Berita Paroki 27 Desember 2009
27 Desember 2009
PESTA KELUARGA KUDUS, YESUS, MARIA, YUSUF, TAHUN C/II
1 Sam 1:20-22,24-28 ; 1 Yoh 3:1-2,21-24 ; Luk 2:41-52
MEREKA KEHILANGAN YESUS
KISAH ini based on a true story. Tetapi agar tidak menyinggung orang lain, nama terkait sengaja disamarkan.
Santosa (bukan nama sebenarnya) adalah mantan frater, bahkan telah lulus tingkat akhir (Teologan). Singkat cerita, ia menikahi Lestari (juga bukan nama sebenarnya), yang rajin dan tekun menyambangi sang Frater ketika masih dalam biara. Hasil pernikahan gerejani mereka dianugerahi seorang putri semata wayang yang amat cantik, Dara namanya (pasti nama disamarkan). Santosa dikenal sebagai seorang sangat cerdas, menguasai 4 bahasa asing aktif. Karena lulusan dari Seminari Tinggi, oleh pastor Parokinya, seperti biasa, ia ditunjuk untuk mengurusi Seksi Katekese/Pewartaan. Sedangkan istrinya, Lestari, adalah seorang pegawai swasta yang sukses, bahkan menduduki tingkat Manajer. Terbawa oleh “dunianya” Santosa (yang mantan-frater), Lestari banyak kenal banyak pastor bahkan sebagian besar Uskup. Hidupnya pun tidak jauh-jauh dari lingkungan gereja.
Sejalan dengan perputaran waktu, ketika usia perkawinan mereka menginjak ulang tahun peraknya, terjadi pencobaan yang maha hebat. Lestari ternyata mengidap penyakit kanker yang tak tersembuhkan. Segala macam upaya medis dan non-medis telah diusahakan, hasilnya hanya menunda kematian belaka. Celakanya, Santosa bukannya semakin sayang pada Lestari, malahan kentara semakin menjauh. Ada saja alasan dan argumennya. Anehnya, dalam kegiatan gerejaninya Santosa tetap tetap tak berubah, ia tak absen mengajar agama, dan Lestari tetap memohon doa dari para romo dan uskup kenalannya dalam rangka penyakit yang dideritanya. Kemelut keluarganya tertutup rapat-rapat. Dari luar, kelihatan keluarga itu fine-fine saja. Santosa juga masih ketua Seksi Katekese dan Lestari masih rajin sowan ke gereja.
Tetapi, Dara anak tunggalnya, merasakan “ketidakberesan” hubungan orang tuanya. Ia ingin memberontak. Jiwa mudanya muak melihat kemunafikan kedua orang tuanya. Sebagai bentuk protesnya itu, Dara menjalin hubungan akrab dengan pria keturunan Timur Tengah! Dan ia resmi menjadi mualaf!
Saudara-saudari sekalian, mengapa peritiwa ini bisa terjadi? Ya, mereka telah “kehilangan Yesus” dalam hidup berkeluarga mereka.
Santosa telah mengingkari janji perkawinannya bahwa akan tetap setia “baik dalam untung dan malang” pada istrinya. Lestari karena didera penyakitnya tidak bisa focus melayani suaminya. Dara, karena gejolak jiwa muda, merasa kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya, sampai ia mendapatkan perhatian berlebih dari seorang pria Timur Tengah, yang bisa memberikan kasih sayang berlimpah. Sempurna sudah keretakan keluarga kecil ini!
Perayaan Natal yang kita rayakan bersama minggu lalu sungguh-sungguh membuat batin keluarga kecil itu tersiksa.
Post Natum est! Sesudah pesta natal, terus kita mendapat apa?
Sesudah Natal ini kita mendapatkan 3 pelajaran penting demi keutuhan keluarga. Pelajaran Pertama, yakni belajar dari Hana (Bacaan Pertama) yang setia pada kaul yang diucapkan di hadapan Tuhan, bahwa ia akan menyerahkan Samuel, ke Bait Allah menjadi pembantu Elia. Kata kuncinya adalah “setia pada janji/kaul” yang telah diucapkannya. Hari ini Hana menyentil kita agar mengingat janji-janji perkawinan kita yang kita ucapkan di depan altar, bahwa akan “tetap setia dalam untung dan malang” kepada pasangan kita, dan mendidik anak kita melebihi dari kegiatan apapun (sebagaimana Hana mendidik Samuel hingga masa sapih tiba). Tetapi itu saja belum cukup. Pelajaran Kedua, Setiap keluarga harus percaya akan nama Yesus Kristus yang menjadi “centrum cordis” (=jantung hati) keluarga, dan saling menaruh cinta kasih seperti yang diajarkan-Nya, karena barangsiapa menuruti perintah-Nya, ia akan diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (Bacaan Kedua). Namun de facto, dalam perjalanan waktu, kadang-kadang hidup berkeluarga sering mengalami “kehilangan Yesus” (bdk. Bacaan Injil), sehingga timbul takut, cemas, gelisah, dan saling mencurigai; oleh karena itu –ini Pelajaran Ketiga–kita umat krstiani diharap meneladan keluarga Kudus Nazaret, yakni ketika kehilangan Yesus, terus tetap mencari-dan-mencari Yesus sampai ketemu! Bilamana perlu menempuh jalan dan mara bahaya apapun asalkan bisa menemukan kembali Yesus, sang “Centrum Cordis Familiaris” dan membawaNya kembali ke tengah-tengah keluarga. (Fr. Aziz Adi)
03 Januari 2010
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, TAHUN C/II
Yes 60:1-6 ; Ef 3:2-3a,5-6 ; Mat 2:1-12
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN C/II
Desember 2009
25 Jm HARI RAYA NATAL
26 Sb Pesta S. Stefanus, Martir Pertama
28 Sn Pesta Kanak-kanak Suci, Mrt
Januari 2010
01 Jm Hari Raya SP Maria Bunda Allah
02 Sb Pw. S Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze, UskPuG
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
02 – 03 Januari 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 02 Januari, Jam 17.30
Pen. Jwb : Duren Sawit PTB
Koor : Vincentius
Hari : Minggu, 03 Januari, Jam 06.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu II
Koor : Pondok Bambu II
Hari : Minggu, 03 Januari, Jam 08.30
Pen. Jwb : Klender
Koor : Klender
Hari : Minggu, 03 Januari, Jam 16.30
Pen. Jwb : Malaka Sari I
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 03 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : Pondok Kopi I
Koor : Symphony Altisima
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 02 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Monika
Koor : St. Paulus
Hari : Minggu, 03 Januari, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Timotius
Koor : Lilin Suci
Stasi MBS
Hari :Minggu, 03 Januari 2010
Pen. Jwb :Bintara Jaya
Koor :Laetitia
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Fransiscus Reynard Tenegar Lk. Lusiana
Hildegard Bernardien Lk. Mangunwijaya
Teddy Antonius Sitanggang Lk. St. Helena
Hermeni Kristina Nainggolan HKBP – Cempaka Putih
Pengumuman Kedua
Daniel Egbertus Lk. Trinitas
Uni Darmaningsih Cibubur
Benedictus Rianto Wongso Prk. St. Maria – Tangerang
Caroline Niki Marinda Widoyo Lk. Joyoseputro
Gerson Kent Bawengan Lk. St. Monica
Jane Arisandy Anggraeni Bethel
Pengumuman Ketiga
Ignatius Andre Pratama Prk. Georgetown – Australia
Elfrida Devi Adriani Prk. Bonaventura
Alexander Bambang Yunianto Lk. Yustinus
Marcelina Florensa Somi Prk. St. Perawan Maria Ratu
PDKK
Pertemuan PDKK St. Anna pada tanggal 23 Desember 2009 ditiadakan, dan pertemuan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 05 Januari 2010.
PERAYAAN TAHUN BARU St. ANNA
Dalam Perayaan Tahun Baru 2009 akan diadakan :
- “Misa TAIZ?” dengan tema “Sentuhan Kecil yang Membuat bPerubahan Besar”, pada Hari/ Tanggal : Kamis, 31 Desember 2009, Jam: 20.00 WIB (untuk umum). Mari kita rasakan kedamaian dan kehadiran Tuhan dalam suasana Taiz? yang indah. Taiz? for Jesus.
- “Panggung Hiburan” dengan tema “Youth Revival”. Acara: Kolaborasi Band Wilayah, Theater St.Anna, Modern Dance, Pesta Kembang Api, Taman Kuliner, dan masih banyak acara menarik lainnya. Rayakanlah Tahun Baru 2010 ini bersama teman-temanmu di Gereja St. Anna.
INFORMASI
Telah tersedia di sekretariat St. Anna buku “REVOLUSI BATIN ADALAH REVOLUSI SOSIAL” karya Rm. J. Sudrijanta, SJ
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera Tenaga:
- Asisten Manajer. Syarat: Pria/Wanita, usia max. 30 tahun, Fresh Graduate teknik elektro (mesin), mampu mengoperasikan komputer microsoft office, mampu berbahasa Inggris aktif, dan mempunyai sim A. Lamaran dapat dikirim ke email: sandi7lid@yahoo.com
- a. Pembukuan. Syarat: Wanita, bisa mengoperasikan komputer, dan yang sudah berpengalaman sbg tenaga pembukuan. b. Seorang Kepala Gudang. Syarat: Pria, jujur, berpengalaman sbg Kepala Gudang. C. Kurir. Syarat: mempunyai sim C, berdedikasi tinggi. Bagi yang berminat hubungi Bpk. Tjandra Hirawan: 021-861.1707 atau 0816.1657.375
Pojok liturgi
Mengapa Pesta Natal Dirayakan 25 Desember?
Tidaklah mudah untuk menentukan dengan tepat asal-mula Pesta Natal, yang sekarang menjadi perayaan yang paling penting dalam masa Natal di sebagian besar Gereja-gereja Ritus Barat. Kita hanya dapat mengatakan dengan pasti bahwa kelahiran Yesus Kristus mulai dirayakan di Roma sekitar tahun 336 A.D. (Anno Domini = Tahun Masehi); kemudian Pesta Natal dirayakan juga di gereja – gereja Kristiani lainnya di seluruh dunia.
Mengapa Pesta Natal dirayakan pada tanggal 25 Desember? Tidak ada catatan mengenai tanggal kelahiran Yesus yang dapat kita temukan dalam Perjanjian Baru. Kitab Suci jauh lebih mementingkan “Siapakah Yesus?” daripada tanggal kelahiran-Nya. Perkiraan Gereja Perdana akan tanggal kelahiran-Nya dipengaruhi oleh tanda-tanda perubahan musim, yang kemudian diterima dalam pemikiran religius, yang dengan seksama memperhatikan equinox (di mana waktu siang dan malam sama lamanya) dan titik balik matahari. Para ilmuwan Kristiani memperkirakan bahwa Yesus dikandung pada equinox musim semi (25 Maret) dan oleh karenanya dilahirkan pada tanggal 25 Desember, tanggal titik balik musim dingin.
Di banyak gereja Kristiani, tanggal 25 Maret masih tetap dirayakan sebagai Hari Raya Kabar Sukacita, yaitu ketika Malaikat Gabriel menyampaikan kabar kepada Maria bahwa ia akan menjadi bunda Yesus.
Pesta Natal mungkin juga berasal dari perayaan kafir “Dewa Matahari yang tak terkalahkan” yang ditetapkan oleh Kaisar Aurelius pada tahun 274 A.D. dan dirayakan pada tanggal 25 Desember, yaitu pada hari terjadinya titik balik musim dingin, di Roma dan di seluruh wilayah kekaisaran. Umat Kristiani mengambil alih perayaan tersebut untuk merayakan pesta “Surya Kebenaran” (Maleakhi 4:2), yaitu Yesus Kristus, yang menyebut Diri-Nya “Terang Dunia” (Yohanes 8:12).
“Diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Victor Hoagland, CP.”







Leave a Reply