padua
Monika Devina Swasti Lk. Caecilia
Pengumuman Ketiga
Blasius Harry Sugiarto Lk. Matias
Eva Farida Juletta Situmorang HKBP
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Kepedulian Bunda Maria” pada Hari/Tanggal: Rabu, 12 Mei 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Natalia Herliana. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1.
BALAI PENGOBATAN
Balai pengobatan akan mengadakan pemeriksaan Osteoporosis (BMD) pada Hari/Tanggal: Minggu, 23 Mei 2010, Jam; 08.00 – 11.00. Bagi yang berminat dapat mendaftar di Balai Pengobatan pada Tanggal: 09 Mei 2010 dan 16 Mei 2010, Jam: 08.00 – 10.00. Biaya pendaftaran Rp 5.000,-
CALON KOMUNI PERTAMA
Rekoleksi Wajib untuk Orang Tua dan Anak Calon Penerima Komuni Pertama tahun 2010 akan diadakan pada Hari/Tanggal : Kamis, 13 Mei 2010, Jam : 07.30 – 16.00 (ditutup dengan Misa Kudus). Di: Rumah Doa Guadalupe (untuk anak) dan Gd. Yos Sudarso Lt. 2 (untuk Orang Tua).
PDOMKK
Mengundang OMK St. Anna untuk hadir di Persekutuan Doa OMK dengan tema “Diciptakan untuk Kemuliaan, pada Hari/Tanggal: Sabtu, 15 Mei 2010, Jam: 19.00 WIB. Pembicara: Muluk. Di: Gd. Yos Sudarso. Mari kita merenungkan firman Tuhan.
SYMPHONY ALTISSIMA CHOIR
Kami memberikan kesempatan kepada umat yang memiliki semangat pelayanan dan mau berkomitmen, khususnya dalam bidang paduan suara, untuk bergabung bersama dalam kelompok Paduan Suara Symphony Altissima (lebih diutamakan pria). Untuk info dan pendaftaran dapat menghubungi Selvi (0856 8605205) dan Adri (0899 8773622). Pendaftaran paling lambat sampai tanggal 30 Mei 2010.
KURSUS BAHASA BELANDA & MENJAHIT
- Kursus bahasa Belanda akan dilaksanakan setiap Hari Selasa dan Jumat Jam: 09.00 – 10.30, 10.30 – 12.00. Tingkat dasar bagi para pemula dan lanjutan bagi yang melanjutkan.
- Kursus Menjahit setiap hari Selasa dan Jumat 12.00 – 14.30.
info : 5914407 (Ibu Stephanus), 081219629476 (Ibu Ermien)
PAKAIAN LITURGI atau PARAMENTE
Berikut ini kami sampaikan kelanjutan dari beberapa pakaian liturgi, yakni : 7. Superli
Istilah superpli berasal dari bahasa Latin superpellizeum. Superpli adalah pakaian luar seperti rok yang panjangnya di atas lutut dan memiliki lengan tangan panjang dan berwarna putih. Superpli dipakai imam atau diakon dalam rangka ibadat atau perayaan liturgi di luar misa, seperti adorasi, ibadat tobat, mengirim komuni, dan ibadat-ibadat lain. Superpli ini dipakai apabila petugas liturgi sudah menggunakan jubah. Superpli bisa dikenakan oleh siapa saja yang bertugas dalam liturgi. Untuk keperluan perayaan liturgi di luar misa, imam atau diakon cukup menggunakan jubah atau alba, superpli dan stola.
8. Pluviale
Arti harafiah pluviale adalah mantel hujan. Pluviale yang dipergunakan dalam liturgi merupakan kain mantel besar, indah, yang dikalungkan pada leher dari belakang dengan kancing rantai dari kedua sudut atas mantel. Dalam liturgi pluviale dipakai oleh uskup atau imam pada perayaan liturgi di luar Perayaan Ekaristi seperti prosesi, adorasi, pemberkatan dengan Sakramen Mahakudus atau upacara pemberkatan lainnya.
9. Velum
Velum merupakan sebutan bagi kain segi empat sepanjang 2-3 meter dan lebarnya sekitar 60 cm, berwarna kuning atau putih dengan hiasan, memiliki rantai kancing pada kedua ujung yang dapat dicantelkan de depan dada. Velum yang berarti kain selubung ini digunakan dengan cara dikalungkan dari belakang dan menutupi kedua pundak. Velum digunakan oleh imam atau diakon untuk menyelubungi pegangan monstran yang berisi Sakramen Mahakudus dalam rangka prosesi Sakramen Mahakudus atau pemberkatan umat dengan Sakramen Mahakudus.
10. Pallium
Pallium hanya dipakai oleh paus dan uskup-uskup agung dalam perayaan litugi meriah. Asal-usul pallium berasal dari stola yang kemudian diperpendek, dihubungkan sehingga melingkar, berwarna putih dengan hiasan 6 gambar salib dan dikalungkan di leher di atas stola dan kasula. Bagi para uskup agung, pallium merupakan tanda jabatan seorang uskup agung dan melambangkan kuasa yang diberikan oleh hukum kepadanya selaku uskup dalam persatuan dengan Gereja Roma.
Sumber Utama : E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999







Hallo Admin,
Jadwal untuk tanggal 13 Mei jam berapa aja?
Apa tanggal 12 sudah mulai ada Misa untuk kenaikan Yesus?
Matur nuwun
Salam berkah Dalem, rin
========
Misa peringatan kenaikan Yesus ke surga diadakan hanya tanggal 13 Mei. Di St Anna pukul 06.00 dan 19.00. Di St Yoakim pukul 06.00. Tanggal 12 Mei tidak ada misa sore.
Admin
Wah,
untung kemarin aku terlambat datang ke Misa! Setelah aku tulis pertanyaanku di atas, aku gak lihat lagi ada jawabannya… hehehehe…. salah aku sendiri ya!
jadi aku pikir aja sendiri. Logikaku: Hari kenaikan Tuhan kan Hari Raya dalam agama Katolik, jadi ya mestinya perlakukannya sama seperti hari Minggu. Maka aku berangkat Misa untuk yang 06.30… eh, Rm Dedo sudah sampai bacaan Injil. Ternyata logikaku bodoh!
Tapi nyatanya setelah aku, masih buanyaaaakkk sekali yang datang terlambat. Artinya, aku masih untung kaaannn?!?!?!? hahahahaaa….
Kasihan ya Tuhan Yesus itu,
sudah susah susah naik ke Surga tanpa her
orang St, Anna bukannya Misa lebih banyak untuk menyambut gembira kenaikanNya…
eeeehhh…. malah biasanya 5x Misa, sekarang hanya 2x Misa eh, banyak yang terlambat akibat jadwalnya kacau…
Jangan suka menyalahkan Suku Katolik Napas deh!
Mereka pasti bilang,”Yaaa… kita kan kasihan sama orang Katolik yang rajin ke Misa. Mereka udah rajin aja masih salah jadwal, gimana lagi kita?!” hahahahahaaa…
OK, aku ngaku salah,
Mea culpa, mea culpa, mea culpa….
Salam berkah Dalem, rin