Berita Paroki 5 – 6 Juni 2010

06 Juni 2010

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Kej 14:18-20; 1Kor 11:23-26; Luk 9:11b-17

KASIH ILLAHI YANG TERBADANKAN

Pernahkah anda mengalami bahwa ketika menyetir mobil atau mengendarai motor anda melamun, memikirkan sesuatu yang lain, sehingga dengan agak terkejut anda bertanya, kok sudah sampai di tujuan? Cukup sering saya mengalaminya. Kemudian ketika merefleksikannya terasa mengerikan juga, karena saat itu saya harus melalui jalan-jalan yang cukup ramai dengan ribuan mobil dan motor. Sementara itu banyak juga penyeberangan-penyeberangan yang dilalui anak-anak sekolah. Saat itu walaupun sambil melamun, memikirkan yang lain, tangan saya mampu cekatan mengemudikan mobil, meliuk-liuk di antara keramaian tanpa menabrak orang ataupun kendaraan lain. Ketika lampu merah menyala, dapat berhenti pada tempatnya dan kemudian ketika lampu hijau sudah menyala dapat kembali melanjutkan perjalanan. Aneh bukan?

Sebetulnya tidak aneh. Ini hanya menunjukkan bahwa kemampuan dan keterampilan saya mengemudi sudah terbadankan (sudah merupakan embodied skill), sudah menjadi bagian dari tubuh saya. Keterampilan itu tidak lagi hanya sesuatu yang di luar diri, di luar badan, sesuatu yang terpelajari, terlatihkan, terpikirkan tapi sudah jadi pembiasaan, habitus. Seperti keterampilan mengemudi yang sudah terbadankan itulah, rupanya Kasih yang diinginkan Yesus dari kita. Selama ini kata ”kasih” mungkin sangat sering kita bicarakan, diskusikan, pelajari dan terima. Itu saja rupanya tidak cukup. Yesus sungguh-sungguh menginginkan Kasih Allah itu masuk dan menjiwai seluruh pikiran dan tindakan kita. Kasih Allah itu harus menjadi terbadankan/embodied, menjadi habitus, sehingga menjadi suatu sikap, karakter kita dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana mengemudikan mobil tadi.

Pada perayaan Tubuh dan Darah Kristus, bacaan Injil (Luk.9:11-17) dengan jelas menceritakan Yesus telah lebih dahulu memperlihatkan kasih sebagai habitusnya. Ketika para rasul meminta Yesus agar menyuruh orang banyak yang mengikutinya pergi mencari penginapan dan makanan, sebenarnya para rasul itu sudah berbuat baik, berbuat kasih. Mereka mengkhawatirkan orang-orang itu tentang sukarnya mencari tempat penginapan dan makanan. Tapi bagi Yesus ini tidak cukup. Yesus berkata: “Kamu harus memberi mereka makan!”(ayat 13) Kasih para rasul masih sebatas kasih yang terpikirkan, masih dengan penuh pertimbangan (yang memang sangat manusiawi). Tapi Yesus memperlihatkan bahwa kasih itu perlu sehabis-habisnya, tak boleh terbatas. Dia ungkapkan dan sampaikan secara spontan dan bahkan melakukan jalan keluarnya dengan mudah. ”Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-muridNya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak Dan mereka makan sampai kenyang. ….”.(Ayat 16-17)

Bacaan-bacaan lain hari ini (Kej. 14:18-20; 1 Kor. 11:23-26)menunjukkan bahwa pembadanan Kasih Allah dalam diri Yesus itu diperlihatkan dalam upacara perjamuan roti dan anggur, dalam makanan dan minuman. Raja Melkisedek mengadakan bakti syukur kepada Allah yang Mahatinggi dengan membawa roti dan anggur (Kej.14:18). Yesus menginginkan Kasih Allah sehabis-habisnya yang diperlihatkan dengan wafat di salib selalu dibuat, diingat dan dikenang dalam saat perjamuan “makan roti dan minum anggur”.Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah  ini menjadi peringatan akan Aku……Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”(I Kor.11:24-26) Dengan sabdaNya itu kita diminta menyadari keintiman kasihNya. Kasih Illahi sehabis-habisnya yang diwujudkan Yesus dengan mati di kayu salib diragakan dengan menyambut roti sebagai TubuhNya dan minum anggur sebagai DarahNya sendiri. Sebagaimana Roti dan Anggur yang telah kita terima dalam tubuh kita, kita sungguh diminta menyadari Kasih Illahi ini dan menjadikan tubuh kita sebagai pengejawantahan kasihNya kepada sesama kita. Dengan perkataan lain kita diminta menjadikan Kasih Allah  sungguh terbadankan sebagai habitus kita. Tanpa harus berpikir, menyadarinya, kasih selalu kita lakukan secara spontan.

Dengan merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diharapkan sungguh memahami kasih Allah yang dianugerahkan-Nya kepada manusia melalui Yesus Kristus yang memberikan diri-Nya sendiri seutuhnya dan sehabis-habisnya demi keselamatan kita. “Inilah TubuhKu, makanlah” adalah kata-kata yang menyiratkan intimitas relasi Allah dengan manusia, yang memaknai tubuh sebagai peragaan/pembadanan kasih Allah. Dapatkah kita melanjutkan pembadanan Kasih Allah sebagai habitus kita sehari-hari? Sebagaimana kita dapat mengendarai mobil atau motor dengan keterampilan yang terbadankan, begitu pula hendaknya kita menebarkan Kasih Allah. Semoga Tuhan memberkati kita semua! (H.Hardi Tjandraatmadja)


13 Juni 2010

Hari Raya Hati Kudus Yesus

2 Sam 12:7-10,13 ; Gal 2:16,19-21 ; Luk 7:36-8:3


JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI

12-13 Juni 2010

Gereja St. Anna

Hari              : Sabtu, 12 Juni, Jam 17.30

Pen. Jwb       : Bintara Jaya; Caecillia

Koor             : Laetitia

Hari              : Minggu, 13 Juni, Jam 06.30

Pen. Jwb       : Buaran; Lucia

Koor             : Helena

Hari              : Minggu, 13 Juni, Jam 08.30

Pen. Jwb       : Pondok Kelapa II; Gregorius

Koor             : Pondok Kelapa II

Hari              : Minggu, 13 Juni, Jam 16.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Indah; Stellamaris

Koor             : Duren Sawit Indah

Hari              : Minggu, 13 Juni, Jam 18.30

Pen. Jwb       : Billymoon; Martha

Koor             : Madah Triaswara

Stasi Yoakhim

Hari              : Sabtu, 12 Juni, Jam 18.30

Pen. Jwb       : St. Yustinus

Koor             : WKRI Malaka Jaya

Hari              : Minggu, 13 Juni, Jam 08.00

Pen. Jwb       : St. Timotius

Koor             : Wil. Malaka Sari 2

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Antonius Nanda Ario                                Lk. Clara

Anna Kurniawati                                     Lk. Bernadeth

Ignasius Parlindungan                     Lk. St. Anna

Rully Angia                                            Lk. Maria Mirabilis

Yohanes Alvin Dwi Santoso                       Lk. Nazareth

Lily Suryanti                                           Bethany

FA. Rudi Susanto                                    Lk. Adrianus Samadi

Lenny Eltisa Sibarani                                Harapan Indah – Bekasi

Pengumuman Kedua

Yohanes Derry Horison                            Prk. St. Monika

Fransisca Juliana Wisupeno                       Lk. Kristophorus

Pengumuman Ketiga

Stephanus Felix Benjamin                         Prk. Theresia

Monika Tiurma Sianturi                            Lk. Angela

Pandu Sattvika                                       Tulsa-Oklahama

Yanti Grahita                                          Lk. Bunda Maria

Yovinianus Didiek Purwocahyono                Prk. Santa Perawan Maria Ratu

Venansia Noventri Margi Wijayanti             Lk. Helena

Yohanes Banu Narendra                           Lk. Timotius

Anita Damayanti                                     Pondok Kopi

INFORMASI

V PDKK : Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Tak Ada Yang Mustahil Bagi Allah” pada Hari/Tanggal: Rabu, 09 Juni 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bpk. Thomas Sulasbi. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1.

V BALAI PENGOBATAN : Jadwal Balai Pengobatan, Dokter Umum: 06 Juni 2010 : dr. Dwi Jani ; 13 Juni 2010 : dr. Djufri

V MEDITASI ST. ANNA: Kelompok Meditasi St. Anna mengajak umat St. Anna untuk ikut “Meditasi Bersama”, setiap hari Sabtu, jam 07.00. Di Gd. Yos Sudarso lt. 2.

V SEKSI ANAK DAN KEPEMUDAAN: Mengajak Orang Muda Katolik yang berusia antara 13 sampai 18 tahun untuk mengikuti Pelatihan Sehari Orang Muda Katolik, dengan materi “Rasa Syukur & Percaya Diri”, pada hari Minggu, 20 Juni 2010, jam: 08.00 – 16.00, di Aula Samadi. Biaya pendaftaran Rp 50.000. Pendaftaran dan info lebih lanjut dapat menghubungi

BINA IMAN ANAK YOS SUDARSO

Akan mengadakan Malam Kesenian Anak 2010 dengan tema “Semarak Kasih yang Dibagikan Untuk Sesamaku” pada tanggal 10 Juli 2010. Acara ini diadakan oleh kelompok BIA se-paroki St. Anna yang bekerja sama dengan Sanggar Ciliwung, kelompok Anak Pemulung Bantar Gebang dan kelompok dari suster-suster Alma. HTM: Rp 25.000,-. Info lebih lanjut dapat ditanyakan di stand depan gereja seusai misa.

SAKRAMEN KRISMA TAHUN 2010

Pendaftaran Krisma telah dibuka dari tanggal 15 Mei 2010 s/d 30 Mei 2010. Pengambilan dan pengembalian formulir krisma ke Sekretariat Paroki setiap jam kerja. Syarat – syarat penerimaan Sakramen Krisma, yaitu: sudah dibaptis secara Katholik, sudah menerima Komuni Pertama, calon peserta krisma min. kelas 2 SMP dengan usia min 13 tahun. Pertemuan Parokial Pertama akan diadakan pada Hari/Tgl: Minggu, 13 Juni 2010, jam: 10.00/selesai misa ke II, di: Aula sekolah Strada Van Lith.

SEMINAR KEHARMONISAN KELUARGA

WKRI Billy & Moon bekerja sama dengan Stasi Maria Bintang Samudra akan menyelenggarakan seminar dengan topik “Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Melalui Komunikasi Efektif” pada Hari/Tanggal: Minggu, 20 Juni 2010, jam: 09.30 s/d 13.00, di: Gd. Yos Sudarso lt. 1. Pembicara: Bp. Paulus Bobby Hartanto, M. Psi ; Rm. Al Andang Binawan, SJ. Sharing experience: Dra. Maria A. Sardjono M. Hum. Biaya pendaftaran: Rp. 10.000,-. Bagi yang berminat dapat menghubungi: ibu Rosalinda Shery D (ibu Linda): 0813 10361950 ; ibu VS. Inggorini WK (ibu Rini): 0815 9549108 ; ibu MF. Netty Tanasaputra (ibu Netty): 0818 08295179.

Pojok Liturgi

Sakramen Perminyakan Orang Sakit

Sakramen Perminyakan disebut juga Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Berdasarkan Dokumen Konsili Vatikan II,  Sakramen ini bukanlah Sakramen bagi mereka yang berada di ambang kematian saja. Maka saat yang baik untuk menerima pasti sudah tiba, bila orang beriman mulai ada dalam bahaya maut karena menderita sakit atau sudah lanjut usia. Dalam Katekismus Gereja Katolik 1515 dikatakan bahwa penerimanya adalah para penderita sakit berat, yang akan operasi besar dan orang yang lanjut usia yang kekuatannya sudah melemah. Sakramen perminyakan ini berhubungan dengan penyakit, jadi bukan saja dengan akhir hidup manusia. Pertanyaan bagi kita adalah kenapa orang yang sakit serius perlu menerima sakramen ini? Alasannya adalah sebab pengalaman sakit menjadi pergumulan setiap orang beriman. Siapapun itu orangnya, dengan tidak melihat tua atau muda. Orang yang dalam keadaan sakit dihadapkan pada suatu keadaan krisis. Disinilah diperlukan sekali adanya pertobatan yang sejati kepada Allah. Dalam KGK 1501 dikatakan bahwa penyakit itu tak jarang menyebabkan rasa takut, sikap menutup diri, rasa putus asa bahkan memberontak kepada Allah. Dalam situasi yang demikian orang beriman perlu didampingi, didoakan dan dikuatkan melalui Sakramen Perminyakan ini.

Dalam Alkitab dikatakan bahwa Yesus juga menyembuhkan banyak orang sakit, bahkan mengikutsertakan para murid untuk mengolesi orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka (Mark 6:7-13). Penyembuhan orang sakit juga ditandai dengan penumpangan tangan (Luk 4:40), pengurapan dengan minyak (lambang penyembuhan) dan kontak jasmaniah (Yoh 9:6).  Berdasarkan dari Kitab Suci inilah, apa yang diperbuat Yesus akhirnya diteruskan oleh Gereja Perdana seperti yang diberitakan oleh Rasul Yakobus (Yak 5:14-15). Disana dikatakan bahwa jika ada seorang yang sakit baiklah ia memanggil para penatua jemaat supaya mereka mendoakan mereka dan mengolesinya dengan minyak dalam nama Tuhan. Jadi dalam hal ini yang berhak menerimakan Sakramen Perminyakan adalah para Uskup dan Imam sebab disana juga ada unsur pengampunan dosa. Minyak yangn dipakai adalah minyak yang sudah diberkati oleh Uskup dalam misa Krisma. Dalam keadaan darurat, imam boleh memberkati sendiri minyak nabati (dari tumbuh-tumbuhan). Upacara Sakramen Perminyakan ini bisa dilakukan di rumah, di rumah sakit dan di gereja.

Melalui pemberian Sakramen ini si sakit mendapat kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati dalam mengatasi kesulitan karena sakitnya. Si penerima membaharui iman dan harapan kepada Allah dan menguatkannya melawan godaan setan. Tuhan akan membawa si sakit pada kesembuhan jiwa dan kesembuhan badan kalau itu sesuai dengan kehendak Allah. Jika ia berbuat dosa maka dosanya juga akan diampuni.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>