Berita Paroki 16 Mei 2009
HARI MINGGU PASKAH VI
Kis. 10:25-26.34-35.44-48; 1Yoh. 4:7-10;Yoh. 15:9-17
Kasih 4 M
Tematik bacaan Kitab Suci minggu ini masih melanjutkan minggu-minggu yang lalu mengenai panggilan dan perutusan; namun minggu ini fokus perutusan adalah kasih. Kita diutus untuk mengasihi sesama. Tema ini sangat luas dan kaya. Kita bisa berbusa-busa tentang kasih, tapi apa gunanya? Bisa pula memberikan tip-tip nasehat kasih, saya rasa Anda telah memilikinya lebih limpah. Injil hari ini mengajak kita untuk berbagi kasih 4 M sebagai perutusan kita.
1. Menyadari kasih
Seringkali kita kurang dapat mengasihi, masih hitung -hitungan atau masih ada pamrih dalam berbuat kasih, karena kita kurang mampu untuk menyadari betapa besar kasih Allah pada kita. Seringkali kita baru rasakan setelah mengalami shocking events, peristiwa-peristiwa yang mengejutkan atau mengubah hidup kita; seperti lolos dari kecelakaan, sembuh dari sakit parah, berhasil mengatasi cobaan hidup yang berat, dan sebagainya. Kita kurang mampu menyadari kasih Allah dan kasih orang-orang terdekat kita, dalam rutinitas hidup sehari- hari. Pernahkah setiap pagi Anda merangkai litani tentang kebaikan-kebaikan isteri, suami, dan anak-anak Anda? Pernahkah Anda hirup udara pagi yang segar, sejuk, keindahan sekitar dengan penuh syukur? Pernahkah Anda rangkai kebanggaan Anda akan semangat, kerja keras, keuletan yang tiada kenal lelah dari isteri, suami, anak-anak dalam tugas-tugas mereka setiap hari? Cobalah menyadari wujud cinta kasih Allah dan orang-orang terdekat kita itu, sejak pagi hingga malam hari sebelum tidur… Ini akan melatih kemampuan kita mengenal kasih Allah dan sesama labih baik. Kita seringkali lebih mudah melihat dan menghitung kekurangan isteri, suami, anak-anak, teman di kantor, atau tetangga kita, bukan?
2. Mengalami kasih
Kepekaan kesadaran akan wujud kasih dalam keseharian itu akan membantu kita mampu mengalami kasih Allah dan orang-orang terdekat kita dengan lebih baik pula. Tuhan Yesus telah mengalami dan merasakan betapa kasih Allah Bapa-Nya itu; dan pengalaman itu ditransformasikan pada kita “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu” (Yoh. 15:9). Yesus mengalami dan merasakan kasih, sukacita dan segalanya melimpah dari Allah Bapa-Nya karena Ia tinggal di dalam Bapa. “Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku” (Yoh. 14:11). Seluruh hidup Yesus, dan karya-Nya, mewujudkan perutusan kasih Bapa itu di dunia. Yesus mengasihi kita seperti Bapa mengasihi-Nya. Yesus mengutus kita seperti Bapa telah mengutus-Nya. Yesus minta kita untuk menuruti perintah-Nya seperti Ia telah menurut perintah Bapa-Nya. Mengalami dan merasakan kasih Allah Bapa itu menjadi dasar perutusan kasih Tuhan sendiri pada kita sekarang. Kita bukan hanya diajak untuk menyadari kasih tersebut, tetapi mengalami dan merasakannya dalam hidup sehari-hari dari orang-orang terdekat kita: isteri, suami, anak-anak, teman, tetangga, dan bahkan dari lingkungan alam sekitar kita.
3. Mensyukuri kasih
Yang ketiga adalah mensyukuri kasih Allah dan sesama, bahkan kasih alam sekitar kita. Dengan menyadari wujud-wujud kasih Allah yang diberikan kepada kita melalui suami, isteri, anak-anak, teman bahkan alam sekitar kita; dengan mengalami dan merasakannya kita diajak untuk mensyukuri kasih yang sedemikian besar itu. Bisa saja kepekaan hati dan budi kita tumpul karena kurang terlatih rohani kita. Bisa saja kita mengalami dan merasakan, bahkan menikmati kasih itu tanpa hirau, taken for granted. Dengan berbagai ungkapan Yesus mensyukuri kasih Allah Bapa-Nya yang begitu besar itu. Simaklah dalam doa Yesus untuk para murid-Nya (Yoh. 17:1-26) betapa Yesus memuliakan Bapa-Nya dan mempercayakan pemeliharaan para murid-Nya dalam perlindungan Bapa-Nya, sumber segala kasih itu. Kemampuan untuk mensyukuri kasih Allah dan kasih dari sesama itu sangat penting agar kita pun semakin mampu untuk melaksanakan perintah perutusan kasih dari Tuhan Yesus. Rasa damai, sukacita, dan kebahagiaan hidup kita juga sangat ditentukan oleh kemampuan kita untuk mensyukuri kasih Allah dan sesama kita itu.
4. Membagikan kasih
Yang terakhir adalah mengasihi sesama, berbagi kasih yang sudah kita terima dan alami dari Allah dan dari sesama kita. Perintah dan perutusan kasih dari Tuhan jelas “kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh. 15:17). Pola dan teladan kita dalam berbagi kasih adalah Tuhan Yesus sendiri, “sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi”(Yoh. 13:34). Yesus sendiri berpola pada Allah Bapa-Nya, “seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah Aku mengasihi kamu”(Yoh. 15:9), “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka kedalam dunia” (Yoh. 17: 18). Kita diutus untuk berbagi kasih Allah itu kepada sesama, tanpa membeda-bedakan bangsa, suku, agama seperti halnya Petrus dahulu menerima Kornelius, perwira pasukan Italia itu, menjadi murid Yesus (Kis. 10:25-48). Agar kita dapat menjadi utusan kasih Allah, kita perlu terus menerus belajar untuk menyadari, mengalami dan merasakan, serta mensyukuri kasih Allah itu dalam kehidupan sehari-hari yang terwujud dalam kasih isteri, suami, anak-anak, tetangga, teman, atasan di tempat kerja, para pastor, Suster, katekis, dan bahkan dari gemericik air yang mengalir atau keindahan bunga di pot sekalipun. (Matheus Supomo)
24 Mei 2009
HARI MINGGU PASKAH VII
HARI KOMUNIKASI SEDUNIA
Kis. 1:15-17.20a.20c-26; 1Yoh. 4:11-16;Yoh. 17:11b-19
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
Mei
17 Mg HARI MINGGU PASKAH VI
21 Km HARI RAYA KENAIKAN TUHAN
22 Jm Hari ini Hari Pertama Novena Pentakosta
24 Mg HARI MINGGU PASKAH VII Hari ini adalah Hari Komunikasi Sedunia
26 Sl Pw S. Filipus Neri, Im
31 Mg HARI RAYA PENTAKOSTA
Catatan: Hari ini berakhirlah Masa Paskah
23-24 Mei 2009 (Hari Raya Kenaikan Tuhan)
Gereja St. Anna
Hari : Kamis, 21 Mei 2009, Jam 06.30
Pen. jwb : Mal. Jy I, Lk Don Bosco & Timothius
Koor : Ecclesiola
Hari : Kamis, 21 Mei 2009, Jam 08.30
Pen. jwb : Pd. Kp II, Lk Yustinus, Katharina & Markus
Koor : Hosanna
Hari : Kamis, 21 Mei 2009, Jam 18.00
Pen. jwb : Bintara Jy, Lk Bernadet & Vincentius
Koor : Montini
Hari : Sabtu, 23 Mei, Jam 17.30
Pen. jwb : OMK
Koor : OMK
Hari : Minggu, 24 Mei, Jam 06.30
Pen. jwb : DS. Indah, Lk Immanuel & Martinus
Koor : Duren Sawit Indah
Hari : Minggu, 24 Mei, Jam 08.30
Pen. jwb : Pd. Klp II, Lk Agnes, Veronica & Gregorius
Koor : Pd. Kelapa II
Hari : Minggu, 24 Mei, Jam 16.30
Pen. jwb : Pd. Bmb II, Lk Bunda Maria & Nasareth
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 24 Mei, Jam 18.30
Pen. jwb : DS. Selatan, Lk Angela & Fr. Asisi
Koor : Belcanto
Pengumuman Pertama
Fransiskus Susanto (Prk. St Mikael)
Dewi Anggraeni (Cipinang Lontar)
Sinobius T Prama Widhi P (Lk. Matheas)
Vera Septiningsih (Pd. Labu)
Yuniardi Prasetyanto (Petogogan)
Emerentiana Hargaty Dyah (Lk. Adrianus Samadi)
Vinsensius Emery Purwana (Prk. St. Yoseph-Denpasar)
Veronica Vita Surya Pryana (Lk. Emmanuel)
Pengumuman Kedua
Gregorius Billy Gunawan (Prk. Kristophorus)
Yose Danar Pamila (Lk. Paulus Rasul)
Alexander Winarto (Lk. Bunda Maria)
Margaretha Tania Monika (Lk. Bunda Maria)
Stevanus Jacki Lesmana (Duri Kosambi)
Natalia Susanty (Lk. Ursula)
Fadila Faraj Effendi (Kemayoran)
Theresia Lia Kartina (Lk. Kanna)
Agustinus Sigit Bintoro (Prk. Servatius)
Klara Olivia Supriadi (Lk. Blasius)
Erick Albertus Harpe (Lk. Thomas)
Febriyanti Suryaningsih (Tebet)
Pengumuman Ketiga
Petrus Hadyanto (Prk. St. Maria, Palembang)
Monica Dyah Anggraeni (Lk. M. Immaculata)
Hendra Liston P Tambun (Jatinegara)
Erlina Hutajulu (Lk. Albertus Agung)
Akan diadakan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Bapak Uskup pada:
Hari/tanggal : Minggu, 24 Mei 2009
Jam : 08.30
Tempat : Gereja St. Anna
Acara akan dilanjutkan dengan Rapat Dewan Pleno bertempat di Gd. Yos Sudarso.
PDKK mengundang seluruh umat St. Anna untuk menghadiri SEMINAR PERTUMBUHAN SESI IV yang akan diadakan pada:
Hari/tanggal : Rabu, 20 Mei 2009
Tempat : Gedung Yos Sudarso
Jam : 19.00 Wib
Tema : PELAYANAN
Pewarta : Bp. Paul Budyanto
Kursus Pemandu Sharing Kitab Suci Gelombang II, akan diadakan 4xpertemuan mulai tgl 8 Juni, 15 Juni, 22 Juni dan 29 Juni dengan pengajar dari Shekinah.
Kursus berlangsung dari jam 19.00 s/d 21.00 WIB. Biaya pendaftaran Rp. 50.000/peserta. Peminat dapat menghubungi;Ibu Taty Damanik (021-8656266), Ibu Yopi (021-948988970) dan Ibu Rika (0815-85504139)
TANGGAL 27 – 30 MEI 2009
1. 27 Mei 2009 | Rabu; 19.00 WIB
2. 28 Mei 2009 | Kamis; 19.00 WIB
3. 29 Mei 2009 | Jumat; 19.00 WIB
4. 30 Mei 2009 | Sabtu; 17.30 WIB
Dibutuhkan:
1. Seorang Sekretaris Direksi dan Tenaga Pembukuan; pengalaman minimal 5 th. Usia diatas 30 th. Lamaran dikirim ke PT. Indoguna Utama, Jl. Taruna No. 8-Pondok Bambu, Jakarta Timur atau dapat mengubungi no telp. 021-8610550
2. Seorang tenaga Administrasi dan 3 orang Wanita untuk Panitia Penyelenggara Seminar Asuransi; Pendidikan min D3 , menguasai Microsoft Office. Lamaran dikirim langsung ke PT. Lancar Anugerah Kesindo, Jl. Raya Buaran Blok A/85-Jakarta Timur 13440 atau dapat menghubungi no. Telp (021-8602473). Lamaran ditunggu paling lambat 20 Mei 2009.
3. Administration Clerk; wanita, single, usia maks. 23 th, pend. SMK/SMEA (perkantoran, administrasi, sekretaris, akuntansi), menguasai program Microsoft Office, dapat berkomunikasi dalam Inggris min pasif. Lamaran dikirim ke HRD-Plantation PT. SalimIvomas Pratama, Sudirman Plaza-Indofood Tower Lt. 11, Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78, Jakarta 10290
NOVENA
Novena adalah bentuk kebaktian selama sembilan(=novem;Lat.) hari berturut-turut, bersama-sama atau sendiri-sendiri, untuk mendoakan rahmat khusus. Berbeda dari oktaf, novena tidak termasuk liturgi resmi, meskipun Gereja menganjurkannya. Dasarnya adalah doa para Rasul yang menanti-nantikan turunnya Roh Kudus selama sembilan hari di Yerusalem (Kis.2). Kebaktian ini dilaksanakan untuk mempersiapkan diri bagi penerimaan rahmat rohani. Sejak awal abad ke-19, dengan mengadakan novena-novena tertentu diperoleh juga indulgensi.
Sumber : Ensiklopedia Gereja Vol.6, A. Heuken, SJ
Penerbit: Yayasan Cipta Loka Caraka







Leave a Reply