Berita Paroki 19 Juli 2009

19 Juli 2009
HARI MINGGU BIASA XVI
Yer. 23-1-6; Ef. 2:13-18; Mrk. 6:30-34

Tak Gendong Ke mana-mana…

Kalau saja mbah Surip ada di tengah para rasul yang sedang mengikuti perjalanan Yesus, mungkin ia akan langsung ambil gitarnya dan berjingkrak nyanyi:” Tak gendong ke mana-mana….” ketika Yesus mengajaknya nyepi ke seberang danau untuk sejenak beristirahat. Ya, mungkin Yesus melihat para rasul cape, karena kemana pun Ia dan para murid itu pergi selalu dikerubuti banyak orang. Sampai makan pun tak sempat! (Mrk. 6:31) Bahkan ribuan fans Yesus ini ternyata sudah nyampe seberang danau duluan ketika Yesus dan para rasul tiba. Memang tak dijelaskan bagaimana reaksi para murid, apakah mereka bersungut-sungut kecewa atau tidak, kecuali dinyatakan bahwa Yesus iba hati, berbelas kasih melihat ribuan orang itu.

Yesus, Gembala Yang Caring

Minggu-minggu ini kita diajak untuk berefleksi tentang panggilan perutusan kita. Mengikuti Yesus, gembala pilihan Allah yang begitu care, penuh perhatian pada domba-dombanya. Berbeda dengan para pemimpin Israel sebagai gembala. Mereka itu bukan hanya tidak menjaga dan tidak memperhatikan domba-dombanya, tetapi bahkan membiarkannya terserak, tercerai berai dan hilang (Yer. 23:1-2). Tuhan Yesus, tunas Daud, adalah gembala baru yang caring, penuh perhatian pada keselamatan mereka. Yesus mengumpulkan domba-domba itu berkerumun di seputar diri-Nya. Ia mencari yang hilang. Para rasul diberi tugas oleh Tuhan untuk memperhatikan mereka, melayani mereka, bahkan memberi makan mereka yang jumlahnya ribuan itu (Mrk. 6: 44). Dengan demikian domba-domba itu akan mendapatkan perhatian dan makan rumput hijau keselamatan yang disediakan oleh Tuhan. Para pastor, suster, Anda dan saya sekarang juga diberikan tugas ikut serta dalam karya penggembalaan ini, dalam pelayanan dan perutusan sebagai rasul, di tengah kesibukan profesi dan pekerjaan kita, dan mungkin bagi sebagian sampai-sampai mau istirahat sejenak pun tak bisa. Dalam situasi demikian dapatkah kita menggendong tugas perutusan itu dengan riang seperti mbah Surip yang bilang:”Where are you going…Hello, I am caring…..” Waduh, bener-bener tantangan berat buat para pengurus Lingkungan, Wilayah, Seksi, dan Dewan Paroki…untuk dapat selalu menyapa umat di lingkungannnya, memberi perhatian…kemana dan bagaimana iman anak-anak Tuhan itu berkembang.

Menggendong Salib Tuhan

Dalam bacaan kedua, Santo Paulus menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah pemersatu kita dengan Allah. Tembok pemisah sudah diruntuhkan. Yang jauh sudah menjadi dekat oleh darah Kristus, dipersatukan dengan Allah oleh salib-Nya (Ef. 2:13-14.16). Salib pertama-tama adalah sarana dan jalan keselamatan yang menghubungkan kembali manusia yang terpisah karena dosa dengan Allah. Beberapa waktu lalu seorang teman mengirim email yang inspiratif: the crosswalk. Digambarkan orang-orang yang sedang dalam perjalanan memanggul salibnya menuju suatu tempat. Mereka pun terus berjalan; tetapi sebagian mengeluh dan berhenti karena salib itu berat. Mereka seringkali menawar pada Tuhan agar beban salib itu dikurangi sehingga menjadi ringan. Sejenak diringankan, mereka pun senang dan berterima kasih. Tapi begitu salib itu terasa berat, mereka pun mengeluh kembali. Sampai pada suatu tahapan dalam perjalanan, mereka dihadapkan pada jurang yang amat dalam…..bagaimana bisa sampai seberang dengan salib yang berat di pundak? Dan…mereka pun meletakkan salib itu sebagai jalan untuk menyeberang dengan selamat! Kita seringkali mengeluh bila kesulitan dan beban penderitaan menghimpit, padahal mungkin Tuhan punya rencana lain, sudah mempersiapkan jalan untuk menyeberangi kesulitan dan
himpitan beban kehidupan itu melalui salib-Nya.

Kita diutus untuk mewartakan keselamatan Yesus Kristus, untuk mewartakan Salib-Nya. “Setiap orang yang mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”, kata Yesus (Mrk. 8:34). Kalau saja mbah Surip mendengar persyaratan Yesus itu, mungkin ia tidak memanggul salib itu di pundaknya saja, tetapi menggendongnya dengan seluruh tenaga, kemampuan dan kebebasan ekspresinya yang jenaka, “Tak gendong ke mana-mana…”. Beban salib yang berat itu digendongnya dengan gembira. Dan kita pun mestinya bisa, sebab Tuhan senantiasa memberikan berkat dan rahmat-Nya dalam perutusan kita sebagai murid-murid Tuhan. Pada setiap perayaan Ekaristi, kita diberikan bekal berkat Allah untuk melaksanakan tugas perutusan itu. (Maheus Supomo)

26 Juli 2009
HARI MINGGU BIASA XVII
2Raj. 4:42-44; Ef. 4:1-6; Yoh. 6:1-15

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B

Juli

19 Mg Hari Minggu Biasa XVI
22 Rb Pw S. Maria Magdalena
25 Sb Pesta S. Yakobus, Ras
26 Mg Hari Minggu Biasa XVII
29 Rb Pw S. Marta, Maria dan Lazarus, Sahabat Tuhan
31 Jm Pw S. Ignasius dr Loyola, Im; Pendiri Tarekat S.J.

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
25-26 Juli 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 25 Juli, Jam 17.30
Pen. jwb : OMK
Koor : OMK

Hari : Minggu, 26 Juli, Jam 06.30
Pen. jwb : Pd. Kopi II, Lk Yustinus, Katharina & Markus
Koor : Immanuel

Hari : Minggu, 26 Juli, Jam 08.30
Pen. jwb : DS. Baru, Lk Christophorus & Keluarga Kudus
Koor : Gregorian

Hari : Minggu, 26 Juli, Jam 16.30
Pen. jwb : Pd. Klp II, Lk Agnes & Gregorius
Koor : Pd. Kelapa II

Hari : Minggu, 26 Juli, 18.30
Pen. jwb : Billymoon, Lk Mangunwijaya & Mathilda
Koor : Madah Triaswara

Stasi Yoakhim

Hari : Sabtu, 25 Juli, Jam 18.30
Pen. jwb : Pd. Kopi II, Lk. Yustinus
Koor : Lk. Don Bosco

Hari : Minggu, 26 Juli, Jam 08.00
Pen. jwb : Pd. Kopi II, Lk. Katharina
Koor : BIA Stasi

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Yakobus Suryono (Herman Bouwens)
Yuliana Nurmaria Sianipar (HKBP-Pd. Gede)

Pengumuman Ketiga

FX. Enrico Agung Gana Buana (Lk. Kristhoporus)
Emiliana Yanny Puspitasari (Prk. Kristhoporus-Grogol)

FX. Dapot Martua Pintu Batu (Lk. Herman Bouwens)
Irma Hadi Sutjipto (Karawang)

PDKK

PDKK mengundang umat St. Anna untuk menghadiri Misa Syukur 25 th Rm. N. Dibyadarmaja, SJ menjadi Imam Yesuit dan Kaul Kekalnya pada hari Rabu 22 Juli 2009 jam 19.00 WIB. Tempat Gedung Yos Sudarso.

PDMKK

PDMKK St. Anna mengundang para muda/i untuk mengikuti Seminar Basic Christian Maturity yang akan diadakan setiap Sabtu sore mulai tanggal 11 Juli sampai dengan 1 Agustus 2009 di Ruang AC lt. 1 Gedung Yos Sudarso.

SIE KERASULAN KITAB SUCI

Akan mengadakan Seminar Kitab Suci dengan tema: “Sukacita Rasul St. Paulus: PEWARTA PESONA KRISTUS” yang akan diadakan pada hari Minggu, 9 Agustus 2009 jam 11.00 WIB. Tempat Gd. Yos Sudarso Lt. 2. Pendaftaran dan informasi hub: Ibu Taty D (8656266), Ibu Rika (8628174), Ibu Yopi (94898970)

SEMINARI TINGGI YOHANES PAULUS II

Akan mengadakan kegiatan Open House dalam rangka menumbuhkan minat menjadi seorang imam pada:

Hari/tanggal : Minggu, 26 Juli 2009
Tempat : Seminari Tinggi Yohanes Paulus II
Jl. Cempaka Putih Timur XXV No. 1-2, Rt 02,Rw 02
Telp. (021) 4203374, Fax:4264484
Jam : 09.00 – 14.00 WIB

Frater Baru

Kami Ucapkan Selamat Datang Kepada Fr. P. Andri Astanto, SJ. Selamat Menjalani Tahun Orientasi Kerasulan. Selamat Bergabung Dalam Tugas Pelayanan di Gereja Santa Anna. Tuhan memberkati.

BURSA KERJA

Dicari:

1. Tenaga Pembukuan: pria, pendidikan min. SMU/SMEA, lebih diutamakan yang berpengalaman, menguasai computer dan mempunyai SIM C. Lamaran ditujukan kepada PT. DITA CL, atau menghubungi 021-48700843/021-70797516
2. Marketing Supervisor & Marketing Executive: Pria/wanita, pendidikan min S1, berpenampilan menarik, pengalaman min. 1 th, menguasai bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan. Lamaran lengkap ditujukan ke HRD Dept. PT. Atlantic Container Line Jakarta , Kokan Permata Kelapa Gading Blok D-21 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240.
3. Sales Promotion Girl: single, usia maks 30th, menarik, jujur, komunikatif dan bisa bahasa Inggris min. pasif. Peminat menghubungi Daniel Senadi

Pojok Liturgi Minggu, 19 Juli 2009 – Minggu Biasa XVI

Cinta St. Maria Magdalena

Sosok Maria Magdalena sempat menghebohkan dunia, terlebih melalui novel yang dikarang oleh Dan Brown dalam Novel ‘The Da Vinci Code’. Akan tetapi semua itu hanyalah sebuah sensasi belaka tanpa makna historis yang berarti. Untuk pojok liturgi pada Minggu ini ada baiknya juga kita mengenal secara singkat Siapa itu Maria Magdalena bagi iman kepercayaan kita.

Maria Magdalena berasal dari desa Magdala. Sebagian orang beranggapan bahwa Maria Magdalena adalah sama dengan Maria dari Betania, saudara Marta dan Lazarus. Menurut Injil sendiri, Maria Magdalena terhitung sebagai salah seorang perempuan berdosa yang bertobat. Setelah Maria Magdalena masuk dalam pertobatan pribadinya, ia kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia sampai wafat-Nya di kayu salib. Bahkan karena kesetiaannya untuk mengikuti Yesus, Maria justru diberikan anugerah lebih sebab dialah perempuan yang pertama kali mendapatkan penampakan dari Tuhan Yesus Kristus yang bangkit dari kuburnya. Memang bahwa berita kebangkitan Yesus disampaikan oleh para malaikat kepada beberapa perempuan akan tetapi hal yang mengagumkan adalah bahwa Tuhan berkenan menemui Maria Magdalena sebagai saksi pertama yang melihat kebesaran kuasa Allah melalui kebangkitan PutraNya terkasih Yesus Kristus.

Penampakan tersebut secara jelas dinubuatkan dalam Injil Yohanes 20:11-18. Maria Magdalena seperti domba yang mengenal suara gembalanya (Yoh 10:4). Tapi seandainya Maria Magdalena tidak melihat orang yang disangkanya sebagai tukang kebun tadi, boleh jadi panggilan “Maria!” tadi tak segera berarti.

Ketika Ia yang dikira tukang kebun itu memanggil namanya, “Maria!” tersentaklah Maria. Ia pun menjawab, “Rabuni!” artinya Guru. Melalui peristiwa itu kita tahu bahwa Yesus mengenal Maria. Ia tahu siapa itu Maria Magdalena. Yesus juga mengenal isi hatinya, tahu siapa dirinya, tahu masa lalu dan rencana hidupnya. Yesus mengenal Maria sebagai sosok yang penuh cinta dan pertobatan. Demikian juga sebaliknya, bahwa Maria pun mengenal Yesus. Yesus sudah bangkit dari kubur dan Maria percaya dengan sepenuh hati akan Yesus yang sudah bangkit. Hanya cinta yang memungkinkan orang mampu melihat sisi positif dari sebuah pengalaman.
Bagi kita semua, apa yang dapat kita renungkan dengan peristiwa gembira itu ? Kesaksian hidup dari Maria Magdalena menunjukkan bahwa Cinta sajalah yang memungkinkan semuanya itu. Cinta membuat orang dapat melihat sisi positif dari suatu pengalaman yang tidak menyenangkan. Cinta mampu merubah segalanya.

Kita hendaknya juga ingat bahwa kebangkitan Yesus adalah penuh makna dalam sejarah iman kita. Iman akan kebangkitan membangun ruang seluas-luasnya bagi manusia agar semakin menjadi makhluk yang mampu mencintai dan mengalami Yang Maha Kuasa sebagai yang penuh kerahiman dan berbagi pengalaman ini dengan sesama. Pengutusan dan perutusan yang sama masih ada hingga kini buat semua orang dan demi semua orang. (Fr. Pandrias, SJ)

One Response to “Berita Paroki 19 Juli 2009”

  1. VOUS PRENEZ L’APERO ?

    Kalau sudah mesra begini. Serumpun hati bersama-Mu, Kau bersama-Ku. Dalam ketidak berdayaan, siapa bisa memisahkan kita ? lagi-lagi yang ada cuma kita. Kalau-pun masih ada mereka, itu-pun adalah kita.

    Catatan di KTP lumayan berbunyi. Bukan sekedar pion-pion buat isi bangku-bangku yang lama kosong itu kembali. Atau , silau gaya hidup baru ditawari ?

    Tidak, tidak, anggur itu tak kucuri diam-diam dari bilik sakristi atau ekaristi, jangan cemas , Sayang… Oleh semua aku dibangunkan dari tidur yang lama. Demi menemukan… kita.

    Di atas bukit kita memandangi lagi cakrawala, ada fajar yang memancar. Di kebiruan laut menuju bibir pantai, ombak terus bergulung. Biar tak harus terpencar, burung-burung takkan saling mengurung.

    Aw.Rusa_mendamba.SI

    (Aw=sekedar umat awam, SI=Serikat Imajiner, alias seolah-olah berserikat)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>