Berita Paroki 2 Mei 2010
02 Mei 2010
Hari Minggu Paskah V
Kis 14:21b-27; Why 21:1-5a; Yoh 13:31-33a, 34-35
BUNDA MARIA TELADAN HIDUP KITA
Konon, ada dua orang yang baru meninggal di rumah sakit Medika Graha: Kefas dan Fransiskus Xaverius. Segera arwah keduanya melayang menuju surga, maklum keduanya aktivis gereja yang sangat giat. Fransiskus Xaverius aktivis Santa Anna, sedangkan Kefas aktivis gereja lain di Jakarta Timur. Kefas datang lebih dahulu. Ketika dia mengetuk pintu surga, bunda Maria membukakan pintu, tetapi mereka tidak saling mengenal. Sang ibu bertanya: “Nak, mau bertemu siapa?” Kefas segera menjawab dengan pasti: “Saya mau bertemu dengan Yesus. Setelah mengejar kedamaian dan kesejahteraan, saya yakin Yesus akan menerima saya (lihat Rom.14:17-19).”Bunda Maria menjawab: ”Benar katamu, tetapi maaf, Yesus sedang menemui orang-orang yang memberi Dia makanan ketika kelaparan, yang memberi pakaian ketika Dia telanjang, menghibur ketika Dia sakit dan di penjara (lihat Mat.25:35-36). Nanti kalau Dia datang, saya akan sampaikan. Jadi, silakan menunggu di ruang tunggu.” Sementara itu Fransiskus telah datang. Ketika melihat bunda Maria, langsung dia menyapa: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu dan terpujilah buah tubuhmu Yesus!” “Anakku, kamu mencari siapa?”tanya bunda Maria. “Saya mencari Yesus dan bunda juga!”jawab Fransiskus. “Mari, duduklah di sini. Saya ambilkan teh hangat untukmu!” Fransiskus dijamu dan diajak bicara oleh bunda Maria, sementara Kefas terbengong-bengong seorang diri. Cerita ini tentu saja hanyalah cerita, fiktif, tetapi cerita ini memperlihatkan keakraban umat Katolik dengan bunda Maria yang dimohon doanya setiap hari, khususnya pada bulan Mei, bulan Maria ini. Masalahnya apakah tepat berdoa, mohon doa dan akrab dengan bunda Maria?
Maria sangat dihormati gereja, karena teladan luar biasa dalam perannya sebagai bunda Kristus. Lihatlah, bagaimana bunda Maria menyanggupi menjadi Bunda Kristus (Luk.1: 38), mengunjungi Elisabet (Luk.1:39-45), ke Bethlehem (Luk.2:4-5), melahirkan Yesus (Luk.2:6-7; Mat.1:25), mencari Yesus di Bait Allah (Luk 2:45-48), menghadiri perkawinan di Kana (Yoh.2:1-5), mendampingi Yesus di salib (Yoh.19:25-27) dan mendampingi rasul-rasul (Kis.1:14). Bunda Maria mencintai Puteranya, sebagaimana Yesus telah mencintai ibuNya. Bunda Maria adalah tokoh teladan pertama pelaksana perintah Yesus yang kita baca dalam Injil hari ini: ”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, jikalau kamu saling mengasihi.”(Yoh.13:34-35). Bunda Maria menjadi pelaksana pertama perintah baru Yesus dan telah mengenakan identitas pengikut Kristus ini, bahkan jauh sebelum perintah ini diberikan Yesus. Karenanya Maria patut kita teladani.
Kini, dunia penuh bencana, ada gempa bumi di Haiti, China, Chili dan juga di beberapa tempat di tanah air. Dunia juga semakin dipenuhi kekerasan dan kerusuhan seperti di Koja, di Batam, di Makasar, Maluku, Bogor dan beberapa tempat lainnya, sementara di Iraq, Pakistan, Afganistan masih berkecamuk tindakan terorisme. Pengumunan hasil Ujian Nasional saja dipenuhi kekerasan, ancaman, bunuh diri. Ibu-ibu masih mengeluhkan harga bahan keperluan sehari-hari yang semakin mahal. Sementara pemerintah dan institusi yang seharusnya mengayomi rakyat kini bergulat dengan masalah “markus” dan korupsi yang semakin merajalela. Menghadapi ini, kita berharap ada yang bisa melindungi, menjadi panutan sekaligus pengayom kita. Itulah sebabnya umat Katolik berdoa dan sekaligus mohon didoakan bunda Maria. Tetapi, tepatkah Maria jadi pengayom? Apakah dengan doa-doa melalui Maria kita lepas dari kesusahan ini?
Dalam mencintai Puteranya, ternyata Bunda Maria malahan harus bersusah payah, “Suatu pedang menembus jiwanya.”(Luk.2:35) Puncak penderitaannya terjadi saat putera yang dicintainya wafat disalibkan. Ini juga diteladani Paulus. Walaupun mampu membuat mujizat, Paulus tetap menderita, dia dilempari batu dan diseret ke luar kota (Kis.14:5). Karena itu Paulus meminta muridnya tetap bertekun dalam iman dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami sengsara (Kis.14:22). Dalam bacaan kedua (Why.21:1-5a), Rasul Yohanes memberikan gambaran Dunia Baru, di mana Allah tinggal di antara manusia, menganugerahkan kasihNya secara manusiawi dalam diri Yesus Kristus. Di sinilah peran Maria sebagai ibu Yesus. Dia melaksanakan tugasnya dengan derita dan perjuangan berat. Bersama Yesus, air mata bunda Maria tetap bercucuran, namun kasih kepadaNya mampu mengatasi penderitaannya. Itulah Bunda Maria. Dia manusia pertama pelaksana perintah kasih dan karenanya dicintai Yesus. Inilah yang kita teladani. Dengan hidup seperti bunda Maria, dengan sendirinya kita juga harus semakin mengasihi Puteranya. Per Mariam ad Yesum, melalui Maria kita menuju Yesus. Dalam suasana kasih inilah diharapkan kita juga bisa mengatasi kesulitan. Jadi tepatlah, Maria kita jadikan panutan dan sekaligus pengayom kita. Dengan melaksanakan kasih, baik Kefas maupun Fransiskus berkenan kepada Yesus. Keduanya naik ke surga, tetapi Fransiskus merasakan kemudahan. Mari kita berdoa, meneladani dan akrab dengan bunda kita di bulan Maria ini.(H. Hardi Tjandraatmadja)
09 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VI
Kis 15:1-2,22-29; Why 21:10-14; Yoh 14:23-29
Mei
13 Km Hari Raya Kenaikan Tuhan
14 Jm Pesta S. Matias, Ras
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
08-09 Mei 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 08 Mei, Jam 17.30
Pen. Jwb : Klender; Herman Bouwens
Koor : Immanuel
Hari : Minggu, 09 Mei, Jam 06.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa I; Claris
Koor : Graduale
Hari : Minggu, 09 Mei, Jam 08.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu II; Kana
Koor : SMP Budhaya St. Agustinus
Hari : Minggu, 09 Mei, Jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit PTB; Immaculata
Koor : Duren Sawit PTB
Hari : Minggu, 09 Mei, Jam 18.30
Pen. Jwb : Bintara; Yustina
Koor : Montini
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 08 Mei, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Mateas
Koor : Lilin Suci
Hari : Minggu, 09 Mei, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Matius
Koor : St. Don Bosco
* Selama bulan Rosario petugas tata tertib dimohon menyiapkan petugas untuk berdoa Rosario 20 menit sebelum misa.
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
FX. Janus Lindito Lk. Keluarga Kudus
Gregoria Yohanna Satyagraha Prk. St. Yoseph
Maximilianus Rico Natio Prk. Filipus Rasul
Franciska Nancy Suba Lk. St. Angela
Sebastian Ponang Windujati Prk. Antonius Padua
Monika Devina Swasti Lk. Caecilia
Pengumuman Kedua
Blasius Harry Sugiarto Lk. Matias
Eva Farida Juletta Situmorang HKBP
Pengumuman Ketiga
Yulius Prasetyo Widyoseno Prk. Katedral – SBY
Angela A. Sri Utami Lk. Martinus
Bonnie Satrya Anggara Lk. Stella Maris
Imelda Putri Setiadharma Lk. Martinus
Fransiscus Ivan Simbolon Lk. Bernadette
Angela Imelda Sitohang Prk. St. Barnabas – Pamulang
BALAI PENGOBATAN
- Jadwal Balai Pengobatan, Dokter Gigi: 02 Mei 2010 : drg. Liana ; 09 Mei 2010 : drg. Inge; 16 Mei 2010 : drg. Hilda ; 23 Mei : drg. Nita ; 30 Mei : drg. Stefani ; 06 Juni : drg. Dita ; 13 Juni : drg. Meity
- Dibutuhkan segera: seorang sukarelawan untuk menjadi perawat gigi. Bagi yang berminat dapat menghubungi drg. Meity : 0815 8129026 atau drg. Dian 0838 1001878.
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Bunda Maria” pada Hari/Tanggal: Rabu, 05 Mei 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Lanni Pola. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1.
PRODIAKON ST. ANNA
Prodiakon yang telah bertugas 01 periode (2007-2010) maka tetap bertugas untuk periode II (2010-2013) dengan tetap mengisi formulir tetapi tanpa lampiran ; Prodiakon yang telah bertugas 02 periode berturut-turut, boleh mencalonkan diri lagi untuk periode III dengan pertimbangan tertentu.
PUSTAKA SANTA ANNA
PUSTAKA ST. ANNA akan dibuka pada Sabtu, 01 Mei 2010, Jam: 16.00 – 20.00, untuk selanjutnya Pustaka Santa Anna buka pada Kamis – Jumat, Jam: 11.00-19.00 dan Sabtu – Minggu Jam: 07.00 – 20.00. Di : Gedung Yos Sudarso (Ruang AC Lantai 1). Menyediakan buku-buku bermutu terbitan OBOR, Kanisius, Dioma, Fidei, Marian Center, Yayasan Cipta Loka, buku anak-anak berbahasa Inggris dari Bina Karakter Bangsa, dll. Dapatkan juga CD, Cassette, Patung, Salib, Lilin, Gantungan Kunci, Pembatas Buku, dll. Mari datang dan Miliki koleksi-koleksi kami.
” PUSTAKA SANTA ANNA….Hanya Menyediakan Koleksi Bermutu…”
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera Seorang STM Elektro (Arus Kuat). Syarat: pria, usia 20-25 thn, berpengalaman 01-03 tahun di bidangnya. Bagi yang berminat dapat menghubungi Bpk. Yus: 0812 18510909.
Pojok Liturgi
PAKAIAN LITURGI atau PARAMENTE
Beberapa pakaian liturgi yang terpenting misalnya :
1. Alba
Alba berasal dari bahasa latin albus (=putih). Alba adalah semacam jubah panjang. Menurut sejarah, alba merupakan pengganti tunika Romawi kuno. Dalam Ekaristi dan upacara liturgi lain, alba ini harus dipakai oleh klerus, kecuali dia sudah memakai jubah. Jubah yang biasa dipakai klerus dalam arti tertentu merupakan pengganti alba dalam perayaan liturgi.
2. Amik
Amik merupakan penutup leher yang berbentuk segi empat di mana kedua ujungnya diberi tali. Amik dipakai di bawah alba untuk menutupi leher dan krah baju yang dipakai. Amik tidak perlu dipergunakan, apabila petugas liturgi sudah memakai jubah yang dengan baik telah menutup krah baju pada leher.
3. Singel
Singel merupakan tali ikat pinggang panjang yang digunakan untuk mengikat alba/jubah yang terlalu panjang dan stola. Pada kasus di mana alba atau jubah sudah pas dan baik, penggunaan singel boleh ditiadakan.
4. Stola
Pada umumnya stola merupakan tanda pangkat jabatan dalam kekaisaran Romawi. Kini stola hanya digunakan oleh orang-orang yang ditahbiskan, yaitu uskup, imam atau diakon. Uskup dan imam memakai stola sedemikian rupa, sehingga stola itu dipakai di atas kedua pundak dan stola menjulur ke depan dan sejajar. Sebelum pembaruan Vatikan II, stola dipakai secara bersilang oleh imam. Sedangkan, stola dipakai oleh diakon secara miring dari pundak ke kiri ke pinggang kanan. Mengingat stola merupakan tanda jabatan kepemimpinan liturgi resmi, maka para petugas liturgi yang tidak ditahbiskan, seperti para prodiakon dan lektor, tidak usah memakai stola.
5. Kasula
Kasula yang juga disebut panula atau planeta (bahasa Latin) berasal dari bahasa Latin casula berarti gubuk kecil atau pakaian luar. Kasula merupakan pakaian liturgi resmi yang dipakai pada bagian paling atas. Aslinya kasula merupakan pengganti toga orang Romawi kuno dan dipakai dari atas kepala dan menutupi seluruh tubuh. Pada abad XIII kasula ini diperpendek. Pada tahun 1925 Vatikan mengizinkan pemakaian kasula yang pendek, sebagaimana sekarang kita pakai dalam misa kudus.
6. Dalmatik
Bentuk dalmatik agak mirip seperti kasula tetapi berbeda juga, sebab ujung dalmatik biasa dibuat persegi atau bersudut (pada kasula tidak) dan motif hiasan berupa garis-garis salib besar. Dalmatik biasa digunakan oleh diakon. Mungkin nama dalmatik berasal dari suatu pakaian atas yang berasal dari daerah Dalmatia pada abad ke II.
(Jenis pakaian liturgi lainnya akan di bahas pada Pojok Liturgi mendatang).
Sumber Utama : E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999







Leave a Reply