Berita Paroki 13 September 2009
HARI MINGGU BIASA XXIV, TAHUN B/I
Yes 50:5-9a ; Yak 2:14-18 ; Mrk 8:27-35
IDOLA MESIAS
Anda pasti tahu siapa itu Mbah Surip atau Urip Ariyanto pelantun lagu ‘Tak Gendong’. Dia seorang kakek dari 4 orang cucu yang muncul terkenal dalam dunia musik Indonesia. Lebih dari itu, apa yang dipakainya menjadi mode bagi masyarakat sekarang ini. Seperti telah kita ketahui Mbah Surip tampil sangat khas dan gayanya mirip dengan Bob Marley, musikus reggae yang melegenda.
Dengan semakin terkenalnya dia tampil dengan berbusana ala rastafaria (mengenakan pakaian dengan aksesoris serba berwarna rastafria : hijau kuning, merah dan juga hitam), dia banyak digandrungi kaum muda dan orang dewasa, khususnya pecinta musik reggae. Gaya penampilan hingga aksesoris yang dikenakan Mbah Surip menjadi popular, misalnya topinya. Walaupun topi ini dulu pernah ngetren karena dipakai Bob Marley, kini di Indonesia topi ini kembali digandrungi, tapi dikenal dengan nama Topi Mbah Surip.
Penampilan Mbah Surip khas dengan topi reggae dilengkapi kaos serta celana panjang aneka warna. Atribut ini diburu orang kaya untuk dikoleksi. Kabarnya, ada yang berminat membeli dengan nilai Rp1 miliar. Bos Arion Grup, Murphy Hutagalung, termasuk yang ingin memiliki benda-benda peninggalan almarhum Mbah Surip tersebut. Ia mengutarakan pernak-pernik Mbah Surip menjadi bagian dari sejarah permusikan di tanah air. “Pernak-pernik itu menjadi saksi sejarah bahwa di negeri ini pernah lahir seorang seniman besar, namun tetap bersahaja. Karena itu, saya berminat mengkoleksinya,” ujarnya. Soal harga bisa dibicarakan dengan pihak ahli waris. “Lebih bagus kalau pemerintah yang mengkoleksinya, terutama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata,” usul pengusaha properti dan angkutan umum itu.
Banyak peminat lain berminat membeli dan mengoleksi atribut pelantun lagu “Tak Gendong” tersebut. Terutama topi pintal warna-warninya itu lho, reggae banget. (lih. “Wih, Topi Reggae Jamaica dan Gitar Mbah Surip Ditawar 1 Miliar” www.ruanghati.com 6 Agustus 2009 ). Dalam kancah musik dunia, kita juga kenal Michael Jackson, raja musik Pop yang juga baru saja meninggal. Di Australia sarung tangan dia juga laku dilelang seharga US$48.400. (hampir Rp setengah miliar). (The Jakarta Post, September 8, 2009).
Para pengagum artis ini mau berkorban untuk merasakan semakin dekat dan ikut terkenal bersama dengan pujaan hatinya. Banyak pula para pengagum yang tidak dapat membeli barang-barang atribut artis, juga memakai mode pakaian dan topi Mbah Surip atau Michael Jackson. Dalam bacaan Injil minggu ini Jesus Kristus juga bertanya kepada kita, para muridNya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” (Mark 8: 29a).
Bagaimanakah jawaban kita?
Apa saja yang kuperbuat untuk semakin dekat dan menyatu dengan diriNya? Apakah kita memakai gaya hidup Jesus Kristus? Bagaimana tubuh Jesus Kristus di salib dalam gereja kita dapat tampil lagi? Beranikah kita berkorban untuk mendapatkan Corpus Salib (tubuh Jesus Kristus) dari pematung terkenal? Nama dan Gereja kita pun akan terkenal bersama dengannya!. Rasul Yakobus telah memberi tuntunan kepada kita :“Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati”. (Yak 2: 17). (Nico D)
HARI MINGGU BIASA XXV
Keb 2:12,17-20 ; Yak 3:16,4:3 ; Mrk 9:30-37
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
September 2009
20 Mg Hari Minggu Biasa XXV
21 Sn Pesta S. Matius, RasPengInj
23 Rb Pw. S. Padre Pio dr Pietrelcina, Im
19-20 September 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 19 September, Jam 17.30
Pen. jwb : Pondok Kopi I; Monica, Dionisius, Hieronimus
Koor : Agustinus & Benedictus
Hari : Minggu, 20 September, Jam 06.30
Pen. jwb : Duren Sawit PTB; Gabriel, Maria Mirabilis
Koor : Santa Anna
Hari : Minggu, 20 September, Jam 08.30
Pen. jwb : Duren Sawit Selatan; Ursula, Frans. Asisi
Koor : Strada
Hari : Minggu, 20 September, Jam 16.30
Pen. jwb : Duren Sawit Timur; Leo Agung, Elisabeth
Koor : DPH Harian
Hari : Minggu, 20 September , Jam 18.30
Pen. jwb : Klender; Herman Bowens, Maria Magdalena
Koor : Belcanto
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 19 September, Jam 18.30
Pen. jwb : St. Yustinus
Koor : Yopalex
Hari : Minggu, 20 September, Jam 08.00
Pen. jwb : St. Matias
Koor : Gracia
Pengumuman Pertama
FA. Anggara Adi Handoko (Lk. Paulus Rasul)
Anastasia Prihanti Wulandari (Prk. Rasul Barnabas)
Rudolfus Bengu (Prk. St. Antonius)
Bernadetha Bhoki (Lk. Soegijapranata)
Andreas Setianto Yudha A. Chandra (Prk. St. Servatius)
Genoveva RD. Sri Kuntari (Lk. Fransiskus Assisi)
Pengumuman Kedua
Samuel Setiawan Supardi (Lk. Veronika)
Yuni Liana (Tambun-Bekasi)
Antonius Hadi Purwanto (Lk. Elisabeth)
Christina Theodoris Sihombing (Prk St. Melania )
Yohanes Anto Santosa Poedjiwo (Prk St. Yoseph)
Valentina Renatta Sri R. Setiawan (Lk. St. Helena)
Pengumuman Ketiga
Yohanes Harsandi (GKJW-Surabaya)
Lucia Asih Wijayarsi (Lk Herman Bouwens)
Tonny Freddy Manoppo (GPIB Koinonia)
Santa Rita Tri Meilawati (Lk Santa Ursula)
Emanuel Roy Y. Iskandar (Prk BMV Katedral)
Maria Krisanti Padarani (Lk Vincentius)
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersukacita dalam “Misa Syukur Ulang Tahun Rm. Dibya, SJ” pada Hari/tanggal: Rabu, 16 September 2009, Jam : 19.00 WIB. Di : Gd. Yos Sudarso.
Posisi Kas Per 31 Agustus 2009:
Jumlah Pemasukan s/d 31 Agustus 2009 = Rp 3.728.690.373,21
Jumlah Pengeluaran s/d 31 Agustus 2009 = Rp. 3.167.190.077,48
————————— (-)
Saldo Kas Per 31 Agustus 2009 = Rp. 561.500.295,73
Dana dari Keuskupan (DSP) = Rp. 250.000.000,00
————————— (+)
Kas Yang ada Per 31 Agustus 2009 = Rp. 811.500.295,73
Anggaran Tahap II (Interior, Altar,Lantai,Corpus) = Rp. 1.965.000.000,00
—————————-(-)
Kekurangan Dana = Rp.(1.153.499.704,27)
Dana Talangan dari Umat (*) = Rp. 300.000.000,00
—————————-(-)
Kekurangan Dana setelah ada Talangan = Rp. ( 853.499.704,27)
================
Catatan:
1. Renovasi Gereja Tahap I yang sudah selesai dikerjakan meliputi:
- Balkon, Dinding Sisi Timur , Dinding Sisi Barat, Canopy
2. Anggaran Renovasi Tahap II (Interior, Altar, Lantai, Sound System, Corpus) sebesar
Rp. 1.965.000.000,00
3. Pengumpulan Dana untuk Tahap II melalui:
a. Kolekte II disetiap misa Minggu I, II dan IV
b. Dana Talangan Umat, yaitu:
- Umat yang bersedia meminjamkan dananya untuk renovasi Gereja tanpa bunga
- Dengan perjanjian tertulis (Surat Hutang) antara DP, Panitia dan Peminjam
- Sistem pembayarannya ke peminjam seperti arisan sesuai dengan perolehan hasil
kolekte II
c. Donatur : – LW = Rp 1.000.000,-
– F² M = Rp 500.000,-
4. Apabila memerlukan informasi harap hubungi:
- Koord.Dana - Ibu Inge Aryanti Pryana – 021-8615802 ; 0815-8863882
- Bendahara – Ibu L.Christiani Maryati – 021-8602615 ; 8620558 ; 0818-828679
- Ketua Panitia- Bpk. Robertus HD – 0816-1869178
Jadwal Balai Pengobatan:
? Dokter Umum :
13 Sept : dr. Lenny 20 Sept : Libur 27 Sept : dr. Anita
Dibutuhkan segera :
1. a. Tenaga Penjualan / Kolektor Luar Kota. Syarat : min. SMA, pekerja keras, mempunyai inisiatif tinggi, jujur, b. Tenaga Kepala Gudang, syarat : min. SMA, jujur, mempunyai pengalaman yag cukup lama sebagai Kepala Gudang. Untuk 1 a dan b hubungi Bpk. Tjandra Hirawan: 021-861.1707 atau 0816.1657.375
2. Seorang Staf Administrasi + Operasional HRD & Umum, syarat : Wanita usia maksimun 27 tahun, belum berkeluarga, pendidikan min. D III bidang administrasi, mempunyai pengalaman kerja min. 1 tahun, menguasai MS. Office. Lamaran dapat dikirim ke : HRD PT Romindo Primavetcom, Jl Dr. Saharjo no 264 Tebet Jakarta 12870, atau email ke : hermanto.tb@romindo.com sebelum 15 September 2009.
Pojok liturgi
Menghormati Para Kudus
Segala macam pengorbanan dan keteladanan yang diberikan oleh para Kudus kiranya cukup beralasan jika kita jadikan contoh dalam hidup menggereja. Sebagai umat beriman, tentunya penghormatan itu tidak dimaksudkan sebagai perayaan demi kejayaan dan kehebatan mereka akan tetapi perayaan itu sebagai salah satu ungkapan penghormatan iman kita kepada para kudus dalam ketaatan penghormatan imannya kepada Yesus Kristus. Kita juga mesti ingat bahwa dalam penghormatan kepada mereka Yesus tetap sebagai satu-satunya inti iman kita dan iman mereka. Dalam rangkaian penghormatan itu sesungguhnya Gereja sendiri ingin mengenangkan dan memuliakan rahmat kemenangan atas buah penebusan Kristus sendiri. Di situ Gereja mewartakan misteri Paskah yang telah dihidupi oleh para kudus itu. Melalui penghormatan itu pula, Gereja ingin menggabungkan dalam memuji dan memuliakan Allah serta memohon kepada para kudus di surga untuk senantiasa mendoakan kita. Melalui pengorbanan dan hidup mereka, Gereja ingin mengangkat hidup para kudus sebagai teladan hidup orang beriman.
Itulah beberapa makna dan tujuan kita melakukan penghormatan kepada orang kudus. Semua itu kiranya belum lengkap jika kita belum mengetahui sejarah asal mula Gereja melakukan penghormatan kepada para kudus. Selain mencoba untuk mengenal apa makna dan tujuan penghormatan itu, ada baiknya juga kita melihat ke belakang sejarah singkat asal mula Gereja melakukan penghormatan kepada para kudus. Kesaksian paling kuno datang dari abad kedua. Orang-orang kudus yang dihormati pada abad-abad pertama ialah para martir, yang karena kesetiaan imannya telah berkorban dan menderita seperti halnya Kristus Yesus sendiri. Mereka telah memberikan kesaksian imannya kepada semua orang. Mereka yang mengikuti Kristus secara radikal dan hidup menurut nasihat Injili misalnya para biarawan-biarawati dihormati pula sebagai orang kudus.
Pada abad pertengahan perayaan liturgi untuk penghormatan kepada para kudus semakin berkembang pesat. Karena begitu banyaknya penghormatan kepada mereka maka akhirnya Konsili Vatikan II memerintahkan untuk melakukan pengaturan-pengaturan pesta atau peringatan santo-santa ini. Akhirnya Calendarium Romanum th 1969 mengatur kalendarium kita seperti yang sekarang kita miliki di mana untuk peringatan itu diatur secara proporsional. (Fr. Pandrias, SJ)
Referensi :
Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, Dokumen Konsili Vatikan II, Jakarta : Obor, 2004.
E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999







Leave a Reply