Berita Paroki 12 – 13 Juni 2010

13 Juni 2010

Hari Raya Hati Kudus Yesus

Yeh 34: 11-16 ; Rom 5: 5-11 ; Luk 15: 3-7

PANGGILAN TUHAN DALAM HIDUP SEHARI-HARI

Kita hidup pastilah berusaha mencari apa yang membahagiakan. Kita juga tahu bahwa yang membahagiakan, yang dapat menjadi jalan kebahagiaan kita itu  adalah jika kita hidup mengikuti kehendak Allah. Maka, dimanakah dan cara seperti apakah kita belajar memahami kehendak Allah atas kehidupan kita?

Singkatnya, di mana dan bagaimana Anda memahami kehendak Allah atas kehidupan Anda?

Keadaan seperti apa yang dapat membuat Anda ikut terlibat dalam Kehendak Allah?

Jawaban atas semua pertanyaan itu sama saja, yaitu: dalam pergaulan hidup sehari-hari. Pada saat dan kesempatan hidup sehari-hari itulah Anda dapat belajar dan langsung ikut terlibat dalam Kehendak Allah.

Pada situasi hidup harian, kita mengalami segala sesuatu secara serempak, entah itu sukacita atau penderitaan, keputusasaan atau pengharapan, pertengkaran atau keakraban, keberhasilan atau kegagalan. Dalam segala situasi itu juga Allah sekaligus memanggil kita untuk mau diubah menurut citra Kristus. Bukan hanya ketika kita ada dalam situasi penuh keberhasilan dan sukacita, keberuntungan dan  kenikmatan, atau kekudusan dan kesalehan. Tetapi, dalam kesedihan, penderitaan, perselisihan dan kedosaan, Allah memanggil kita untuk terus berubah menuju kesatuan dengan Allah.

Bagi sebagian orang, kata-kata pernyataan bahwa dalam kedosaan, penderitaan dan pertengkaran Anda tetap dipanggil Allah sungguh tidak menyenangkan. Sebab bisa saja orang berpikir bahwa pertanyaan besar mengenai hidup dan mati, mengenai keputusasaan dalam mengubah hidup, terjadi pada saat perjumpaan kita dengan Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita jalani saja segala sesuatu untuk mencapai keinginan kita. Kita menikmati hidup ini, tidak perlu dengan pelbagai beban pikiran untuk memilih apa yang menjadi kehendak Allah.

Sikap seperti itu akan membuat kita mengingkari pengharapan akan panggilan Allah, atau kita enggan untuk berbicara kepadaNya melalui hal-hal yang biasa dalam hidup sehari-hari. Sebenarnya, pada saat kebiasaan hidup sehari-hari itulah saat yang tepat bagi Allah untuk menemukan dan membentuk kita. Pada saat itu jugalah kita dapat lebih banyak terlibat dalam seluruh kehendak Allah dalam hidup kita.

Melalui pergaulan, kita dipanggil untuk menghadapi tanggung jawab dan peran serta kita secara khusus, yaitu dengan ketabahan yang dapat diandalkan dalam memenuhi janji-janji kita kepada orang lain. Ingatlah bahwa orang-orang yang kita jumpai setiap hari merupakan wujud perpanjangan tangan Allah untuk berkarya atas diri Anda. Kepada mereka pulalah, Allah mengutus Anda untuk berkarya. Pergaulan dengan para anggota keluarga, dengan rekan-rekan kerja, atau dengan teman-teman bermain dan bercanda, atau dengan orang-orang di pinggir jalan atau pasar, memberikan peluang bagi kita untuk menabur kasih. Dengan ruang pergaulan itu, kita akan dapat memaklumi ketidak-sempurnaan kita.

Dalam menghadapi pelbagai tugas dan kewajiban di arena hidup sehari-hari, mata hati kita akan melihat pentingnya arti saling mengasihi, bermurah hati, sabar, terbuka, ramah dan rendah hati. Kita belajar mengenali diri kita sendiri melalui hidup dan sentuhan kerjasama dengan orang lain, sekaligus kita juga menjadi pola dari kasih-setia Allah bagi sesama kita.  Demikianlah cara Allah berkarya dalam pergaulan hidup kita sehari-hari.

Anda dan saya menjadi guru dan teladan bagi orang lain; sebaliknya pada saat yang lain, orang-orang lain itu menjadi guru dan teladan kita.

Sesuai dengan kekhususan panggilan hidup kita masing-masing, entah sebagai awam, biarawan-biarawati atau imam, kita semua sebagai Gereja Kudus diharapkan agar bersama Jesus Kristus dan Roh-Nya ikut memastikan terlaksananya Kehendak Allah; karya penyelamatan Tuhan Jesus Kristus yang pada dasarnya telah terlaksana sempurna tidak sia-sia. Kita semua terlibat dalam karya Jesus Kristus melaksanakan Kehendak Allah Bapa di surga. Kita terus dipanggil untuk terus bertobat dan memperbaharui diri untuk berdamai dengan Allah, agar “ada sukacita besar di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak perlu bertobat” (Luk 15: 7)

Kita juga terus  penuh perhatian kasih pada sesama agar sabda Allah makin terwujud dalam dunia. “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya”. (Yeh 34: 15-16)

Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom 5:8). (Nico D)

20 Juni 2010

Hari Minggu Biasa XII

Za 12:10-11,13:1 ; Gal 3:26-29 ; Luk 9:18-24

Juni

21 Sn            Pw S. Aloisius Gonzaga

24 Km           Hari Raya Kelahiran S. Yohanes Pembaptis

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI

19-20  Juni 2010

Gereja St. Anna

Hari              : Sabtu, 19 Juni, Jam 17.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Selatan: Angela

Koor             : Graduale

Hari              : Minggu, 20 Juni, Jam 06.30

Pen. Jwb       : Malaka Sari II; Fransiscus Xaverius

Koor             : Malaka Sari II

Hari              : Minggu, 20 Juni, Jam 08.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit Baru; Christophorus

Koor             : SD. Budhaya St. Agustinus

Hari              : Minggu, 20 Juni, Jam 16.30

Pen. Jwb       : Duren Sawit PTB; Thomas

Koor             : Santa Anna

Hari              : Minggu, 20 Juni, Jam 18.30

Pen. Jwb       : Pondok Bambu I; Phillipus Rasul

Koor             : Immanuel

Stasi Yoakhim

Hari              : Sabtu, 19 Juni, Jam 18.30

Pen. Jwb       : St. Dionisius

Koor             : Wilayah  Malaka Sari I

Hari              : Minggu, 20 Juni, Jam 08.00

Pen. Jwb       : St. Hieronimus

Koor             : Angelus

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Markus Puthut Harmiko                            Prk. St. Agustinus

Agnes Krismawati                                   Lk. Mikael

Tarsisius Tukijan                                     Lk. Maria Asumpta

Lyste Fenny Sitorus                                 Prk. Mathias

Pengumuman Kedua

Antonius Nanda Ario                                Lk. Agnes

Anna Kurniawati                                     Lk. Bernadet

Ignasius Parlindungan Sianipar                   Lk. Clara

Irena Rully Ayu Anggia                             Lk. Maria Mirabilis

Yohanes Alvin Dwi Santoso                       Lk. Nazareth

Lily Suryanti                                           Bethany

FA. Rudi Susanto                                    Lk. Adrianus Samadi

Lenny Eltisa Sibarani                                Harapan Indah – Bekasi

Pengumuman Ketiga

Yohanes Derry Horison                            Prk. St. Monika

Fransisca Juliana Wisupeno                       Lk. Kristophorus

INFORMASI

V PDKK : Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “Kekuatan Pengampunan” pada Hari/Tanggal: Rabu, 16 Juni 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Patricia Hasni. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1.

V BALAI PENGOBATAN : Jadwal Balai Pengobatan, Dokter Umum: 20 Juni 2010 : dr. Yaya, SpRM ; 27 Juni 2010 : dr. Tuti ; 04 Juli 2010 : dr. Yoke ; 11 Juli 2010 : dr. Lucy DJ.

V PDOMKK : Mengundang OMK St. Anna untuk hadir di Persekutuan Doa OMK dengan tema “Jangan Khawatir”, pada Hari/Tanggal: Sabtu, 19 Juni 2010, Jam: 19.00 WIB. Pembicara: Cello. Di: Gd. Yos Sudarso. Mari kita merenungkan firman Tuhan.

V SEKRETARIAT PAROKI: Pada Hari/Tanggal: Selasa – Kamis, 15 – 17 Juni 2010, sekretariat akan ditutup karena ada liburan bersama seluruh karyawan/ti Gereja St. Anna.

V SPSE ST. ANNA: Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan sayur mayur st. Anna yang telah membantu Program Anak Asuh dengan membeli sayur mayur di warung kami. Adapun jumlah sumbangan yang sudah diterima sejak Warung Sayur dibuka (tahun 2007) sampai 06 Juni 2010 adalah: Tahun 2007: Rp 11.631.000,- ; Tahun 2008: Rp 8.104.000,- ; Tahun 2009: Rp 8.159.000,- ; Tahun 2010: Rp 2.860.000,- ( sampai dengan 06 Juni 2010). Kami sangat mengharapkan partisipasi umat st. Anna untuk membantu Program Anak Asuh SPSE St. Anna dengan membeli sayur mayur di warung dekat gd. Yos Sudarso.

PELUANG PENDIDIKAN WIRAUSAHA

Dicari 100 orang muda untuk dididik menjadi wirausahawan. Terbuka untuk umum, bebas untuk semua agama, golongan, suku, ras, dst. Akan diberikan: (1) uang saku di atas Rp 1 juta per bulan, (2) modal wirausaha pada akhir pendidikan wirausaha selama 12 bulan. Syarat: pria/wanita berjiwa muda, memiliki impian menjadi pengusaha, berani, ulet dan tidak gengsian, berbadan dan berjiwa sehat, berpendidikan D1 atau pernah kuliah, tidak bekerja. Program Kursus Praktek Kewirausahaan (KPK) ini merupakan kerjasama antara Seksi Pelayanan Sosial Ekonomi (SPSE) Paroki St Anna dengan PT Tumbuh Berkembang Indonesia. Walk-in interview/presentasi pendidikan awal di Gd. Yos Sudarso. Pada hari Minggu, 4 Juli 2010 pukul 13.00. Tempat pendaftaran: Sekretariat Paroki St Anna.

WORKSHOP MANAGEMEN EKONOMI KELUARGA

Mengundang para penggerak komunitas lingkungan untuk mengikuti “Pelatihan Managemen Ekonomi Keluarga” pada Hari: Sabtu (14.00-21.30) dan Minggu (08.00-16.00), Tanggal: 3 dan 4 Juli 2010, di Gd. Yos Sudarso. Pelatihan ini merupakan kerjasama antara Dewan Paroki St Anna dengan Yayasan Purba Danarta, sebuah bank dan lembaga penyedia pelatihan ekonomi mikro yang berkantor pusat di Semarang.

Ditengarai bahwa ada banyak keluarga yang belum mampu mengatur keuangan secara bijaksana sehingga boros, konsumtif dan tidak memiliki tabungan yang seharusnya. Pelatihan ini diharapkan bisa membantu keluarga-keluarga untuk bisa berperilaku hemat, bisa lebih banyak menabung dan lebih produktif. Untuk memastikan keikutsertaannya pada program ini, dimohon setiap peserta memberikan dana partisipasi sebesar Rp 10.000,-. Tempat pendaftaran: Sekretariat Paroki St Anna.

BANTUAN BENCANA KEBAKARAN

Sebanyak 4 (empat) keluarga di lingkungan Herman Bouwens – Klender telah mengalami bencana kebakaran pada Selasa malam, 01 Juni 2010. Bagi umat yang ingin membantu berupa dana tunai bisa disalurkan ke sekretariat paroki atau transfer ke no rekening: 925-01-00692-00-8, a/n: PGDP Santa Anna /SPSE, Bank CIMB Niaga cab. Kalimalang (mohon pada nominal terakhir ditambahin Rp 8,- contoh: Rp 1.000.008) dan untuk bantuan non-tunai dapat disalurkan ke Wisma Samadi dengan Pen. Jawab: Bp. Winarso (telp. 866 04334). Uluran tangan anda sangat berarti bagi mereka.

Terima kasih kepada seluruh umat St. Anna yang sudah menyumbang untuk korban kebakaran lingkungan Herman Bouwens. Jumlah sumbangan uang tunai yang sudah diterima melalui sekretariat paroki dan kotak penggalang dana yang seusai misa dari tanggal 02 Juni s/d 07 Juni 2010 sebesar: Rp 6.669.000,- dan sumbangan non tunai sudah di salurkan ke Wisma Samadi.

BURSA KERJA

Dibutuhkan segera:

  1. Supir Pribadi. Syarat: usia antara 25-40 thn, mempunyai SIM A, berpengalaman ± 03 thn, berdomisili di sekitar Duren Sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi no telp: 866 11053 / 0812 8502325.
  2. Supir. Syarat: usia antara 30-50 thn, mempunyai SIM A, berdomisili di sekitar Gereja St. Anna atau Billy & Moon, beragama Katolik. Bagi yang berminat dapat menghubungi no telp: 0811 880681.
  3. Supir mobil jenis Pickup. Syarat: usia antara 25-40 thn, mempunyai SIM A, berdomisili di sekitar Duren Sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi Bp. Lukas (888 75413) pada hari Senin – Sabtu, jam: 08.00 s/d 17.00.
  4. a) 03 orang tenaga Administrasi. Syarat: usia max. 25 thn, pend. min SMEA/sederajat ; b) Seorang Supir B1. Syarat: usia max. 25 thn, berpengalaman 05 thn membawa truk. Lamaran a & b dapat dikirim ke: Jl. Pondok Kelapa Raya blok D 11 (komp ruko medical estate) – Jakarta Timur.
  5. Staff Accounting. Syarat: usia max. 28 thn, pend. min. D3/S1, berpengalaman min. 01 thn, mengerti jurnal, laporan keuangan. Lamaran dapat dikirim ke PT. Usaha Jayamas, Jl. Indokarya II blok G no. 1-9, sunter papanggo – Jakarta Utara atau email: recrt@usahajb.co.id.
  6. Staf Asrama. Syarat: wanita, belum menikah, beragama Katolik, bersedia tinggal di asrama, pend. min. D3(diutamakan S1 Psikologi/S1 Bimbingan Konseling). Lamaran dapat dikirim ke: PSBR PARARTASIH – Yayasan Gembala Baik(u.p. Sr. Bernadetha, RGS), Jl. Jatinegara Barat 122 – Jakarta 133320.
  7. Seorang: Perawat yang berijazah, Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Pekerja Sosial, Petugas Lapangan bidang Micro Finance. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan informasi.
  8. Salesman. Syarat: pria, usia min. 25 thn, pend. D1/S1 bidang Teknik, berpengalaman min. 02 thn. Surat lamaran, CV, & Foto dapat dikirim ke PO BOX 1158 JKB 11011, Kode: DG/FB.
  9. Seorang pembantu rumah tangga. Syarat: wanita, belum menikah, usia antara 30-40 thn, pandai memasak, beragama Katolik. Surat lamaran, foto 3×4 1 lembar, fotokopi KTP 1 lembar dapat dibawa langsung ke: Ibu Pepey di Duren Sawit Indah A6/2 – Jakarta Timur.

3 Responses to “Berita Paroki 12 – 13 Juni 2010”

  1. Romo Dismas yang membawa misa ke-2 menyelipkan homili-nya ditengah surat gembala Uskup Agung yang dibacakan, bahwa sejak konsili Vatikan II Gereja mengubah pandangannya bahwa di luar Gereja ada keselamatan.

    Tidak ada satu pun dokumen Gereja yang menyatakan hal ini. Karena di Katekismus Gereja Katolik hanya ada tulisan “Di luar Gereja Tidak ada keselamatan”.

    mengatakan di luar Gereja adalah keselamatan, sama saja mengatakan bahwa di luar Yesus ada keselamatan. Gereja adalah tubuh mistis Kristus, dimana Yesus adalah Kepala-Nya. dimana semua orang yang bersatu dengan-Nya bersatu di dalam Kristus. Dan Yesus mengatakan bahwa tidak seorang pun dapat bertemu dengan Bapa tanpa melalui Diri-Nya. Tidak satu pun dokumen GEreja mengatakan bahwa Yesus pun bersatu di luar Gereja.
    Kalo pun ada yang mengatakan bahwa itu adalah misteri karya Allah sehingga orang-orang di luar Gereja dibimbing oleh Roh Kudus untuk beroleh keselamatan, maka perkataan itu mengingkari iman yang didaraskan dalam syahadat para Rasul “Aku percaya akan Gereja Katolik yang Kudus”, yang merupakan pelayan Allah di dunia. Jika hal itu adalah misteri karya Allah, mengapa Gereja tidak pernah mengatakannya ?

    Satu-satunya dokumen Gereja yang digunakan untuk mendukung argumen “diluar GEreja ada keselamatan” adalah Lumen Gentium 16. Menggunakan par 16 dokumen LG tanpa melihat keseluruhan isi dokumen tersebut sama saja seperti mencari kelemahan dokumen Gereja untuk membenarkan penafsiran pribadi di luar penafsiran Gereja.

    Par 14 jelas mengatakan bahwa barang siapa yang tahu bahwa Gereja Katolik dibangun oleh Kristus, namun menolak atau tidak mau tinggal di dalamnya, tidak bisa diselamatkan. Hanya yang bukan karena kesalahannya sendiri tidak tahu tentang hal itu dan tidak tahu mengenai Injil, namun dengan tulus mencari Allah dan digerakkan oleh rahmat Allah untuk hidup sesuai kehendak-Nya, ia bisa diselamatkan.

    Tetapi kebanyakan orang di luar Gereja, menyangkal bahwa Gereja Katolik didirikan Kristus, kekonyolan terjadi ketika mereka yang menyangkal ini dikatakan “tidak tahu” atau mereka yang benar-benar tidak tahu dikatakan itu bukan karena kesalahan mereka sendiri.

    Jika seseorang pernah mendapat info tentu saja membuat ia menjadi tahu, permasalahannya ia percaya atau tidak.
    Jika seseorang hidup di kota besar seperti Jakarta di mana mudah sekali mengakses info mengenai Yesus dan Gereja-Nya, tetapi tidak pernah terpikirkan mengakses info itu, tidak bisa dikatakan bukan karena kesalahannya sendiri. bisa dibayangkan demikian hampir semua orang di Jakarta [mungkin] beberapa waktu lalu mencari-cari info mengenai video hot artis-artis terkenal atau saat ini para penggemar sepak bola mencari info mengenai pertandingan piala dunia di afrika selatan. tanpa seseorang pun memberitahu bahwa kedua topik itu adalah hal yang perlu untuk ia akses. so, it is a matter of choice.

    Jika romo Dismas mengatakan, bahwa Roh Kudus akan membimbing mereka menuju keselamatan, tidakkah seharusnya Ia menggerakkan orang-orang ini untuk mengakses info tentang Yesus dan Gereja yang didirikan oleh-Nya ? Masa kan, Roh Kudus malah menggerakan seseorang untuk menjauh atau menolak untuk percaya atau cuek terhadap Yesus dan Gereja-Nya? Jika Romo Dismas masih ngotot, patut dipertanyakan Roh Kudus yang mana yang dimaksud, karena itu pasti bukan roh kudus Gereja Katolik. Roh Kudus akan selalu memberitakan Injil dan akan mengingatkan selalu perkataan Yesus.

    Lalu pertanyaannya, apakah dengan demikian seorang Katolik harus menjadi fanatik ?
    Percaya bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan, bukan berarti harus membunuh toleransi antar umat beragama atau memusuhi atau menjadi sombong atau menjadi tertutup, karena hal itu tidak sesuai dengan iman Katolik.
    justru bila karena bahwa ia terpilih oleh Allah untuk masuk dalam Gereja-Nya, seseorang menjadi tidak fanatik, menjadi terbuka bagi semua orang, menjadi lebih baik dalam kehidupan beragama, karena supaya dapat menjadi pelayan Allah, menjadi seorang pewarta yang bisa menggerakan seseorang untuk dibaptis dan tinggal di dalam Gereja Yesus.

    Ada yang berpikir bahwa bagaimana bagi orang-orang yang kita kenal, teman, tetangga, keluarga dan telah meninggal dunia, namun belum “sempat” mengenal Yesus dan tinggal di dalam-Nya apakah mereka bisa diselamatkan ?satu-satunya cara adalah berdoa supaya Allah mengasihani mereka karena tidak ada seorang pun tahu dimana mereka saat ini. Harapan itu tetap bisa ada walaupun kita percaya bahwa hanya di dalam Yesus ada keselamatan.

    Sebaliknya, perkataan Romo Dismas, bahwa di luar Gereja ada keselamatan, justru juga mempropagandakan hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan perintah Gereja. Kita tahu bahwa banyak sekali perkawinan campur, bahkan di antaranya tidak diketahui oleh GEreja. Jika umat mendengar perkataan romo Dismas, anak-anak muda Katolik dapat menjadi percaya bahwa berpindah iman-pun bukanlah masalah karena tokh ia dapat beroleh keselamatan di luar Gereja, dan bagi mereka yang penting Roh Kudus akan membimbing mereka dalam iman mereka yang baru ke dalam keselamatan itu. Dan bagi mereka yang tinggal di dalam iman Katolik mereka dalam pernikahan beda agama, dapat berpikir bahwa ia tidak perlu bersusah payah membahwa anak-anak mereka ke dalam Gereja Katolik, karena tokh ada keselamatan di luar Gereja,yang penting berdoa saja, supaya Roh Kudus membimbing mereka ke dalam keselamatan.

    Justru perkataan “di luar Gereja ada keselamatan” cenderung mendorong ke arah relativisme yang dikutuk oleh Gereja Katolik, bahkan juga oleh agama lain. Mereduksi ajaran iman yang seharusnya dipelihara ditengah arus modernisasi yang semakin deras.

    Saya tidak ingin menyerang siapa pun di sini, tetapi hanya menyampaikan keprihatinan akan homili romo Dismas, yang bahkan tidak perlu diutarakan pada saat itu kepada umat walaupun romo Dismas percaya hal itu, karena di dalam surat Gembala yang dibacakan tidak ada satu kata pun yang meminta romo Dismas menambahkannya untuk menjelaskan lebih jauh dari yang dimaksudkan.

  2. Saya percaya bahwa Yesus juga mencintai orang-orang di luar Gereja. Mengapa Anda gusar pada interpretasi yang didasarkan pada sebuah kedalaman? Siapakah Anda hai orang yang tidak percaya? Belajarlah mencintai Yesus dalam kedalaman dan bukan menjadi dangkal hanya karena interpretasi Anda sangat literally… Doaku menyertaimu….Dunia sudah semakin tua, maka berdoalah….

  3. Saya kok jadi teringat ucapan Yesus sebelum beliau wafat di kayu salib..Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…
    Sudah jelas mereka itu menyiksa dengan segala kekejamannya kok masih mengusulkan untuk mengampuni…dan setahu saya Bapa lebih besar daripada Putra…termasuk dalam hal mengampuni…
    Semoga Kitab Suci maupun Gereja, dengan segala keterbatasan akal budi manusia, tidak menjadi sarana untuk membatasi kasih Bapa yang tak terhingga.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>