Berita Paroki 30 November 2008
Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8;1Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37
BERJAGA-JAGA
Selamat Tahun Baru! Dengan datangnya minggu pertama Adven, kita memulai tahun liturgi Gereja yang baru. Kalau perayaan tahun baru biasa diramaikan dengan membakar kembang api dan hingar bingar musik atau terompet, kedatangan tahun liturgi Gereja yang baru kali ini ditandai dengan tanda-tanda kelesuan ekonomi dunia yang mulai menghantam perekonomian nasional, seperti ledakan-ledakan kekuatan kegelapan yang menyuramkan hati. Diberitakan 12.600 pekerja terancam PHK (Kompas 21/11/08). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun terpuruk melampaui Rp.12.500 per dollarnya dan jelas hal ini berpengaruh pada beban pembayaran hutang negara dalam dollar AS maupun yen Jepang. Para penjual barang import seperti kendaraan bermotor dan elektronikpun mengalami akibat langsung menurunnya omzet penjualan. Bahkan pengusaha makanan yang mengimpor bahan dasarnya seperti beberapa pengusaha tempe pun harus mengencangkan ikat pinggang mereka. Kita pun was-was jangan-jangan pengalaman krisis ekonomi 1998 berulang lagi dengan dampak yang lebih parah karena kini skalanyapun lebih luas, lebih mendunia.
Di tengah situasi ini, pesan Injil yang mengawali masa Adven terasa mengena. Hati-hati dan berjaga-jagalah! Kita tidak saja menyiapkan hati untuk memperingati kedatangan Kristus yang membawa cahaya di dunia 2000 tahun lalu, namun kita juga sekaligus masuk ke renungan penantian kedatanganNya yang kedua pada akhir jaman, sebagai Hakim dan Raja Semesta Alam. Yesus sendiri menyatakan akan terjadi banyak kekacauan, bencana alam, kelaparan, wabah penyakit, peperangan dan bermacam tanda yang menyesakkan, namun ia menjanjikan barang siapa yang bertahan dalam kesetiaan akan selamat (Luk 21:19). Ketahanan ini tentu mengandaikan kesiapan, mengandaikan kehati-hatian, mengandaikan sikap dasar berjaga-jaga.
Sebuah penantian akan menyertakan harapan akan datangnya sesuatu yang ditunggu-tunggu. Kita percaya bahwa kedatangan Kristus yang kedua kalinya akan membawa perwujudan secara penuh rencana Allah yang menginginkan kebaikan bagi segala mahluk ciptaan. Kita menantikan langit dan bumi yang baru, di mana bahasa kasih menjadi satu-satunya bahasa, di mana airmata kesedihan dan kepedihan takkan ada lagi, di mana cahaya matahari dan lampu tak diperlukan lagi, karena kemuliaan kehadiran Tuhan menyinari setiap sudut semesta. Dalam penantian ini, kita menyadari Allah telah menganugerahkan “terminal-terminal kecil” dimana kehadiran dan perhatianNya terasakan, lewat sakramen-sakramen, lewat kehadiran setiap pribadi yang memancarkan percikan-percikan kualitas Ilahi dalam kehadiranNya.
Tindak berjaga-jaga karenanya semestinya terus diwarnai dengan kesiagaan untuk menjadikan diri kita suatu kesaksian tentang Kristus, karena seperti kata Paulus, kita “tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kita menantikan pernyataan Tuhan kita Yesus Kristus” (Kor 1: 7). Kita diajaknya untuk bertekun agar tidak bercacat pada hari kedatangan Tuhan. Adven menjadi waktu untuk memperdalam hubungan kita dengan Allah. Adven menjadi waktu untuk mempersiapkan hadiah untuk Dia yang akan datang menyingkapkan kesejatian diriNya dan diri kita sepenuhnya, bukan dengan sibuk berbelanja dan merencanakan pesta-pesta Natal, namun dengan membuat diri kita sendiri layak dipersembahkan sebagai suatu hadiah bagi Tuhan.
Betapa serius Gereja membantu para anggotanya mempersiapkan diri dengan memberikan empat minggu untuk Adven, sementara di gereja Ortodoks bahkan lebih lama lagi, 40 hari seperti masa puasa kita menjelang Paskah. Doa-doa lingkungan pun disiapkan untuk mendalami misteri iman kita, untuk membantu kita merefleksi kembali. Sejauh manakah Kristus menjadi acuan kita dalam mencari jalan, kebenaran dan hidup? Apakah Dia yang kita tunggu-tunggu kedatanganNya itu benar-benar kita persilahkan untuk membentuk hidup kita? Apakah sungguh Kristus kita terima untuk merajai ingatan, hati, budi dan kehendak kita?
Kita berjaga-jaga dengan menajamkan kesadaran kita, seperti para penjaga malam, namun juga mungkin bahkan seperti sang pencuri yang merencanakan segalanya dengan sebaik-baiknya sehingga bila saatnya tiba, ia siap dengan segalanya. Selain berefleksi bersama dengan saudara-saudara seiman di lingkungan, Adven juga waktu yang baik untuk dalam kesadaran hidup yang tak selalu meneladan Yesus, kita hendak memohon kerahiman Tuhan dalam Sakramen Tobat agar hati kita dapat menjadi palungan yang layak bagi bayi Yesus. Yesus adalah Terang Dunia, dan Adven adalah waktu untuk keluar dari kegelapan, dari segala kecemasan, dan berjalan dalam terang Yesus.
Semoga kita sungguh berjaga-jaga dan tak melewatkan setiap karunia yang dihamparkanNya di hadapan kita, agar bila waktunya tiba Ia datang sebagai Raja, kita dapat mengenaliNya, dan Ia mengenali kita pula.
Yesus, Tuhan kami,
dengan wafat, Engkau menghancurkan kematian;
dengan bangkit, Engkau memulihkan kehidupan.
Datanglah dalam kemuliaan.
Rm. Ardi Handojoseno, SJ
HARI MINGGU ADVEN II
Yes.40:1-5,9-11; 2Ptr. 3:8-14; Mrk. 1:1-8
PENANGGALAN LITURGI
November
30 Mg HARI MINGGU ADVEN I
Desember
1 Sn Pw B. Dionisius dan Redemptus, BiarwMrtIndonesia
3 Rb Pesta S. Fransiskus Xaverius, Im
7 Mg HARI MINGGU ADVEN II
8 Sn HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
13 Sb Pw. S. Lusia, PrwMrt
14 Mg HARI MINGGU ADVEN III
17 Rb Hari Biasa Khusus Adven
18 Km Hari Biasa Khusus Adven
19 Jm Hari Biasa Khusus Adven
20 Sb Hari Biasa Khusus Adven
21 Mg HARI MINGGU ADVEN IV
22 Sn Hari Biasa Khusus Adven
23 Sl Hari Biasa Khusus Adven
24 Rb Hari Biasa Khusus Adven
25 Km HARI RAYA NATAL
26 Jm Pesta S. Stefanus, Martir Pertama
27 Sb Pesta S. Yohanes, RasPengInj
28 Mg Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
29 Sn Hari Kelima Dalam Oktaf Natal
30 Sl Hari Keenam Dalam Oktaf Natal
31 Rb Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal
6-7 Desember 2008
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 6 Desember 2008, Jam 17.30
Penanggung jawab : DS. PTB, Lk Thomas, Gabriel, M. Mirabilis
Koor : Pondok Kelapa I
Hari : Minggu, 7 Desember, Jam 06.30
Penanggung jawab : Mal. Jaya I, Lk Timotius & Paulus
Koor : Duren Sawit Timur
Hari : Minggu, 7 Desember, Jam 08.30
Penanggung jawab : DS. Selatan, Lk Ursula & Theresia Avilla
Koor : Symphony Altissima
Hari : Minggu, 7 Desember, Jam 16:30
Penanggung jawab : Pd. Bmb I, Lk Maria Fatima & Yoseph
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 7 Desember , Jam 18:30
Penanggung jawab : DS Baru. Kristophorus & Kel. Kudus
Koor : Ecclesiola
Stasi St Yoakhim
Hari : Sabtu , 6 Desember, Jam 18.30
Penanggung jawab : Mal. Sari I, Lk Petrus & Leonardus
Koor : Don Bosco
Hari : Minggu , 7 Desember, Jam 08.00
Penanggung jawab : Mal. Sari II, Lk Frans Xaverius & Yoh. Pemandi
Koor : WKRI Rt. Mal. Sari II
MBS
Hari : Minggu , 7 Desember, Jam 08.00
Penanggung jawab :
Koor : Belcanto
Pengumuman Pertama
Antonius Edward Suyata (Prk. Maria Bunda Karmel)
Joan of Arc Ria Dhian Anggreni (Bethlehem)
Robertus Krisna Yuliarto (Yoh. Pemandi)
Margaretha Rini Kusuma (Ursula)
Faustinus Denny Kristiawan (Theresia Avilla)
Lea Andhini (Balikpapan)
Mada Jimmy Fonda (GKJ)
Maria Yunira Kusuma W (Yohanes Pemandi)
Edwin Yunanda Saputra (Prk. Frans. Assisi)
Anastasia Indri Puspitasari (Ursula)
Pengumuman Kedua
Mikhael Andryanus Christanto (M. Mirabilis)
Caroline (Prk. Regina Caeli)
Mickael Bobby Hoelman (Yohana)
M. Louisa Khrisnanti Eka Putri Ayu (GKI-Sidoarjo)
Pichet Jantaradejduangdee (Thailand)
Maria Erna Vianty Meliana (St. Ursula)
Umat yang mengetahui halangan dari rencana pernikahan tersebut Wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki
Bersama ini kami beritahukan pembagian jadwal kunjungan orang sakit ke lingkungan/wilayah. Dalam kunjungan tersebut, akan diberikan sakramen pertobatan dan komuni. Waktu pelaksanaan kunjungan antara 1 s.d 12 Desember 2008. Dimohon ketua wilayah menentukan tanggal yang disepakati bersama pastor yang akan bertugas.
1. Duren Sawit Indah: Rm Ardi
2. Duren Sawit PTB: Rm Dibya
3. Duren Sawit Timur Rm Sudri
4. Duren Sawit Baru Rm Dibya
5. Duren Sawit Selatan Rm Ardi
6. Pondok Bambu I Rm Sudri
7. Pondok Bambu II Rm Ardi
8. Klender Rm Dibya
9. Buaran Rm Sudri
10. Malakasari I Rm Ardi
11. Malakasari II Rm Dibya
12. Malaka Jaya 2 Rm Sudri
13. Pondok Kopi I Rm Ardi
14. Pondok Kelapa I Rm Dibya
15. Pondok Kelapa II Rm Sudri
16. Pondok Kopi II Rm Ardi
17. Billy Moon Rm Dibya
18. Bintara Jaya Rm Sudri
19. Malaka Jaya 1 Rm Ardi
Jadwal pelayanan sakramen tobat:
Stasi Yoakim: 15 & 16 Desember 2008 (18.00 s.d 21.30); Stasi Maria Bintang Samudra: 17 Desember 2008 (18.00 s.d 20.00); Kapel Panti Samadi Klender: 18 Desember 2008 (Jam 18.00 s.d 20.00)
Gereja St Anna: 19 s.d 21 Desember 2008 (Jam 17 s.d 22.00 dikurangi waktu misa Sabtu & Minggu)
SANTA PERAWAN MARIA GUADALUPE
Triduum I akan dilaksanakan Selasa, 9 Desember 2008 tema ”HIDUP dan bekerja demi Kristus” dipimpin oleh Duta Besar Vatikan SE. Mons. Leopoldo Girelli
Misa PDKK di Gedung Yos Sudarso Rabu, 5 Desember 2008 jam 19.00 Wib, dipimpin Rm. Ardi Handojoseno, SJ.
Telah dibuka pendaftaran “DANCE MINISTRY”. Bagi kaum muda yang tergerak untuk memuliakan Tuhan lewat gerak & tari dapat bergabung dgn PDMKK. Briefing perdana tgl 7 Desember 2008 pk 16.00. CP: Randy (02194095469),Saul (02192357035).
Persekutuan doa PDMKK diadakan di Gedung Yos Sabtu, 6 Desember 2008 Pukul 19.00 dg pewarta Arthur.
Seminar pembuatan webstore /toko online pada Jumat, 12 Desember 2008 Jam 18.30 s/d 21.00 bertempat Gd. Yos Sudarso Lt.2. Biaya pendaftaran: Rp.70.000,-. Hub Sari atau Rosa : 02192356588/8612817 ext. 26
Doa Kalasanta/Sembah Sujud Kepada Sakramen Mahakudus akan diadakan pada Kamis, 4 Desember 2008 jam 19.00 Wb, di Rumah Doa St. Maria Guadalupe, Jl. Duren Sawit Baru Blok A10 no.15.
I. Jadwal Dokter Gigi
• 30 November 2008 : drg. Meity
II. Jadwal Dokter
• 30 November 2008 : dr. Djufri T
• 07 Desember 2008 : dr. Lenny
• 14 Desember 2008 : dr. Tuti
Minggu Adven I – 30 November 2008
Seorang pemuda menuntun seorang buta di tengah kerumunan orang yang hendak bepergian di sebuah bandara. Di suatu sudut yang terlindung pemuda itu berhenti dan berkata kepada orang buta itu, “Anda tunggu di sini. Saya akan antri untuk mendaftarkan tiket Anda.”
Sambil antri pemuda itu menoleh kepada orang buta itu. Dia tetap berdiri di situ. Orang-orang berdesakan di dekatnya. Seorang anak memandang dia. Seorang pengangkut barang mendorong keretanya melintasinya. Seorang anak penjual surat kabar sepertinya tidak mengerti kenapa dia tidak sedikitpun melihat pada surat kabar yang dibawanya. Orang buta itu tetap berdiri di sana. Suara kaki yang diseret di dekatnya, suara yang tidak dikenal dan berbagai keributan manusia yang mondar-mandir tidak berarti baginya. Dia tetap berdiri dan menunggu saja.
Dia menunggu dengan sabar, yakin bahwa pemuda itu pasti akan datang kepadanya. Tidak ada sedikitpun keraguan di wajahnya. Bahkan tampak harapan di wajahnya, bahwa pemuda itu akan menggandeng tangannya, dan ia pun dapat melanjutkan perjalanannya.
Pandangan dari orang buta yang kelopak matanya tertutup itu mengingatkan Anda dan saya akan Adven yang terpantul dari wajah seorang Katolik.
Telah dibuka pendaftaran calon siswa/i baru th ajaran 2009/2010 di Sekolah Sang Timur. Keterangan selengkapnya di Papan Pengumuman Paroki.







hi.. mo tanya katekumen dimulai kapan ya?
thanks..
Kenapa…
kenapa advenku hilang
dalam gereja ber-AC
lingkaran adven membisu
gua-gua, domba, dan gembala
tak lagi menyentuh nurani
di tengah konsumeris-hedonis
yang pelahan memasuki ruang-ruang gereja
appreciate this site layout . How was it forced. It is somewhat nice!