Berita Paroki 24 Mei 2009
HARI MINGGU PASKAH VII
HARI KOMUNIKASI SEDUNIA
Kis. 1:15-17.20a.20c-26; 1Yoh. 4:11-16;Yoh. 17:11b-19
GENERASI DIGITAL
Minggu lalu, ketika saya tengah khusuk mengikuti Perayaan Ekaristi dan duduk di deretan bangku belakang, saya dikejutkan oleh suara dering HP milik seorang cewek remaja manis yang duduk di samping saya. Cewek itu tersenyum, entah apa maksudnya, saya juga membalas dengan senyuman. Tapi jangan salah, senyuman saya bukan untuk cewek itu –sekalipun harus diakui memang berwajah manis– melainkan pada nada dering HPnya yang melengking: “Asmara,….kadang suka, kadang duka!…Asmara…”, latunan suara Aura Kasih.
Kosentrasi saya sekali lagi buyar, ketika saya melayangkan pandangan ke depan, kira-kira dua deretan di muka, ada seorang wanita paro-baya dan kelihatan tajir, tiba-tiba mengepalkan tinjunya, dan berbisik kepada teman sebelahnya; “Yes, akhirnya aku berhasil up date facebook!”. Ya benar, ia sedang membidik Romo Sudri yang lagi mengangkat piala dan meng-up load ke FaceBook melalui BlackBerry-nya secara realtime, untuk menunjukkan kenarscisannya bahwa ia sedang mengikuti misa bersama Romo Sudri!
Gila, enggak?… Enggak!
Saya justru yang merasa gila, karena jaman sudah berubah. Perilaku berkomunikasi pada jaman dahulu berbeda dengan perilaku berkomunikasi jaman sekarang. Komunikasi pada jaman dahulu masih terikat ruang dan waktu. Apabila hendak menghubungi orang lain, harus menulis surat, membeli perangko, mengeposkan dan makan waktu berhari-hari untuk sampai ke alamat yang dituju. Komunikasi jaman sekarang, dengan adanya HP, internet, iPhone, BlackBerry, Hi5, dll, tidak dibatasi ruang dan waktu lagi. Bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bisa sambil tiduran, bisa sambil makan rujak di warung. Bisa di kantor sambil nyolong-nyolong waktu. Bisa di dalam bis kota. Atau bahkan di kamar mandi. Sah-sah saja! Teman saya bangun tidur pukul lima pagi langsung buka Face Book untuk menghubungi temannya di Amerika yang sedang bersiap bobok. Tengah malam, kita bisa mengirim SMS ke tukang mie thok-thok keliling, dan sebenar kemudian mie goreng sudah siap di pintu gerbang. Jangan heran, Anda bisa panggil ojek kapan saja: tinggal kirim SMS, bang ojek dalam sekejap sudah datang. Anak kecil apabila mengajak temannya bermain cukup dengan angkat HP, tidak perlu mendatangi rumahnya dan teriak-teriak memanggil namanya. Ibu-ibu tak usah ke pasar, tinggal angkat HP tukang sayur keliling sudah parkir di depan rumah. Tidak usah mencarinya ke mana-mana, yang makan waktu dan tenaga. Praktis dan hemat waktu!
Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi, juga terhadap ragam hubungan manusia, khususnya bagi kaum muda.
Dengan pelbagai kemudahan mengakses internet, telepon mobile, dan sarana komunikasi lain, boleh dikatakan generasi sekarang sudah menciptakan revolusi digital. Gambar-gambar, berita-berita, artikel-artikel, pesan-pesan, dan suara-suara (dengan program QuickVoice Pro dapat diubah langsung menjadi tulisan) dalam waktu yang sama secara digitalize dapat langsung disampaikan ke wilayah-wilayah terjauh dan terpencil; sesuatu yang tidak terpikirkan pada generasi-generasi sebelumnya.
Komunikasi dan persahabatan mempunyai pola yang baru. Dengan facebook teman-teman lama (bahkan pacar lama yang sudah beranak pinak) bisa bertemu kembali. Jaringan sosial (social networking) dan perkenalan dengan orang lain menjadi amat mudah dilakukan. Ada banyak manfaat dari budaya baru komunikasi ini: membentuk paguyuban, keluarga-keluarga masih bisa berhubungan kendati terpisah oleh jarak, mahasiswa dan peneliti amat mudah menuju sumber informasi yang lengkap dan banyak.
Memang, komunikasi merupakan pemenuhan hasrat dari kodrat manusia yang paling dalam, kata Paus Benedictus XVI dalam pesannya pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-43 hari ini, tetapi teknologi digital ini bukan menjadi alasan sekedar pemenuhan hasrat itu. Komunikasi tetap harus diletakkan pada martabatnya yang paling luhur, yakni merupakan ungkapan peran-serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan mempersatukan, yang menghendaki seluruh umat manusia sebagai satu keluarga.
Maka, kalau alat komunikasi digital yang canggih ini dipergunakan tidak tepat ruang & waktu dan malahan untuk menyebarkan hal-hal yang bertentangan dengan martabat manusia (mis. meregangkan hubungan suami/istri dan anak-anak, menyebarkan gambar porno, penipuan, tindak kejahatan, pemerasan, melalaikan kewajiban utamanya, dll), artinya sama saja merendahkan dan menghojat nama Allah yang maha komunikatif itu.
Fr. Azzis A
HARI RAYA PENTAKOSTA
Kis. 2:1-11; Gal. 5:16-25; Yoh. 15:26-27; 16:12-15
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
Mei
31 Mg HARI RAYA PENTAKOSTA
Catatan: Hari ini berakhirlah Masa Paskah
Juni
1 Sn Pw S. Yustinus, Mrt
3 Rb Pw S. Karolus Lwanga, dkkMrt
5 Jm Pw S. Bonifasius, UskMrt
7 Mg HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
11 Km Pw S. Barnabas, Ras
13 Sb Pw S. Antonius dr Padua, ImPujG
14 Mg HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
19 Jm HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
20 Sb Pw Hati Tersuci SP Maria
21 Mg Hari Minggu Biasa XII
24 Rb HARI RAYA KELAHIRAN S. YOHANES PEMBAPTIS
28 Mg Hari Minggu Biasa XIII
29 Sn HARI RAYA S. PETRUS dan S. PAULUS, RAS
30-31 Mei 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 30 Mei, Jam 17.30
Pen. jwb : DS. PTB, Lk Gabriel & M. Immaculata
Koor : Swara Swani
Hari : Minggu, 31 Mei, Jam 06.30
Pen. jwb : Billymoon, Lk Luciana & Mangun Wijaya
Koor : Belcanto
Hari : Minggu, 31 Mei, Jam 08.30
Pen. jwb : DS. Baru, Lk Christophorus & Keluarga Kudus
Koor : Bina Iman Remaja
Hari : Minggu, 31 Mei, Jam 16.30
Pen. jwb : WKRI
Koor : Lilin Suci
Hari : Minggu, 31, Jam 18.30
Pen. jwb : Pd. Bmb I, Lk Yoseph & Blasius
Koor : Vincentius
Pengumuman Kedua
Fransiskus Susanto (Prk. St Mikael)
Dewi Anggraeni (Cipinang Lontar)
Sinobius T Prama Widhi P (Lk. Matheas)
Vera Septiningsih (Pd. Labu)
Yuniardi Prasetyanto (Petogogan)
Emerentiana Hargaty Dyah (Lk. Adrianus Samadi)
Vinsensius Emery Purwana (Prk. St. Yoseph-Denpasar)
Veronica Vita Surya Pryana (Lk. Emmanuel)
Pengumuman Ketiga
Gregorius Billy Gunawan (Prk. Kristophorus)
Yose Danar Pamila (Lk. Paulus Rasul)
Alexander Winarto (Lk. Bunda Maria)
Margaretha Tania Monika (Lk. Bunda Maria)
Stevanus Jacki Lesmana (Duri Kosambi)
Natalia Susanty (Lk. Ursula)
Fadila Faraj Effendi (Kemayoran)
Theresia Lia Kartina (Lk. Kanna)
Agustinus Sigit Bintoro (Prk. Servatius)
Klara Olivia Supriadi (Lk. Blasius)
Erick Albertus Harpe (Lk. Thomas)
Febriyanti Suryaningsih (Tebet)
PDKK St. Anna untuk sementara diliburkan berkenaan dengan acara Novena Roh Kudus.
Telah dibuka pendaftaran retret untuk anggota misdinar St. Anna angkatan 2006 dan angkatan 2008. Pendaftaran dari tanggal 31 Mei s/d 14 Juni 2009 di depan Gereja setelah misa I & II.
Misa penutupan Bulan Maria diadakan pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2009 jam 18.30 WIB. Sebelum misa ada doa rosario bersama. Mohon kehadiran para ketua wilayah & lingkungan. Hasil kolekte bulan Rosario harap disetor ke Panitia hari itu.
1. Dokter Umum
• 24 Mei : dr. Yoke
• 31 Mei : dr. Dwi Jani J
• 7 Juni : dr. Tuti
• 14 Juni : dr. Budi
2. Dokter Gigi
• 24 Mei 2009 : drg. Dian
• 31 Mei 2009 : drg. Liana
• 7 Juni : drg. Inge
• 14 Juni : drg. Titus
Hari Minggu Paskah VII, 24 Mei 2009
HARI PENTAKOSTA
‘Hari Pentakosta’ yang oleh kalangan tertentu disebut ‘Pantekosta’ dalam bahasa Yunaninya berasal dari kata ‘Pente’ yang artinya lima yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai ‘penta’ (jadi mestinya bukan ‘pante’). Dari kata ‘pente’ (5) itu berkembang kata ’pentekonta’ (50), ‘pentakosioi’ (500), dan ‘pentakis-chilioi’ (5000). Dari kata ‘pentekonta’ berkembanglah kata ‘pentekoste’ yang dalam PL menunjuk pada perayaan agama Yahudi pada hari ke-50 sesudah hari pertama Paskah. Hari ke-50 itu menandakan selesainya menuai jelai yang dihitung mulai sejak pertama kalinya menyabit gandum (Ul. 16:9-10), dan pada waktu imam mengunjukkan berkas tuaian buah pertama itu ’pada hari sesudah sabat itu’ (Im. 23:11)
Dalam PB, di kalangan Kristen, pada hari perayaan ‘Pentakosta’ Yahudi, ketika para rasul berkumpul di Yerusalem terjadilah peristiwa yang dikenang sebagai hari turunnya Roh Kudus yang memenuhi para Rasul yang disertai dengan mujizat bahwa mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (Kis. 2:1-13) yang oleh rasul Petrus disebutkan sebagai penggenapan ‘ pencurahan Roh Tuhan yang dinubuatkan oleh nabi Yoel (2:28-32). Hari pentakosta Kristen dikenang sebagai awal terbentuknya gereja Kristen di mana Roh Kudus memenuhi umatnya dengan kuasa kesaksian dan sejak itu berkembanglah kesaksian para rasul ke mana-mana melahirkan jemaat-jemaat Kristen.
Umat Kristen sangat membutuhkan pencurahan roh kudus dalam pelayanan kesaksian Injilnya, dan dalam hal ini sumbangan gerakan Pentakosta dan Karismatik besar sekali dalam arti mengingatkan orang Kristen agar membuka diri kepada karya Roh Kudus, namun sekalipun demikian, kita perlu sadar agar tidak mempersempit karya Roh Kudus hanya dengan gejala-gejala tertentu saja seperti ‘ bahasa roh’ (glosolalia) agar kita tidak lari kepada dua ekstrim, yaitu:
Pertama, ‘menganggap bahwa orang yang berbahasa lidah pasti telah dibaptiskan Roh Kudus’ padahal banyak yang berbahasa lidah belum tentu sudah beriman benar. Di kalangan agama Hindu dan kebatinan Jawa misalnya, berbahasa roh bisa juga dialami para pengikut. Bahasa lidah adalah ‘karunia’ atau hadiah yang diberikan kepada seseorang sesuai kehendak Tuhan (1Kor. 12:12-31) jadi tidak diberikan kepada semua orang dan juga tidak bisa dipelajari.
Kedua, ‘menganggap mereka yang tidak berbahasa lidah sebagai tidak beriman’ bahkan ada yang menganggap ‘belum diselamatkan’ padahal banyak umat beriman percaya yang tidak bisa berbahasa lidah namun Tuhan berkenan kepada mereka (ingat penjahat yang disalib bersama Yesus).
“ kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8)
Sumber: yba@melsa.net.id atau www.yabina.org







Leave a Reply