Berita Paroki 26 September 2010

26 September 2010

Hari Minggu Biasa XXVI

Am 6:1a, 4-7 ; 1Tim 6:11-16 ; Luk 16:19-31

HIDUP DALAM KELIMPAHAN

PASTI  Anda pernah mendengar joke antar kalangan anak muda di pojok parkiran, seperti ini:

“Eh, apa sih yang kalian cita-citakan dalam hidup ini?”

“Kalau aku simple aja: masa kecil dimanja, masa muda foya-foya, masa tua kaya raya, dan kalau mati masuk surga!”

Huuu, kalau gitu sih semua orang juga mau!”

Sebetulnya apa sih yang disebut kaya –atau kebalikannya– miskin? Suatu ketika Epictetus, seorang Filsuf Yunani (55-135 M) ditanya “siapa yang bisa disebut kaya?” Dia menjawab “Cui satis est quod habet”, artinya, “yang kaya itu adalah orang yang sudah merasa cukup dengan yang dimilikinya.”

Dengan kata lain, orang yang selalu merasa belum cukup dengan apa yang dimiliki (meskipun de facto ia sudah berkelimpahan materi) bisa disebut  miskin. Karena merasa belum cukup, maka ia tidak ada ruang memberi kepada orang lain. ”Nemo dat quod non habet”, katanya, tidak bisa memberi karena tidak mempunyai (cukup).

Sebaliknya orang yang secara materi tidak bekelimpahan, tetapi ia sudah merasa cukup dan bisa  memberikan kepada orang lain, ia termasuk kaya.  Jadi apa yang disebut kaya atau miskin itu relatif, bukan?

Bicara soal beri-memberi ini, Santo Lukas, dalam Injil yang dibacakan Minggu ini, mengisahkan cerita menarik. Ada seorang semasa hidupnya kaya raya (mungkin masa kecilnya dimanja, masa muda foya-foya), [dilukiskan oleh Lukas berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari bersukaria dalam kemewahan], namun ketika mati tidak masuk surga, melainkan masuk neraka. Sedangkan seorang yang bernama Lazarus (=orang yang berasal dari Tuhan) semasa hidupnya senantiasa miskin dan menderita, [dilukiskan oleh Lukas badannya penuh dengan borok, kelaparan], ketika mati ia malah masuk surga dan dipangku Bapa Abraham lagi!

Apakah ini berarti semua orang kaya akan masuk neraka, dan semua orang menderita akan masuk surga? Mudah-mudahan tidak ada yang membuat penafsiran seperti itu ketika membaca Injil ini. Dan Lukas memang juga tidak bermaksud melaporkan kisah kejadian nyata. Lukas ingin memberikan sebuah cermin bersih atas pemahaman kekayaan-berkelimpahan yang disalahpahami selama ini.

Pembaca yang teliti bisa merasakan bahwa persoalan yang ingin disampaikan oleh Lukas adalah tentang ketidak ada perhatian orang kaya terhadap orang yang miskin, sebagaimana telah disampaikan dan diwartakan Musa dan para nabi terdahulu. Meskipun si kaya sudah berkelimpahan, tetapi ia tidak memberikan perhatian kepada Lazarus, si miskin..Malahan anjing-anjing saja memberi perhatian (ay 21).

Lukas tidak mengada-ada, potret buram orang kaya dan si miskin seperti itu dewasa ini masih terdapat di sekitar kita. Dengan bercermin Injil Lukas ini, kita diingatkan agar tidak bertindak menjadi seperti orang kaya yang tidak memberi perhatian akan kebutuhan orang miskin, tetapi berusaha menjadi orang kaya yang sungguh menaruh perhatian pada penderitaan orang-orang miskin. Kita juga tidak boleh membiarkan diri menjadi sangat miskin penuh sengsara dan tak berdaya seperti Lazarus, tetapi dalam situasi yang sulit kita harus berusaha seperti Lazarus menaruh harapan pada Allah sumber hidup dan kekayaan yang benar yaitu kebahagiaan abadi.

Lalu apa sih yang bisa dikatakan hidup dalam kelimpahan itu? Cami Walker dalam bukunya “29 Gifts, Keajaiban Memberi”, menuliskan kisah nyatanya. Kendati ia sepanjang hidupnya menderita MS (multiple sclerosis), lumpuh dan berjalan pakai tongkat, namun ia sanggup mempelopori program gerakan “29 Hari Memberi” (bisa dibuka di www.29Gifts.org); dengan memberi selama 29 hari tanpa putus. Ia memberi dalam bentuk apapun, termasuk hal-hal kecil: senyuman, perhatian pada orang lain, memberi bantuan tenaga-dana-pikiran-nasihat, bahkan memberikan harta yang paling disayangi, dll. Dengan memberi kepada orang lain itu, ia menikmati kebahagian yang tak ternilai dan merasa mendapatkan kelimpahan yang luar biasa, mengubah hidup untuk selamanya. Rumus hidupnya adalah:

Kesadaran akan Tuhan + Memberi + Rasa Bersyukur = Kelimpahan

Bersyukur saja, tanpa tindakan “memberi” kepada orang lain (khususnya kaum marjinal dan terabaikan), tidak berarti apa-apa. Dan, semua harus diawali dengan adanya Kesadaran akan Tuhan (kesadaran bahwa we should count on Him: berdoa, meditasi, ikut Perayaan Ekaristi, dll); ditambah kegiatan Memberi dan ditambah Rasa Bersyukur, kita merasakan hidup berkelimpahan. (FA Adihendro)

03 Oktober 2010

Hari Minggu Biasa XXVII

Hab 1:2-3, 2:2-4 ; 2 Tim 1:6-8, 13-14 ; Luk 17:5-10

Oktober

Catatan: Bulan Oktober adalah Bulan Rosario. Dianjurkan oleh Paus hendaknya selama bulan Oktober doa Rosario digiatkan dalam lingkungan umat dan keluarga.

04 Jm           Pw. S. Fransiskus dr Assisi

07 Sb            Pw. SP. Maria Ratu Rosario

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI

02-03 Oktober 2010


Gereja St. Anna

Hari              : Sabtu, 02 Oktober, jam 17.30

Pen. Jwb       : WKRI

Koor             : WKRI

Hari              : Minggu, 03 Oktober, jam 06.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Selatan; Ursula

Koor             : Duren Sawit Selatan

Hari              : Minggu, 03 Oktober, jam 08.30

Pen. Jwb       : Strada

Koor             : Strada

Hari              : Minggu, 03 Oktober, jam 16.30

Pen. Jwb       : Klender; Maria Magdalena

Koor             : Mateo

Hari              : Minggu, 03 Oktober, jam 18.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Timur; Elisabeth

Koor             : Symphony Altissima

Stasi Yoakhim

Hari              : Sabtu, 02 Oktober, jam 18.30

Pen. Jwb       : St. Monica

Koor             : WKRI Malaka Jaya

Hari              : Minggu, 03 Oktober, jam 08.00

Pen. Jwb       : St. Petrus

Koor             : Gracia

Stasi MBS

Hari              : Sabtu, 03 Oktober, jam 08.00

Pen. Jwb       : SD. Budaya St. Agustinus

Koor             : SD. Budaya St. Agustinus

* Selama bulan Rosario petugas tata tertib dimohon menyiapkan petugas untuk berdoa Rosario 20 menit sebelum misa.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Alexander Marcel Gunawan                       Prk. Leo Agung

Laurentia Ira Kamdani                              Lk. Paskalis

Steve Harijanto                                      Prk. Leo Agung

Agusta Dwi Okdiati                                 Lk. St. Anna

Michael Christian Yanuar Salim                  Lk. St. Yustina

Agnes Maria Hanny Widjaja                      Prk. St. Andreas-Kedoya

Yoshua Viventius                                     Lk. Santa Anna

Lydia Hasan                                            Prk. St. Gabriel-Pulogebang

Felix Peni                                               Prk. St. Thomas Rasul

Fransiska Felicia Allen                              Lk. Maria Fatima

Yohanes Ery Hanandita                            Prk. St. Thomas Rasul

Bernadette B. Gebby Matilda M. P             Lk. Lucia

Klaudius Dani                                         Lk. St. Yoseph

Vinsensia Veronica Meliawati                     Prk. St. Petrus-Bandung

Antonius Satrio Utomo                             Prk. St. Yoseph

Antonia Yuliana Djafar                              Lk. St. Anna

Pengumuman Ketiga

Yohanes Pembaptis Irwan Jumadi              Lk. Herman Bouwens

Beatrix Ajeng Pingkan Ratna Kusumah        Lk. Betlehem

Yohanes Andrie Suwito                             Lk. Claris

Maria Juliana Solapung                             Prk. Nikodemus-Ciputat

Herman Yosep Wahyu Budiman                 Lk. Paulus

Juliana Arianti                                         Lk. Helena

Martinus Sunu Susatyo                            Lk. Fransiskus Assisi

Febriana Mauriska Timbongol                    Lk. Fransiskus Assisi

Yosep Paulus Manihuruk                           Prk. St. Mikael-Kranji

Maria Ervina Rusanti                                Lk. St. Yakobus

Danang Setyo Adhi                                  Prk. Robertus

Regina Estri Hervani                                Lk. Katharina

Freddy Firnandes Simbolon                       Pancoran

Maria Lidwina Wida Yuliarni                       Lk. Yohanes Pemandi

Petrus Puji Lengkong                               Prk. Ratu Rosari Suci-Tuminting

Rithasia                                                 Lk. Helena

DEVOSI BULAN ROSARIO

Mengundang seluruh umat St. Anna untuk hadir dalam Misa Pembukaan Devosi Bulan Rosario pada Hari/Tanggal: Jumat, 01 Oktober 2010, jam: 18.30, di Gereja St. Anna. Diharapkan seluruh Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan dapat hadir dalam misa tersebut. 

INFORMASI

V PRODIAKON/NES: Bagi seluruh anggota Prodiakon/nes diharapkan kehadirannya dalam “Pelatihan Memberikan Komuni pada Orang Sakit dan Tata Cara Ibadat Pemakaman” pada Hari/Tanggal: Minggu, 03 Oktober 2010, jam: 10.00, di: Gd. Yos Sudarso lantai 2.

V BINA IMAN REMAJA: Bina Iman Remaja Santa Anna mengajak umat St. Anna untuk menjadi pendamping para remaja di St. Anna dengan syarat minimal kelas 1 SMA. Bagi yang berminat dapat mengambil formulir di Sekretariat Paroki. Keterangan lebih lanjut dapat ditanyakan kepada Maria: 0812 1310074.

V SEKSI KERASULAN KITAB SUCI: Seksi Kerasulan Kitab Suci akan mengadakan lomba Lektor/Lektris Anak dan Remaja serta lomba Cepat-Tepat Anak & Remaja tingkat Paroki pada Hari/Tanggal: Jumat, 01 Oktober 2010, jam 08.30, di Gedung Yos Sudarso lt. 1 dan lt. 2. Formulir sudah tersedia di wilayah masing-masing dan dapat diserahkan ke Sekretariat Paroki.

V PDKK: a) Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Sayang Anak Seperti Yesus” pada Hari/Tgl: Rabu, 29 September 2010, jam: 19.00 WIB. Pwt: Bp. Regina Ali. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1. b) Akan melaksanakan Misa Arwah dan Tabur Bunga di Kepulauan Seribu dengan kapal pesiar pada Hari/Tanggal: Sabtu, 06 November 2010.  Untuk keterangan dan pendaftaran dapat menghubungi/SMS ke: Ibu Theresia: 021 8621631 ;  Ibu Linda: 021 957 55349 ; Bp. Anwar: 0815 9817010.

V SEKSI KATEKESE – SUB SEKSI SAKRAMEN: Penerimaan Sakramen Krisma akan diadakan pada hari: Minggu, 03 Oktober 2010, jam: 18.30, di Gereja St. Anna. Bagi umat yang mengikuti misa pada jam tersebut, harap maklum akan prosesi Krisma.

BURSA KERJA

Dibutuhkan segera tenaga:

1.    a) Akuntasi. Syarat: Pria/Wanita, pend. Min. D3, beragama Katolik, memiliki motor & SIM C, jujur, disiplin. b) Guru Les Privat untuk anak kelas 3 SMP semua mata pelajaran. Bagi yang berminat untuk 1 a atau b dapat menghubungi Livina: 0878 862 94710 / 021 959 30371.

2.    a) Supervisor Produksi & Maintenance. Syarat: pria, usia max. 30 tahun, pend. min. D3 atau S1 tekhnik Mesin / tekhnik Elektro, memahami mesin dan kelistrikkan, berdomisili di sekitar Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. b) Accounting & Administrasi. Syarat: wanita, usia max. 28 tahun, pend. min. D3 atau S1 Accounting, berpengalaman min. 1 tahun dibidangnya, menguasai computer (Ms. Office), berdomisili di sekitar Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara.. Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran dan data diri ke: PT. Kurnia Elok, jl. Pulo Kambing Raya No. 16 A, kawasan industri Pulo Gadung Blok II kav. I/3, Jakarta Timur-13920, telp: 021 468 25042.

3.    Marketing Communication Manager, Marketing Research Analyst & Database, Marketing Designer & Administration, Banquet Manager, Sales Executive, Front Desk Officer, Waitress. Syarat: pend. Min. S1, terbuka untuk semua jurusan, mempunyai pengalaman di bidangnya masing-masing, menguasai bahasa Inggris aktif&pasif, menguasai komputer sesuai bidangnya. Bagi yang berminat surat lamaran dapat diemail ke: grace_widiarti@atletcentury.com ; liem-sien-kie@atletcentury.com ; faisal-wahab@atletcentury.com ; edi-nugroho@atletcentury.com

4. Customer Relation Staff & Guru Bhs. Inggris. Syarat: wanita, usia min. 20-30 tahun, pend. min. D3. Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran ke: English Now Tuition Center, jl. Pondok Kelapa Raya Blok I XIII no. 3 C, Jakarta Timur. Bagi yang berminat dapat menghubungi telp: 021 865 7754.

5. Seorang pembantu rumah tangga. Syarat: wanita, terampil memasak, mengurus rumah, dan menjaga anak. Akan mendapat gaji Rp 500.000,-. Bagi yang berminat dapat menghubungi Ibu Teny: 021 861 4345.

One Response to “Berita Paroki 26 September 2010”

  1. Membaca renungan di berita paroki minggu ini, maka ungkapan dari Mother Teresa baik untuk di refleksikan:

    “Kadang kita berpikir bahwa kemiskinan hanya berkaitan dengan kelaparan, tidak punya pakaian dan tidak punya rumah. Kemiskinan atas rasa tidak dikehendaki, tidak dikasihi dan tidak dipedulikan adalah kemiskinan yang paling besar, kita harus memulainya dari keluarga sendiri untuk memperbaiki kemiskinan jenis ini. Kemiskinan yang terburuk adalah kesepian dan merasa tidak dicintai.Ada banyak kelaparan cinta dan apresiasi di dalam dunia dibandingkan kelaparan makanan.”

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>