Berita Paroki: 24 Februari 2008

HARI MINGGU PRAPASKAH III
24 Februari 2008, Tahun A
Kel. 17:3-7; Rm. 5:1-2,5- 8; Yoh. 4:5- 42
AIR…!

AIR…! Ditanggung Anda pasti tidak percaya! Bahwa sekitar 80% tubuh manusia itu terdiri dari air. Otak dan darah, adalah dua organ penting bagi hidup manusia, memiliki kadar air di atas 85%: Otak memiliki komponen air sebanyak 90%, sementara darah memiliki komponen air 95%.Prof. S Perasamy DIM & D ACC dari India mengatakan bahwa meminum air minum dengan metode yang benar akan memurnikan tubuh. Hal itu membuat lipatan-lipatan usus besar dan usus kecil (Ing. Mucosalfolds) bisa bekerja dengan lebih aktif dan efektif dengan cara membentuk darah baru (istilah medisnya : haematopoeisis).Bayangkan seandainya manusia kekurangan air! Ia bagaikan tanaman yang tidak pernah disiram: kuyu, layu dan berpenyakitan. Air memang membebaskan. Bebas dari rasa haus. Bebas dari penderitaan yang panjang. Bebas dari belenggu siksa. [Masaru Emoto, penulis Secret Life of Water, mengatakan bahwa setiap partikel air mempunyai ‘kecerdasan’]. Tetapi situasi “bebas” bukan berarti otomatis lepas dari semuanya. Karena di depan ada jebakan-jebakan fatamorgana yang menggoda jiwa.Bangsa Israel ketika keluar dari Mesir melintasi Laut Merah, air menjadi terbelah, dan bangsa Israel bebas dari kejaran tentara Mesir. Tetapi pada perjalanan di depan, ketika bangsa Israel harus melintasi padang Gurun Sin, mereka mengalami kekurangan air, lelah dan haus. Lalu mereka bersungut-sungut bukan hanya pada Musa tetapi juga mengeluh pada Allah. Dan Allah, karena telah jatuh hati kepada bangsa Israel, memberikan sumber mata air yang tak terduga di tengah kekeringan padang gurun, sehingga mereka terselamatkan. (Bacaan Pertama).Yesus sendiri, ketika selesai dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, lalu ke luar dari sungai Yordan, harus segera menghadapi jebakan-jebakan si jahat, sampai tiga kali (Mat 4:1-11). Demikian pula kita: Air Pembabtisan memang membebaskan kita dari kematian kekal. Namun di depan, dalam perjalanan peziarahan hidup, manusia dihadang oleh jebakan-jebakan fatamorgana, yang membelokkan manusia dari tujuan semula. Maka manusia membutuhkan Tuhan untuk bisa melihat jebakan jiwa itu dan sekaligus mengatasinya. Itulah yang dialami oleh perempuan Samaria yang bertemu dengan Yesus di Sumur Yakub (Bacaan Injil): ia membutuhkan air jernih setiap hari untuk kesehatan tubuhnya dan keluarganya. Karena Sumur Yakub itu diyakini mengeluarkan mata air yang jernih. A fonte puro pura defluit aqua, air yang jernih keluar dari mata air yang jernih. Air sumur Yakub itu, menurut keyakinannya, bisa memenuhi egonya. Ketika Yesus meminta: “Beri Aku minum”(da mihi bibere) (ayat 7). Ia terjebak mempertahankan egonya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, meminta minum kepadaku, seorang Samaria?” Ia terjebak oleh pemikirannya sendiri, maka ia resistant, sehingga tidak mampu memahami maksud Yesus. Padahal maksud Yesus adalah: berikanlah egomu kepada-Ku dan kau akan Kuberi Roh Kehidupan yang baru, yang tidak akan bisa mati. Untuk hidup, manusia membutuhkan Roh Kehidupan, syaratnya adalah melepaskan egonya, memberikan dirinya kepada Tuhan Yesus, agar Tuhan bisa memberikan Roh Kehidupan-Nya kepada kita. Roh Kehidupan itulah yang ditawarkan oleh Yesus kepada perempuan Samaria itu. [bdk. Cerita wayang: Bima yang gede-perkasa harus “mengecilkan (=mengosongkan) diri” agar bisa masuk ke tubuh Dewaruci, agar bisa mendapatkan Tirta Perwitasari *)]. Bukan lagi air yang lain. Bukan sekadar air yang hanya menyehatkan badan. Melainkan Roh Kehidupan, yang terkandung dalam penanda air ituRoh yang sama seperti yang diberikan Allah kepada bangsa Israel di Padang Gurun Sin, yakni melalui tongkat Musa dipalukan di atas cadas dan mengalirlah air minum yang membuat tubuh-tubuh mereka kuat dan sehat. Roh sama yang menaungi Yesus dan memberikan kesaksian tentang Yesus ketika dibabtis dengan air Sungai Yordan. Roh yang sama ketika kita dibabtis dengan percikan air. Bukan airnya, yang hanya bisa menyehatkan tubuh, tetapi adalah Roh Kehidupan yang oleh Gereja dilambangkan sebagai air, yang memberikan keselamatan dan kehidupan kekal. Maka, bersyukurlah senantiasa kalau setiap hari Anda masih menjumpai air, karena di dalamnya Allah meniupkan Roh-Nya

*) air Perwitasari = air bisa menjernihkan batin

Oleh: FA Adihendro

HARI MINGGU PRAPASKAH IV
02 Maret 2008, Tahun A
1Sam. 16:1b,6-7,10-13a;Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41

Penanggalan Liturgi

MARET 2008
02 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH IV
09 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH V
15 Sb HARI RAYA S YOSEFPEKAN SUCI
16 Mg HARI MINGGU PALMA MENGENANG SENGSARA TUHANTRI HARI PASKAH
20 Km HARI KAMIS PUTIH21 Jm HARI JUMAT AGUNG
22 Sb HARI SABTU SUCI MALAM PASKAH
23 Mg HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
30 Mg HARI MINGGU PASKAH II

Jadwal Petugas Perayaan Ekaristi
HARI MINGGU PRAPASKAH IV
02 MARET 2008, Tahun A

St. Anna

Hari : Sabtu, 17.30
Penanggung jawab : Wil. DSI/Lk. Maria Assumpta & Martinus
Koor : Agustinus & Benedictus

Hari : Minggu, 06.30
Penanggung jawab : Wil. Duren Sawit PTB/Lk. Thomas, Gabriel & Maria Mirabilis
Koor : Gloria

Hari : Minggu, 08.30
Penanggung jawab : Wil D. Sawit Baru /Lk. Yohana & Behtlehem
Koor : Sanjaya

Hari : Minggu, 16.30
Penanggung jawab : Wil. Pd Bambu II/Mgr. Sugiyopranoto, Kana & Nazaret
Koor : Samadi

Hari : Minggu, 18.30
Penanggung jawab : Wil. Klender/Lk.Joyosaputro & Adrianus
Koor : Laetitia

Yoakhim

Hari : Sabtu, 18.30
Penganggung jawab : Wil Pd. Kopi I /Lk St Monica
Koor : St Fransiskus

Hari : Minggu, 08.00
Penganggung jawab : Wil Pd Kopi I/ Lk St Dionisius
Koor : Malaka Sari I MBS

Hari :Minggu, 08.00
Penganggung jawab :Bintara Jaya
Koor :BIA Bintara Jaya

Saran nyanyian: Puji Syukur no: 486 (Bait 2), 541,544,549,562,694,849,965

JADWAL MISA PEKAN SUCI 2008

Minggu Palma (16 Maret 2008)
Gereja St. Anna waktu : 06.30 ; 08.30 ; 16.30 ; 18;30
Stasi Yoakhim : 08.00
Stasi MBS : 08.00 20 Maret 2008

Kamis Putih (20 Maret 2008)
Gereja St. Anna waktu : 18.00 & 21.00
Stasi Yoakhim : 19.00
Stasi MBS : 19.00

Jumat Agung (21 Maret 2008)

Jalan Salib Gereja St, Anna, Stasi Yoakhim dan Stasi MBS waktu : 09.00
Gereja St. Anna waktu : 15.000 & 18.00
Stasi Yoakhim : 15.00
Stasi MBS : 15.00

Sabtu Suci (22 Maret 2008)
Gereja Santa Anna : 17.30 & 21.00
Stasi Yoakhim : 18.30
Stasi MBS : 18.00 23 Maret 2008

Paskah (23 Maret 2008)
Gereja Santa Anna : 06.30 ; 08.30 ; 18.30
Stasi Yoakhim : 08.00
Stasi MBS : 08.00

POLIKLINIK
Jadwal tugas dokter

09 Maret 2008: Dr. Lusia D. SPKK
16 Maret 2008: Dr. Stella EB
23 Maret 2008: Dr. Trihastuti
30 Maret 2008: Dr. FX Subagyo
06 April 2008: Dr. Lucy DJB
13 April 2008: Dr. Djufri
20 April 2008: Dr. Dwi
27 April 2008: Dr. Hadriana
04 Mei 2008: Dr. Budi
11 Mei 2008: Dr. Yaya

PDKK SANTA ANNA

Kami mengundang umat St. Anna untuk mengikuti kursus “Healing Of Self-Image / Penyembuhan Jati Diri sesi ke-5 pada\

Hari, tanggal : Rabu, 27 Maret 2008
Waktu : Pukul 19.00
Tempat : Gedung Yos Sudarso Lt. 1

Terima kasih atas perhatian dan kehadiran anda

SEKSI KATEKESE

Bagi yang ingin mengikuti pelajaran agama Katolik, jadwalnya adalah sebagai berikut.

1. Untuk Dewasa : Hari Minggu, pk. 16.30 WIB Ruang AC Lt. 1 Gd. Yos Sudarso
2. Untuk Remaja-Anak : Hari Minggu, pk. 10.00 WIB (setelah Misa ke II), SD Strada Santa Anna
Untuk babtis Natal 2008 : Pelajaran mulai bulan Januari 2008
Untuk babtis Paskah 2009 : Pelajaran mulai bulan Februari / Maret 2008

SEKSI RUMAH TANGGA PASTOR

Iuran Rumah Tangga Pastor untuk Tahun 2008 harap segera dibayar dan bagi Lingkungan yang belum mengambil kartu dapat mengambilnya di Sekretariat. INFO SEKOLAH Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carolus membuka pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2008/2009.

Pengambilan formulir : 28 Januari – 1 Agustus 2008
Ujian Masuk Gel I : 10-11 Maret 2008 Gel II : 2-3 Juni 2008 Gel III : 4-5 Agustus 2008

BURSA KERJA

Geraja St. Anna mencari:

- 2 orang tenaga operasional CU (Credit Union) cabang Gereja St Anna syarat : Minimal SLTA atau sederajat ulet dan jujur. Lamaran dan CV dikirim ke Sekretariat Paroki paling lambat 2 Minggu setelah pengumuman ini.

PT. Kristata Prima Lestari sedang membutuhkan:

- Sekretaris Direksi (1 orang) : Wanita, Akademi Sekretaris atau S1 jurusan lain, pengalaman sebagai sekretaris minimal satu tahun, mahir komputer, Bhs Inggris aktif, paham korespondens & filing.
- Tenaga Akunting (1 orang): Pria/Wanita, S1 Akuntansi, pengalaman minimal satu tahun. Lebih disukai yang tahu perpajakan dengan Brevet A/B.
- Tenaga Administrasi & Umum (2 orang) : pria / wanita,DIII/S1 segala jurusan, lancer komputer (Word, Excell).
- Staf Personalia (1 orang) : pria/wanita, S1 segala jurusan (disukai jurusan Ekonomi Manajemen dengan pengalaman SDM, Hukum atau Psikologi), lancer komputer, bisa mengerjakan payroll, berpengalaman minimal satu tahun.
- Office Boy/Messenger (1 orang) : pria, SMP/SMA, SIM C, paham jalan-jalan di Jakarta.
- Pengemudi Pribadi (satu orang) : pria, SIM A, bisa bawa sedan matic, paham jalan-jalan di Jakarta, tinggal di dalam.
Syarat Umum: sehat, rajin, jujur, disiplin, mau belajar.Surat lamaran agar menyebutkan posisi yang dilamar, gaji yang diminta.
Lampirkan: Daftar Riwayat Hidiup, Pasfoto terbaru, Fotocopy Ijasah/Sertifikat, Surat Pengalaman Kerja (jika ada) dan kirim dalam waktu dua minggu kepada : PT. Kristata Prima Lestari, attn Bapak Budiwintarto, Jl. Ori Raya No. 466, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

PT. Uni Network Communications sedang membutuhkan :

- Tenaga Tax Accounting. Syarat : 1. Pria/Wanita, Usia Minimal 22 tahun, Maksimal 35 tahun.2. Pendidikan S1 Akuntansi, Minimum GPA : 2.753. Berpengalaman di bidang Tax Accounting.4. Mampu membuat Laporan Pajak.5. Menguasai Komputer Ms. Office Word & Excel6. Dedikasi tinggi, jujur dan bertanggung jawab.
- Auditor. Syarat:1. Pria/ Wanita, Usia Minimal 22 tahun, Maksimal 35 tahun.2. Pendidikan S1 Akuntansi, Minimal GPA : 2.753. Berpengalaman di bidang Audit minimal 1 tahun.
- Marketing Manager. 1. Pria/Wanita, Usia Maksimal 35 tahun2. Berpendidikan S1 Ekonomi Management/Teknik Elektro/Teknik Informatika.3. Menguasai Komputer Ms. Office Word & Excel4. Berpengalaman di bidang Penjualan minimal 2 tahun5. Mampu bekerja dengan team.6. Dedikasi tinggi, jujur, berinisiatif dan bertanggung jawab.
- Tenaga Marketing. 1. Pria, usia minimal 30 tahun.2. Pendidikan min D33. Menguasai Komputer MS. Office Word & Excel4. Jujur dan bertanggung jawab Lamaran harap dikirim ke PT. Uni Network Communications. Jl. Batu Jajar No. 11A, Sawah Besar, Jakarta Pusat 10120 atau ptsdi@cbn.net.id

Dibutuhkan segera:

Tenaga Administrasi Keuangan
syarat : Wanita, Minimum SMEA, pengalaman min 2 tahun.2. Tenaga Administrasi Gudang syarat : Pria, Minimum SMA sederajat, pengalaman min 2 tahun.
Lamaran dikirim ke Jl. Pahlawan Revolusi No. 6 Pondok Bambu Jakarta Timur 13430,belakang showroom mobil Dian Motor.

Tenaga Accounting
Tenaga Accounting, syarat : Wanita, S1 Accounting, fresh graduate atau berpengalaman, bisa miscrosoft words dan excel, usia max. 27 tahun.
Lamaran dikirim ke Ruko Medical Estate Blok D No. 11, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta 13450.

Penjahit Busana Wanita
Penjahit busana wanita berpengalaman dapat tinggal di tempat, lamaran paling lambat 1 bulan setelah iklan ini terbit.

6 Responses to “Berita Paroki: 24 Februari 2008”

  1. Hi Paulus,

    Ini BP yang dimasukkan Hartanto atas instruksi Rm. Sudri, berantakan, hanya bagian Bursa Kerja yang rapih. Mengapa ya bisa begitu, jadi terkesan asal saja yang penting masuk web tanpa mementingkan kerapihan dan enak dibaca. bagaimana mengatasi hal ini ? Terima kasih atas bantuannya. Gbu

  2. Memang sebaiknya tidak langsung ‘copy-paste’ dari BP yg sudah ada. Karena formatnya keduanya beda, akan lebih baik sehabis copy-paste diperiksa dan dirapihkan kembali. Untuk saat ini sudah saya rapihkan, kecuali yg bagian jadwal pengakuan dosa, karena saya sendiri bingung bacanya. Mungkin kalau ada filenya bisa dikirimkan email saya. Trims.

  3. Sebelumnya saya sudah submit ke Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki.. tetapi rasanya juga tepat di submit di bagian ini.. silahkan admin memutuskan apakah reply saya boleh dimasukkan di bagian ini sehingga dapat dibaca oleh semua orang.. Terima kasih

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Damai Tuhan besertamu,

    Dalam tulisan FA Adihendra di berita paroki tanggal 24 Februari 2008 ada beberapa hal yang kurang pas bahkan ada yang tidak sesuai dengan iman Katolik dan bisa menimbulkan kesalahpahaman bagi umat yang membacanya.

    diceritakan di sana mengenai Yesus yang meminta air kepada perempuan Samaria. Adihendra berasumsi bahwa perempuan Samaria mengambil air untuk memenuhi ego-nya. Kesimpulan ini sah-sah saja tetapi tidak pernah ada yang menyimpulkan demikian dalam penafsiran resmi lainnya, yang sebagian besar tidak menjelaskan maksud lain perempuan Samaria itu mengambil air kecuali untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan air tersebut.
    Ketika Yesus meminta air dan perempuan Samaria menjawab : “Masakah Engkau, seorang Yahudi meminta minum kepadaku, seorang Samaria ?”, Adihendro menafsirkan bahwa perempuan itu hendak membela ego-nya. Ini semakin jauh dari penafsiran sebelumnya yang melihat fakta sejarah dalam melihat kejadian itu. Faktanya adalah pada masa itu, kejadian tersebut adalah tidak umum, mengapa ? Pada masa itu :

    1. Seorang laki-laki Yahudi tidak memulai percakapan dengan wanita yang tidak dikenal
    2. Seorang laki-laki Yahudi tidak bercakap-cakap dengan wanita di depan umum
    3. SEorang laki-laki Yahudi tidak berbagi apa pun dengan orang Samaria. [pada masa itu seorang Samaria dianggap kotor, sehingga meminum air dari bejana adalah dilarang hukumnya bagi seorang Yahudi]

    Dari fakta di atas, maka pertanyaan perempuan Samaria adalah wajar saja. Ketika Yesus meminta air dan bercakap-cakap dengan perempuan Samaria, maka sebenarnya Yesus melawan norma sosial pada masa itu dan menunjukkan bahwa berbicara dan meminta minum kepada orang Samaria tidaklah dilarang. Ada hal menarik lain yang bisa kita lihat, yaitu ketika perempuan Samaria yang mengatakan bahwa ia tidak memiliki seorang suami. Reaksi dan perkataan Yesus terhadap perempuan itu bukanlah suatu penghakiman atau marah terhadap perbuatan zinah si perempuan yang saat itu tinggal bersama laki-laki yang bukan suaminya, dan karena si perempuan sudah memiliki 5 orang suami. Kata-kata Yesus membuka hati perempuan Samaria itu dan mempersiapkan perempuan itu untuk mendengar apa yang selanjutnya Ia sampaikan yaitu mengenai penyembahan sejati dan pernyataan tentang Diri-Nya.

    Saya kutip salah satu paragraf dokumen Gereja PONTIFICAL COUNCIL FOR CULTURE PONTIFICAL COUNCIL FOR INTERRELIGIOUS DIALOGUE -JESUS CHRIST THE BEARER OF THE WATER OF LIFE

    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    One of the attractive elements of John’s account of this meeting is that it takes the woman a while even to glimpse what Jesus means by the water ‘of life’, or ‘living’ water (verse 11). Even so, she is fascinated – not only by the stranger himself, but also by his message – and this makes her listen. After her initial shock at realising what Jesus knew about her (“You are right in saying ‘I have no husband’: for you have had five husbands, and he whom you now have is not your husband; this you said truly”, verses 17- 18), she was quite open to his word: “I see you are a prophet, Sir” (verse 19). The dialogue about the adoration of God begins: “You worship what you do not know; we worship what we know, for salvation is from the Jews” (verse 22). Jesus touched her heart and so prepared her to listen to what He had to say about Himself as the Messiah: “I who am speaking to you – I am he” (verse 26), prepared her to open her heart to the true adoration in Spirit and the self-revelation of Jesus as God’s Anointed.
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Tulisan penutup dari Adihendro adalah yang paling fatal. Ia menuliskan bahwa “kita harus bersyukur karena setiap hari kita menjumpai air, karena di dalamnya Allah meniupkan Roh-Nya”

    Ini ajakan yang keliru, karena Roh Allah tidak ada di air yang biasa kita jumpai sehari-hari. Ia tidak ada di bak kamar mandi, tidak ada di kakus, tidak ada di genangan di jalanan sehabis hujan, tidak ada di comberan, tidak ada di air hujan, tidak di air yang biasa kita minum sehari-hari. Pemikiran seperti ini mirip dengan pemikiran “panentheisme,” yaitu “bahwa segala sesuatu adalah di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam segala sesuatunya”, bedanya pemikiran yang ditawarkan Adihendro hanya untuk media air saja.

    Adihendro mengatakan bahwa air adalah roh kehidupan yang dilambangkan oleh Gereja. Benarkah pernyataan ini ?

    Dalam homily Paus Benediktus XVI 7 January 2007, dikatakan
    air adalah elemen kesuburan. Tanpa air tidak ada kehidupan. Karenanya, dalam semua agama air dilihat sebagai lambang dari keibuan. Untuk Bapak-Bapak Gereja, air menjadi lambang rahim ibu dari Gereja.

    Dalam Baptisan kita diangkat menjadi anak oleh Allah, tetapi dalam keluarga, ada juga seorang ibu, Ibu Gereja. Manusia tidak dapat memiliki Allah sebagai Ayah, Para penulis Kristen perdana katakan, kecuali ia memiliki Gereja sebagai ibu.

    Dalam Katekismus dikatakan :

    Air, adalah simbolisme dari perbuatan Roh Kudus di dalam Baptisan yaitu membuat diri kita lahir baru.
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    694 Water. The symbolism of water signifies the Holy Spirit’s action in Baptism, since after the invocation of the Holy Spirit it becomes the efficacious sacramental sign of new birth: just as the gestation of our first birth took place in water, so the water of Baptism truly signifies that our birth into the divine life is given to us in the Holy Spirit. As “by one Spirit we were all baptized,” so we are also “made to drink of one Spirit.”27 Thus the Spirit is also personally the living water welling up from Christ crucified28 as its source and welling up in us to eternal life.29
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

    Gereja tidak pernah melambangkan Roh Kehidupan (Living spirit)sebagai air. Tampaknya penulis rancu dengan kata “air kehidupan” (Living water) yang dikatakan Yesus di Yohanes 4:10 yang dimaksud adalah Yesus sendiri.

    Sebaiknya penulis lebih banyak lagi mengeksplorasi bahan-bahan dari sumber Katolik yang tersedia dalam menafsirkan ayat-ayat kitab suci, sehingga sesuai dengan penafsiran Gereja.

    Salam Damai
    Johan

  4. Salam kasih dalam Kristus,

    Bapak Johan yang saya kasihi.
    Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih atas tanggapan Bapak pada renungan yang saya tulis pada tanggal 24 Februari 2008 di Berita Santa Anna. Dan saya mohon maaf, karena baru bisa membalas pada hari ini, oleh karena saya amat jarang (dan hampir tidak pernah) membuka website ini. Saya diberitahu oleh Ibu Jane Taslim adanya tulisan tanggapan dari Bapak.

    Pak Johan,
    Memang amat sulit menuliskan suatu artikel dalam ruangan terbatas sebagaimana yang disediakan dalam kolom Renungan Berita Santa Anna. Apalagi bisa merangkum 3 Bacaan Kitab Suci dalam Misa yang berlangsung. Tidak mudah. But, forget itu. It’s OOT!

    Saya dalam menuliskan renungan tersebut amat sadar bahwa tulisan tersebut bersifat renungan. Bukan tafsir murni (eksegese) dari Kitab Suci. Pada saat homili, Imam harus memberikan tafsirnya terhadap Kitab Suci yang dibacakan dalam Perayaan Ekaristi.

    Secara keseluruhan saya membenarkan tafsir yang Bapak berikan dalam peristiwa “Perempuan Samaria dan Air Hidup”itu. Tafsir Injil Yohanes memang amat sulit, sangat teologis dan banyak dikiaskan.
    Jadi, kita tidak bisa membaca literer begitu saja. Melainkan harus menggali kandungan maksud teologi apa yang hendak disampaikan oleh Yohanes. Dan memperhatikan konteks keseluruhan, tidak bisa sepotong-potong. Agak berbeda dengan cara menafsir Injil synopsis.

    Saya dari dulu memang terpesona dengan air, Pak Johan.
    Pater A. Heuken SJ menulis “Air digunakan di banyak agama sebagai lambang penyucian (lahir-batin), misalnya orang Hindu-Bali. Di Perjanjian Lama air dipandang a) sebagai kekuatan dahsyat yang mengancam (mis. Air bah); Yahwe menentukan batas-batasnya (Mz 104; Kel 15:1-18; bdk. juga Mk 6:48; Mat 14:28) dan b) sebagai sumber kehidupan (Kel 17,5 dst) yang mengubah gurun pasir menjadi tanah hijau (Yes 47,1 dst). Dalam Yesus lambang menjadi kenyataan: Ia memberi ‘air’ yang menghapuskan kehausan untuk selama-lamanya dan orang yang beriman kepada Yesus, akan menjadi sumber “air yang memberi kehidupan (rohani)” ; bdk Yo 4:13 dst. 7:37 dst. Yang dimaksudkan adalah Roh yang diberikan kepada orang yang percaya kepada-Nya dan dibabtis, Maka dalam liturgi, air berperan sebagai lambang kehidupan rohani“.

    Dalam tulisan saya sepertinya saya tidak menyimpulkan (tolong diberitahu kalau saya saya salah) bahwa (saya kutip tulisan Bapak) “Adihendro mengatakan bahwa air adalah roh kehidupan yang dilambangkan oleh Gereja. Benarkah pernyataan ini?”
    Ini adalah kesimpulan silogisme. Seperti halnya mengatakan “Manusia makan pisang”, jadi “Yang makan pisang adalah manusia”. [ yang makan pisang toh ada monyet, gajah, burung2 dll).

    Ini bukan pembelaan diri. Kalau bapak membaca tulisan saya menyeluruh (tidak dipotong-potong), saya hanya mau mengungkapkan bahwa si perempuan Samaria harus “berani membuka diri akan kehadiran Yesus Kristus, sang Mesias”. Rumusan “message” renungan saya adalah: “Berikan egomu kepada-Ku dan kau akan kuberi Roh kehidupan yang baru, yang tidak bisa mati” (bdk. kotbah Romo Sudriyanto tanggal 17 Februari 2007).

    Ingat kan Pak, tulisan saya bersifat renungan? Pasti sarat dengan refeksi pribadi.

    BTW, terima kasih atas peringatannya “Sebaiknya penulis lebih banyak mengeksplorasi bahan-bahan dari sumber Katolik yang tersedia dalam menafsirkan ayat-ayat kitab suci”. Dan percayalah, Pak Johan, saya masih Katolik selama hampir 53 tahun. Dan tidak berminat menjadi indifferentis.
    Saya tunggu, kritik-tanggapan dari Bapak yang cerdas, dewasa, dan membangun atas tulisan-tulisan saya berikutnya.

    Oya, tentang keajaiban air, saya senang kalau bisa berdiskusi dengan Bapak, melalui jaringan pribadi. Kirim email ke saya adi@gramedia.com (Saya hanya bisa membuka email, tidak untuk internet). Terima kasih.

    Salam in Xto,
    Adihendro

  5. saya merasa jauh dengan Tuhan. bagaimana caranya agar hati saya menjadi tenang. dan doa apa yang harus saya panjatkan

  6. Mas Trihandoko,

    Kalau Tuhan adalah fondasi keberadaan anda, bukankah anda tak terpisah dari Tuhan? Saat anda merasa jauh dari Tuhan, siapakah yang sesungguhnya membuat jarak? Bukankah distansi anda-Tuhan hanya ada dalam pikiran anda? Jadi kalau kita tanggalkan pikiran (konsep, gagasan, perasaan, dst), terbuka pintu kesatuan kita dengan Tuhan.

    Doa apa yang cocok? Doa adalah komuikasi dengan Tuhan bukan? Jadi mutu dan cara komunikasi anda ditentukan oleh disposisi anda. Jadi anda tahu doa apa yang cocok bukan?

    Peace,
    Sdr

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>