Berita Paroki 15 Maret 2009

15 Maret 2009
HARI MINGGU PRAPASKAH III
Kel. 20:1-17 (Kel. 20:1-3.7-8.12-17); 1Kor. 1:22-25; Yoh. 2:13-25

Berdagang Di Bait Allah?

Injil hari ini agak aneh, berkisah tentang Tuhan Yesus yang marah-marah mengusir para pedagang di Bait Allah. Saya jadi teringat sinyalemen pak The Kian Wie, ekonom dari LIPI, 20 tahun silam yang bilang bahwa kita adalah masyarakat pencari rente, “ we are the rent seeking society.” Cirinya yang nonjol segala sesuatu diobyekkan, yang penting cepat dapat untung. Karena itu orang tidak mau lagi bersusah payah cocok tanam karena butuh waktu lama sampai panen, produksi barang yang butuh proses juga tak berkembang karena yang dikejar adalah rente instan. Segala cara kadang dihalalkan untuk dapat rente cepat, termasuk korupsi yang berkembang subur. Gejala serupa tampaknya menghinggapi pedagang di Bait Allah pada jaman Yesus. Pertanyaannya, mungkinkah Tuhan Yesus marah-marah mengusir mereka kalau mereka berjualan untuk membantu mempermudah orang-orang yang mau mempersembahkan korban di Bait Allah? Mungkinkah Tuhan Yesus sampai marah-marah kalau perilaku mereka tidak menyimpang, menjadikan rumah Bapa-Nya itu sebagai pasar? Kita tidak dapat informasi mengenai hal itu dalam bacaan. Yang jelas Tuhan Yesus tidak rela rumah kudus Bapa-Nya berubah fungsi untuk mencari keuntungan saja. (Yoh. 2:13-25).

Membersihkan kepentingan

Minggu lalu Yesus menyadarkan Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk meninggalkan kenyamanan (comfort zone) dalam penampakan di atas gunung (Mrk. 9:2-10). Mereka harus sadar ikut Yesus adalah ikut dalam penderitaan-Nya. Kini penginjil Yohanes pun mengajak kita untuk berefleksi melihat tindakan Yesus mengusir para pedagang sebagai ajakan untuk membersihkan segala kepentingan yang menjauhkan Tuhan dalam hidup kita agar pantas merayakan wafat dan kebangkitan-Nya. Kita diajak untuk membersihkan motivasi menggereja kita, membersihkan motivasi kita aktif di seputar altar dan melayani di ladang Tuhan. Apakah kita sungguh tulus mengasihi dan melayani Tuhan atau masih juga mencari rente di ladang Tuhan? Apakah kita, termasuk saya, tulus melayani sesama atau diam-diam masih mencari keuntungan untuk diri sendiri, bahkan membisniskan pelayanan kita? Kedua, dalam hidup pribadi kita diajak untuk membersihkan hati kita dari kepentingan-kepentingan “duniawi” yang menjauhkan kita dari Yesus Kristus sendiri. Kristus hendaknya menjadi fokus hidup kita (1 Kor 1: 22-25). Dalam bacaan pertama, upaya untuk mengarahkan umat Israel dari berbagai kepentingan yang dapat menjauhkan mereka dari Yahwe itu diwujudkan dalam bentuk Sepuluh Perintah Allah (Kel. 20:1-17). Bangsa Israel yang waktu itu masih mengembara mudah sekali tergoda untuk mencari keuntungan-keuntungan sesaat, tidak setia dan meninggalkan Allah Yahwe, bila mereka tidak diatur hidupnya dengan hukum yang jelas, yakni Sepuluh Perintah Allah itu!

Batu Sandungan dan Kebodohan?

Tindakan Yesus mengusir para pedagang membuat orang-orang Yahudi menantang-Nya dengan meminta tanda untuk legitimasi. Tapi bukannya kuasa dan mukjijat yang ditunjukkan Yesus, melainkan pewahyuan diri-Nya bahwa Ia akan wafat dan bangkit dalam tiga hari (Yoh. 2:18-19). Kita diajak untuk meneladan tindakan Yesus Kristus, membersihkan diri kita dari kepentingan – kepentingan mencari rente di dalam Gereja. Sesuatu yang tidak mudah untuk jaman kita sekarang; di mana godaan dan kecenderungan – kecenderungan duniawi, materialistik, dan bahkan koruptif tanpa sadar menyusup dalam sendi-sendi kehidupan menggereja kita. Seperti halnya Yesus Kristus sendiri jadi batu sandungan bagi orang Yahudi dan kebodohan bagi orang bukan Yahudi atau Yunani; maka ajakan untuk membersihkan diri dari kepentingan mencari keuntungan instan, kepentingan duniawi yang lebih menarik itu pun juga menjadi suatu batu sandungan dan kebodohan bukan hanya dalam masyarakat kita sekarang; tetapi bahkan mungkin dalam lingkungan Gereja sekarang. (1 Kor 1:22-25).

Dalam masa prapaskah ini, mari kita murnikan motivasi kita menyongsong Paskah Tuhan, dengan membersihkan diri dari perilaku kita yang mungkin selama ini masih suka mencari rente, bahkan dalam melayani Tuhan sekalipun! (Matheus Supomo)

22 Maret 2009
HARI MINGGU PRAPASKAH IV
2Taw. 36:14-16.19-23; Ef. 2:4-10; Yoh. 3:14-21

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I

Maret

15 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH III

19 Km HARI RAYA S. YOSEF, SUAMI SP. MARIA
22 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH IV
25 Rb HARI RAYA KABAR SUKACITA
29 Mg HARI MINGGU PRAPASKAH V

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
21-22 Maret 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 21 Maret , Jam 17.30
Pen. jwb : Mudika St. Anna, Mudika St. Anna
Koor : PDMKK

Hari : Minggu, 22 Maret, Jam 06.30
Pen. jwb : DS. PTB, Lk Immaculata & St. Anna
Koor : St. Anna

Hari : Minggu, 22 Maret, Jam 08.30
Pen. jwb : DS. Indah, Lk Martinus & Immanuel
Koor : DS. Indah

Hari : Minggu, 22 Maret, Jam 16:30
Pen. jwb : Mal. Sari I, Lk Leonardus & Yakobus
Koor : Mal. Sari I

Hari : Minggu, 22 Maret , Jam 18:30
Pen. jwb : Pd. Bmb II, Lk Sugiyopranoto & Barnabas
Koor : Emmanuel

Stasi Yoakhim

Hari : Sabtu, 21 Maret, Jam 18.30
Tatib : Monica
Koor : Lukas

Hari : Minggu, 15 Maret, Jam 08.00
Tatib : Hieronimus
Koor : Mal. Sari II

PENGUMUMAN PERKAWINAN


Pengumuman Pertama

Andreas Merdiyanto | Lk. M. Immaculata
Rendawarni Purba | Kedoya

Clemens Triaji Bektikusuma | Lk. Adrianus Samadi
Cristina Agustina Siregar | Lk. Adrianus Samadi

Pengumuman Kedua

Irinus Sudi Hartanto | Lk. Yustina
Valeria Kitri Kusumaningrum | Lk. Montini

Yacobus Persada Paradoxa | Lk. Paskalis
Wiwik Windiartinigsih | Cipinang

Goentoer Silvio Gumilar | Nederland
Bernadette Endah Sekar | Lk. Petrus

BALAI PENGOBATAN
Jadwal Dokter Gigi

• 22 Maret 2009 : drg. Inge
• 29 Maret 2009 : drg. Titus

Jadwal Dokter Umum

• 22 Maret 2009 : dr. Fenny N
• 29 Maret 2009 : dr Ita & dr. Yaya SpRM

PDMKK

PDMKK St. Anna mengundang teman-teman untuk hadir pada persekutuan doa pada hari Sabtu, 21 Maret 2009 jam 19.00. Tempat Gd. Yos Sudarso lt. 1.

PDKK

Mengundang umat Paroki St. Anna untuk datang dan bergabung di acara PDKK pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2009 jam 19.00 WIB. Tempat Gd. Yos Sudarso lt. II. Tema: Masa Prapaskah III, pewarta Bp. Samuel E. Krisnadi

SPSE

Dibuka Kursus Menjahit dan Bahasa Belanda setiap hari Selasa & Jumat, tempat gd. Yos Sudarso. Untuk Bahasa Belanda tahap pemula dr jam 09.30 s/d 10.30; untuk lanjutan dr jam 10.30 s/d 12.00 Wib. Kursus menjahit dimulai dr jam 12.00 s/d 14.30 Wib. Biaya pendaftaran Rp. 15.000,-. Peminat hub langsung Ibu Stevanus 021-5914407

BURSA KERJA

1. Dealer Sepeda Motor Honda membutuhkan beberapa tenaga profesional untuk menduduki posisi sbb:
• Accounting(Acc): wanita/pria, single, usia maks. 30th, S1 Akuntansi. Dapat membuat neraca keuangan, pengalaman min. 2 th
• Internal Audit(IA): wanita/pria, usia maks. 30 th, S1 Akuntansi, lebih disukai pernah bekerja di Kantor Akuntan
• Programmer: pria, usia maks. 30th, D3 Informatika, menguasai DELPHI, MSSQL, JAVA, Firebird, pengalaman min. 2 th
• Tax Accounting: wanita, usia maks. 30 th, S1 Akuntansi Pajak, menguasai Brevet Pajak B, pengalaman min. 1 th
• Teknisi: pria, usia maks. 35th. Pendidikan SMK/D3/S1 Elektro, memiliki kemampuan teknis, bisa menangani AC, Telpon PABX & Listrik. Lebih disukai yang mempunyai pengalaman sebagai teknisi
• Administrasi(Adm): wanita, usia maks. 28 th, D3 smua jurusan, menguasai applikasi windows, lebih disukai yang berpengalaman.
• Kasir(KS): wanita, single, usia maks. 28 th, D3 Keuangan/Akuntansi, menguasai applikasi windows, pengal. 2 th
• Sales Counter/Salesman (SC/SM): wanita/pria, usia maks. 28 th, SMU, menyukai dunia otomotif
Peminat dapat mengirimkan lamarannya ke HR Recruiment PT. WAHANAARTHA HARSAKA, Gedung Wahanaartha Lt. 4, Jl. Gunung Sahari Raya No. 32- Jakarta Pusat 10720. Cantumkan kode lamaran di sudut kiri atas amplop.

2. Perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Pulogadung membutuhkan tenaga:
• Finance: wanita, D3/S1 Akuntansi, pengalaman tidak diperlukan
• Marketing: pria, D3/S1 segala jurusan, usia maks. 26 th
• Bag. Stok Barang: pria. SMU, usia maks. 26 th
Peminat dapat menghubungi Fifi (0817-6683829) atau melalui e-mail: th_fifi@yahoo.com


POJOK LITURGI MINGGU PRAPASKAH III, 15 Maret 2009

Santo Yusuf/Yosef, Suami Santa Maria

Kita mengenal Santo Yusuf, suami Santa Maria dan ayah asuh Yesus dari dua bab pembukaan Injil Mateus dan Lukas. Kita mengenalnya sebagai turunan raja Daud (Mat 1:1-16, 20; Lukas 1:27; 3:23-38) dan tukang kayu (Mat 13:55). Dia bukan orang kaya karena ketika membawa Yesus dan Maria ke Bait Allah untuk pentahiran, ia mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, dan bukannya seekor anak domba (Luk 2:24, bdk Im 12:6-8). Kita mengenalnya sebagai orang yang berbelas kasih dan budiman yang memikirkan keselamatan istrinya Maria, saat ia mendapatinya mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami istri (Mat 1:19-25). Ia juga kita kenal sebagai orang beriman dan taat pada kehendak Tuhan tanpa memahami apa yang akan terjadi (Mat 1:19-25; 2:13-23). Ia mencintai Yesus (bdk Luk 2:48). Ia juga orang Yahudi yang saleh dan taat, membawa keluarganya ke Yerusalem tiap hari raya Paskah, hal yang tak mudah dilakukan kaum pekerja (Luk 2:41). Karena ia tidak disebutkan dalam hidup karya, wafat dan kebangkitan Yesus, kebanyakan ahli sejarah percaya Yusuf mungkin sudah meninggal dunia sebelum Yesus memulai karya pelayananNya. Gereja Ortodox Timur mengajarkan bahwa St Yusuf adalah seorang duda dengan anak-anak dari perkawinan pertama, untuk menjelaskan pernyataan tentang “saudara-saudara Yesus” (Mat 12:46; Yoh 2:12; 7:10), berhubungan dengan kitab apokrip (tulisan diluar kitab yang diakui Gereja) “Sejarah Yusuf Tukang Kayu” (diperkirakan ditulis abad ke 5 di Mesir). Tradisi Gereja Katolik Roma menyatakan sebutan “saudara-saudara Yesus” dalam bahasa Aram berarti saudara sepupu, bukan sekandung.

St Yusuf menjadi pelindung orang sakit keras karena diasumsikan ia wafat dengan Yesus dan Maria hadir di dekatnya, cara meninggal dunia yang kiranya juga kita dambakan. Ia juga menjadi pelindung Gereja Universal, pelindung kaum Bapak, pelindung tukang kayu dan pelindung gerakan keadilan sosial. Kita merayakan pesta St Yusuf tanggal 19 Maret (St.Yusuf suami Bunda Maria) dan tanggal 1 Mei (St.Yusuf Pekerja). Ia kiranya menjadi teladan kesucian orang yang “tersembunyi”, mengerjakan hal-hal yang penting dan bermakna tanpa banyak bersuara.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>