Berita Paroki 20-21 Maret 2010
21 Maret 2010
Hari Minggu Prapaskah IV TAHUN C/II
Yes 43:16-21 ; Flp 3:8-14 ; Yoh 8:1-11
Mengandalkan Allah
dan Terang Sabda-Nya
Minggu ini prapaskah terakhir sebelum kita masuki Pekan Suci. Kita boleh bertanya pada diri kita masing-masing, perubahan apa yang sudah kita lakukan dalam rangka pertobatan kita? Dalam konteks Aksi Puasa Pembangunan (APP) di Lingkungan, bertemakan mari melawan kemiskinan, apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita sudah menganalisis kemiskinan di Lingkungan kita yang perlu ditanggapi bersama, merefleksikannya dalam terang Kitab Suci, dan kemudian merencana program untuk mengadakan aksi atau bahkan gerakan bersama melawan kemiskinan tersebut? Mungkin ada beberapa lingkungan yang dapat melakukan aksi bersama untuk memperbaiki kemiskinan di antara umat Lingkungannya. Tapi mungkin banyak pula yang kebingungan karena tidak ada buku pegangan untuk renungan, lantas sepenuhnya berdoa jalan salib bersama dalam setiap pertemuan. Bila dalam hal ini pun masih banyak kekurangan, pada tempatnyalah kita bertobat pula. Yang jelas perubahan cara ber-APP ini perlu menjadi bahan permenungan kita bersama, para pengurus dan penggerak di Lingkungan, Wilayah, Stasi dan Dewan Paroki.
Bacaan Kitab Suci minggu ini mengajak kita untuk melakukan pertobatan yang berpengharapan. Bangsa Israel, yang berdosa dan tidak mau mengikuti jalan yang telah ditunjukkan Allah, yang tidak mau mendengarkan pengajaran-Nya (bdk. Yes.42:24) itu kini hidup dalam pembuangan. Nabi Yesaya mengajak mereka untuk kembali pada Allah Yahwe dan hanya mengadalkan Yahwe saja, sumber pengharapan. Allah menghendaki agar mereka tidak hanya berkubang pada dosa-dosa masa lalu saja, mengingat-ingat hal-hal yang dahulu; tetapi mengajak mereka untuk menyambut Allah yang “hendak membuat sesuatu yang baru, Yahwe yang hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara untuk memberi minum umat pilihan-Nya (Yes. 43: 18-21). Kita diajak untuk melakukan pertobatan dengan penuh pengharapan pada Allah yang akan mengerjakan pembaharuan dalam hidup kita. Allah yang akan membuat jalan dan sungai-sungai perbaikan di padang gurun kemiskinan di tengah-tengah kita. Hendaknya kita selalu mengandalkan Allah dalam setiap aksi atau gerakan perubahan untuk memperbaiki hidup kita dan keadaan di sekitar kita. Dalam Injil hari ini, tindakan Allah itu sungguh nyata dalam diri Yesus yang dengan penuh belas kasih dan pengampunan membebaskan perempuan yang berbuat zinah dari pengadilan mati para ahli Turat dan kaum Farisi. (Yoh. 8:1-11). Seperti halnya perempuan berdosa itu, yang sudah tidak berdaya, sudah diujung tanduk praktek hukum dan keadilan para ahli Taurat dan kaum Farisi; dan sudah tidak ada lagi jalan untuk lolos dari hukuman rajam itu, ternyata menemukan kebebasan, pengampunan, dan hidup dalam Yesus Kristus! Demikian pun kita kini, sebagai orang-orang berdosa seperti perempuan berzinah itu, kita diajak untuk menyadari ketidak berdayaan kita mengatasi akibat-akibat dosa yang membelenggu masyarakat kita; dan menyadari betapa besar kasih dan pengampunan Allah yang membebaskan kita. Dalam soal mengandalkan Allah ini, Santo Paulus memberi kesaksian hidup yang luar biasa. Paulus melepaskan semuanya demi Yesus Kristus. “Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”(Flp. 3:8).
Pesannya bagi kita, pertama tobat, yakni menyesali dosa-dosa kita, dan melakukan perubahan untuk perbaikan diri dan lingkungan sekitar kita bukan hanya tindakan kita semata, tetapi hendaknya mengandalkan Allah sebagai pembaharu-Nya. Allah menjadi sumber pengharapan dalam pertobatan kita bahwa Dialah yang akan membuat jalan dan sungai-sungai agar kita bisa minum di tengah padang gurun kemiskinan kita. Allah yang menjadi pengharapan akan kebebasan dan hidup kita, selagi kita berada diujung tanduk ketidak-berdayaan kita seperti perempuan berdosa yang terancam hukuman rajam itu. Kedua, hendaknya menyadarkan kita juga bahwa aksi pertobatan dan gerakan pelayanan atau sosial ekonomi apa pun bentuknya hendaknya senantiasa dijiwai Roh Allah, bersumbu pada Yesus Kristus dan dibimbing dalam terang Sabda-Nya agar tidak sekedar menjadi aksi atau gerakan lembaga swadaya masyarakat saja, tetapi sungguh menjadi aksi atau gerakan swadaya gerejani. Mari kita lanjutkan pertobatan kita memasuki Pekan Suci. (Matheus Supomo)
28 Maret 2010
Hari Minggu Palma Mengenangkan Sengsara Tuhan
Yes 50:4-7 ; Flp 2:6-11 ; Luk 22:14 – 23:56
APRIL
01 Km Pagi: Hari Kamis Dalam Pekan Suci
TRI HARI PASKAH
Sore: Kamis Putih
02 Jm Hari Jumat Agung
03 Sb Pagi: Hari Sabtu Suci ; Malam: Malam Paskah
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
27-28 Maret 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 27 Maret, Jam 17.30
Pen. Jwb : OMK Duren Sawit Timur
Koor : OMK
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 06.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu I; Maria Fatima
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 08.30
Pen. Jwb : Strada; Lingkungan : Herman Bouwens, Maria Magdalena
Koor : Strada
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 16.30
Pen. Jwb : Billymoon; Theresia Lisieux
Koor : Caecilia
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 18.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu II; Soegiyapranata
Koor : Immanuel
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 27 Maret, Jam 18.30
Pen. Jwb : Wil. Pondok Kopi II
Koor : Wil. Malaka Jaya II
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 08.00
Pen. Jwb : Wil. Malaka Sari II
Koor : Wil. Malaka Sari I
Stasi MBS
Hari : Minggu, 28 Maret, Jam 08.00
Pen. Jwb : Wil. Pondok Kelapa II
Koor : Wil. Pondok Kelapa II
JADWAL PEKAN SUCI
01 – 04 APRIL 2010
| Hari, Tanggal | Gereja St. Anna | Stasi Yoakhim | Stasi MBS |
| Kamis Putih , 01 April ‘10 | 17.30 ; 20.30 | 19.00 | 19.00 |
| Jumat Agung, 02 April ‘10 | 08.30 ; 14.30 ; 17.30 | 14.30 | 15.00 |
| Sabtu, 03 April ‘10 | 17.30 ; 20.30 | 19.00 | 18.00 |
| Minggu, 04 April ‘10 | 06.30 ; 08.30 ; 17.30 | 08.00 | 08.00 |
Keterangan: Pada Misa Malam Paskah di St. Anna jam 20.30, akan ada pembaptisan.
JADWAL SAKRAMEN TOBAT
| HARI & TANGGAL | TEMPAT |
| Senin, 22 Maret 2010 | Samadi – Klender |
| Selasa – Rabu, 23 – 24 Maret 2010 | Stasi St. Yoakhim |
| Kamis, 25 Maret 2010 | Stasi MBS |
| Senin – Rabu, 29 – 31 Maret 2010 | Gereja St. Anna |
Keterangan : Pengakuan Dosa dimulai pada jam 18.00 WIB
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Hadrianus Eko Sunu Lasmono Prk. Leo Agung
Grata Asih Puspaningrum Lk. St. Anna
Billy Johanes Rompies Prk. St. Yoseph
Angela Renita Kosim Lk. St. Angela
Kristoforus Toy Lk. Filipus Rasul
Yulianna Mau Lk. Filipus Rasul
David Hiras H. Samosir Lk. Maria Fatima
Laura Natalia Simanjuntak HKBP
Pengumuman Kedua
Epifanus Yakobus Meo Lay Lk. Leonardus
Riama Simamora HKBP
Yoseph Donald Gunawan Tjenderasa Lk. Lusiana
Widya Santika Tiberias
Albertus Heru Sofianto Prk. Matheas
Elisabeth Ella Lusina Lk. St. Yoseph
Pengumuman Ketiga
Stefanus Mario Stephend Sutioso Lk. Stella Maris
Diah Nesia Nurhalim Prk. Trinitas
PDKK
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita merenungkan firman Tuhan dengan “Mari Bekerjasama Melawan Kemiskinan”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 24 Maret 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Fr. Andri Astanto, SJ. Di: Gd. Yos Sudarso lt 1.
SEKSI REKSA ROHANI PEMASYARAKATAN
Kami mengetuk pintu derma anda untuk menyumbangkan PAKAIAN LAYAK PAKAI, SABUN, PASTA GIGI, SIKAT GIGI yang akan kami sumbangkan kepada para Warga Binaan (perempuan dan laki-laki remaja) di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Bambu pada tanggal 23 Maret 2010. Kami mohon barang-barang tersebut dititipkan di Sekretariat Paroki pada jam kerja paling lambat Senin, 22 Maret 2010. Atas perhatian Bpk/Ibu/Sdr/Sdri kami mengucapkan terima kasih.
BAPTIS BAYI
Pelaksanaan Baptis Bayi pada bulan April 2010 ditiadakan. Baptis Bayi diadakan mulai bulan Mei 2010 dan rekoleksinya dimulai pada bulan April minggu ke 4.
PANITIA PASKAH ST. ANNA
- Pada perayaan Sabtu & Minggu Palma, umat dimohon membawa daun palma.
Katekese
MINGGU PALMA
Seluruh umat Katolik sedunia, pada saat satu Minggu sebelum hari raya paskah, biasanya merayakan hari raya minggu palma. Dalam perayaan ekaristi, di beberapa gereja diadakan perarakan yang dimulai dari lapangan dengan semua umat dengan membawa daun palma. Hal ini dilakukan untuk mengenang kembali saat Yesus datang memasuki kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai. Pada saat itulah, orang-orang Yahudi di Yerusalem dengan penuh gegap gempita mengeluk-elukkan nama Yesus. Lewat peristiwa tersebut sungguh terlihat bagaimana pada saat itu mereka merindukan sosok sang juru selamat. Pada saat itu, jalan yang dilalui oleh Yesus ditutup dengan daun palma yang berserakan di jalan. Semua orang melambaikan daun palmanya. Bagi Gereja Katolik, satu minggu sesudah Yesus memasuki Yerusalem disebut dengan masa “Passion Week”. Ada beberapa istilah yang dipakai oleh orang Barat untuk melukiskan minggu Palma ini. Ada yang menyebut dengan istilah palm sunday, atau sunday of the passion. Pada masa silam para raja mempunyai kebiasaan untuk setiap tahun sekali mengunjungi berbagai desa dan kota di wilayah kerajaannya. Rakyat dapat mengetahui tujuan kedatangan raja dengan mengamati bagaimana ia memasuki kota. Pada masa itu kuda harganya amat mahal dan hanya digunakan untuk berperang. Jadi jika raja memasuki kota dengan menunggang kuda, biasanya berarti kerajaan dalam bahaya. Jika raja hanya bertujuan untuk mengadakan kunjungan damai, ia akan memasuki kota dengan menunggang keledai. Cara inilah yang digunakan Yesus untuk memasuki Yerusalem. Yesus bermaksud menyampaikan dua pesan yang jelas kepada rakyat Yerusalem. Yang pertama bahwa Ia adalah raja, yang kedua adalah bahwa Ia bermaksud membawa damai sejahtera. Yesus datang dari Bukit Zaitun menuju lembah Kidron, di sebelah timur Bait Allah. Perjalanan yang harus ditempuh-Nya menurun dan curam. Selain jalanan di situ sempit dan kotor, hujan musim semi telah membuat jalanan menjadi licin. Orang-orang yang bersorak-sorai menyambut Yesus menebarkan ranting-ranting dan pakaian mereka di jalan supaya keledai Yesus tidak tergelincir. Sementara Yesus menuruni bukit, khalayak ramai meneriakkan “Hosanna!”, bahasa Ibrani yang artinya “Selamatkanlah Kami!” Dalam peristiwa Minggu Palma ini, Yesus memenuhi nubuatnya seperti tertulis di Zakaria 9:9 (“Bersoraklah dengan nyaring hai putri Sion, bersorak-sorak lah hai putri Yerusalem! Lihat rajamu datang kepadamu; Ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”). Pada saat itu orang-orang berteriak “Hosana!” yang berarti, “Selamatkanlah Kami!”. Pada saat itu mereka yakin hanya Yesus lah yang raja dan mampu melepaskan mereka dari bangsa Romawi dan Yerusalem akan menjadi kota orang Yahudi. Selanjutnya hal yang dapat kita petik adalah apakah kita siap menyambut Yesus dengan ranting-ranting atau palma-palma pertobatan kita ? Sudahkah kita siap untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat dalam setiap jalan kehidupan yang kita lalui.
sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; www.indocell.net/yesaya







saya ingin menanggapi mengenai kolom katekese, menurut saya isinya kurang pas dianggap sebagai katekese karena merupakan interpretasi dari individu dan argumen2nya juga massih dapat diperdebatkan.mis :
alasan penggunaan keledai daripada kuda, penggunaan daun palma,
dll.
Isi kolom lebih baik masuk di kolom renungan.
Untuk katekese lebih baik diambil dari “katekismus gereja katolik”
berikut adalah minggu palma dari kkatekismus ;
Masuk ke Yerusalem sebagai Mesias
559 Bagaimana Yerusalem akan menerima Mesiasnya ? Yesus selalu mengelakkan usaha rakyat untuk menjadikanNya raja. Sekarang Ia memilih saatnya dan menyipakan perjalanan mesianisNya memasuki kota “BapaNya Daud” (Luk 1:32). Ia dielu-elukan sebagai Putera Daud, sebagai otrang yang membawa keselamatan (“Hosana” berarti “berilah keselamatan). Akan tetapi “raja kemuliaan” (Mzm24:7-10) datang “sambil mengendarai keledai” (Zak 9:9), masuk kedalam kotaNYa; Ia mendapati puteri Sion, lambang GerejaNya, bukan dengan tipu muslihat dan kekerasan, melainkan dengan rendah hati, yg memberi kesaksian mengenai kebenaran. Karena itu, pada hari ini anak-anak membentuk KerajaanNya dan juga “orang-orang miskin Allah”, yang memanggil Dia dengan nama, yang disampaikan para malaikat kepada para gembala. Seruannya “diberkatilah dia yang datang atas nama Tuhan (Mzm118:26), dimasukkan Gereja dalam Sanktus perayaan Ekaristi untuk membuka peringatan akan Paskah Tuhan.
560 Masuknya Yesus ke Yerusalem mengumumkan kedatangan Kerajaan, yang dibawa Mesias Raja melalui Paska kematian dan kebangkitanNya. Dengan perayaan masuknya ini pada hari Minggu Palma, Gereja membuka Pekan Suci.