Berita Paroki 28 September 2008

HARI MINGGU BIASA XXVI
28 September 2008
Yeh. 18:25-28; Flp. 2:1-11 ( Flp. 2:1-5 ); Mat. 21:28-32

ANTARA DOSA DAN DOA

KETIKA saya bekerja di kota Kudus, saya mempunyai Pastor Paroki seorang misionaris Belanda yang belum begitu fasih berbahasa Indonesia. Hingga tidak heran apabila beliau masih sering salah-salah mengucap kata. Pada suatu hari saat akan mengangkat doa beliau dengan lantang mengucap “Marilah berdosa…”, tentu saja umat-beriman tersenyum-senyum; padahal sang pastor tidak menyadari kesalahannya. Seharusnya beliau mengucapkan “Marilah berdoa”.

Dalam Bahasa Indonesia, selisih satu huruf saja –ketambahan huruf “s”–, artinya sangat berlawanan. Tetapi kalau dipikir-pikir, itulah sebenarnya kenyataan hidup kita; antara dosa dan doa berbatas tipis. Sebagai umat Allah, pastilah kita berdosa, karena tidak ada manusia yang tidak berdosa. Tetapi pastilah kita masih bisa berubah, yakni dengan sikap doa. Karena doa adalah jalinan erat antara manusia dengan Tuhan. Sedangkan dosa adalah keterputusan jalinan itu.

Saya masih ingat ketika masih kecil menjadi misdinar di suatu Paroki di kota Solo. Semua misdinar diwajibkan menghapalkan jawaban Doa Tobat dalam Bahasa Latin. Seorang misdinar harus bisa mengucapkan doa tobat (Confiteor) “…mea culpa, mea culpa, mea maxima culpa.” (kesalahan saya, dosa saya, dosa saya yang sangat besar), sambil menebah dada tiga kali dan membungkukkan badan (sikap tobat yang benar). Apabila tidak hafal doa ini, pasti mendapat teguran dari Romo. Dalam Tata Perayaan Ekaristi sekarang, penggalan doa tobat itu diterjemahkan: “saya berdosa, saya berdosa, dan saya sungguh berdosa’ (Tobat Cara 1). Doa ini sebenarnya merupakan pernyataan tobat yang mendalam, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran, perbuatan dan perkataan. Suatu penyadaran ulang bagi kita, sebelum merayakan Ekaristi, yakni mendengarkan Sabda Tuhan dan menyambut Tubuh dan Darah Kristus, bahwa kita sebagai manusia mengaku telah berdosa dan hendaknya mengungkapkan pernyataan tobat, sampai diulang 3 kali, dengan mengucapkan rumusan Doa Tobat ini.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang pertobatan.
Anak sulung mendapat perintah untuk bekerja di kebun anggur bapaknya, ia menyanggupi “Baik, Bapa”, tetapi ia tidak pernah menjalankan perintah itu. Sebaliknya anak kedua menolak perintah itu. Namun kemudian ia merasa menyesal karena telah berani melawan perintah bapanya. Sebagai silih atas sesal itu, kemudian ia menjalankan perintah bapanya, karena ia percaya perintah bapanya adalah kebenaran. Dalam hal ini, tentu saja, anak kedualah yang mendapatkan apresiasi daripada anak pertama. Dalam tataran nilai minus malum (yang sedikit kejelekannya), do action lebih penting daripada formalitas kata-kata.
Menolak perintah bapa adalah menjauhkan dan memutuskan jalinan erat yang sudah terbangun antara anak dengan bapanya, dan inilah dosa. Sebaliknya mematuhi perintah bapanya, dengan menjalankan apa yang diperintah bapanya, berarti menghubungkan kembali jalinan yang telah putus itu; inilah doa. Jembatan antara dosa dan doa adalah pertobatan: menyesali sikap, perbuatan dan perkataan yang telah dilakukan dan merubah sikap, perbuatan dan perkataan dalam suatu habitus yang baru.

Demikian pula yang terjadi pada para pemungut cukai dan para pelacur. Mereka bertobat dari dosa-dosanya dan berbalik percaya kepada Yesus, sebagai satu-satunya Jalan Kebenaran yang menyelamatkan. Itulah sebabnya Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam kerajaan Allah” (Mat 21:31b).

Mereka lebih berharga daripada orang munafik, yang merasa diri suci, dekat dengan aturan-aturan keagamaan dan hafal di luar kepala ajaran serta perintah-perintah Tuhan, namun tidak pernah menghayati serta mempraktekkan dalam hidup sehari-hari.

Memang, mendengarkan Sabda Tuhan harus selalu dilandasi dengan kepercayaan atas Sabda yang Menyelamatkan, serta dihayatinya, dan wajib dilaksanakan dalam hidup sehari-hari. Tanpa itu semua menjadi sia-sia belaka. Oleh karena itu, setiap selesai Injil dibacakan, Imam menyerukan aklamasi sebagai berikut “Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya” (Aklamasi Sesudah Injil – Lagu 2).

FA Adihendro

HARI MINGGU BIASA XXVII
05 Oktober 2008
Yes. 5:1-7; Flp. 4:6-9; Mat. 21:33-43

PENANGGALAN LITURGI

SEPTEMBER 2008

28 Mg Hari Minggu Biasa XXVI
29 Sn PESTA S. MIKAEL, GABRIEL, DAN RAFAEL, MALAIKAT AGUNG
30 Sl Pw.S. Hieronimus, Im.Puj.G

OKTOBER 2008

01 Rb Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
02 Km Pw Para Malaikat Pelindung
04 Sb Pw S. Fransiskus dr Assisi

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
04-05 Oktober 2008

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 04 Oktober, Jam 17.30
Penanggung jawab : Pd. Bmb I, Lk Maria Fatima & Yoseph
Koor : Graduale

Hari : Minggu, 05 Oktober, Jam 06.30
Penanggung jawab : Pd. Kopi II, Lk Markus
Koor : Gloria

Hari : Minggu, 05 Oktober, Jam 08.30
Penanggung jawab : DS. PTB, Lk Thomas, Gabriel, M. Mirabilis
Koor : Sanjaya

Hari : Minggu, 05 Oktober, Jam 16:30
Penanggung jawab : DS. Baru, Lk Kristophorus & Kel. Kudus
Koor : Gracia

Hari : Minggu, 05 Oktober, Jam 18:30
Penanggung jawab : DS. Selatan, Lk Ursula & Theresia Avilla
Koor : Helena

Stasi St Yoakhim

Hari : Sabtu , 04 Oktober, Jam 18.30
Penanggung jawab : Pd. Kopi I, Lk Dionisius
Koor : Fransiskus Xaverius

Hari : Minggu , 05 Oktober, Jam 08.00
Penanggung jawab : Mal. Jaya II, Lk Mathias
Koor : Immanuel

MBS

Hari : Minggu , 05 Oktober, Jam 08.00
Penanggung jawab :
Koor : St. Agustinus

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Siprianus Korinus M: Prk. St Yoseph
Imelda Pritadela: St. Monika

Pengumuman Kedua

Aloysius Willy: Prk. Michael
Theofany Meliana: St. Anna

Antonius Prima Hanang: Prk. Kel. Kudus – Kotabaru
Anastasia Budi Wirastami: Lk. Maria Fatima

Pengumuman Ketiga

Yulian Karfili: Lk. Gregorius
Lilliane Juanita: Lk. Luciana

Paulus Agus Kurniawan: Lk. Yohanes Pemandi
F. Chintia Elsa Putri: Prk. St. Andreas

Prihono: Solo
Imelda Meike Anwar: Lk. Benedictus

FX. Abi Hardjatno: Prk. St Kristoforus
Yuanita Debora: HKBP

Umat yang mengetahui halangan dari rencana pernikahan tersebut Wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki

PDKK

Memberitahukan kepada kelompok PDKK St. Anna bahwa pada tanggal 01 Oktober 2008 kegiatan PDKK ditiadakan/libur. Kita akan bertemu kembali pada;

Hari/tanggal : Rabu, 08 Oktober 2008
Waktu : Jam 19.00 WIB
Tempat : Gd. Yos Sudarso lt.1
Acara : BASIC CHRISTIAN MATURITY ke-7
Tema : Memperbaiki pelanggaran/kesalahan
Pewarta : Bpk. Paul Budianto

BURSA KERJA

Dibutuhkan :

1. Sekretaris; Wanita, Katolik, D3 Sekretaris, pengalaman, max. 35 th, menguasai Bhs Inggris lisan & tulisan. Siap bekerja di kantor kecil dengan suasana tenang. Kirim lamaran ke UCINDO (Jl. Kelapa Hijau V Blok O-/6-Komp. Billy & Moon) Pondok kelapa – Jakarta Timur 13450 atau e-mail: ucan_indonesia_karl@yahoo.com Up. Bp. Karl Beru

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>