Berita Paroki 24 Oktober 2010
24 Oktober 2010
Hari Minggu Biasa XXX
Hari ini adalah Hari Minggu Evangelisasi
Sir 35: 12-14, 16-18 ; 2Tim 4:6-8, 16-18 ; Luk 18:9-14
DOA ORANG YANG RENDAH HATI
KALAU diibaratkan Gereja adalah sebuah pasar swalayan doa, kaum beriman bebas memilih doa mana yang paling cocok dengan pribadinya. Gereja menyediakan berbagai model doa. Dari doa yang paling kuno yang sering dilantunkan oleh para rahib — doa maranatha– sampai maraknya doa-doa devosional, berupa novena. Dari doa litani para kudus, Hati Kudus, Tritunggal Mahakudus sampai sekian banyak pelbagai jenis doa Rosario yang tersaji dewasa ini. Dari doa yang diambil dari Mazmur Daud, Doa Ibadat Harian yang didaraskan dengan amat indah di Pertapaan Rawaseneng dan di biara-biara lainnya sampai doa eksistensial, yakni doa yang terucap secara spontan apabila menyaksikan sesuatu yang menyentuh hatinya.
Bahkan seorang teman memilih menyanyikan lagu-lagu rohani sebagai silih berdoa, dengan alasan “Qui bene cantat bis orat”, siapa yang bernyanyi dengan baik laiknya berdoa dua kali. Dan ia memang menyanyi dengan baik. Teman yang lain memilih bentuk meditasi sebagai cara berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi dan intens; baginya, komunikasi ini adalah bentuk perkacapan dengan Tuhan, alias doa.
Ada teman yang agak nakal, suka berkilah: “Doa itu ‘kan’ digerakkan oleh Roh Kudus. Jadi kalau Roh Kudus tidak menggerakkan batinku, maka aku susah berdoa! Makanya jangan salahkankan aku kalau aku jarang berdoa!”
Seorang teman lain saya mempunyai ‘hobi’ memimpin doa pada saat pertemuan-pertemuan Lingkungan. Kendati tidak ditunjuk, dia berinisiatif mengajak berdoa. Ini sesuatu yang baik daripada ketika diminta memimpin doa malah melemparkan lagi ke sebelahnya. Tetapi doa teman saya tadi selalu berpanjang-panjang, penuh dengan untaian kata berbunga-bunga, bahkan seakan-akan memberikan seluruh informasi kepada Tuhan yang dianggapnya perlu informasi dari umat-Nya; kadang melebar ke mana-mana bagai memberi kotbah bagi peserta doanya. Apakah doa semacam ini salah, toh dia berdalih: “Lhoh, doa saya ini jujur. Saya mengungkapkan apa saja yang ada di dalam hati saya!” Sering saya becanda, “Tuhan itu sejauh doa lho Mas…Kalau doamu panjang-panjang, Tuhan juga makin jauh!”.
Tuhan Yesus, Sang Guru dan Junjungan kita, dalam Injil Lukas yang dibacakan dalam Minggu ini memberikan suatu perumpaan yang amat menarik. Yesus dalam rangkaian pengajaran-Nya sering memanfaatkan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa yang dilihat bersama para murid. Ketika Ia melihat janda miskin memberikan persembahan di dalam Bait Allah, Yesus memberikan pengajaran tentang persembahan yang benar. Ketika mereka tiba di ladang gandum, Yesus memberi pengajaran tentang benih-benih Sabda yang tumbuh dalam hati. Ketika menyaksikan peristiwa mengenaskan di pinggiran jalan, Yesus mengajarkan tentang siapakah sesamaku itu. Ketika hadir dalam suatu pesta, Yesus mengajarkan siapa yang layak masuk dalam pesta Kerajaan Surga. Dan masih banyak lagi, Sang Guru memberikan pengajaran dengan amat sederhana dan jelas bagi para murid dan pengikut-Nya.
Kali ini, Yesus ingin menunjukkan kepada para pengikut-Nya mana orang yang merasa diri “benar” yang menganggap mengusahakan keselamatan seorang diri dan si “pendosa” yang dengan rendah hati menyerahkan diri kepada Tuhan, hanya dengan cara memperhatikan ungkapan doanya (sic!). Doa yang pertama diucapkan (kendati dalam hati) oleh kaum Farisi, ia bersikap sebagai orang yang sadar akan tugas dan tanggungjawabnya: banyak amal yang telah dilakukannya. Doa kedua diungkapkan oleh si pendosa, yang tidak bisa mempersembahkan apa-apa selain dosa-dosanya dan harapan-harapan kepada Tuhan, yang dapat menyelamatkannya. Nyata sekali, dalam doa, bahwa si Farisi hanya “memandang dirinya” dan si pendosa “memandang Allah”. Dalam perumpamaan itu, Yesus tidak menilai rumusan-rumusan dan model doa mana yang baik dan benar, pendek atau panjang [ingat Yesus sudah memberi ‘rumusan’ doa yang benar yakni doa Bapa Kami], melainkan yang mau diajarkan adalah sikap batin yang melandasi dilantunkannya doa itu. Semua orang menginginkan keselamatan — terbukti masih mau datang ke Gereja,– tetapi tidak semua orang mempedulikan apa yang perlu untuk memperoleh keselamatan itu, yakni sikap rendah hati dan selalu “memandang Allah” sebagai ganti selalu “memandang dirinya” sendiri, untuk memperoleh keselamatan kekal. Dengan demikian Tuhan menjelaskan keadilan-Nya: Yang hina dina dijunjung-Nya, yang congkak direndahkan-Nya. (lih. Luk 1:51-52). (FA Adihendro)
31 Oktober 2010
Hari Minggu Biasa XXXI
Keb 11: 22 – 12:2 ; 2Tes 1:11 – 2:2 ; Luk 19:1-10
November
01 Sn HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS
02 Sl PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
04 Km Pw. S. Karolus Borromeus, Usk
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
30-31 Oktober 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 30 Oktober, jam 17.30
Pen. Jwb : Malaka Sari I; Yacobus
Koor : Christo Regi Dicata
Hari : Minggu, 31 Oktober, jam 06.30
Pen. Jwb : Malaka Sari II; Alexander
Koor : Duren Sawit Selatan
Hari : Minggu, 31 Oktober, jam 08.30
Pen. Jwb : BIA/ BIR
Koor : BIA/ BIR
Hari : Minggu, 31 Oktober, jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Baru; Keluarga Kudus
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 31 Oktober, jam 18.30
Pen. Jwb : PDKK/ PDMKK
Koor : PDKK/ PDMKK
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 30 Oktober, jam 18.30
Pen. Jwb : St. Dionisius
Koor : St. Paulus
Hari : Minggu, 31 Oktober, jam 08.00
Pen. Jwb : St. Hieronimus
Koor : SMP Budaya
* Selama bulan Rosario petugas tata tertib dimohon menyiapkan petugas untuk berdoa Rosario 20 menit sebelum misa.
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Edi Untung GKI
Crasentia Hoess Belinda A Lk. St. Barnabas
Yohanes Setiaki Prabowo Prk. Kramat
Yosephine Inggrid Soerjaputro Lk. Maria Mirabilis
Ruby Marchellinus Suryadi Lk. Petrus
Junita Magdalena GPIB Paulus
Justinus Roni Purwanto Prk. St. Yohanes Penginjil
Cicilia Setiarini Prk. St. Yohanes Penginjil
Dominikus Paget M. Nababan Prk. St. Klara-Bekasi
Katarina Repyty Lubis Lk. St. Barnabas
Patricius Adhie Budiarto Lk. Maria Asumpta
Aurelia Irene Prk. St. Yakobus
Mikael Hanintyo Prk. Keluarga Kudus-Yogyakarta
Fransisca Elisabeth Hubertina Titahena Prk. Keluarga Kudus-Yogyakarta
Yustinus Hendro Ari Purwoko Prk. Salib Suci-Cilincing
Theresia Anna Kastjarjaningati Lk. Dionisius
Pengumuman Kedua
Yordanus Daccariano Lando Aritonang Lk. Nazareth
Melanie Marta Sri Hartati Lk. Adrianus Samadi
Gregorius Aji Sentosa Lk. Theresia d’Avilla
Maria Nurlita Prk. Kelapa Gading
Tri Pristowo Satrio Wibowo Parama Bakti Kemang
Cecilia Reni Puspitasari Lk. Tarcicius
Lucky Hartawan Kepu Selatan
Luciana Yulianti Lestari Lk. St. Claris
Yeremiah Danil Saputra Prk. Maria Kusuma Karmel-Jakarta
Antonia Dwi Yuvita Ningrum Lk. Betlehem
Michael Haning Lk. St. Monika
Monika Efi Suherman Prk. Kalvari-Jakarta
Yohanes Patrick Darman Taslim Lk. St. Maria Assumpta
Fransiska Cecilia Diella Liman Prk. St. Yakobus
Pengumuman Ketiga
Andi Eko Susanto Kebon Nanas
Lusia Desi Miarti Lk. Ursula
Arifadi Budiarjo Lk. Hieronimus
Monika Floriana Lk. Hieronimus
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersukacita dalam Sharing PDKK pada Hari/Tanggal: Rabu, 27 Oktober 2010, jam: 19.00.
PDOMKK
Mengundang OMK St. Anna untuk hadir di Persekutuan Doa OMK dengan tema “Fellowship”, pada Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Oktober 2010, jam: 19.00 WIB. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 2. Mari datang dan bersukacita dalam merenungkan Firman Tuhan.
PANITIA RENOVASI RUMAH DOA ST. MARIA GUADALUPE
Dalam rangka penggalangan dana untuk menyelesaikan pembayaran pembangungan Rumah Doa St. Maria Guadalupe akan diadakan Pagelaran Wayang Orang yang akan diadakan pada Hari/Tanggal: Selasa, 30 November 2010, jam: 20.00, di Taman Ismail Marzuki. Para Pemain yang terlibat adalah Para Suster Misionaris Claris dan Para Romo. Info dan tiket dapat diperoleh di stand depan Gereja.
WKRI DPC ST. ANNA
Akan mengadakan seminar untuk orang muda dan lansia dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Osteoarthritis (Radang Sendi) dan Osteoporosis (Keropos Tulang) pada Hari: Minggu, Tanggal: 14 November 2010, pukul: 10.00 s.d 13.00, di Gd. Yos Sudarso Lt. 2. Pembicara: Dr. JB Endrotomo Sumargono Sp. BD & Dr. Pingsari Brawijaya, Sp. RM. Biaya Pendaftaran: Rp 15.000. Gratis biaya pemeriksaan BMD (Kepadatan Tulang). Pendaftaran dapat melalui Sekretariat Paroki atau hubungi Ibu Sari Hardini dan Ibu Patricia. Info lebih lanjut dapat ditanyakan ke Sekretariat Paroki. Pendaftaran paling lambat sebelum tanggal 07 November 2010.
CREDIT UNION BEREROD GRATIA
Untuk seluruh anggota Koperasi Kredit CU Bererod Gratia yang belum pernah mengikuti: Pendidikan dasar mengenai CU Bererod Gratia pada Hari/Tanggal: Minggu, 31 Oktober 2010, jam: 08.00, di Gd. Yos Sudarso Lt. 2. Diharapkan segera mendaftarkan diri ke kantor CU Bererod Gratia di Gd. Yos Sudarso atau menghubungi Rosa: 0878 77724576.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera :
1. Supir Pribadi. Syarat: pria, usia antara 25 s.d 35 thn, pend. min. SMA/ sederajat, memiliki SIM A, berpengalaman min. 5 thn, dan berdomisili di sekitar Duren Sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi telp: 0812 815 2804.
2. Kurir (K) dan Tenaga Sales (S). Syarat: pria, pend. min. SMA, mempunyai kendaraan bermotor dan memiliki SIM C, mempunyai pengalaman di bidangnya, mengetahui berbagai lokasi atau jalan di sekitar area JABOTABEK, jujur, disiplin. Bagi yang berminat dapat mengrimkan surat lamaran dengan kode lamaran di sebelah kiri atas dan no. Hp ke: PO BOX 1377, Jakarta 10013, paling lambat 02 minggu setelah Berita Paroki ini terbit.
3. Tenaga Marketing. Syarat: pria, pend. min SLTA, memiliki kendaraan bermotor, berdomisili di sekitar Duren Sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi Bpk. Edward: 021 33349798/0812 8950723/0818 081649025.







Leave a Reply