Berita Paroki 14 Juni 2009
HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Kel. 24:3-8; Ibr. 9:11-15; Mrk. 14:12-16.22-26
TUBUH KRISTUS
Dalam sebuah Paroki ada seorang pensiunan guru SD yang sudah cukup usia. Dia seorang bapak yang sudah berusia 71 tahun tetapi masih cukup kuat berjalan dan ikut aktif di Gereja. Bahkan dia kadangkala naik motor keliling ke tempat pelayanan gereja. Nama Bapak ini Agustinus Samekto. Dia sudah baptis sejak masa muda, maka dia lebih dikenal dengan nama panggilan Pak Agus. Dia rajin ikut misa harian di gereja yang berjarak 2km dari rumahnya.
Sering kali dia juga membantu koster untuk membersihkan gereja, memperbaiki rangkaian bunga atau keperluan lain. Ada satu hal yang sangat penting yaitu bahwa dia selalu memperhatikan lampu tabernakel dan kebersihan tabernakel dengan hiasannya. Pak Agus tahu dan percaya bahwa Jesus Kristus hadir dalam gereja, bersemayam dalam tabernakel dalam rupa Hosti Sakramen Maha Kudus.
Pak Agus kadang sedih dan kesal melihat apa yang terjadi dalam gereja. Umat kadang ada yang makan-makan dan ngobrol ramai dan bikin ribut dalam gereja. Ada kelompok koor yang berlatih dalam gereja, tetapi saat senggang mereka berisik, bercanda dan minum minuman segar dengan makanan kecilnya. Ada pula umat yang menghias gereja dengan diiringi musik dang-dut lagu-lagu cinta. Mereka bergoyang dan berteriak-teriak, padahal di samping mereka Tuhan Jesus Kristus bersemayam dalam tabernakel.
Melihat hal itu semua, muncul pertanyaan-pertanyaan dalam pikiran Pak Agus.
Sebagai seorang mantan guru SD yang saleh, dia mengajar anak sekolah agar tetap tenang dan hikmat dalam gereja. Dalam gereja katolik pasti ada tabernakel. Dalam tabernakel itu tubuh Jesus Kristus dalam Sakramen Mahakudus ditahtakan. Apakah kini mereka ini tidak percaya lagi bahwa Jesus Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita hadir dalam tabernakel? Bagaimana orang-orang lain dapat menghormati Tuhan Jesus Kristus dalam Roti Hosti suci, jika kita sendiri tidak menghormatinya? Jika percaya bahwa dalam tabernakel ada Jesus Kristus yang hadir secara penuh dalam Hosti suci, mengapa tingkah laku dan kata-kata dilakukan tanpa rasa hormat dan penuh kasih dihadapannya?
Ada suatu peristiwa yang membuat Pak Agus lebih sedih dan bertanya-tanya mengenai pekembangan umat beriman dalam Gereja Katolik saat ini. Peristiwa itu terjadi dalam perayaan Ekaristi. Dalam misa atau Ekaristi, banyak orang yang omong-omong, ngerumpi melalui HP atau dengan rekan di dekatnya. Mereka tidak ikut doa atau mendengarkan Sabda. Kemudian ketika komuni, mereka juga berjalan tanpa hormat dan tidak khusyuk. Kepala dan pandangan mereka juga tengak-tengok kesana-kemari. Dalam mengikuti Perayaan Ekaristi, umat duduk dengan cara tidak hormat (kaki disilang). Yang lebih menyedihkan lagi ada pencurian uang kolekte.
Pak Agus lalu mencari jawaban dengan omong-omong dengan Pastor Parokinya. Pastor mengutip katekismus bahwa dalam Ekaristi ada peristiwa konsekrasi. ‘Oleh konsekrasi terjadilah perubahan [transsubstansiasi] roti dan anggur ke dalam tubuh dan darah Kristus. Di dalam rupa roti dan anggur yang telah dikonsekrir itu Kristus sendiri, Dia yang hidup dan dimuliakan, hadir sungguh, nyata, dan secara substansial dengan tubuh-Nya, darah-Nya, jiwa-Nya, dan kodrat ilahi-Nya’. [Katekismus Katolik 1413]. Maka di dalam gereja tempat diadakannya Perayaan Ekaristi, tentu ada tabernakel. Tabernakel adalah sebuah ‘lemari kecil’ tempat menyimpan Sakramen Mahakudus. Tabernakel diletakkan di bagian gereja yang layak dan mencolok, selalu dihias dan dibuat dari bahan yang kuat (bdk KHK 938). Umat yang masuk gereja harus sungguh mudah melihat tabernakel. Dengan cara demikian maka mereka juga semakin dibantu untuk lebih bersikap hormat dan khusyuk dihadapan Tubuh Jesus Kristus dalam Sakramen Mahakudus dalam tabernakel. Maka ketika umat masuk mereka membuat tanda salib, ketika mau duduk mereka sujud berlutut. Dalam gereja mereka juga tidak berisik. Semua pengetahuan dan kesadaran ini dapat semakin meningkat melalui pengetahuan dalam katekese umat dan kebiasaan liturgi kita.
Akhirnya semakin jelas bagi pak Agus bahwa kita semua harus lebih meningkatkan katekese umat dan liturgi yang penuh sujud bakti pada Allah. Dalam Sakramen Mahakudus itulah karya penebusan Jesus Kristus dapat secara penuh kita cecap dan alami saat ini. Dalam Ekaristi, Jesus Kristus adalah Imam Agung kita. Ia telah mengurbankan diriNya sendiri untuk menebus dosa-dosa kita. Ia telah melakuklannya sekali untuk selamanya (bdk Ibr 9: 11-12).
Nico D.
Hari Minggu Biasa XII
Ayb. 38:1. 8-11; 2Kor. 5:14-17; Mrk. 4:35-41
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
Juni
14 Mg HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
19 Jm HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
20 Sb Pw Hati Tersuci SP Maria
21 Mg Hari Minggu Biasa XII
24 Rb HARI RAYA KELAHIRAN S. YOHANES PEMBAPTIS
28 Mg Hari Minggu Biasa XIII
29 Sn HARI RAYA S. PETRUS dan S. PAULUS, RAS
20-21 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 20 Juni, Jam 17.30
Pen. jwb : Pd. Bmb II, Lk Barnabas & Paskalis
Koor : Graduale
Hari : Minggu, 21 Juni, Jam 06.30
Pen. jwb : Buaran, Lk Helena & Agustinus
Koor : Hosana
Hari : Minggu, 21 Juni, Jam 08.30
Pen. jwb : DS. Indah, Lk M. Assumpta & Martinus
Koor : DS. Indah
Hari : Minggu, 21 Juni, Jam 16.30
Pen. jwb : Pd. Bmb I, Lk M. Fatima & Filipus Rasul
Koor : Pd. Bmb I
Hari : Minggu, 21 Juni, 18.30
Pen. jwb : Klender, Lk Adrianus S & Herman Bouwens
Koor : Klender
Pengumuman Pertama
Aloysius Andrian Arifianto (Lk. Alb. Agung)
Ayi Herningsih (Bekasi)
Libertus Andy Setyanto (Prk. M. Fatima-Smg)
Cecilia Maria Ria Cahyani (Lk. Veronika)
Yohanes Susetyo Dwiwibowo (Lk. Gregorius)
Ririn Purnandini (Cikarang)
Stevanus Ivan Kurniadi (Lk. Ursula)
Bernadet Marliani Susanto (Lk. Adrianus Samadi)
Antonius Wisnu Kristianto (Prk. Hati Tak Bernoda-Bdg)
Monica Rachmawati (Lk. Martinus)
Pengumuman Kedua
Yoseph Matius Edwin Salim (Prk. St. Thomas)
Veronica Nesia Limar (Lk. Elia)
FX. Douan Wardhani (Lk. Benedictus)
Veronika Diana Sofiawati (Prk. Katedral-Semarang)
Thomas Pandu Brahmantya (Prk. St. Mikael)
Theresia Nungki Kusuma W (Lk. Martinus)
Yosef Mario Kristamtama (Prk. Kalvari)
Priska Petria (Lk. Don Bosco)
Franciscus Cahyo Budianto (Lk. Faustina Kowalska)
Olivianti Susanti (Cibubur)
Georgius Kristian Efendi (Prk. St. Paulus)
Godeliva Anita Chandra (Lk. Paskalis)
Robertus Bambang Tri Haryadi Prk. (St. Yoseph-Sukabumi)
Aster Mariana Sipayung (Lk. Soegiopranata)
Pengumuman Ketiga
Kristianus Andy Prasetyo (Lk. Blasius)
Patricia Hana Pramartika (Lk. Keluarga Kudus)
Ignatius Krisna Budi Aryoko (Lk. St. Paulus)
Sylvia Ery Tanjunga (Prk. Cililitan)
Frederick Titoes Libert (Jogyakarta)
Anastasia Shinta NH (Lk. Angela)
PDKK mengundang seluruh umat St. Anna untuk menikmati Sabda Tuhan pada hari Rabu 17 Juni 2009. Tempat Gedung Yos Sudarso, jam: 19.00 Wib. Tema : Meningkatkan Relasi dengan Tuhan. Pewarta Ibu Patricia Hasni
Kami mengundang seluruh umat St. Anna untuk datang menghadiri MISA HATI YESUS YANG MAHA KUDUS pada hari Jumat 19 Juni 2009. Tempat Gereja St. Anna. Jam 19.00 Wib. Misa akan dipimpin oleh Rm. Sadhiyoko Rahardjo, SJ
Pertemuan peserta Retret Bersama Misdinar St. Anna, Stasi Maria Bintang Samudra dan Stasi Yoakhim akan diadakan tanggal 21 Juni 2009 di ruang kaca Strada St. Anna jam 10.00 pagi usai misa kedua. Diharapkan kehadiran seluruh peserta retret.
Kesempatan Bagus!!!!!!!! Retret anak-anak SD.
Bapak dan ibu yang mempunyai putra-putri kelas 4,5, dan 6 di SD negeri atau SD swasta non katolik, di persilahkan segera mendaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti retret yang akan kami adakan pada tgl 20-21 Juni di Samadi. Acara ini bebas biaya. Setelah formulir diisi dengan benar bisa dikumpulkan di Sekretariat Paroki dan susunan acara dapat diambil.
Hadirilah!!! Penyuluhan tentang SWINE FLU/FLU BABI.
GRATIS!!! Nara Sumber: Dr. Prasenohadi, Ph. D, Sp. P (Sekjen PDPI)
Tanggal 21 Juni 2009 jam 10.00-11.30 WIB. Lokasi : Jl. Raya Buaran Blok A/85 Jakarta Timur.
(Segera daftarkan diri anda ke telp. (021) 8602473, tempat terbatas)
Diselenggarakan oleh: PT. Lancar Anugerah Kesindo (Penjual alat-alat Kesehatan dan Kedokteran)
1. Dokter Umum
• 21 Juni : dr. Anita & Lusia D, SpKK
• 28 Juni : dr. Fenny
2. Dokter Gigi
• 21 Juni : drg. Meity
• 28 Juni : drg. Dian
Dibutuhkan:
1. Tenaga perawat gigi: wanita, lulusan SPRG/D3. Domisili sekitar wilayah Kelapa Gading. Kirim CV ke klinik gigi I Love My Dentist, Jl. Summagung I Blok H5 No. 8, Kelapa Gading-Jakarta Utara.
2. Tenaga Marketing: wanita, penampilan menarik. Kirim CV ke klinik gigi I Love My Dentist.
3. Sales Engineer dan Teknisi, peminat dapat membaca di papan pengumuman gereja.
4. 1 orang tenaga administrasi kantor: wanita, pendidikan minimal SMU sederajat, dapat mengoperasikan komputer dan min mengerti bahasa Inggris pasif. Mengerti pembukuan & filing system. Tenaga therapist: wanita, pendidikan min. SMU sederajat, pengalaman min. 1 th, domisili di sekitar wilayah Duren Sawit/Klender/ Pondok Kopi dan sekitarnya, jujur, tekun dan mampu bekerja di bawah tekanan. Peminat dapat menghubungi Agnes (0817-0074488) atau Arrina (0818-800400)
HATI YESUS YANG MAHA KUDUS
Setiap tahun Gereja merayakan Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus. Pestanya jatuh pada hari Jumat sesudah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Tahun ini, Hari Raya Hati Yesus yang Maha Kudus jatuh pada Jumat, 19 Juni 2009. Devosi Hati Yesus yang Maha Kudus dimulai dengan kisah sebagai berikut.
Pada tanggal 27 Desember 1673, hari Pesta St.Yohanes Penginjil, Sr Margaret Maria Alacoque mendapat suatu pengalaman unik ketika sedang berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus. Dia mengalami betapa besar cinta Yesus kepada umat manusia. Yesus bercerita kepada Margaret Maria kesedihanNya atas ketidak-pedulian orang-orang atas kasih-Nya. Romo Claude de La Colombiere SJ, dipilih sebagai pembimbing spiritualnya. Barulah dia menemukan seseorang yang percaya bahwa pengalamannya betul-betul terjadi
Yesus mengatakan bahwa Dia menginginkan suatu pesta gereja yang merayakan kasih-Nya pada hari Jumat setelah Pesta Agung Corpus Christi (Pesta Tubuh dan Darah Kristus). Dia juga memberitahukan permintaan untuk suatu devosi khusus pada hari Jumat pertama setiap bulan. Dalam misa Jumat Pertama, umat menerima Komuni Kudus untuk membayar sikap tidak berterima kasih manusia. Margaret Maria wafat pada tanggal 17 Oktober 1690. Setelah penelitian sangat seksama dia dibeatifikasi tahun 1864 dan dikanonisasi pada tahun 1920.
Devosi ini menyebar luas dari Paray-le-Monial tahun 1907 oleh Romo Mateo Crawley-Boevey, SSCC. Gerakan ini mendorong orang-orang untuk mengkonsekrasikan diri mereka kepada kasih Yesus dan untuk menghadiri Misa selama sembilan Jumat Pertama berturut-turut seperti diinstruksikan Yesus kepada St.Margaret Maria Alacoque. Yesus menjanjikan bahwa siapa yang melakukannya akan diberkati dengan rahmat ketekunan terakhir dan tidak akan meninggal tanpa sempat menerima Sakramen terakhir Gereja (sakramen-sakramen terakhir, adalah sejumlah sakramen yang meliputi ibadah rekonsiliasi, Viaticum [Komuni Suci bagi "perjalanan"], dan ibadah pengurapan orang sakit.)
Diringkas dari buku (Mention Your Request Here) The Church’s Most Powerful Novenas.
(www.gerejakatolik.net)







Leave a Reply