Berita Paroki 28 Desember 2008
Kej. 15:1-6; 21:1-3; Ibr. 11:8,11-12,17-19; Luk. 2:22-40
CINTA KASIH KELUARGA
Sinetron Keluarga Cemara yang diilhami dari sebuah novel dengan judul sama garapan Arswendo Atmowiloto mengangkat nilai-nilai luhur sebuah keluarga sederhana (Abah, Emak, Euis, Cemara/Ara, dan Agil). Tema yang diusung sinetron tersebut yakni “Harta yang paling indah adalah keluarga”.
Keluarga adalah pelabuhan di mana kapal-kapal setelah lelah mengarungi lautan lepas akhirnya bersandar. Keluarga adalah burung pipit yang terbang pagi-pagi dan sore harinya hinggap di sarangnya untuk bertemu dengan piyik-piyiknya untuk menyuapi makanannya. Keluarga adalah orangtua yang sederhana duduk-duduk di serambi menanti anak-anaknya berlarian ceria pulang dari sekolah.
Daya apakah yang menggerakkan angsa wild goose ketika musim dingin beramai-ramai terbang ke selatan mencari suhu yang hangat dan ketika musim semi kembali ke sarang-sarangnya di utara? Daya apakah yang menggairahkan jutaan orang pada bulan Ramadhan beramai-ramai mudik ke daerahnya masing-masing untuk bertemu para orangtuanya, menempuh kemacetan dan kesulitan pelbagai hal di jalanan?
Karena terpikat oleh bujuk rayu seorang janda muda untuk tinggal bersamanya di kota, seorang suami bertahun-tahun meninggalkan istrinya dan anak-anaknya di kampung. Tetapi ketika tersadar dari kesalahannya, ia kembali ke rumah istrinya dan anak-anaknya di kampung sambil bersimbah air mata. Daya apakah yang mendorong si suami kembali ke keluarganya?;
Daya apakah yang menyadarkan si bungsu setelah berfoya-foya menghabiskan harta warisan orangtuanya, akhirnya kembali ke rumah dan pelukan bapanya yang baik hati, sambil berucap: “Bapa aku telah berdosa..”? Daya apakah yang membuat singa-singa betina melindungi anak-anaknya dari serangan musuh-musuhnya? Atau gajah-gajah yang mengurung anaknya dalam kerumunannya agar blegur (anak gajah) itu aman?
Seorang teman bercerita kepada saya, bahwa ia selalu tidak bisa tidur nyenyak ketika ia bertugas ke luar kota, meskipun tidur di atas springbed nyaman di hotel berbintang lima. Ia lebih nyaman dan at home tidur di rumahnya sendiri, walaupun kamarnya sederhana dan bantalnya bau apek. Daya apakah yang menyebabkan ia sungguh homy?
Ya, hotel adalah house dan rumah/keluarganya adalah home. Ada perbedaan besar antara house dan home. Dalam home ada cinta kasih. Maka, apabila suatu keluarga tinggal dalam satu rumah dan tidak ada cinta kasih di dalamnya, ibarat ia tinggal di dalam house atau hotel, di mana orang bebas keluar masuk; tak perlu ada tegur sapa, dan sama sekali tidak membuat orang krasan.
Keluarga Kudus Nazareth, Maria-Yosef-Yesus, memberikan inspirasi sebuah keluarga yang penuh cinta kasih. Cinta kasih inilah yang menjadi daya adikodrati yang mengikat suatu keluarga. Tanpa itu keluarga hanyalah kerumunan orang-orang di halte bus. Tanpa itu induk burung pipit tidak menyuapi piyik-piyiknya. Tanpa itu tak ada ritual mudik saban tahun sekali. Tanpa itu si anak bungsu tidak kembali ke rumah bapanya. Tanpa itu orang lebih suka tinggal di hotel daripada rumahnya sendiri.
Pertanyaannya adalah dari mana memancar sumber cinta kasih itu?
Kehadiran Yesus di tengah-tengah keluarga –keluarga mana pun—menjadi sumber pancaran cinta kasih yang tidak ada hentinya. Ia mengangkat keluarga hina-dina Maria (hamil meski belum bersuami) dan Yusuf (seorang tukang kayu) menjadi keluarga yang mulia di hadapan Allah. Kehadiran Yesus di tengah-tengah keluarga mampu mendatangkan pujian para Malaikat dari surga “Hosanna in excelsis Deo!” Imanuel, Allah beserta kita. Kehadiran Yesus di palungan hewan menggembirakan para gembala domba yang bersahaja di padang belantara. Kehadiran Yesus dalam Keluarga Kudus Nazareth mengundang ketakjuban tiga Raja Majus dari Timur.
Bagaimanakah kita? Setelah kita mengundang Yesus hadir di tengah-tengah keluarga kita pada hari Natal yang lalu, benarkah keluarga kita mampu memancarkan cinta kasih??
Masih ingatkah kita bahwa kata FAMILY adalah kependekan dari Father And Mother I Love You?
Adihendro
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
Yes. 60:1-6; Ef. 3:2-3a.5-6; Mat. 2:1-12
PENANGGALAN LITURGI
Tahun B
Januari
1 Km HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH
2 Jm Pw. S. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze, UskPujG
4 Mg HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
11 Mg Pesta Pembaptisan Tuhan
17 Sb Pw S. Antonius, Abas
18 Mg Hari Minggu Biasa II
21 Rb Pw S. Agnes, PrwMrt
24 Sb Pw S. Fransiskus dr Sales, UskPujG
25 Mg Hari Minggu Biasa III
26 Sn Pw S. Timotius dan Titus, Usk
28 Rb Pw S. Thomas Aquino, ImPujG
31 Sb Pw S. Yohanes Bosco, Im
(KOOR)
MINGGU PERTAMA
Misa Sabtu sore : PS. Sisilia
Misa Minggu pagi I : PS. Santa Anna
Misa Minggu pagi II : PS. Bina Iman Remaja (Susteran)
Misa Minggu sore I : PS. Wil. DSB
Misa Minggu sore II : PS. Asisi (DSS)
(TATIB)
Misa Sabtu sore : Wilayah Duren Sawit Indah
Misa Minggu pagi I : Wilayah Duren Sawit PTB
Misa Minggu pagi II : Wilayah Duren Sawit Timur
Misa Minggu sore I : Wilayah Duren Sawit Baru
Misa Minggu sore II : Wilayah Duren Sawit Selatan
Pengumuman Kedua
Gabriel Ferdinandus Dawa (Nazaret)
Yenny Octavia (HKBP)
Thomas Vidorrikto (Prk. Cilangkap)
Scolastika Tia Agustin (M. Assumpta)
Pengumuman Ketiga
Cornelius Tri Satria Tama (Petrus)
Christina Chandra Sari (GBI)
Paulus Aji Yudho Wibowo (Prk. Bogor)
Fransisca Sinta W (Mangunwijaya)
Akan mengadakan misa perayaan Tahun Baru dengan tema:”Whenever You Go, Go As You Wish” pada hari Rabu, tanggal 31 Desember 2008 jam 22.00 – selesai di Gedung Yos Sudarso lt.1. Mohon pengumuman ini dianggap sebagai undangan.
Akan mengadakan misa khusus remaja pada hari Minggu, 4 Januari 2009 jam 08.30 di Gereja St. Anna.
PDMKK
PDMKK St. Anna mengundang kaum muda untuk datang ke acara Praise & Worship pada hari Sabtu, 3 Januari 2009 jam 19.00-selesai di Gedung Yos Sudarso lt.1. Jangan lupa bawa hadiah untuk cross kado senilai minimal Rp.10.000,-
Pada suatu hari Tuhan memandang ke bawah dan melihat begitu banyak kejahatan terjadi di dunia. Maka Tuhan mengutus seorang malaikat ke dunia untuk mengamati dari dekat. Setelah malaikat itu kembali dari dunia, ia melaporkan kepada Tuhan bahwa 95% manusia sudah menjadi jahat. Hanya 5% saja yang boleh dibilang baik.
Tuhan merasa kurang puas dengan laporan itu. Maka Ia mengutus malaikat yang lebih senior ke dunia dengan pesan untuk mengamati secara lebih teliti. Ternyata setelah kembali dari dunia malaikat senior itupun melaporkan bahwa memang 95% manusia sudah menjadi jahat. Hanya 5% saja yang baik.
Sekarang Tuhan merasa bahwa Ia harus bertindak. Ia memutuskan untuk mengirim e-mail kepada 5% manusia yang baik itu untuk memberi semangat kepada mereka.
Tahukah Anda apa yang dikatakan Tuhan dalam e-mail itu? Lho, Anda juga tidak menerima e-mail itu?
Hari Natal mengajak kita semua menjadi manusia yang lebih baik.
I. Jadwal Dokter Gigi
• 4 Januari 2009 : drg. Meity







Leave a Reply