Berita Paroki 24 Agustus 2008

HARI MINGGU BIASA XXI
24 AGUSTUS 2008
Yes. 22:19-23; Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20

SIMON PETRUS, SANG BATU KARANG

Kasno, 41, sudah seminggu ini ikut mengerjakan pondasi untuk proyek pembangunan pasar tradisional di kampung kami yang ditataulang/rekondisi. Pasar rekondisi tersebut dibangun di atas bekas tumpukan sampah, persis belakang pasar lama. Pasar lama diratakan dengan tanah untuk dijadikan ‘rumah apartemen’ bersubsidi Pemerintah.
Hal yang menarik perhatian saya adalah perbedaan system pondasinya. Pasar rekondisi menggunakan pondasi dari tumpukan batu bata, yang ditanam ke dalam lubang sedalam sekitar satu meter. Sedangkan rumah apartemen bersubsidi dibangun dengan menggunakan pondasi tiang pancang, yang ditanam ke dalam tanah mati sedalam lebih dari sepuluh meter.
“Pondasi tergantung dari beban bangunan di atasnya dan struktur tanahnya, Pak.” Demikian penjelasan Kasno ketika saya bertanya soal perbedaan itu. “Pondasi yang saya kerjakan ini, oleh para insinyur disebut pondasi dangkal”, lanjutnya, “Karena bangunan di atasnya hanya satu lantai apalagi yang disangga di atasnya hanya rumah batako dan beratap asbes. Sedangkan yang menggunakan tiang pancang disebut pondasi dalam. Itu untuk bangunan bertingkat tinggi”. Saya bisa menerima penjelasan sederhana ini.

Hari Minggu ini, Yesus kembali membicarakan soal fondasi dari suatu bangunan. “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” (Mat 16:18). Peristiwa ini sendiri terjadi di daerah Kaisarea Filipi, suatu kota yang indah di kaki Gunung Hermon. Barangkali ketika itu Yesus dan para murid berdiri di atas batu karang di luar kota. Yesus memanfaatkan momen tempat dan waktu, mengingat kota Kaisarea Filipi dulunya merupakan kota tua Baal-Gad, yang disebut dalam Perjanjian Lama, sebagai kota tempat penyembahan Dewa Baal. Di zaman kemudian, orang Yunani menggantikan Dewa Baal dengan dewa mereka sendiri. Herodes Agung membangun satu kuil marmer di sana bagi Kaisar Agustus; kemudian Raja Wilayah itu, bernama Filipus, membangun kota itu menjadi kota yang cantik, dan memberi nama Kaisarea untuk menghormati Sang Kaisar.

Yesus membicarakan suatu bangunan juga di tempat yang sama. Tetapi bukan suatu kuil marmer atau bangunan kota yang indah. Yesus mengatakan “di atas batu karang”, suatu cadas yang keras. PastilahYesus tidak bermaksud membuat bangunan dalam arti yang sebenarnya. Yesus sendiri sering membuat metafora dengan pelbagai jenis batu. Ketika Yesus sampai di Bait Allah Yerusalem dan banyak orang menunjuk bangunan megah itu, Yesus berkata: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batapun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.’ (Mat 24:3).Ketika Yesus mengajar banyak orang yang gemar menyesatkan, Ia berkata: “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.” (Mat 18:6). Ketika banyak orang meragukan Yesus, Ia mengumpamakan Dirinya demikian: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru…” (Mat 21:42 bdk.Ef 2:20). Ketika Petrus tidak percaya bahwa Yesus harus menderita, Ia menghardik setan yang hinggap di tubuh Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku,..”(Mat 16:23).

Kali ini Yesus menyebut batu karang. Petrus sendiri artinya batu karang. Kata batu karang rupanya sengaja dipilih Yesus karena batu karang menyiratkan kekokohan, ketegaran dan tahan terhadap goncangan. [Oleh karena itu, banyak bangunan gereja dan biara di masa lalu dibangun di atas bukit-bukit batu karang. Hingga kini bangunan tersebut masih bisa dilihat, dinikmati, serta masih berfungsi meski sudah berumur ratusan tahun.]. Yesus demikian sadar bahwa bangunan gereja (jemaat-jemaat-Nya) di masa kemudian akan mengalami banyak goncangan, akan mengalami banyak perlawanan dan penganiayaan, selalu diombang-ambingkan
oleh badai kehidupan dan menghadapi banyak tantangan jaman. Oleh karena itu gereja-Nya (jemaat-Nya) harus dibangun di atas pondasi yang kokoh. Dan pembangunan itu oleh Yesus dipercayakan kepada Petrus, Sang Rasul, yang segera bersama rasul-rasul lain diberinya kunci kekuasaan untuk melayani jemaat-jemaat-Nya: “tibi dabo claves regni caelorum” (kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga) (Mat 16:19).

FA Adihendro

HARI MINGGU BIASA XXII
MINGGU KITAB SUCI NASIONAL
31 AGUSTUS 2008
Yer. 20:7-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27

PENANGGALAN LITURGI

AGUSTUS 2008
24 Mg Hari Minggu Biasa XXI
27 Rb Pw S. Monika
28 Km Pw S. Agustinus, Usk. Puj. G
29 Jm Pw Wafatnya S. Yohanes Pembaptis
31 Mg Hari Minggu Biasa XXII, Minggu Kitab Suci Nasional

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
30-31 Agustus 2008

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 30 Agustus, Jam 17.30
Penanggung jawab : PDKK, PDKK St. Anna
Koor : PDKK St. Anna

Hari : Minggu, 31 Agustus, Jam 06.30
Penanggung jawab : Bintara Jaya, Lk Vincentius & Montini
Koor : Hosana

Hari : Minggu, 31 Agustus, Jam 08.30
Penanggung jawab : Bina Iman Anak, Lk Sanjaya
Koor : Bina Iman Anak

Hari : Minggu, 31 Agustus, Jam 16:30
Penanggung jawab : Billy & Moon, Lk Theresia Lisieux & Tarcisius
Koor : Immanuel

Hari : Minggu, 31 Agustus, Jam 18:30
Penanggung jawab : Pd. Klp I, Lk Dionisius
Koor : Helena

Stasi St Yoakhim

Hari : Sabtu , 30 Agustus, Jam 18.30
Penanggung jawab : Mal. Jaya II, Lk Mathias
Koor : Paulus

Hari : Minggu , 31 Agustus, Jam 08.00
Penanggung jawab : Pd. Kopi II, Lk Markus
Koor : Gracia

REVISED: DEWAN PAROKI

Seksi Kitab Suci: Tabah Adrianus Helmi
Seksi Panggilan: Sr. Katarina Rinawati T, MC
Seksi Peranan Perempuan: Maria Mutia Rini
Seksi Penelitian: Angela Asriarti
Seksi Pendidikan:

Mengundang pengurus DP Pleno periode 2008-2011 untuk menghadiri pembekalan pengurus Dewan Paroki pada :

Hari/tanggal: Sabtu – Minggu, 30-31 Agustus 2008
Waktu: Sabtu pkl. 08.30 s/d 16.00, Minggu pkl 09.00 s/d 16.00
Tempat: Wisma Samadi Klender – Jl. Dermaga No.6, Klender – Jakarta Timur

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Felix Hadisubrata: Lk. Thomas
Shinta: GBI Kramat

Marselinus Ardian Budi S: Prk. Laurentius
Anastasia Merry Frederika: Lk. Gregorius

Ignatius Erik Irawan: Sta. Teresa Avilla
Irene Kristiane Santoso: Lk. Maria Asumpta

Bayu Ario Seno: GKJ-Semarang
Veronica Widianti: Lk. Agnes

Andreas Sunu Tri Yuana: Lk. Angela
Josiah Irma: GKI-Cipinang

Pengumuman Kedua

Ignatius Ari Suryawan: Lk. Adrianus Samadi
Shirley Rosalie Cabalerro Schouwenaar: Belanda

Johan Iskandar: GBI Tmn Kedoya
Marcella Monika: Lk. Mangunwijaya

Yosef Lelo: Lk. Leo Agung
Adolfina Seram: Lk. Leo Agung

Pengumuman Ketiga

Deodatus Janto Widjaja: Lk. Kana
Anastasia Herawati: Prk. Paskalis

BALAI PENGOBATAN

Minggu, 31 Agustus 2008: BP. Tutup
Minggu, 07 September: Dr. Tuti
Minggu, 14 September: Dr. Djufri T & Dr. Lusia SpKK

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>