Berita Paroki 23 Agustus 2009

23 Agustus 2009
HARI MINGGU BIASA XXI, TAHUN B/I
Yos 24:1-2a,15-17.18b ; Ef 5:21-32 ; Yoh 6:60-69

SANTAPAN JIWA BAGI IMAN YANG SEDERHANA

Ada sepasang kakek-nenek yang setiap pagi datang menghadiri Perayaan Ekaristi harian di suatu Paroki kecil pinggiran kota. Entah mengapa, ketika memasuki pintu gereja, mereka berjalan sendiri-sendiri, tetapi kemudian ketika duduk mereka berdampingan dan selalu menempati deretan kanan baris nomer dua. Saya menduga umur mereka berkisar 70 – 75an, terbukti dari cara jalannya yang sudah mulai membungkuk. Saya kagum pada mereka karena mereka selalu berlutut bersama (meski harus ‘susah payah’), berdoa dalam diam, dan ketika pulang selalu berjalan pelan-pelan, beriringan.

Suatu kali saya menanyakan kepada mereka, resep apakah sehingga mereka sampai mimi-mituna, tetap setia satu sama lain. Bukannya menjawab, sang kakek malah bercerita: “Siapa bilang? Kami dulu malah hampir bercerai! Tapi itu dulu…ketika kami belum menjadi katolik. Kami menjadi katolik ketika anak-anak sudah besar dan sekolah di Sekolah Katolik. Jadi kami ikut-ikutan minta dibabtis. Kemudian perkawinan kami diteguhkan menjadi sakramen. Jadi sakramen itulah yang membuat kami seperti ini, sampai sekarang ini. Kami tidak mau dipisahkan lagi..”
“Sakramen. Mbah??”, tanya saya heran.
“Iya, sakramen!”, jawabnya mantap.
“Mbah tahu, apa itu sakramen?”
“Sakramen itu ya… sakramen! Yang membuat kami hidup, setia satu sama lain, dan tak mau dipisahkan. Itulah sakramen. Sudahlah, Nak, jangan tanya yang sulit-sulit. Sakramen itu ya sakramen..”
Saya jadi tercenung oleh jawaban sang kakek.
Ketika Yesus mengatakan bahwa tubuh dan darah-Nya benar-benar makanan dan minuman, banyak murid-Nya berkata, “Sabda ini keras. Siapa dapat menerimanya?” (Yoh 6:60). Akhirnya banyak murid-Nya yang mengundurkan diri dan tidak mau mengikuti Dia. Mereka memang menangkap kata-kata Yesus, tetapi tidak memahami sabda-Nya. Mereka mendengar kata-kata, tetapi tidak mengerti jiwa atau roh kata-kata. Mereka tidak menangkap isyarat-isyarat-Nya dan tertusuk kata-kata-Nya yang dianggap kasar.

Lain halnya dengan pasangan kakek-nenek yang saya ceritakan tadi. Setiap kali ikut Parayaan Ekaristi dan menyantap tubuh dan darah Kristus dalam wujud Hosti Suci, mereka tidak menangkap sebagai daging-dan-darah material, melainkan sebagai sakramen. Apa itu sakramen? “Sakramen ya sakramen”, kata si Embah. Sakramen, menurut Embah, adalah santapan jiwa, yang mereka terima adalah Yesus Kristus sendiri, Roh yang memberikan hidup dan kebenaran. Iman seperti ini amat sederhana. Tidak memerlukan analisis dan penjelasan teologi yang rumit.

Ketika ke duabelas murid itu ditanya Yesus: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk berfikir dan menganalisis pertanyaan/tantangan Yesus. Mereka dengan amat sederhananya menjawab: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Pada-Mulah sabda kehidupan kekal.”

Iman yang sederhana semacam itu dewasa ini menjadi langka. Dimana setiap pernyataan menuntut penjelasan yang rasional. Dimana setiap tesis diikuti antitesis. Dimana setiap fatwa langsung disambut sanggahan. Dimana setiap sikap mengharuskan difikirkan terlebih dulu. Dunia serasa menjadi semakin complicated dan ruwet, karena semua harus masuk ke bilik pertimbangan canggih.

Sehingga ketika Tuhan Yesus Kristus (hari ini) menyapa kita melalui sabda-sabda-Nya yang jelas-jelas kekal dan menghidupkan, belum tentu serta merta kita menerima dan menanamkannya dalam hati. Banyak pertimbangan-pertimbangan (yang kadang tidak perlu-perlu amat!) untuk menanamkan sabda Tuhan dalam hati. Padahal, Sabda yang tidak tertanam dalam hati, tidak akan bisa berkembang. Dan kalau tidak berkembang, tidak akan menghasilkan buah berlimpah. Dan apa artinya “tertanam dalam hati”? Yakni, bahwa dalam diriku ada Yesus yang bertempat tinggal, sehingga bukan diriku yang hidup melainkan Yesus. (Fr Azzis A)

30 Agustus 2009
HARI MINGGU BIASA XXII, TAHUN B/I
Ul 4:1-2,6-8 ; Yak 1:17-18,21b-22,27 ; Mrk 7:1-8,14-15,21-23

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I

Agustus 2009
22 Sb Pw SP Maria, Ratu
23 Mg Hari Minggu Biasa XXII
24 Sn Pesta S. Bartolomeus, Ras
27 Km Pw S. Monika
28 Jm Pw S. Agustinus, UskPujG
29 Sb Pw Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Mrt

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
29-30 Agustus 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 29 Agustus, Jam 17.30
Pen. jwb : Pondok Bambu I; Filipus Rasul, Blasius
Koor : Swara Swani

Hari : Minggu, 30 Agustus, Jam 06.30
Pen. jwb : Duren Sawit Baru; Yohana, Keluarga Kudus
Koor : Eclesiola

Hari : Minggu, 30 Agustus, Jam 08.30
Pen. jwb : Pondok Kelapa II; Agnes, Veronika
Koor : BIR

Hari : Minggu,30 Agustus, Jam 16.30
Pen. jwb : Duren Sawit Selatan; Ursula, Frans. Asisi
Koor : Duren Sawit Selatan

Hari : Minggu,30 Agustus, Jam 18.30
Pen. jwb : Duren Sawit Timur; Albertus Agung, Elisabeth
Koor : Duren Sawit Timur

Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 29 Agustus, Jam 18.30
Pen. jwb : St. Dionisius
Koor : St. Paulus

Hari : Minggu, 30 Agustus, Jam 08.00
Pen. jwb : St. Leonardus
Koor : Gracia

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Agustinus S. Lagan Tulit (Lk Joyoseputro)
Agnes Fridasari (Lk Bunda Maria)

Pengumuman Kedua

Hermanus Yoseph H. J. R. Manalu (Lk. Katharina)
Esra Wantijes Lumban Gaol (HKBP)

Andrianus Yofy (Prk. St. Fr. Asisi)
Angelica Pramesthiningsih (Lk. Maria Gratia)

Yakobus Yoel Benu (GMIT-Maranata Soe)
Iluminata Apon (Lk St. Thomas)

Thedorus Alexander C. Santoso (Prk. Bonaventura )
Elisabeth C. Yuliana Satjawidjaja (Lk St. Yoseph)

Ignatius Foury Krisyunanto (Lk. St.Anna)
Agnes Murniati (Prk. St. Fransiskus)

Markus Wisnu Murti (Lk. Lila Santana)
Aurea Indah Fitriani (Lk. Lila Santana)

Johanes Chrismanto (Prk. St. Maria Vianney)
Stefani Anastasia Dhian A (Lk. Katharina)

Pengumuman Ketiga

Emanuel Bakti K. S. Wyana (Lk. Kana )
Velly Vabriany (Lk. Kana )

Vincent Rionaldo (Prk. St. Kristoforus )
Irene Fajar Setiadharma (Lk. St. Martinus )

Robertus Anung Kriswardoyo (Prk. Administratif Nandan)
Fransiska Endyah K. Putri (Lk. Paulus Rasul)

PDKK

PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut merenungkan sabda Tuhan, dengan tema “Kekuatan Iman”, pada Hari/tanggal: Rabu, 26 Agustus 2009, Jam : 19.00 WIB. Pewarta: Bpk dr. Yohanes. Mari kita bersukacita dalam kasih Tuhan.

HUT GEREJA ST. ANNA KE 25

Dalam rangka memperingati HUT GEREJA ST. ANNA akan diadakan berbagai kegiatan, seperti: GERAK JALAN SANTAI dan SEPEDA SANTAI, pada Hari/Tanggal: Minggu, 06 September 2009, Jam: 06.00 WIB, berangkat dari lapangan parkir gereja St. Anna. Dimohon agar para ketua wilayah untuk segera mendaftarkan keikut sertaanya dan melaporkan jumlah anggota yang ikut. Pendaftaran di sekretariat panitia HUT St. Anna melalui surat atau telepon dengan alamat: Jl. Selat Raas G 2 / 19 Kav. Al Duren Sawit, Jakarta Timur, tlp: 021-862 5863 / 0816 1809 543. Pendaftaran di tutup pada tanggal 30 Agustus 2009.

BALAI PENGOBATAN

1. Akan mengadakan Donor Darah di gereja Santa Anna, pada Hari/Tanggal : Sabtu, 29 Agustus 2009, jam : 09.00 – 12.00. Di : Gd Yos Sudarso lantai 1(ruang AC). Donor darah ini merupakan kerjasama sie SPSE dengan Sie Kesehatan.
2. Jadwal dokter Balai Pengobatan:
• Dokter Umum: ? Dokter Gigi :
23 Agustus 2009: dr. Ferdi & dr. Lusia, Sp KK 23 Agustus 2009: drg. Liana
30 Agustus 2009: dr. Budi 30 Agustus 2009: drg. Inge

POJOK LITURGI
Beragam Devosi Kepada Bunda Maria Ratu

Kita sebagai umat Katolik tentunya mengenal berbagai macam devosi dalam tradisi Katolik. Misalnya saja ada devosi kepada Sakramen Mahakudus, Jalan salib, Devosi kepada Bunda Maria yang bisa diwujudkan dalam Rosario, Novena dan juga Ziarah. Masing-masing umat mempunyai cara tersendiri dalam berdevosi untuk sampai kepada Allah itu sendiri. Berkaitan dengan devosi, untuk mengenang nama Bunda Maria, sesuai dengan penanggalan liturgi gereja pada tanggal 22 Agustus 2009 kita merayakan Pesta Wajib Santa Perawan Maria Ratu. Berkaitan dengan perayaan Santa Perawan Maria Ratu tersebut ada baiknya kita mencoba melihat kembali kenapa kita sebagai umat Katolik berdoa dan berdevosi kepada Maria.

Devosi sendiri berarti suatu kebaktian, pengorbanan, penyerahan, sumpah, kesalehan, cinta bakti. Maka menurut arti katanya, devosi menunjuk pada sikap hati dan perwujudannya, dimana seseorang mengarahkan diri kepada seseorang atau sesuatu yang dijunjung tinggi dan dicintai. Devosi biasa juga kita pahami sebagai bentuk penghayatan dan pengungkapan iman Kristiani. Devosi berhubungan dengan pancaran dan konkretisasi iman dan liturgi dalam kehidupan sehari-hari. Itulah beberapa pemahaman tentang devosi.

Kita berdevosi kepada Bunda Maria karena Ia adalah Bunda Allah dan kita percaya bahwa doa-doanya sangat besar kuasanya (kita dapat melihat kembali peristiwa Perkawinan di Kana). Banyak cara berdoa yang kita ungkapkan dengan perantaraan Bunda Maria, misalnya saja melalui Doa Salam Maria. Ketika kita berdoa Salam Maria, kita menggabungkan penyembahan kepada Tuhan dan penghormatan kepada Bunda Maria sebagai Bunda Allah (lih. Yoh. 19:26). Dalam berdoa kepada Bunda Maria, kita juga dapat mengungkapkannya melalui doa rosario. Ketika kita memuji dan berdoa kepada Bunda Maria, kita dapat merasakan bahwa Bunda Maria selalu mendukung dan ikut menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah Bapa. Doa rosario adalah sebagai salah satu ungkapan iman kita untuk menghormati dan menumbuhkan cinta bakti kepada Tuhan. Gereja sendiri melalui Paus menganjurkan doa rosario, bahkan menentukan bahwa bulan Mei dan Oktober sebagai bulan rosario.

Selain melalui doa rosario, dalam berdevosi kepada Bunda Maria, kita juga dapat menyatakannya melalui doa novena. Novena sendiri berasal dari bahasa Latin novem, yang berarti sembilan. Doa novena merupakan kebaktian sembilan hari yang diisi dengan doa tertentu bagi persiapan suatu pesta atau tahap kehidupan yang penting atau ujub permohonan yang penting. Tradisi Kristiani memberi isi baru menurut pola Kis 1:13-14 ketika para Rasul bersama Bunda Maria mengadakan doa sembilan hari menantikan kedatangan Roh Kudus.

Dalam memuji dan memuliakan nama Bunda Maria, kiranya kurang lengkap kalau belum diwujudkan dalam ziarah iman. Melalui ziarah ke gua-gua Maria yang kita kenal kiranya juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria. Tempat yang biasanya digunakan sebagai tempat ziarah adalah tempat dimana Bunda Maria diyakini pernah menampakkan diri, misalnya saja di Lourdes dan Fatima. Akan tetapi, diakui juga bahwa terdapat tempat peziarahan lokal bagi Bunda Maria yang diyakini umat mampu memberikan ketenangan batin dalam berdoa dan juga banyak doa-doa yang terkabul pada saat dipanjatkan di tempat-tempat tersebut. Sebut saja Gua Maria Sendangsono, Sriningsih dan Jatiningsih.

Melalui devosi kepada Bunda Maria tersebut, kita percaya bahwa kita akan semakin didekatkan dan disatukan dengan Allah sendiri. Sebagai umat Katolik kita senantiasa ditantang untuk tidak hanya mandeg pada rutinitas berdoa saja akan tetapi kita juga diajak untuk berani meneladan apa yang telah dicontohkan Bunda Maria sebagai seorang hamba Tuhan yang setia. Marilah kita senantiasa belajar untuk berjuang, mengabdi dan berserah kepada kehendak Allah sehingga dengan penuh jiwa besar kita akhirnya dapat berucap dengan sepenuh hati “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”. (Fr. Pandrias, SJ)

One Response to “Berita Paroki 23 Agustus 2009”

  1. Kalau Tuhan masih memberikan waktu kepada saya inilah saat saya terus-terus melihat banyak-banyak Keindahaan didlm renungan ini
    Walau sdh 1 minggu berlalu.Setiap bacaan yg baik selalu menghidupi’iman kita’.”Santapan jiwa bagi iman yang sederhana”.Barangkali pas apa yg baru saya alami saat ini.Disalah satu organisasi wanita,yg dimana ketua baru dalam bidang tsb diputuskan sebagai kader baru untuk memimpin organisasi ini.Begitu sederhana yg terlontar dari seulas bibir wanita muda yg menuangkan ungkapan&memberikan pesan-kesan&harapan bagi yg lain.Ia berujar:Kepada ibu-ibu ketua yg hadir disini,saya hanya dapat mengatakan kalau saya tidak mau membuat janji&tidak pula berjanji apapun.Namun saya akan berbuat semampu saya&tak lupa tugas2 yg diberikan semua ini juga perlu adanya dukungan dari anggota yg lain,dan saya mencoba melakukan sebaik mungkin.

    Kata-kata sederhana dari perkataannya,mengingatkan kita akan kesederhanaan seorang pemimpin yg terpilih.walau sesungguhnya seseorang ini cerdas dalam segala hal/loyal dalam tugas/disiplin tinggi/ketegasannya membuat org dpt membedakan serius atau tidaknya/kecintaan dalam keluarga memampuhkan anak2nya mandiri-wah sesungguhnya luar biasa.Namun disaat org tsb terpilih begitu kata2 yg baik&sederhana,bagai batin yg bening.Ia menyadari Sang Juru Selamat akan selalu menolongnya.Setiap orang yg rendah hati sesungguhnya ia mempunyai tempatnya yg tinggi.

    Seberat/sesulit yg akan nanti dihadapinya ia percaya segalanya ada yg menolong/membantu untuk memudahkan segalanya bagi banyak orang yg sekarang ia memimpinnya.Doaku semoga apa yg ia ucap adalah sungguh dari Roh Kudus yg bersemayam didalam kalbu yg hening/bening sehingga menghantarkan segala tugas-tugasnya kedepan dgn lebih baik dimulai saat ini.(Profisiat Ibu Dewi Chris).

    Yakinkanlah segala sesuatu sebagaimana adanya.tnp berpura-puraan,karena apa yg kita semua ucapkan-kabarkan-uraikan dengan penuh kerendahaan hati,sesungguhnya ketulusan menjadikan hantaran itu.Sehingga lebih baik menilai positif segala sesuatu &dan kembali kepada kita pun banyak-banyak hal yg lebih pada kebaikan-kebaikan sejati.Sehingga hidup lebih bermakna bagi orang lain satu dengan lainnya pada umumnya.Sehingga dunia bisa tersenyum karena kita selalu menjalankan/berpikir/berasa dsb pada hal-hal perdamaian & dibekali pikiran-pikiran yg positif.

    Positif dari kedalaman hati,selalu memancarkan keluar setiap pribadi-pribadi sehingga diluar adalah pancaran sesungguhnya dari dalam,seperti Roti yang “Hidup”yg kita santap dalam Ekaristi Kudus yg Tuhan selalu membekali kepada kita anak-anaknya

    Terimakasih kepadaNYA,kalau tulisan renungan ini membuka kesadaraan kami dengan melihat sebagai apaadanya&memberi kesejukan didalam hati ini..GBU

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>