Berita Paroki 18 April 2010

18 April 2010

Hari Minggu Paskah III

Kis 5:27b-32,40b-41 ; Why 5:11-14 ;  Yoh 21:1-19

Apakah Engkau Mengasihi Aku?

Gegap gempita Paskah sudah lewat. Kini semua kembali ke habitatnya. Begitu pun para murid Yesus. Apa yang dialami para murid Yesus Paskah 2000 tahun silam, mungkin lebih membingungkan dibanding kita sekarang. Dahulu para murid bingung kerna di tengah perayaan Paskah tradisional  Yahudi, yang dirayakan meriah oleh seluruh bangsa Yahudi, para murid Yesus justru diharu biru dengan tragedi kematian Yesus di salib. Belum hilang shock tersebut, mereka pun dikejutkan dengan penampakan Yesus. Sungguh membingungkan dan tidak mudah mengalami semua itu. Tak heran bila para murid sepeninggal Yesus kehilangan pegangan dan lantas kembali membenamkan diri pada profesinya lagi sebagai nelayan.

Kembali ke habitat

Para murid tampaknya sudah mulai melupakan peristiwa salib Yesus; masih bingung dengan penampakan-Nya ketika mereka berkumpul mengunci pintu rumah dalam ketakutan, seperti dikisahkan injil minggu lalu. Kini mereka sudah kembali mencari ikan sebagai nelayan, kerna itu mata pencaharian mereka. Simon dan teman-temannya pergi menangkap ikan semalaman. Dan pagi itu mereka pulang dengan tangan hampa, tidak menangkap apa-apa (Yoh. 21:3). Mereka tak pikir lagi tentang Yesus yang disalib dan bangkit. Mereka pun tak menyadari bahwa Yesus datang dan menyuruh mereka menebar jala lagi di sisi kanan perahu pada pagi menjelang siang itu. Ketika jala penuh ikan, mereka beramai-ramai mengangkatnya. Simon tampaknya mbleding, tak pakai baju,  dan hanya kasih komando dari atas perahu. Baru ketika ada yang bilang “Itu Tuhan”, Simon pun  pakai baju lantas nyebur ke danau. (Yoh. 21: 6-7). Petrus grogi dan lantas ikut sibuk mengangkat tangkapan ikan itu ke darat. Setelah itu Yesus pun mengajak mereka sarapan, dengan lauk ikan. Tak seorang pun berani bertanya pada Yesus yang menampakkan diri ketiga kalinya di danau Tiberias itu! (Yoh. 21: 1-14).

Kita di Santa Anna pun gak beda jauh dari kelakuan para murid waktu itu. Kita juga sudah tak menggebu mikirin Yesus lagi seperti waktu Paskah. Waktu pekan suci gereja penuh, umat tak henti kipas – kipas dari ujung ke ujung; tapi kini mulai sepi kembali. Kembali pada kesibukan kerja sehari-hari, bangun dan berlari-lari pagi hingga malam hari. Barangkali kita pun sudah tak mengenali lagi Yesus mulia yang menampakkan diri di tengah-tengah kita setelah pekan suci. Mungkin kita pun seperti Petrus, mbleding lagi, tak berbaju pantas lagi. “Pakaian hati” yang bersih dan bagus kala Paskah, sudah kita tanggalkan. “Pakaian sikap” yang khusuk dan ingin duduk dekat-dekat Yesus selama Paskah; sudah kita tanggalkan lagi dan kembali ke gereja sekedar memenuhi wajib, ngobrol  kiri-kanan temu teman, dsb. Mudah-mudahan kita pun dikejutkan lagi oleh kehadiran Yesus, seperti Petrus yang lantas berpakaian dan nyebur ke danau!

Panggilan dan perutusan

Sesudah bakar ikan, sarapan dan kenyang itulah Yesus menanyai Petrus: “apakah engkau mengasihi Aku?” Diulang sampai 3 kali, yang membuat Petrus sedih, merasa bersalah, sampai akhirnya ia buka kartu: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu; Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” (Yoh. 21:17). Kata Yesus : “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Itulah panggilan perutusan versi Yohanes. Tidak seperti  dalam injil sinoptik di mana Yesus mulia memberi tugas untuk mewartakan injil, pergi menjadikan semua bangsa murid Tuhan dan membaptis mereka; dalam injil Yohanes Tuhan Yesus mengutus Simon dan para murid untuk menggembalakan domba-domba milik Tuhan, umat Tuhan  agar tidak tercerai berai.

Hikmahnya bagi kita

Pertama, Petrus dan para murid dipanggil untuk menggembalakan domba-domba  di tengah kesibukan mereka mencari nafkah sebagai nelayan. Bahkan di tengah krisis kerna semalaman mereka tidak menangkap apa-apa!  Tampaknya panggilan dan perutusan Tuhan tidak menuntut syarat khusus atau pun mereka harus berhenti melaut, meninggalkan profesi dan kesibukannya. Seperti halnya Petrus dan teman-teman dengan sisa-sisa tenaga dan kelelahan mereka, setelah semalaman tak menangkap apa-apa, mereka menuruti perintah Yesus untuk menebarkan jala dan  menggembalakan domba-domba. Masalahnya apakah kita cukup peka untuk menangkap kehadiran Yesus  dalam pekerjaan dan kesibukan kita mencari nafkah? Apakah kita merasakan kehadiran  Yesus itu lantas mau berubah, bergegas pakai baju yang pantas ikut menuai hasil tangkapan ikan atau tetap mbleding kongkow di darat? Kedua, Yesus tidak menanyakan pada Petrus apakah engkau mampu atau tidak, mau atau tidak, punya waktu atau tidak; tetapi yang ditanyakan adalah “apakah engkau mengasihi Aku?” Sampai tiga kali! Kasih pada Tuhan, itu saja yang diharapkan menjiwai dan mewarnai panggilan, perutusan, pewartaan, pelayanan kita untuk menggembalakan domba-dombaNya, untuk ngemong umat yang dipercayakan oleh Tuhan agar tetap setia pada Yesus. Apakah kita juga mengasihi Yesus? Atau kita masih setengah-setengah mengasihi-Nya? Atau bahkan masih sebatas menjalani wajib saja? Sejauh mana kasih kita pada Tuhan, itulah yang akan menjiwai dan mewarnai  perutusan dan panggilan kita, pewartaan dan pelayanan kita di tengah umat dan masyarakat. Seperti nasehat ibu Theresa: “Saya pikir dunia sekarang sangat menderita karena sedikit kasih di dalam rumah, di dalam keluarga, karena tidak cukup waktu untuk menikmati kebersamaan”. Dan lagi, katanya: “Saya tidak tahu pasti seperti apa surga itu, tetapi yang saya tahu adalah ketika kita meninggal Tuhan tidak akan menanyakan berapa banyak perbuatan baik yang kita lakukan dalam hidup kita, tetapi Dia akan menanyakan berapa banyak kasih yang anda taruh dalam setiap perbuatan anda.” Semoga kasih akan Yesus itu masih ada pada kita sesudah Paskah. (Matheus Supomo).

25 April 2010

Hari Minggu Paskah IV, Hari Minggu Panggilan

Kis 13:14,43-52; Why 7:9,14b-17 ;  Yoh 10:27-30

April

29 Km                    Pw. S. Katarina dr Siena, PrwPujG

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI

24-25 April 2010

Gereja St. Anna

Hari              : Sabtu, 24 April, Jam 17.30

Pen. Jwb       : OMK Malaka Jaya II

Koor             : OMK

Hari              : Minggu, 25 April, Jam 06.30

Pen. Jwb       : Pondok Bambu II; Barnabas

Koor             : Gloria

Hari              : Minggu, 25 April, Jam 08.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Indah; Emmanuel

Koor             : Duren Sawit Indah

Hari              : Minggu, 25 April, Jam 16.30

Pen. Jwb       : Malaka Sari I; Petrus

Koor             : Caecilia

Hari              : Minggu, 25 April, Jam 18.30

Pen. Jwb       : Malaka Sari II; Paulus Rasul

Koor             : Vincentius

Stasi Yoakhim

Hari              : Sabtu, 24 April, Jam 18.30

Pen. Jwb       : St. Leonardus

Koor             : Wilayah Malaka Jaya II

Hari              : Minggu, 25 April, Jam 08.00

Pen. Jwb       : St. Petrus

Koor             : Gracia

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Yulius Prasetyo Widyoseno                                Prk. Katedral – SBY

Angela A. Sri Utami                                         Lk. Martinus

Bonnie Satrya Anggara                                     Lk. Stella Maris

Imelda Putri Setiadharma                                 Lk. Martinus

Fransiscus Ivan Simbolon                                  Lk. Bernadette

Angela Imelda Sitohang                                    Prk. St. Barnabas – Pamulang

Pengumuman Kedua

Mikael Doni. P. Sitanggang                                Lk. Helena

Yusyen Saraswati M. Gurning                            Tanjung Priok

Heribertus Chrysostomus Raditya Arya P             Lk. Lukas

Eustachia Gabriela Gendy Wahyu. T          Prk. Laurentius – Bdg

Pengumuman Ketiga

Aloysius Novianto Kusumo Y. W. Tamtomo           Lk. Bethlehem

Lucia Lasenata Niasari                                      Prk. Antonius Padua

Felisitas Albertus Damir                                    Prk. St. Theresia Avilla – Jambi

Anna Rosa Selviani Agnesia                               Lk. Blasius

Rr. Raditya Harisangkha                                   Lk. Lila Santana

P. Julia Savira                                                 Lk. Lila Santana

Nico Wandireja                                               Lk. Benedictus

Megawati T                                                    Kramat Jati

Ruddy Yappy                                                  Lk. St. Monica

Rr. Fresty Indra Putri                                       Lk. St. Monica

Fabyanus Marus                                              Lk. Herman Bouwens

Benedita Anna S. Waty                                     Lk. Herman Bouwens

Setiyadi Afriyanto Hadrianus                              Lk. Yakobus

Fransiska Ika Dianwati Nadeak                          Prk. Purbowardayan

INFORMASI KOMSOS ST. ANNA

Ikutilah “Festival Film Pendek Santa Anna” dan menangkan hadiah senilai lebih dari Rp 2 juta. Tema: “Wartakan Kabar Baik”. Durasi max. 5 menit, Format: Pengumpulan DVD dengan format .AVI. Karya tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan. Hasil karya dapat dikumpulkan di Sekretariat St. Anna (Sdri. Stephanie: 0817 6677907 / 8660 2879) beserta mengisi formulir registrasi. Seluruh karya menjadi hak milik panitia. Film pemenang akan ditayangkan pada Misa Hari Komunikasi Sosial Se-Dunia tgl 16 Mei 2010. Keputusan juri mutlak & tidak dapat diganggu gugat. Info lebih lanjut hubungi Sdri. Nining: 0878 8135 8282.

PDKK

Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda   Tuhan dengan tema “Saluran Kemurahan Allah” pada Hari/Tanggal: Rabu, 21 April 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Sherry. Di: Gd. Yos Sudarso

SEKSI SOSIAL PAROKI ST. ANNA

Untuk menunjang pemberdayaan ekonomi warga, Paroki St. Anna bekerja sama dengan CUBG memiliki “Program Pemberdayaan Warga Lingkungan”. Program ini ditujukan untuk melayani pinjaman warga yang membutuhkan secara individual dan membantu mereka agar bisa menabung secara rutin. Paroki menyediakan dana stimulus sebesar Rp 2,5 jt untuk setiap lingkungan yang membutuhkan. Langkah-langkah dan info lebih lanjut dapat ditanyakan langsung ke Sekretariat Paroki.

PRODIAKON ST. ANNA

Para ketua Lingkungan/Wilayah dimohon untuk segera mengembalikan formulir calon Prodiakon St. Anna beserta kelengkapan lampirannya ke sekretariat Paroki atau ke pengurus Prodiakon Paroki St. Anna paling lambat akhir April 2010.

BALAI PENGOBATAN

Balai pengobatan St. Anna akan mengadakan pemeriksaan laboratorium (Kholesterol, Trigliserid, Asam Urat, dll) pada: Hari / Tanggal : Minggu, 02 Mei 2010, Pukul : 08.00 – 10.00 WIB. Bagi yang berminat dapat mendaftar di balai pengobatan St. Anna pada Tanggal: 18 April 2010 dan 25 April 2010, Pukul: 08.00 – 10.00 WIB. Biaya pemeriksaan dan keterangan lebih lanjut pada saat pendaftaran. Persyaratan: Puasa 10 – 12 jam sebelum pemeriksaan, dan pada hari pelaksanaan mengambil nomor urut atau antri pemeriksaan.

BURSA KERJA

Dibutuhkan Staf Pengajar Komputer, Syarat: Lulusan S1 semua jurusan, menguasai Microsoft Office, menyukai dunia anak dan pendidikan. Untuk TK & SD menguasai Macromedia Flash, SMP & SMA menguasai Front Pages, Visual Basic, dan memiliki pengetahuan dasar robotik. Lamaran dapat dikirim ke: HRD Dept PT. Optima Solusindo Informatika, Kedoya Elok Plaza, Blok DC 50, Jl. Panjang, Jakarta Barat atau kirimkan ke:hrssi@solusi.com. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan informasi atau di web St. Anna (www.gerejastanna.org).

Pojok Liturgi

PAKAIAN LITURGI ATAU PARAMENTE

Gereja perdana belum mengenal berbagai macam pakaian liturgi. Untuk menghadirkan perayaan liturgi orang-orang memakai pakaian pesta dan pantas. Pada zaman Kaisar Konstantinus abad IV, para klerus, khususnya uskup dan imam mendapat penghormatan tinggi. Kemudian mereka mendapat pakain kebesaran yang biasa dikenakan oleh para pegawai dan petinggi kekaisaran Romawi pada waktu itu. Mulailah pakaian-pakaian klerus diperindah dan beraneka ragam seperti jubah, stola, kasula, manipel, pallium. Pada abad V penggunaan pakaian-pakaian tersebut secara resmi mulai terjadi dalam liturgi. Makna pakaian liturgi ialah pertama untuk menampilkan dan mengungkapkan aneka fungsi dan tugas pelayanan yang sedang dilaksanakan dan kedua untuk menonjolkan sifat meriah pesta perayaan liturgi. Ketiga ialah untuk melambangkan kehadiran Yesus Kristus, subjek dan pemimpin utama liturgi Kristiani. Penggunaan pakaian liturgi menunjukkan bahwa si pemakai hanya menjadi simbol dari apa yang tidak kelihatan, yakni : kepemimpinan dan fungsi Yesus Kristus. Dari ketiga makna tersebut, pakaian liturgi bukanlah suatu dogma yang harus selalu dipertahankan menurut bentuk dan cara pemakaiannya. Begitu banyak orang yang bertanya apakah pakaian liturgi Romawi yang asing itu harus selalu dipertahankan dalam liturgi kita. Masalah kesatuan liturgi Romawi dan kepastian kesesuaian serta kepantasan pakaian daerah untuk perayaan liturgi tentunya juga harus dipertimbangkan sungguh-sungguh.

(Jenis pakaian liturgi lainnya akan di bahas pada Pojok Liturgi mendatang).

Sumber Utama : E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>