Berita Paroki 20 Februari 2011
20 Februari 2011
HARI MINGGU BIASA VII
Im 19:1-2, 17-18 ; 1 Kor 3:16-23 ; Mat 5:38-48
Dari Cash-sih Ke Kasih
Tanggal 25 Januari 2011 adalah hari kaum muda dan rakyat Mesir mulai demonstrasi besar-besaran, yang menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak 18 hari kemudian. Rakyat Mesir akhirnya memenangkan perlawanan terhadap kediktatoran dan ketidakadilan yang telah 30 tahunan mereka rasakan. Hari itu juga dicatat oleh seorang gadis 19 tahun bernama Alanda Kariza sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan yang dia rasakan menimpa ibunya Arga Tira Kirana, mantan Kepala Divisi Corporate Legal Bank Century yang dituntut hukuman 10 tahun penjara dan ganti rugi Rp. 10 miliar rupiah! Alanda mempertanyakan kenapa ibunya dituntut hukuman 10 tahun; sementara Gayus Tambunan hanya divonis 7 tahun dan denda Rp. 300 juta, Robert Tantular yang pemilik Bank Century pun hanya dituntut 8 tahun, dan Hermanus Hasan Muslim yang Direktur Utama Bank Century juga hanya dituntut 6 tahun penjara? Perlawanan yang dia ungkap lewat blognya itu mendapat respons luas dari masyarakat yang menaruh simpati padanya.(Kompas, 11 Februari 2011).
Hukum Yang Berkeadilan, Berkasih
Masyarakat di Mesir, dan juga di sini, sudah begitu terusik rasa keadilannya atas pelaksanaan hukum dan kekuasaan yang timpang. Simpati atas kasus Arga Tira Kirana, terus bergulir seperti halnya kasus Prita yang melahirkan koin Prita beberapa waktu lalu. Gerakan perlawanan atas ketidakadilan yang menimpa warga masyarakat dapat bergulir menjadi gerakan perlawanan sosial yang luas, dan dalam skala bernegara dapat berubah menjadi revolusi yang menjatuhkan pemerintahan yang tidak adil atau menindas seperti di Tunisia, Mesir dan kini terus bergulir ke wilayah Arab lainnya. Masyarakat begitu merindukan kehidupan yang adil, sejahtera, damai, bebas dari segala bentuk penindasan, ancaman, teror. Masyarakat merindukan shalom, damai sejahtera, keselamatan yang dijanjikan oleh Allah.
Bacaan Kitab Suci hari ini juga menyegarkan kembali ajakan untuk mewujudkan keselamatan Allah itu; kehidupan yang sempurna, kudus, adil, sejahtera. Melalui nabi Musa, yang hidup sekitar 3500 tahun lalu, Allah menghendaki agar setiap orang hidup kudus, menghargai kehidupan. “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus (Im. 19:2). Segala perbuatan yang melawan kesucian dan kemurnian hidup harus dilawan. Prinsip dan spiritualitas hidup inilah yang dituangkan dalam Kitab Taurat, himpunan peraturan-peraturan hidup bersama bagi bangsa Israel. Dalam Injil yang kita baca minggu-minggu ini, Tuhan Yesus mengingatkan kembali semangat dan prinsip-prinsip kehidupan yang sudah disampaikan nabi Musa 1500 tahun sebelumnya itu. Yesus mengajarkan pada para murid-Nya bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi untuk menggenapinya (Mat.5:17). Menggenapinya dengan KASIH, sebagai hukum yang utama. Kasih yang berkeadilan, kasih yang membebaskan, kasih yang mensejahterakan. Semangat itulah yang dirasakan hilang dalam penerapan Taurat para ahli agama dan orang-orang Farisi pada jaman Yesus. Mereka menjalankan hukum Taurat dengan taat, walau tidak benar karena tidak dijiwai semangat kasih, sebagai kewajiban – kewajiban hidup bersama sehari-hari. Bahkan hukum dijalankan sebagai kewajiban semata, sebagai topeng dan aturan untuk menghukum orang lain. Praktek hidup inilah yang dikecam oleh Yesus sebagai standard hidup yang tidak benar dan harus diperbaiki. “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”(Mat. 5:20).
Berbuat Lebih Sebagai Anak-anak Bapa
Tuhan Yesus mengoreksi beberapa prinsip dan semangat hidup bersama itu, dalam bacaan Injil minggu-minggu ini. Penginjil menyajikannya dalam rumusan kalimat-kalimat perlawanan, antitesis “Kamu telah mendengar firman……Tetapi Aku berkata kepadamu….”(Lihatlah Mat. 21-22; 27-28; 33-34; 38-39; 43-44). Minggu ini dua prinsip hidup dikoreksi agar dilaksanakan lebih baik. Pertama prinsip pembalasan yang adil. Kalau yang dianggap adil sejak jaman nenek moyang adalah mata ganti mata, perbuatan yang setimpal; maka itu tidak cukup lagi dan tidak benar. Kejahatan bukanlah dibalas dengan kejahatan, tetapi dengan kasih. Ditampar pipi kanan, berikan yang kiri; diinginkan bajumu, berikan jubahmu, dst. Semangat dan prinsip berbuat lebih karena kasih ini jauh melampaui tindakan yang sekedar adil dalam arti setimpal sesuai hukum. (Bdk.Mat. 5:38-42). Kedua, mengasihi bukan hanya orang yang baik dan mengasihi kita, tetapi bahkan mengasihi musuh kita, orang-orang yang menyakiti hati kita, atau bahkan menganiaya kita. (Bdk. Mat. 5:43-48). Standard hidup para murid Yesus harus lebih benar daripada standard hidup para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Standard hidup itu mengacu pada yang mahatinggi, yakni pada Tuhan Allah sendiri. Tuntutan agar kita melaksanakan praktek-praktek hidup pribadi dan sosial sebagai warga masyarakat, bersumber pada Allah sendiri. Firman Allah yang disampaikan melalui nabi Musa: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus (IM. 19:2), kini oleh Tuhan Yesus dijadikan spiritualias dasar untuk hidup para murid-Nya, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat, 5:48).
Mayarakat kini begitu merindukan kehidupan bersama yang damai, saling menghargai, bebas dari kekerasan, teror dan ketidakadilan. Dalam skala besar, gerakan perlawanan itu telah menjelma menjadi revolusi sosial dan politik seperti di Tunisia dan Mesir belakangan ini. Namun itu semua dimulai dari perbaikan praktek hidup perorangan, mulai dari diri kita masing-masing. Dalam rumah tangga, dalam lingkungan kerja, dalam komunitas kecil di sekitar kita, dan seterusnya kita diajak untuk berbuat lebih karena kasih. Semangat dan budaya masyarakat yang kini begitu dikuasai oleh cash (uang), segalanya diukur dan dikejar demi uang sehingga menyuburkan korupsi dan kolusi di mana-mana, mendangkalkan nilai-nilai kehidupan; harus mulai diubah dengan kasih, dengan belajar berbuat lebih sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan Yesus sendiri. Standard dan cara hidup kita juga hendaknya diubah, direvolusi dari dominasi motif dan orientasi cash sih menjadi kasih mengacu pada Tuhan Allah sendiri yang kudus dan sempurna. Sangat tidak mudah untuk menjadi murid Tuhan Yesus dewasa ini, bukan? Tetapi itulah tantangannnya dan hanya berkat rahmat Roh Kudus kita dapat sedikit demi sedikit memperbaikinya. Semoga Roh Kudus mendidik kita setiap hari untuk menjadi lebih baik, lebih kristiani, lebih mampu mengasihi. (Matheus Supomo).
27 Februari 2011
HARI MINGGU BIASA VIII
Yes 49:14-15 ; 1 Kor 4:1-5 ; Mat 6:24-34
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
26 – 27 Februari 2011
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 26 Februari 2011, jam 17.30
Pen. Jwb : Bintara; OMK Bintara
Koor : Gospel
Hari : Minggu, 27 Februari 2011, jam 06.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Indah; Martinus, Emmanuel
Koor : Duren Sawit Indah
Hari : Minggu, 27 Februari 2011, jam 08.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa II; Gregorius, Agnes
Koor : Pondok Kelapa II
Hari : Minggu, 27 Februari 2011, jam 16.30
Pen. Jwb : Billy & Moon; Theresia Liseaux, Luciana
Koor : Madah Triaswara
Hari : Minggu, 27 Februari 2011, jam 18.30
Pen. Jwb : Klender; Sanjaya, Maria Magdalena
Koor : Klender
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 26 Februari 2011, jam 18.30
Pen. Jwb : St. Leonardus
Koor : St. Paulus
Hari : Minggu, 27 Februari 2011, jam 08.00
Pen. Jwb : St. Katarina
Koor : BIA St. Yoakhim
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Kedua
Martinus Elon Suhilan Prk. Servatius
Maria Yanti Lk. Adrianus Samadi
Pengumuman Kedua
FX. Prihambudi Wibowo Lk. Albertus Agung
Cisilia Rosiana Sutejo Prk. SP. Maria Ratu
Pengumuman Ketiga
Stevanus Wibbe Wibisono Lk. Yustina
Kristiana Meidyastuti GPIB Surya Kasih
DEWAN PAROKI
Mohon kehadiran seluruh pengurus Dewan Paroki Harian, Para ketua Seksi, Stasi, Wilayah, Lingkungan, dan Kelompok Kategorial untuk menghadiri Rapat Dewan Paroki Pleno yang akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal: Minggu, 27 Februari 2011, jam: 10.00/seusai misa ke 2, di gedung Yos Sudarso lantai II.
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersukacita dalam merenungkan firman Tuhan dengan tema “Mengatasi Kedagingan” pada Hari/Tanggal: Rabu, 23 Februari 2011, jam: 19.00, di Gd. Yos Sudarso Lt. 1. Pwt: Bp. Petrus Abadi.
CUMI DUREN SAWIT
Mengundang umat St.Anna untuk ikut bersama kelompok CUMI dalam acara “kursus membuat kue basah” pada hari/tanggal: Minggu, 27 Februari 2011, jam: 11.00 WIB, di kantor CUMI Duren Sawit. Biaya kursus Rp. 5000,-/orang. Peralatan & bahan disediakan oleh panitia. Bagi yang berminat silakan menghubungi ibu Poppy: 08161434058 atau langsung datang ke kantor CUMI Duren Sawit setiap hari Minggu, jam: 10.00-13.00.
CREDIT UNION BEREROD GRATIA (CUBG)
Kepada seluruh anggota CUBG dimohon hadir dalam Pertemuan PRA-RAT (Persiapan Rapat Anggaran Tahunan) pada Hari/Tanggal: Sabtu, 26 Februari 2011, jam: 10.00, di Gd. Yos Sudarso lt. 1.
KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN
Pendaftaran Kursus Persiapan Perkawinan untuk Bulan Maret yang pelaksanaannya di Gereja St. Anna sudah dibuka dari tangggal 20 Februari 2011 sampai dengan 06 Maret 2011 di Sekretariat Paroki pada jam kerja.
PENGUMPULAN PALEM
Untuk pembuatan abu pada perayaan Rabu Abu nanti, dimohon partisipasi umat untuk membawa daun palma tahun lalu yang dikumpulkan di Sekretariat Paroki paling lambat tanggal: 6 Maret 2011.
TIM OLAHRAGA OMK ST. ANNA
Membuka kesempatan bagi OMK-OMK Paroki St. Anna yang ingin bergabung dalam Tim Basket dan Tim Futsal Cowok St. Anna. Bagi yang berminat untuk mengikuti Tim Basket, langsung datang + latihan bersama pada setiap hari Minggu, jam: 14.00 di lapangan Strada, atau menghubungi Putut: 021 912 99314 ; Wulan: 0815 111 45540. Untuk yang ingin bergabung dalam Tim Futsal Cowok, langsung datang + latihan bersama pada Hari/Tanggal: Minggu, 20 Februari 2011, jam: 16.00, di lapangan Strada atau menghubungi Stephanie: 0817 6677 907. Come and Join Us.
PUSTAKA ST. ANNA
Telah terbit buku baru karangan Rm. J. Sudrijanta, SJ, yang berjudul “MEDITASI SEBAGAI PEMBEBASAN DIRI” (Kanisius, 2011). Bisa didapatkan di Pustaka St Anna atau sekretariat paroki.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera :
1. A) Network/Design Engineer ; Marketing Executive ; Sales Executive ; Project/Field Coordinator ; Sales Support Administrator. Syarat umum: pria/wanita, usia 22–35 thn, pend. D3-S1 Tek. Informatika/Elektro, berpengalaman bekerja di bidang IT min. 3 thn, menguasai bhs. Inggris aktif, memiliki kendaraan sendiri, dapat bekerja dalam tim, mempunyai inisiatif yang tinggi.
B) Field Coordinator ; Fitter ; Estimator/ Drafter ; Quality Controller ; Sales Executive. Syarat umum: pria, usia 25-40 thn, pend. min. STM-S1 Teknik, berpengalaman berkerja di bidang piping/plumbing/mechanical electrical min. 5 th, menguasai bhs. Inggris aktif, dapat bekerja dalam tim, mempunyai inisiatif yang tinggi, bersedia ditugaskan di luar kota. Bagi yang berminat pada salah satu lowongan di atas dapat mengirimkan surat lamaran lengkap berserta scan fotonya ke email: prisma_gs@yahoo.com.
2. Peminat untuk program BMDP Manufacturing (Basic Management Development Program). Syarat: Lulusan Fakultas Teknik (Industri, Mesin, Elektro, Kimia) dengan IPK min, 2,85, usia max. 28 thn, lajang, bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia. Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran ke email: recruito5smart@yahoo.com. Profil perusahaan dapat dilihat di www.smart-tbk.com.
3. Oleh RS Bersalin St. Yusup Tanjung Priok: A) 6 org Perawat. Syarat: pria/wanita, pend. min D3 Keperawatan, Disiplin ; B) 2 org Bidan. Syarat: pend. min. D3 kebidanan, disiplin ; C) 5 org Dokter Umum, fulltime & part time (untuk pelayanan UGD/RSB) ; D) 2 org Dokter Anesthesi, fulltime & part time ; E) 2 org Dokter Spesialis Obstetri/Gyneacologi, fulltime & part time ; F) 2 org Dokter Spesialis Penyakit Dalam, part time ; G) 2 org Dokter Spesialis Anak, part time ; H) 2 Dokter Spesialis Bedah, part time. Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran selambat-lambatnya 28 Februari 2011, ke Sekretariat RSB St. Yusuf, PK. St. Carolus Jl. Salemba raya no. 41, Jakarta PUsat 10440.







Leave a Reply