Berita Paroki 21 Desember 2008
2Sam. 7:1-5,8b-12, 14a, 16; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38
Jangan Takut, Doang?
Seorang anak tidak berani tidur sendiri di kamarnya, dan sang ibu membesarkan buah hatinya itu : “Jangan takut nak, tidak ada apa-apa kok. Pejamkan saja matamu!” Si anak pun dengan ragu menuruti perintah ibunya. Tapi kemudian keluar lagi sambil terisak: “Ma, aku takut.” Sang ibu pun menenangkannya:”Jangan takut nak; mari kita lihat bersama ke kamar,” katanya sambil membimbing anaknya ke kamar, bersama-sama melihat sudut-sudut kamar , kolong tempat tidur pun dilihatnya bersama, “nggak ada apa-apa kan? Cobalah tidur lagi; ibu akan selalu ada di dekatmu nak.” Dan ternyata anak itu kemudian tidur pulas. Mungkin Andapun punya pengalaman serupa dengan putra-putri anda. Anak tersebut baru bisa tenang hatinya, tertidur lelap setelah sang ibu bukan hanya memberikan penghiburan “jangan takut” untuk menenangkan, tetapi juga disertai perbuatan nyata bersama sang anak masuk kamar, memeriksa kolong tempat tidurnya dan meyakinkan bahwa aman tidak ada apa-apa yang perlu ditakuti. Kita pun sering menghibur dan meneguhkan teman-teman, suami, isteri atau anak kita yang sedang mengalami kesulitan dengan pernyataan serupa. “Jangan takut, pasti ada jalan keluarnya nanti,” atau “Jangan takut, banyaklah berdoa”, dan seringkali kita merasa bahwa kita sudah berbuat banyak dan selesai untuk menolongnya
Iman dan perbuatan iman
Masih terngiang di telinga saya sharing dalam pertemuan forum pelayanan penjara beberapa waktu silam di keuskupan. Kalau kita melayani di penjara, “nggak cukup kita datang berdoa saja, dan membiarkan mereka wrestling in hunger…membiarkan mereka bergulat dalam kelaparan. Mereka itu butuh pertolongan nyata. Mereka serba kekurangan, bahkan ada yang ditolak keluarganya setelah keluar penjara. Mereka butuh perhatian Gereja…Mereka adalah orang-orang yang kehilangan kebebasan, bahkan hampir-hampir kehilangan harapan.” Sharing itu terus terngiang waktu merenungkan bacaan Injil hari ini. “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung……..” (Luk. 1: 30-33). Apakah warta penghiburan, peneguhan, penguatan “Jangan takut” dari malaikat Gabriel itu seperti kata-kata penghiburan sang ibu yang anaknya takut tidur sendiri, atau yang sering kita ucapkan sewaktu menghadapi saudara yang kesusahan? Dan bila kata-kata penghiburan itu tidak disertai perbuatan nyata, barangkali seperti ungkapan sharing pelayan Tuhan di penjara tadi. Penghiburan rohani saja belum cukup untuk menolong mereka yang menderita dan hampir-hampir kehilangan harapan.
Warta yang disampaikan malaikat Gabriel tampaknya membuat Maria takut. Memang tidak dijelaskan takut kenapa. Namun kita percaya bahwa warta malaikat Gabriel, utusan Allah, itu bukanlah warta penghiburan kosong, karunia ataupun berkat yang kosong… Allah menunjukkan caranya, memberikan solusi, bagaimana karunia atau berkat Allah itu diwujudkan menjadi nyata. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau….” (Luk. 1:35). Allah bertindak nyata, menjadi manusia. Mengutus Roh Kudus-Nya. Berkat Allah itu sungguh nyata dan penuh bagi umat manusia yang terbelenggu dan terpenjara dalam dosa dan maut, sehingga manusia dapat diselamatkan. Solusinya lengkap dan nyata. Natal, adalah perayaan sukacita karena Allah sungguh-sungguh mau menjadi manusia, untuk menyelamatkan manusia yang terpenjara dalam dosa dan maut. Itulah sukacita keselamatan Natal. Sukacita karena kedatangan Yesus, Anak Allah, yang sudah dinubuatkan nabi Natan dalam bacaan pertama (2 Sam. 7:1-16).
Yesus sendiri memberi teladan hidup berbela-rasa habis-habisan. Ia yang adalah Allah mau menjadi manusia; bahkan menjadi manusia sampai mati di salib. Penghayatan iman kita dalam melayani sesama yang menderita, dalam berbela rasa, seringkali masih setengah-setengah. Kita, juga saya, seringkali masih seperti nukilan dalam surat santo Yakobus :”Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!” tetapi tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya…..apakah gunanya itu? …jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. (Yak. 2:15-17). Yakobus menunjukkan pada kita bagaimana berkat keselamatan itu hendaknya kita sampaikan dan bagikan pada orang lain, yakni dengan perbuatan nyata.
Tema renungan Adven kita “Jangan takut” mudah-mudahan menguatkan kita untuk berbuat lebih. Mungkin selama ini kita, termasuk saya, seringkali merasa sudah cukup menolong sesama kalau sudah mendoakan mereka, menghibur mereka. Tetapi Tuhan menghendaki lebih dari itu, terutama bagi yang mampu. Berkat dan karunia Allah itu menjadi penuh melalui perbuatan kasih nyata kita pada sesama. Semoga kita dapat menyiapkan kedatangan Tuhan, sang Immanuel, dengan sikap dan perbuatan iman yang mendatangkan berkat nyata.
(Matheus Supomo)
28 Desember 2008
PESTA KELUARGA KUDUS, YESUS, MARIA, YUSUF
Kej. 15:1-6; 21:1-3; Ibr. 11:8,11-12,17-19; Luk. 2:22-40
PENANGGALAN LITURGI
Desember
21 Mg HARI MINGGU ADVEN IV
25 Km HARI RAYA NATAL
26 Jm Pesta S. Stefanus, Martir Pertama
27 Sb Pesta S. Yohanes, RasPengInj
28 Mg Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf
27-28 Desember 2008
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 27 Desember 2008, Jam 17.30
Penanggung jawab : Pd. Kelapa I, Lk Clara
Koor : Montini
Hari Minggu, 28 Desember 2008 Jam 06.30
Penanggung jawab : Pd. Bambu I, Lk Blasius, Filipus Rsl
Koor : Samadi
Hari Minggu, 28 Desember 2008 Jam 08.30
Penanggung jawab : SKK, Legio Maria
Koor : Pondok Kelapa II
Hari Minggu, 28 Desember 2008Jam 16:30
Penanggung jawab : Malaka Sari II, Lk Alex, Paulus Rsl
Koor : Assisi
Hari Minggu, 28 Desember 2008 Jam 18:30
Penanggung jawab : Mal. Jaya II, Lk Lukas
Koor : Fransiskus Xaverius
Stasi St Yoakhim
Hari : Sabtu , 27 Desember, Jam 18.30
Penanggung jawab : Pd. Kopi II, Lk Katharina
Koor : Fransiskus Xaverius
Hari : Minggu , 28 Desember, Jam 08.00
Penanggung jawab : Pd. Kopi I, Lk Hieronimus
Koor : Sanjaya
Pengumuman Pertama
Gabriel Ferdinandus Dawa (Nazaret)
Yenny Octavia (HKBP)
Thomas Vidorrikto (Prk. Cilangkap)
Scolastika Tia Agustin (M. Assumpta)
Pengumuman Kedua
Cornelius Tri Satria Tama (Petrus)
Christina Chandra Sari (GBI)
Paulus Aji Yudho Wibowo (Prk. Bogor)
Fransisca Sinta W (Mangunwijaya)
Efrem N. Humala Siboro (St. Faustina Kowalska)
Marisi br Turnip (GKPS)
Pengumuman Ketiga
David Prasetyo Sudiarto (Prk. Surakarta)
Lucia Dewi Ambarsari (Albertus Agung)
Umat yang mengetahui halangan dari rencana pernikahan tersebut Wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki
PURPLE HOUSE ’Woman and Child Wellness Centre’ member of AIMI akan mengadakan Talk Show dan Pameran ttg ”Manfaat Pemberian ASI Eksklusif dan IMD bagi Ibu dan Bayi” pada hari Minggu, 28 Desember 2008 jam 10.00 s/d 15.00 Wib, bertempat di Gedung Yos Sudarso Lt. II. Pembicara dr Utami Roesli. SpA.MBA.IBCLC dengan bintang tamu Sophie Navita dan Ponky’JIKUSTIK’. Tidak dipungut biaya untuk 100 orang peserta. Pendaftaran mulai tanggal 7,14 & 21 Desember setelah Misa 1 dan 2 Minggu di depan pintu Gereja St. Anna dengan sdr Sanita.
PDKK tgl 24 & 31 Desember 2008 ditiadakan. Kegiatan PDKK akan dimulai tgl 7 Januari 2009 dengan tema: Bersyukurlah Senantiasa dengan pewarta Bpk Y. Janjte Worotijan.
MENGHADAPI KRISIS, KUATKAN KASIH DAN PERSATUAN
Dewasa ini terjadi krisis ekonomi di Negara kita Indonesia tercinta, sebagai dampak krisis ekonomi yang dialami Negara Adidaya Amerika Serikat, akibat skandal perumahan Mortgage yaitu skandal macetnya pembayaran hutang perumahan. Pemerintah Indonesia dengan tim kabinet yang kuat berusaha keras untuk mengatasi krisis tersebut; berbagai jurus dimainkan untuk meminimalkan dampak itu bagi rakyat Indonesia.
Dalam suasana krisis tersebut, seharusnya kita bersehati untuk turut menanggulangi krisis ini, namun sungguh kita prihatin bahwa ternyata banyak para pemimpin bank, perusahaan, tidak kurang pemerintahan, bahkan annota DPR terhormat terbukti melakukan tindak korupsi; dan di antara mereka ada nama-nama yang Katolik. Jumlahnya yang dikorupsi pun sungguh mencengangkan, pokoknya milyaran Rp! Sungguh ironis. Hati mereka ini sudah tertutup. Bagi mereka ini, iman dan agama menjadi rutinitas belaka; agama tidak lebih hanya sesuatu yang tidak relevan lagi pada jaman kini. Mereka sudah menutup telinganya dengan kertas pembungkus uang yang dikorupsinya. Bagi mereka perlulah kiat khusus untuk mengetuk hati mereka. Banyak dari mereka bahkan mencap sesat pada umat yang masih percaya pada gereja dan ajarannya. Kita perlu mengenal dengan baik parahnya pendapat mereka; apa upaya kita berhasil?
Bagi kita yang masih diberi terang hati dengan kedekatan pada Yesus Yang sungguh mencinta, marilah kita bersehati untuk tetap pada jalan terang bagi kita, sekaligus semakin setia pada Gereja dan ajaran yang berdasar Sabda Tuhan. Kita perlu menyingsingkan lengan baju untuk turut berjuang menciptakan suasana bersih hati, bersih lingkungan. Jadikan diri kita teladan bagi orang lain, bagi saudara, tetangga, masyarakat yang berada di sekitar kita sehari-hari.
Beberapa penemuan ilmiah di dunia moderen sekarang, segala macam bentuk teknologi, sering membawa kesesatan. Temuan semacam itu telah menyesatkan dan menjauhkan kita dari Kasih Allah. Waspadalah!
Yesus Sang Mesias lahir untuk keselamatan kita, kasihNya tidak terbatas. Mari kita sambut kehadiranNya. Kita teladani hidupNya. Kita perlu peduli dalam kasih, peduli kepada sesama kita yang masih menderita. Kita perlu bersatu padu. Kita teladani kebersamaan dan keutuhan keluarga Nasaret dengan bersatu dalam umat kita. Biarlah Natal tahun ini benar-benar menjadi Natal Yang Sungguh Mengesankan.
I. Jadwal Dokter Gigi
• 21 Desember 2008 : drg. Inge
II. Jadwal Dokter Umum
• 21 Desember 2008 : dr. Budi
28 Desember 2008 BP dan Klinik Gigi tutup.
TIGA MISA NATAL
Dalam Kalender Liturgi, Hari Natal merupakan satu-satunya hari yang memiliki tiga macam misa: Misa Malam, Misa Fajar dan Misa Siang. Ini dimaksud untuk merayakan kelahiran Putra yang rangkap tiga: dalam haribaan Bapa; dari kandungan Maria; dan dalam hati orang beriman.
+ Misa Malam [Midnight Mass] mulanya dirayakan oleh Bapa Suci menjelang tengah malam di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma pada abad V. Perayaan ini dilandasi oleh kepercayaan bahwa Yesus dilahirkan jam 00:00 tepat. Bacaan Injil dalam misa ini mengenai kelahiran Yesus dari kandungan Maria.
+ Misa Fajar [Dawn Mass] diselenggarakan segera setelah Misa Malam. Mulanya karena kebiasaan Bapa Suci di Roma untuk merayakan misa untuk menghormati Santa Anastasia pada waktu fajar di Hari Natal. Dalam liturgi yang sekarang nama Santa ini hampir tidak disebut. Bacaan Injil dalam misa ini mengenai kelahiran Yesus dalam hati orang beriman.
+ Misa Siang [Christmas Day Mass] merupakan misa Hari Natal yang resmi dan umum. Injil misa ini mengenai kelahiran Putra dalam haribaan Bapa. Anggota keluarga yang tidak menghadiri misa malam dan fajar, merayakan Natal pada misa ini. Lalu setelah misa seluruh keluarga mengunjungi palungan untuk memuliakan bayi Yesus.







Leave a Reply