Berita Paroki 26 Juli 2009

26 Juli 2009
HARI MINGGU BIASA XVII, tahun B
2Raj 4:42-44 ; Ef 4:1-6 ; Yoh 6:1-15

BAGI ORANG PERCAYA, MUJIZAT ITU NYATA

Di dalam ruang kamar kerja saya ada sebuah credenza, lemari pendek. Di atasnya saya letakkan pot-pot tanaman hias, yang saya rawat dengan sungguh-sungguh. Ada anthurium bunga-merah-hati, aglaonema lipstick-classic, sanseviera, beberapa kaktus dan kadaka. Setiap pagi, saya rajin menyiraminya dengan menyemprotkan sprayer berisi air, maka tanaman-tanaman itu tumbuh subur. Warna daunnya menjadi cemerlang dan akar-akarnya kuat.

Suatu kali, karena tugas ke luar kota, saya tidak bisa menyiraminya selama 2 hari. Ketika kembali, saya mendapati tanaman-tanaman itu layu (‘mati sih, kagak!’), ada beberapa daun mulai menguning,… segera saya banjiri semprotan air dicampur dengan vitamin B1. Keesokan hari tanaman-tanaman itu menjadi segar kembali. Bahkan pada beberapa muncul kuncup baru.

Tetapi –maafkanlah– saya tidak sedang membicarakan ilmu merawat tanaman hias.
Bagi saya, tanaman-tanaman hias di ruang kerja saya itu menjadi bahan refleksi atas mujizat nyata Tuhan, Sang Penguasa Kehidupan. “Bagi Orang Percaya Mujizat itu Nyata”. Kalimat, yang saya pakai untuk judul tulisan ini, saya ambil dari sebuah lagu gubahan Pdt Isaac Arief yang berjudul “Dia Mengerti”. Contohnya? Air yang saya semprotkan setiap hari, dan Decastar (pupuk slow release) yang saya taburkan setiap 3 bulan sekali, serta vitamin B1 yang saya berikan seminggu sekali, diubah oleh Tuhan dengan cara mengherankan menjadi makanan yang menyegarkan dan menghidupkan bagi tumbuh-tumbuhan itu. Saya hampir tidak percaya, butir-butir air dan vitamin itu menjadi zat pertumbuhan kuncup-kuncup bunga dan tunas-tunas daun baru. Sungguh, ada mujizat kehidupan di sana!

Pertanyaan kita sekarang, apakah mujizat “5 roti dan 2 ikan” yang diberitakan dalam Injil hari ini sungguh nyata? Apakah penggandaan 5 roti dan 2 ekor ikan betul-betul terjadi dan Yesus bisa membuat kenyang 5000 orang; bahkan bisa menyisakan 12 bakul? Apa mujizat punya makna tersendiri bagi kita yang hidup di alam modern ini?

Bagi sementara ahli Kitab Suci, mujizat “5 roti dan 2 ikan” itu sarat dengan makna simbolis. Ikan, dalam bahasa Ibrani adalah “ichthys” yang merupakan akronim dari I-esous Ch-ristos Th-eous H-Yios S-oter, Yesus Kristus Putra Allah. Sedangkan “5 Roti” lebih menunjuk pada Kelima Kitab Taurat Musa (Pentateuch), yakni Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.

Jadi makna simbolik dari perikopa tersebut barangkali lebih pada makna ‘kekenyangan’ rohani. Para pengikut Yesus juga mendapat kepuasan rohani, karena angka 5+2 dapat dinterpretasikan menjadi 7, yang dalam Filsafat Yunani menyiratkan angka yang sangat banyak (bdk. ungkapan “Tuhan bekerja dalam waktu 6 hari dan 1 hari beristirahat”). Sedangkan limpahan 12 bakul yang mengisi sisa-sisa roti dan ikan tersebut menunjuk 12 suku-suku yang ada di Israel.
Bagi saya, makna mujizat “5 roti dan 2 ikan” tersebut bagi umat modern lebih pada kesempurnaan ajaran Kristianitas yakni santapan Sabda dan santapan Tubuh Kristus sendiri, sebagaimana telah melimpah ruah kepada 12 suku-suku Israel.

Warisan Agung ini diteruskan dalam setiap kali kita merayakan Perayaan Ekaristi. Barangkali hingga kini, ada banyak orang yang tidak menyadari bahwa dalam setiapkali kita mengikuti Perayaan Ekaristi kita mendapatkan sekaligus dua Santapan Rohani itu, yang memberi kepuasan dan kekenyangan rohani, yakni Santapan Sabda pada bagian Liturgi Sabda dan Santapan Tubuh Kristus sendiri pada bagian Liturgi Ekaristi. Dua Santapan ini bagaikan “5 roti dan 2 ikan” yang nyata menjadi mujizat bagi kehidupan kita, menjadi bekal dalam perjalanan ziarah kehidupan. Tidak hanya itu. Setelah kita usai mengikuti Perayaan Ekaristi, kita menjadi utusan untuk memberikan limpahan (ingat, sisa 12 bakul!) kebahagiaan dan kegembiraan bagi setiap orang yang kita jumpai. Berkat kita menjadi berlebih. Tanpa (atau, sering alpa) menghadiri Perayaan Ekaristi, kehidupan rohani kita akan menjadi layu, tanpa semangat, dan kering (bagaikan tumbuhan yang layu) dan tak mampu memberikan kegembiraan bagi orang lain. (Fr. Azzis A)

02 Agustus 2009
HARI MINGGU BIASA XVIII, TAHUN B
Kel 16:2-4,12-15 ; Ef 4:17, 20-24 ; Yoh 6:24-35

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B

JULI 2009

26 Mg Hari Minggu Biasa XVII
29 Rb Pw S. Marta, Maria, dan Lazarus, Sahabat Tuhan
31 Jm Pw S. Ignatius Loyola, lm; Pendiri Tarekat S. J.
Agustus 2009
01 Sb Pw S. Alfonsus Maria de Liguori
02 Mg Hari Minggu Biasa XVIII
04 Sl St. Yohanes Maria Vianney
06 Km Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
08 Sb Pw S. Dominikus, Im

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
01-02 Agustus 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 01 Agustus, Jam 17.30
Pen. jwb : DS. Timur; Albertus Agung, Leo Agung
Koor : Vincentius

Hari : Minggu, 02 Agustus, Jam 06.30
Pen. jwb : Pondok Kopi I; Monica, Dionisius, Hieronimus
Koor : Agustinus&Benedictus

Hari : Minggu, 02 Agustus, Jam 08.30
Pen. jwb : DS. Selatan; Angela, Th. d’Avilla
Koor : Symphony Altissima

Hari : Minggu, 02 Agustus, Jam 16.30
Pen. jwb : Pondok Bambu II; Soegiopranoto, Kanna
Koor : Gloria

Hari : Minggu, 02 Agustus, 18.30
Pen. jwb : Buaran; Elia, Benedictus XVI
Koor : Helena

Stasi Yoakhim

Hari : Sabtu, 01 Agustus, Jam 18.30
Pen. jwb : St. Mathias
Koor : LILIN SUCI

Hari : Minggu, 02 Agustus, Jam 08.00
Pen. jwb : St. Yustinus
Koor : WKRI Wil Malaka Sari 2

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Yohanes Fozala Belem (Prk. St. Anna)
Maria Firee (Prk. Spiritu St. Misir )

Pengumuman Kedua

Yakobus Suryono (Herman Bouwens)
Yuliana Nurmaria Sianipar (HKBP-Pd. Gede)

PDKK

PDKK mengundang Bapak Ibu untuk ikut mendengarkan Sabda Tuhan pd Hari/tgl :Rabu, 29 Juli 2009, Jam:19.00 WIB. Tema:Nilai Kesetiaan. Pewarta :Ibu Sherry. Di: Gd Yos Sudarso

BALAI PENGOBATAN

1. Balai pengobatan St. Anna akan mengadakan pemeriksaan laboratorium (Kholesterol, Trigliserid, Asam Urat, dll) pada: Hari / tanggal : Minggu, 09 Agustus 2009, Pukul : 08.30 – 10.00 WIB
Bagi yang berminat mohon mendaftar di balai pengobatan St. Anna pada; Hari / tanggal: 26 Juli 2009 dan 02 Agustus 2009, Pukul: 08.00 – 10.00 WIB
Biaya pemeriksaan dan keterangan lebih lanjut pada saat pendaftaran. Persyaratan: Puasa 10 – 12 jam sebelum pemeriksaan.

2. Jadwal dokter balai pengobatan: Minggu 26 Juli 2009 : dr. Ferdi, drg. Titus ; Minggu 02 Agustus : dr. Yoke, drg. Nita

BURSA KERJA

Dicari:
1. Supir keluarga (katolik/Kristen), SIM A, pengalaman menyetir lebih dari 3 thn. Usia 22-50 thn, berkelakuan baik dan displin berlalulintas. Pelamar dapat menghubungi ibu Elisa (08121072837 / 8601863) atau email ke kadoistimewa@yahoo.com

2. Operator SPBU dan tenaga Administrasi: Persyaratan utk Operator SPBU,SMA sederajat. Persyaratan utk tenaga Administrasi:Diploma, bisa mengoperasikan computer. Lamaran dpt dikirim langsung ke Raperind Motor, Jl. Raya Kalimalang Q/2B-D-E, Jkt 13450. Telp: 021-8643594, 021-8643595.

Pojok liturgi
SANTO IGNATIUS LOYOLA : PRAJURIT KRISTUS SEJATI

Ignatius Loyola lahir di Azpeitia di daerah Basque, Propinsi Guipuzcoa, Spanyol Utara pada tahun 1491. Dia adalah putra bungsu dari keluarga bangsawan Don Beltron de Onazy Loyola dan Maria Sanchez de Licona. Ignatius diberi gelar nama Inigo Lopez de Loyola. Pada tahun 1517, Ignatius menjadi tentara kerajaan Spanyol. Empat tahun kemudian, tepatnya 20 Mei 1521, Ignatius menderita luka parah karena terkena peluru ketika dia mempertahankan benteng Pamploma dari serangan tentara Perancis. Masa pemulihan kesehatannya ini justru menjadi suatu masa berahmat karena ia seperti menemukan pintu kehidupannya sebagai manusia baru. Selama masa perawatannya, ia mencoba mencari buku-buku yang berkaitan dengan kepahlawan akan tetapi ia justru menemukan buku tentang kehidupan Kristus dan Para Orang Kudus. Kemudian setelah ia membaca buku-buku tersebut, ia merasakan suasana hati yang damai dan tenang. Dari buku-buku bacaan rohani inilah, kemudian Ignatius mulai bertobat dan memutuskan untuk menyerahkan sisa hidupnya bagi Tuhan. Kemudian pada tahun 1522, Ignatius pergi ke biara Benediktin di Montserrat, Timur Laut Spanyol. Ia di sana dengan tekun berdoa dan memohon ampun atas dosa-dosanya. Ia berlutut sepanjang malam di depan altar Bunda Maria. Sebagai salah satu bentuk pertobatannya, segala miliknya kemudian diberikan kepada orang-orang yang miskin. Ignatius meletakkan pedangnya di bawah kaki altar biara itu pada 24 Maret malam hari, hal ini sebagai symbol bahwa ia akan melepaskan cara hidupnya sebagai prajurit dan berganti menjadi prajurit Kristus. Salah satu pengalaman mistik Ignatius adalah saat Ia berdoa di Kapel La Storta, Allah Bapa memberitahukan kepada Ignatius, bahwa Dia akan menempatkan Ignatius bersama Putera-Nya. Kemudian Ignatius meneruskan perjalanannya ke Barcelona tetapi berhenti di sepanjang sungai Cardoner di kota yang disebut Manresa. Dia tinggal di sebuah gua di luar kota. Di sanalah ide-ide yang sekarang dikenal sebagai Latihan Rohani mulai terbentuk. Dalam Latihan Rohani tersebut, terdapat banyak pengalaman iman yang konkrit. Suatu pengalaman yang memungkinkan Ignatius untuk melihat kehadiran Allah dalam segala hal. Menemukan Allah dalam segala hal merupakan salah satu karakteristik utama dari spiritualitas Yesuit.

Ignatius sadar bahwa untuk melayani Tuhan dibutuhkan bekal pendidikan yang memadai. untuk itu ia belajar di Alcala, Salamanca dan Paris. Para pemuda yang tertarik untuk bergabung dengan pelayanan Ignatius adalah Beato Petrus Faber, Santo Fransiskus Xaverius, Nikolas Bobadilla, Diego Laynez, Simon Rodiquez dan Alonso Salmeron. Kelompok pertama dari Serikat Yesus ini selain mengikrarkan kaul hidup religius, juga berikrar tiga kaul hidup membiara yakni kemurnian, kemiskinan, ketaatan. Pada 27 September 1540 Paus Paulus III merestui keberadaan kelompok Ignatian yang kemudian mulai dikokohkan sebagai serikat rohaniwan dengan nama Serikat Yesus atau yang sering kita kenal dengan SJ. Ignatius dibeatifikasi pada 27 Juli 1609 oleh Paus Paulus V. Ia dinyatakan sebagai santo oleh Paus Gregorius XV pada tanggal 12 Maret 1622. Pesta peringatan Santo Ignatius dirayakan oleh Gereja secara universal pada tanggal 31 Juli, sesuai dengan tanggal wafatnya, yaitu pada 31 Juli 1556.

Buah-buah pelayanan Bapa Ignatius juga nampak di Indonesia. Beberapa hari yang lalu tepatnya pada tanggal 20 Juli 2009 baru saja dirayakan pesta 150 tahun Serikat Yesus di Indonesia. Semua anugerah ini adalah berkat dari Allah yang Maha Kuasa dan kita semua yang memberikan kepercayaan pada karya pelayanan Serikat Yesus. Dalam usia yang ke-150 ini kami terus memohon dukungan dan doa sekalian umat supaya Serikat Yesus semakin dimurnikan dalam menjalankan pelayanan demi Lebih Besarnya Kemuliaan Allah. (Fr. Pandrias, SJ)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>