Berita Paroki 23 November 2008
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Yeh. 34: 11-12,15-17; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46
Salam dari Surga
Biarkan hidup kita menjadi salam dari surga,
lalu mari menata ruang hati
dan mempersilahkan Tuhan meraja dalam kehidupan.
(Bible Moving, 10 Oktober 2008)
Seorang Frater (calon Pastor) sebut saja namanya Winarto, pada masa pendidikannya pernah jatuh cinta kepada seorang gadis manis, namanya Bunga, yang sering ditatapnya kala ikut misa pagi di Kapel Seminari. Maka ia merasa perlu mendatangi Pater Spiritualis (Bapa Pembibing Rohaninya) untuk colloquium, meminta nasihatnya. Kata Frater itu: “Romo, dia betul-betul sangat cantik, dan penuh perhatian terhadapku. Wajahnya selalu terbayang dalam ingatanku. Waktu makan, ingat dia. Waktu studi, juga ingat dia. Ia begitu sempurna, di mataku Bunga begitu indah…”
“Frater yang baik,” sapa lembut Bapa Rohaninya, “Ya, saya juga tahu, Bunga itu gadis cantik. Lembut … dan kayaknya juga penuh perhatian terhadap Frater.”
“Benar, Romo, saya sungguh jatuh cinta. Terus aku harus bagaimana?”
“Frater, anggaplah si cantik Bunga ini salam dari surga!”
Suatu nasihat yang bijaksana buat seorang Frater yang sedang jatuh cinta
Dalam kacamata iman, dunia semesta alam ini adalah Salam dari Surga. Bunga sepatu yang merah dadu. Pantulan cahaya mentari sore di lautan yang berkilau tembaga. Embun pagi yang menetes satu-satu. Kecipak air hujan yang jatuh ke permukaan air dan menimbulkan ratusan gelembung.Bahkan nyamuk yang bersemangat menancapkan belalai jarumnya ke permukaan kulit. Anak kecil mungil yang bertingkah lucu dan bibirnya selalu menyunggingkan senyum. Gelombang laut yang datang bertubi-tubi tak mengenal lelah. Cahaya kilat yang menggelarkan guruh. Bulan yang redup menerangi gelapnya malam. Kunang-kunang yang ekornya bisa bercahaya kerlap-kerlip memberi warna pada malam hari.
Dan…tentu saja, si cantik Bunga yang memesona dan menggetarkan hati sang Frater!
Dalam hati, kita bertanya-tanya siapakah yang merajai segala keindahan dan kesempurnaan tadi? Apakah mereka berjalan dengan sendirinya dalam keindahan dan keteraturannya?
Kalau kita perhatikan, alis mata Bunga kita tidak tumbuh melebihi dari batasnya. Warna garis lurus hitam-putih pada kuda zebra tidak meleset sedikitpun. Bentuk daun anthurium yang bergelombang sempurna seperti para pendahulunya, tidak sedikit pun tersirat melebar seperti daun jati, misalnya. Sayap kupu-kupu yang indah, seperti dilukis oleh seniman tersohor. Ikan-ikan di lautan,warna-warni bentuk dan rupanya, yang bisa berenang dengan gayanya masing-masing.
Ya, semesta alam…pasti ada yang merajai. Raja yang Mahasempurna. Kalau tidak, dari manakah mereka semua mendapatkan muaranya?
Bila hari Minggu ini kita merayakan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, yang merupakan puncak kebaktian kita sepanjang tahun, bagi saya mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama, adalah tak lain untuk menggugah kesadaran kita bahwa sepanjang tahun yang akan kita lalui bersama di depan kita, harus menuju ke titik paripurnanya, yakni Kerajaan Allah, di mana Kristus menjadi segala-galanya bagi semua orang. Perjalanan ke depan adalah perjalanan sejarah hidup yang harus kita lewati, melalui peristiwa-peristiwa gembira Natal, melalui dinamika kehidupan biasa sepanjang tahun liturgi, dan berpuncak pada peristiwa salib, di mana Tuhan Yesus dimuliakan sebagai Raja, yang “sedet ad dexteram Patris, et iterum venturus est cum Gloria iudicare vivos et mortuos”, duduk di sebelah kanan Bapa yang mahakuasa; dari situ Ia akan datang dengan mulia mengadili orang hidup dan mati. Suatu harapan eskatologis, seperti doa yang diharapkan Bapa Paus Benedictus XVI agar dipanjatkan oleh semua umat beriman dewasa ini : “Maranà, thà!”, Tuhan kami, datanglah! (Audiensi 12 November 2008)
Dimensi kedua, adalah menyadarkan kita bahwa alam semesta di mana kita berada ini merupakan manifestasi dari kebesaran dan kemuliaan Tuhan. Singkatnya, alam semesta ini merupakan Salam dari Surga untuk kita umat beriman. Apabila kita menemui para gelandangan di tepi jalan, itulah salam dari surga yang ingin disampaikan Tuhan Yesus Kristus kepada kita. Saat kita memperoleh rejeki halal, itulah salam dari surga. Saat kita mendapatkan limpahan cinta kasih dan penghiburan di kala sedang down, itulah salam dari surga di mana Yesus Kristus sendiri sebagai Rajanya. Anda sendiri akan dengan mudah menemukan contoh-contoh lain salam dari surga dalam kehidupan sehari-hari.
Masalahnya, apakah kita cukup peka sehingga bisa menangkap salam dari surga itu, sehingga kita bisa membalas salam itu?
FA Adihendro
HARI MINGGU ADVEN I
Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8;1Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37
PENANGGALAN LITURGI
November
23 Mg HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
24 Sn Pw. S. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt-Vietnam
30 Mg HARI MINGGU ADVEN I
29-30 November 2008
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 29 November, Jam 17.30
Penanggung jawab : PDKK, PDKK St. Anna
Koor : PDKK St. Anna
Hari : Minggu, 30 November, Jam 06.30
Penanggung jawab : Pd. Klp I, Lk Mickael
Koor : Hosanna
Hari : Minggu, 30 November, Jam 08.30
Penanggung jawab : BIA, Bina Iman Anak
Koor : Bina Iman Anak
Hari : Minggu, 30 November, Jam 16:30
Penanggung jawab : DS. Indah, Lk Maria Assumpta & Martinus
Koor : Agustinus & Benedictus
Hari : Minggu, 30 November, Jam 18:30
Penanggung jawab : Pd. Klp II, Lk Gregorius
Koor : St. Anna
Stasi St Yoakhim
Hari : Sabtu , 29 November, Jam 18.30
Penanggung jawab : Mal. Jaya II, Lk Matheus
Koor : Yohanes Pemandi
Hari : Minggu , 30 November, Jam 08.00
Penanggung jawab : Pd. Kopi I, Lk Monica
Koor : Angelus
Pengumuman Pertama
Mikhael Andryanus Christanto (M. Mirabilis)
Caroline (Prk. Regina Caeli)
Mickael Bobby Hoelman (Yohana)
M. Louisa Khrisnanti Eka Putri Ayu (GKI-Sidoarjo)
Pichet Jantaradejduangdee (Thailand)
Maria Erna Vianty Meliana (St. Ursula)
Pengumuman Ketiga
Reynold Parulian Sihombing (HKBP)
Reineldis Gayatri (Don Bosco)
Stefanus Alan Kurniawan (St. Anna)
Yustina Florentia (Prk. St. Yakobus)
Umat yang mengetahui halangan dari rencana pernikahan tersebut Wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki
PDKK
Kami mengundang umat Paroki St. Anna untuk datang pada:
Hari/tanggal : Rabu, 26 November 2008
Waktu : 19.00 Wib
Tema : Ingatlah Penciptamu pada masa mudamu
Pewarta : dr. Yohanes
Tempat : Gedung Yos Sudarso
SPSE bekerja sama dengan PMI ,
mengharap kehadiran “ Umat Paroki St. Anna “dalam Aksi kemanusiaan ”Donor Darah” pada :
Hari/tanggal : Minggu, 23 November 2008
Waktu : 09.30 s/d selesai
Tempat : Gd. Yos Sudarso lt.1
Terima kasih atas kepedulian Umat St.Anna demi kasih & keselamatan sesama.
Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia kami akan mengadakan pemeriksaan gula darah secara gratis pada:
Hari/tanggal : Minggu, 23 November 2008
Waktu : 10.00 Wib – selesai
Tempat : Klinik kesehatan St. Anna
Dengan pengalaman selama 25 tahun, Yayasan Keluarga Bunda yang menyelenggarakan KB/TK Maria Yacintha, SD Maria Fransiska, SMP Pax Ecclesia dan SMA Pax Patriae siap menerima putra – putri anda. Hubungi nomor telp: 021-93720118 untuk KB/TK dan SD atau 02182413795 untuk SMP dan SMA. Pendaftaran dari tanggal 24 November – 12 Desember 2008 akan mendapatkan Potongan Biaya Khusus.
I. Jadwal Dokter Gigi
• 23 November 2008 : drg. Titus
• 30 November 2008 : drg. Meity
II. Jadwal Dokter
• 23 November 2008 : dr. Yoke dan dr. Lusia D, SpKK
• 30 November 2008 : dr. Djufri T
• 07 Desember 2008 : dr. Lenny
• 14 Desember 2008 : dr. Tuti
Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam
Kata Pembukaan Ekaristi hari ini demikian:
TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM kita rayakan pada hari Minggu terakhir tahun liturgi sebagai puncak kebaktian kita sepanjang tahun. Tetapi hari Minggu ini bukanlah titik terakhir, bukan pula saat buku kas kita ditutup, dan bukan pula saat kita membalik lagi piringan atau kaset musik liturgi. Perayaan hari ini menunjuk ke hari depan, yang kini dimulai, namun masih harus menuju paripurnanya, ialah Kerajaan Allah, di mana Kristus menjadi segala-galanya bagi semua orang.
Asal usul hari raya ini begini: Pada tahun 1922, Mussolini menjadi Perdana Menteri Itali dan ia menerapkan fasisme, suatu nasionalisme ekstrim yang menempatkan kepentingan negara di atas segala-galanya. Lalu dengan alasan “kepentingan negara” ia mulai merongrong Vatikan; beberapa gereja dan kantor milik Vatikan diduduki Itali. Vatikan tidak bisa mencegah itu karena Vatikan tidak punya angkatan bersenjata. Tetapi Vatikan tidak diam saja. Tahun 1925 Paus Pius XI menetapkan Hari Raya Kristus Raja ini, untuk menegaskan kuasa Kristus dan, karenanya, kedaulatan Gereja. Oleh kekuatan iman ini pada tahun 1929 Itali dan Vatikan menanda-tangani Pakta Lateran, di mana Itali mengakui kedaulatan Vatikan; dan gereja dan kantor yang diduduki Itali dikembalikan ke Vatikan.







Leave a Reply