Berita Paroki 22 Maret 2009
HARI MINGGU PRAPASKAH IV
2Taw. 36:14-16.19-23; Ef. 2:4-10; Yoh. 3:14-21
GELAP DAN TERANG
“Terang telah datang ke dalam dunia,
tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang”
(Yoh 3:19)
Ketika saya masih kecil, saya amat takut pada gelap. Ketika ke kamar kecil pun saya selalu minta diantar. Kalamana melewati selasar yang gelap, saya selalu berlari. Saya tidak tahu persis kapan rasa takut itu ada. Barangkali ketika kakak-kakak saya mulai menakut-nakuti: “Jangan melintasi tempat gelap itu lho! Di sana banyak gendruwo.” Atau, ketika orang tua saya melarang main-main saat hari sudah gelap. “Ayo masuk rumah, di luar sudah gelap! Banyak setan sedang gentayangan pada malam hari.”, begitu nasihatnya.
Maksudnya mungkin baik. Agar semua anak kecil kalau sudah malam tiba, harus mulai cuci kaki, minum susu, dan naik ke tempat tidur, dan istirahat. Bukankah anak kecil lebih banyak membutuhkan waktu tidur daripada orang tua?
Terlepas dari masalah tidur, malam hari memang menyimpan misteri. Selain gelap, banyak hal terjadi pada malam hari. Bahkan kebanyakan orang meninggal dunia pada malam hari. Tindakan kejahatan lebih sering dilakukan pada malam hari. Pesta narkoba dan dugem lebih sering diadakan ketika gelap malam telah merayap.
Cobalah perhatikan sekitar kita!
Ketika matahari sore telah menyusup di ufuk barat, cuaca mulai gelap secara perlahan. Lampu-lampu jalan mula dinyalakan. Tikus-tikus got mulai keluar dari liangnya. Pintu-pintu rumah segera ditutup.
Ketika malam mulai berpelukan dengan gelap, di taman-taman kota ada kegiatan-kegiatan-yang-hanya-dilakukan-dalam-gelap. Di gedung-gedung pencakar, ada pesta-pesta yang menghamburkan bermilyar-milyar rupiah. Tetapi, di pedesaan suasana menjadi mati. Simponi alam menambah gayut malam semakin pekat.
Ada apakah kegelapan? Benarkah manusia menyukai kegelapan daripada terang?
Ketika pagi hari di ambang fajar, matahari mulai bergerak memancarkan terangnya, burung-burung ocehan di pepohonan memamerkan nyanyiannya dengan riang. Orang-orang mulai menggeliat bangun dari tidurnya, berolah raga, dan mengawali kegiatannya. Siang yang terang menjadi hiruk-pikuk, apalagi di tengah kota. Suara musik cadas-keras dari penjual kaset di kaki lima ditingkah derum gas kendaraan yang tidak pernah berhenti. Klakson mobil ditimpali teriakan kernet bus kota menawarkan jurusan.
Celoteh anak-anak sekolah yang berbaur dengan suara orang-orang pasar yang menawarkan dagangannya di dekat sekolahan.
Ada apakah terang? Benarkah manusia tidak menyukai terang dan memilih kegelapan?
Kegelapan disukai manusia karena dalam kegelapan manusia bisa melakukan banyak hal yang jahat (Lat. mala opera). Tetapi panggilan kita justru bukan dalam terang, melainkan dalam kegelapan, sebagai lux in tenebris, cahaya dalam kegelapan. Orang bijak selalu mengatakan; “Lebih baik menyalakan lilin daripada memaki-maki kegelapan”.
Mengapa? Apakah tidak ada sesuatu yang positip dari kegelapan? Bukankah Allah sendiri pertama-tama menciptakan kegelapan? (Kej 1,2). Bukankah tunas daun dan bunga tumbuhnya pada malam hari?
Kegelapan adalah harapan, tenebra spes est. Bilamana gelap malam telah tiba, anak-anak diminta tidur cepat dengan harapan apabila hari telah terang bisa bangun dengan rasa segar. Bukankah kala tidur malam, kita menyimpan harapan, yakni bisa bangun apabila sudah terang? Adakah orang yang tenang berada dalam kegelapan? Orang yang tercebur dalam kegelapan, selalu merintih dan merindukan terang akan datang. Ia mengharapkan ada cahaya di lorong sana. Orang yang tidak pernah mengalami kegelapan tidak bisa menikmati bahagianya dalam terang. Gelap adalah presentasi dari harapan. O, Tenebra lucem sperat!, O, kegelapan hati yang mengharapkan pencerahan!
FA Adihendro
HARI MINGGU PRAPASKAH V
Yer. 31:31-34; Ibr. 5:7-9; Yoh. 12: 20-33
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
Maret
22 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH IV
25 Rb HARI RAYA KABAR SUKACITA
29 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH V
28-29 Maret 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 28 Maret , Jam 17.30
Pen. jwb : Mal. Sari II, Lk Alexander & Paulus Rsl
Koor : Mal. Sari II
Hari : Minggu, 29 Maret, Jam 06.30
Pen. jwb : DS. Selatan, Lk Frans. Asisi & Th d’ Avilla
Koor : DS. Selatan
Hari : Minggu, 29 Maret, Jam 08.30
Pen. jwb : Pd. Klp II, Lk Gregorius & Agnes
Koor : BIA
Hari : Minggu, 29 Maret, Jam 16:30
Pen. jwb : Btr. Jy, Lk Montini & Bernadet
Koor : Vincentius
Hari : Minggu, 29 Maret , Jam 18:30
Pen. jwb : Billy & Moon, Lk Luciana & Martha
Koor : Belcanto
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 28 Maret, Jam 18.30
Tatib : Markus
Koor : WKRI Mal. Jy
Hari : Minggu, 29 Maret, Jam 08.00
Tatib : Yustinus
Koor : Lilin Suci
Pengumuman Kedua
Andreas Merdiyanto Lk. M. Immaculata
Rendawarni Purba Kedoya
Clemens Triaji Bektikusuma Lk. Adrianus Samadi
Cristina Agustina Siregar Lk. Adrianus Samadi
Pengumuman Ketiga
Irinus Sudi Hartanto Lk. Yustina
Valeria Kitri Kusumaningrum Lk. Montini
Yacobus Persada Paradoxa Lk. Paskalis
Wiwik Windiartinigsih Cipinang
Goentoer Silvio Gumilar Nederland
Bernadette Endah Sekar Lk. Petrus
Jadwal Dokter Gigi
• 29 Maret 2009 : drg. Titus
Jadwal Dokter Umum
• 29 Maret 2009 : dr Lucy Dj
Mengundang umat Paroki St. Anna untuk datang dan bergabung di acara PDKK pada hari Rabu, tanggal 25 Maret 2009 jam 19.00 WIB. Tempat Gd. Yos Sudarso lt. II. Tema: Masa Prapaskah IV, pewarta Bp. Matheus Supomo
Jadwal sakramen tobat (rekonsiliasi):Kapel Yoakim: 23-24 Maret pukul 18.00 – 21.00,Kapel MBS: 25 Maret pukul 18.00 – 20.00,Gereja St Anna: 30 & 31 Maret dan 1 April pukul 18.00 – 21.00,Kapel Samadi: 2 April pukul 18.00 – 20.00.
Laporan Keuangan Renovasi Gereja St. Anna, per 28 Februari 2009 adalah sebagai berikut:
Posisi Kas per 28 Februari 2009
Jumlah pemasukan s/d 28 Februari 2009 = Rp. 3.479.110.457,97
Jumlah pengeluaran s/d 28 Februari 2009 = Rp. 3.195.278.967,33
Saldo per 28 Februari 2009 = Rp. 283.831.490,64
Catatan:
• Renovasi Gereja Tahap I yang sudah dikerjakan meliputi: balkon, dinding sisi Barat dan Timur
• Renovasi Gereja Tahap II – Interior, jumlah anggaran menunggu hasil tender yang akan dilaksanakan awal bulan April 2009
• Pengumpulan dana untuk Tahap I – Interior melalui Kolekte ke 2 setiap misa Minggu I, III dan Minggu IV
• Untuk info lengkap hubungi Ibu L. Christiani Maryati (021-8620558/0818-828679), Ibu Inge Aryanti Priyana (021-8615802/0815-8863882) atau Bp. Robertus Hari Darmawan (0816-1869178)
Mengundang para anggota CUBG cab. Yos Sudarso untuk mengikuti Pendidikan Dasar pada hari Sabtu, tanggal 18 April 2009 jam 08.30 s/d 16.00 Wib. Tempat gd. Yos Sudarso Lt.2. Undangan ini berlaku bagi semua anggota Credit Union Barerod Gratia. Pendaftaran bagi calon peserta ditutup pada hari Senin 13 April 2009
Bidang Pelayanan Stasi St. Yoakhim akan mengadakan Bazaar Murah pada hari Minggu, 29 Maret 2009, jam 10.00 Wib s/d selesai.
Dibutuhkan :
1. Sekretaris Direksi: wanita, usia 25-35 th, pend. S1 Administrasi/D3 Sekretaris, pengalaman 3 th di posisi yang sama, menguasai Bahasa Inggris & Korespondensi, bisa mengoperasikan komputer dan berpenampilan menarik dan cekatan. Peminat dapat mengirimkan lamaran k PO BOX 8034 JKSTB 12810 A atau e-mail ke : widia_ningtias@yahoo.co.id
2. Tenaga Administrasi: wanita/pria, usia mak. 30 th, rajin, jujur. Peminat datang langsung ke: PT. SINAR GOLASINDO (SG), Jl. Cempaka Putih Tengah 33 No. 10-11, Jakarta 10510. Kode Lamaran: SG
Pesta Maria menerima Kabar dari Malaikat Gabriel
Gereja merayakan peristiwa ini secara khusus mengingat maknanya bagi keselamatan manusia. Boleh dikatakan peristiwa Sabda menjadi daging berawal pada saat Maria menyatakan kesediaan dan persetujuannya kepada malaikat Gabriel, pembawa kabar gembira itu (Luk 1:26-38), dan sejak itu pula Maria menjadi Bunda Allah. Kita mudah memahami kehadiran Yesus sebagai manusia pada saat Natal, namun pesta Maria menerima Kabar dari Malaikat Gabriel ini merayakan kehadiran Yesus yang masih tersembunyi dalam rahim Bunda Maria yang juga nyata. Pesta ini dirayakan 25 Maret, 9 bulan sebelum pesta Kelahiran Yesus/Natal, 25 Desember.
Beberapa penulis Kristen kuno bahkan mempercayai bahwa Allah menciptakan dunia pada tanggal 25 Maret, yang juga menjadi tanggal kejatuhan Adam dan saat penyaliban Yesus. Berabad-abad lamanya di Barat, 25 Maret dirayakan sebagai Tahun Baru hingga kemudian belakangan diubah menjadi 1 Januari.
Perayaan ini dimulai mungkin beberapa waktu sebelum atau setelah konsili Efesus (431 M). (Konsili ini menegaskan Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia, dan karenanya menegaskan juga Maria benar-benar bunda Allah-Theotokos dan bukan sekedar Christotokos). Dalam Gereja Latin-Roma, pesta ini pertama kali disebut dalam Sacramentarium Paus Gelasius (wafat 496 M), yang kita peroleh salinannya lewat manuskrip abad ke-7, juga dalam Sacramentarium Paus Gregorius (wafat 604 M) lewat manuskrip abad ke-8. Sinode ke-10 di Toledo (656 M) dan Trullan (692 M) menyatakan pesta ini adalah salah satu pesta yang dirayakan secara universal dalam Gereja Katolik.
Dalam peristiwa yang dirayakan ini, Allah “menghormati” Maria dengan tidak memaksanya, melainkan meminta kesediaannya untuk menerima kabar gembira. Semoga hari raya ini menumbuhkan dalam diri kita semangat ketaatan pada Allah dan kesediaan bekerja sama dengan Allah dalam karya penyelamatanNya.







Leave a Reply