Berita Paroki 26 Desember 2010
26 Desember 2010
Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
Sir 3:2-6, 12-14 ; Kol 3:12-21 ; Mat 2:13-15,19-23
KELUARGA
“Mari kita ber-KKN!!”, seru teman saya, yang serta merta membuat saya terperangah.
“Maksud loe, kita diajak Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme??”, tanya saya.
“Bukan! BerKKN maksudku adalah meniru Keluarga Kudus Nazareth”, jawabnya.
“Ooooo, Okelah kalau begitcu! Tetapi terlebih dahulu kita harus tahu apa arti kata ‘keluarga’”, kata saya sok pinter.
Kata ‘keluarga’ dalam bahasa Inggris adalah ‘family’. Kata orang, family adalah singkatan dari Father And Mother, I Love You. Apakah yang menemukan kata family adalah anak-anak, kok mengatakan: “Father and mother, I love you”? Kalau dipikir-pikir, memang semua orang semula adalah anak-anak. Dan setiap anak pasti lahir dari seorang father dan mother. Jadi, lepas dari siapa yang menemukan kata itu, setiap orang adalah anak bagi kedua orang tuanya. Maka sudah selayak dan sepantasnya, seorang anak mencintai kedua orangtuanya. Ini adalah inti keutuhan keluarga, ikatan cinta (love). Tanpa cinta terhadap orangtua, seorang anak tidak mempunyai ikatan sebagai keluarga. Betapa banyak anak-anak sekarang lebih cinta kepada peer groupnya daripada kepada kedua orangtuanya. Mereka lebih mengutamakan acara-acara yang dibuat teman-teman sebayanya, daripada acara keluarga. Anak-anak lebih mengindahkan aturan-aturan yang dibuat teman-mainnya daripada aturan yang dibuat oleh kedua orangtuanya. Sikap demikian apakah masih pantas disebut family, Father And Mother, I Love You?
Sedangkan kata keluarga dalam bahasa Indonesia diadopsi dari dua kata bahasa Sansekerta ‘kula’ dan ‘warga’. “Kula” artinya keturunan, asal usul. Sedangkan ‘warga’ kalau dikaitkan dengan orang-orang, artinya kelompok. Jadi bentukan kata kuna itu dapat diartikan satu kelompok yang mempunyai asal-usul yang sama. Menurut saya, serapan kata bahasa Sansekerta itu dapat juga diartikan ‘saya adalah anggota dari suatu komunitas kecil berdasarkan asal-usul yang sama’. Kesadaran diri bahwa saya adalah anggota dari komunitas/kelompok tertentu ini menjadi inti dari keluarga. Apabila satu rumah didiami oleh satu keluarga, tetapi masing-masing orang merasa tidak terikat satu sama lain dalam satu ikatan kelompok, maka itu bukan keluarga lagi(!), melainkan sebuah terminal atau shelter, atau bandara, di mana mereka berkumpul tetapi tidak ada ikatan apapun. Rumah bukan lagi “home” melainkan “house”, sehingga masing-masing anggotanya seakan-akan hanya numpang tidur di sana. Inikah potret keluarga masa kini?
Apabila kata ‘kula’ dikaitkan dengan kata ‘kawula; yang berarti hamba, pengikut, anak buah, maka bentukan kata ‘kawulawarga’–bentuk singkatnya kulawarga–atau ‘keluarga’ dalam bahasa Indonesia, dapat diartikan sebagai ‘hamba-dari-kelompok/komunitas’ tertentu. Setiap anggota dari kelompok/komunitas ini harus menjadi hamba satu sama lainnya, melayani satu sama lainnya. Dari akar katanya, ‘keluarga’ sudah mengandung ajaran kristiani yang luhur, “Hendaklah kamu saling melayani satu sama lainnya”, karena hakekat hamba adalah melayani. Namun pelayanan yang diajarkan oleh Yesus Kristus bukan pelayanan ‘mental jongos/babu/budak’ , melainkan agar yang dilayani mendapatkan kebahagiaan. Dalam konteks keluarga, melayani demi kebahagiaan anggota keluarga lainnya.
Keluarga Kudus Nazareth telah memberikan contoh tentang tiga hal yang disebut di atas. Yakni 1) ikatan cinta (love), 2) kesatuan dalam komunitas/keluarga, dan 3) saling melayani.
1. Ikatan cinta
Cinta kasih diwujudkan oleh Keluarga Kudus Nazareth, dengan saling ‘menjaga’ (caring-Ing; custodiare-Lat.). Yosef menjaga Maria dan Yesus. Maria menjaga Yosef dan Yesus, dan Yesus menjaga Maria dan Yosef. Sebagai keluarga, ikatan cinta itu tidak terpisahkan. Bahkan Maria tetap setia mengikuti Puteranya di jalan salib-Nya, mendampingi kelompok (gereja) yang didirikan oleh Puteranya, sampai akhir jaman.
2. Kesatuan dalam keluarga/komunitas
Keluarga atau komunitas, bagi orang Kristen, mempunyai pengertian yang luas, yakni semua orang yang ‘melakukan kehendak Bapa di sorga’ (Mat 12:50; Mrk 3:35). Mereka telah dilahirkan dalam satu pembaptisan yang sama. Maka mereka menjadi satu keturunan. Oleh karenanya, masing-masing mempunyai ikatan yang sama.(bdk. Ef 4:5) Bagi keluarga Kudus Nazareth, semua pengikut Yesus adalah keluarganya. Hal ini ditegaskan Yesus di kayu salib, “Inilah Ibumu-Inilah anakmu” (bdk Yoh 19:26-27).
3. Saling melayani
Tujuan saling melayani adalah memberikan kebahagiaan bagi yang dilayani. Sepanjang hidup-Nya, Yesus memberikan contoh bagaimana seharusnya melayani yang benar, baik terhadap orang yang sakit, buta, bisu, pincang, pendosa, orang mati, bahkan terhadap musuh-musuhnya. (FA Adihendro)
02 Januari 2011
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
Yes 60:1-6 ; Ef 3:2-3a, 5-6 ; Mat 2:1-12
Januari
01 Sb Hari Raya SP. Maria Bunda Allah
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
01-02 Januari 2011
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 01 Januari, jam 17.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Indah; Stella Maris, Maria Asumpta
Koor : Duren Sawit Indah
Hari : Minggu, 02 Januari, jam 06.30
Pen. Jwb : Duren Sawit; Yohana, Christophorus
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 02 Januari, jam 08.30
Pen. Jwb : WKRI
Koor : Melodia Singers
Hari : Minggu, 02 Januari, jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit PTB; Thomas, Gabriel
Koor : Santa Anna
Hari : Minggu, 02 Januari, jam 18.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Timur; Leo Agung, Albertus Agung
Koor : Gregorian
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 01 Januari, jam 18.30
Pen. Jwb : St. Monica
Koor : WKRI Malaka Jaya
Hari : Minggu, 02 Januari, jam 08.00
Pen. Jwb : St. Petrus
Koor : Gracia
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Alexander Tammy Iskandar Prk. Matias-Cinere
Elisabet Niaty Widjaja Lk. Elia
Pengumuman Kedua
Benedictus Tri Yuniarto Lk. Helena
Sicilia Maria F. Estiwardhani Prk. St. Gabriel
Yohanes Jimmy Jaya Kusuma Lk. Bunda Maria
Yosefa Retno Sari Setyawati Prk. St. Perawan Maria Ratu Rosario Suci
Pengumuman Ketiga
Yoseph Aji Yudikasih Lk. Clara
Maria Marlina Novita Lk. Clara
PDKK
Pertemuan PDKK St. Anna pada 29 Desember 2010 ditiadakan dan akan dilanjutkan pada tanggal 05 Januari 2011.
PDOMKK
Pertemuan PDOMKK St. Anna pada 01 Januari 2011 ditiadakan dan akan dilanjutkan pada tanggal 29 Januari 2011.
PERAYAAN TAHUN BARU St. ANNA
Dalam Perayaan Tahun Baru 2011 akan diadakan :
1. “Misa TAIZẼ” dengan tema “Mencari Tuhan Dalam Keheningan”, pada Hari/Tanggal : Jumat, 31 Desember 2010, Jam: 20.00 WIB (untuk umum). Mari kita rasakan kedamaian dan kehadiran Tuhan dalam suasana hening Taizẽ yang indah. Taizẽ for Jesus.
2. “Panggung Hiburan” dengan tema “Bersatu Dalam Yesus”, seusai Misa Taizẽ. Acara: Kompetisi Band, Kompetisi Dance, Capoeira, Pesta Kembang Api, dan masih banyak acara menarik lainnya. Rayakanlah Tahun Baru 2011 ini bersama teman-temanmu atau keluargamu di Gereja St. Anna.
TEATERIKAL LUKISAN HIDUP (PANTOMIM)
OMK St. Yoakhim mengucapkan terima kasih atas kepada seluruh umat Paroki St. Anna atas partisipasi dalam penggalangan dana sosial untuk korban di Merapi pada tanggal 18 – 19 Desember 2010 yang lalu melalui atraksi Teaterikal Lukisan Hidup (Pantomim). Dana yang telah terkumpul sebesar Rp 2.386.000,-.
SEKSI KESEHATAN
Jadwal Balai Pengobatan Dokter Umum, tanggal 26 Desember 2010 dan 02 Januari 2011 ditiadakan.
INFORMASI
Kegiatan – kegiatan kategorial yang ingin dimuat di Berita Paroki, silahkan disampaikan ke Sekretariat Paroki paling lambat hari Rabu, pukul: 15.30 WIB atau email ke sekretariat_stanna@yahoo.com.
Sekedar tahu aja yah..
Asal-mula peringatan Natal
Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal.
Yusuf, Maria, dan bayi Yesus
Sudah bisa dipastikan tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus. Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Injil Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi.
Dalam tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama.
Pendapat lain mengatakan bahwa hari Natal ditetapkan jatuh pada tanggal 25 Desember pada abad ke 4 oleh kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I. Tanggal 25 Desember tersebut dipilih sebagai Natal karena bertepatan dengan kelahiran Dewa Matahari (Natalis Solis Invicti atau Sol Invictus atau Saturnalia) yang disembah oleh bangsa Romawi. Perayaan Saturnalia sendiri dilakukan oleh orang Romawi kuno untuk memohon agar Matahari kembali kepada terangnya yang hangat(Posisi bumi pada bulan Desember menjauh dari matahari, seolah-olah mataharilah yang menjauh dari bumi).
Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Seventh Day Baptist (Gereja Baptis Hari Ketujuh), Saksi-Saksi Yehuwa, United Church of God (Perserikatan Gereja Tuhan), Messianic Judaism (Yahudi Mesianik), dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia (Unitarian Indonesian Church).
Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, dimana yang terpenting bukanlah ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.







Leave a Reply