Berita Paroki 11 September 2011
11 September 2011
Hari Minggu Biasa XXIV
Sir 27:30 s.d 28:9 ; Rm 14:7-9 ; Mat 18:21-35
PENGAMPUNAN
Matius dalam bacaan Injil hari ini mencatat ajaran Yesus yang bicara tentang pengampunan ketika para murid bertanya: berapa kali seseorang harus mengampuni sesama. Pengampunan itu diberikan secara tulus ikhlas, tak usah dihitung-hitung. Ini bukan perintah atau hukum, melainkan sesuatu yang mengalir dari dalam diri kita bila kita sudah berada dalam kondisi dan alam Kerajaan Surga: wajar untuk saling mengampuni secara tulus dan terus menerus, dengan tanpa dendam dan sikap penuh perhitungan. Boleh dicatat juga bahwa kesediaan untuk memberi pengampunan itulah yang baru dilakukan oleh saudara-saudari kita yang merayakan Idul Fitri.
Namun kenyataan hidup kita sering berbicara lain. Mengapa? Relasi antar manusia yang sudah dipengaruhi oleh kekuasaan dosa digambarkan dengan kisah Kain dan Habel. Kain merasa takut setelah membunuh Habel, adiknya. Dia merasa akan menerima balasan ‘tujuh kali lipat’. Akibat suasana batin ini Kain merasa menjadi ‘orang asing di negeri sendiri, orang pelarian, orang pengungsi’. Orang lain itu sama dengan ‘liyan’, tidak mempunyai sesama, karena yang disebut saudara (Habel) sudah dibunuh. Kain dihantui oleh rasa takut akan dibunuh oleh orang yang bertemu dengan dia. Tetapi firman Tuhan berkata lain; barang siapa berbuat jahat kepada Kain akan mendapat balasan sampai tujuh kali lipat. Lamekh – yang membunuh karena membela diri – juga tetap dijamin nyawanya, dan yang mendatangkan celaka kepadanya akan dibalas tujuh puluh tujuh kali lipat (bdk Kej 4:24). Di situ ditegaskan bahwa orang yang bersalah pun tidak begitu saja boleh dihilangkan. Hidupnya tetap berharga di hadapan Tuhan.
Konflik yang tak berkesudahan dalam masyarakat adalah akibat dari sikap balas dendam. Bahkan bisa terjadi seorang pesakitan yang sudah dihukum dengan vonis hakim di pengadilan tidak memuaskan keluarga korban. Di luar ruang pengadilan orang yang sudah dipidana secara hukum itu, “diadili” ramai-ramai oleh keluarga korban. Tawuran di daerah Beerlaan dan Johar Baru berulang setiap kali. Rantai saling membalas kesalahan tiada terputus. Dendam “diwariskan”. Ini bukan gambaran Kerajaan Surga. Dalam doa yang diajarkan Yesus kita diajari untuk berdoa memuliakan Nama Tuhan, mohon kedatangan Kerajaan Allah di bumi ini bak di Surga. Kita juga mohon pengampunan. Isi permohonan itu sendiri supaya sudah dihayati dalam hidup kita dengan pernyataan bahwa kita pun sudah mengampuni yang bersalah kepada kita. Suasana Kerajaan Surga tidak selaras dengan suasana dendam tanpa ampun. Itu ajaran dan penghayatan Yesus dalam hal doa dan hidup-Nya. Demikian pula dalam hubungan dengan sesama, ketika Petrus bertanya: mengampuni orang lain yang bersalah itu harus berapa kali? Yesus berkata, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. ” Artinya, Yesus tidak mempersoalkan berapa kalinya; di situ ada suatu kesediaan yang tanpa batas kesabaran.
Yesus kemudian menyodorkan perumpamaan Raja yang memutihkan hutang yang amat besar 10.000 ribu talenta. Jumlah yang jumbo! Bandingkanlah jumlah itu dengan harta yang dipercayakan seorang raja yang bepergian ke negeri asing kepada hamba-hambanya. Cuma sejumlah 5, 2 dan 1 talenta (Mt 25:14 dst). Dalam kasus itu sang raja menyuruh supaya hamba tak berguna itu dibuang. Namun Raja dalam perumpamaan ini mau menunjukkan belas kasih terhadap hamba yang dalam kesulitan dan mohon kesabaran sang raja. Dan agaknya si tokoh itu disebut Raja, untuk mengingatkan kita bahwa kita masuk dan hidup dalam suasana Kerajaan Surga dengan Raja yang berbelas kasih. Warga dari Kerajaan Surga ini hendaklah juga dalam keadaan dan suasana jiwa yang sama: Hendaklah kamu berbelas kasih, sebagaimana Bapa di Surga berbelas kasih (Lk 6:36). Jati diri kita bukan lagi manusia dengan warisan dendam, melainkan citra Allah sendiri yang berbelas kasih. Kalau demikian kita akan ada dalam suasana berbahagia (Mt 5:3-12, Lk 6:20-23).
Kesadaran bahwa kita diampuni sampai ke sumsum dan dengan sepenuh hati merupakan pengalaman yang memampukan kita untuk mau mengampuni sesama. Tanpa kesadaran itu kita tidak akan bisa mengampuni. Bila cuma berhenti pada air mata buaya, perasaan susah dan sesal sesaat, tanpa rasa syukur karena telah diampuni, ketika bertemu sesama yang melakukan kesalahan, bahkan kesalahannya jauh lebih kecil daripada kesalahan kita yang sudah diampuni, kita akan kembali pada sikap menuntut balas dan tidak mau mengampuni, terus mencekik sesama yang minta ampun (Mt 18:28) mohon kesabaran. Apa yang akan terjadi? Hamba yang tak mengenal rasa syukur dengan mau berbuat baik kepada sesama, yaitu mengampuni karena dia sudah diampuni, akan mengalami yang dikatakan dalam Injil: “… marahlah tuannya itu kepadanya dan menyerahkannya kepada algojo-algojo sampai ia melunaskan seluruh hutangnya”. Bila tingkah laku kita tidak diwarnai oleh belas kasih dan pengampunan, padahal Allah telah berbelas kasih dan mengampuni, kita tidak akan mengalami Kerjaan Allah, Kerajaan Bapa yang di Surga. Kerajaan Surga itu akan mulai dapat kita cicipi di sini, di bumi ini dalam kesediaan kita untuk mengampuni.
( JP )
18 September 2011
Hari Minggu Biasa XXV
Yes 55:6-9 ; Flp 1:20c-24,27a ; Mat 20:1-16a
September
20 Sl Pw S. Andreas Kim Taegon, Im dan Paulus Chong Hasang, dkk.Mrt Korea
21 Rb Pesta S. Matius, RasPengInj
23 Jm Pw S. Padre Pio dr Pietrelcina, Im
JADWAL PERAYAAN &
PETUGAS EKARISTI
17 – 18 September 2011
Gereja St. Anna
Hari/Tgl : Sabtu, 17 September, Jam 17.30
Pen. Jwb : OMK Wil: DSS, Pd. Bmb 1&2, Klender
Koor : Para Frater CICM
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 06.30
Pen. Jwb : Pd. Bambu I; Yoseph, M. Fatima
Koor : Pd. Bambu I
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 08.30
Pen. Jwb : SD Strada
Koor : SD Strada
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 16.30
Pen. Jwb : DS. PTB; Gabriel, Thomas
Koor : DS. PTB
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 18.30
Pen. Jwb : Buaran; Lucia, Agustinus
Koor : Gregorian
Stasi Yoakhim
Hari/Tgl : Sabtu, 17 September, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Matheas
Koor : Bina Iman Remaja St. Yoakhim
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Petrus
Koor : SMP Budaya
Maria Bintang Samudra
Hari/Tgl : Minggu, 18 September, Jam 08.00
Pen. Jwb : OMK Pd. Kelapa I
Koor : OMK Pd. Kelapa I
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut merenungkan dan menghayati firman Tuhan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional yang akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal: Rabu, 14 September 2011, jam: 19.00, di gedung. Yos Sudarso Lt. 1. Pewarta: Bp. Vincentius Chandra.
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Pius Chandra Wijayanto Prk. Bonaventura
Yohana Asti Christopher Lk. Filipus Rasul
Paulus Antonius Yonathan Lk. Claris
Anggela Sinta Lk. Leo Agung
Yoseph Tizar Rachmadi Lk. Stella Maris
Yenih Handayani Subang
Cornelius Andri Pramarseto Lk. Kel. Kudus
Fransis Asisi Astrid Karina Prk. St. Matius Penginjil-Bintaro
Christian Rio Indra Sakti Lk. Katharina
Sri Hartati Josepin Gultom Lk. Faustina Kowalska
Pengumuman Kedua
Vincentius Ferry Tjendekiawan Lk. Frns. Assisi
Yuanita Pangestu Prk. St. Thomas-Depok
Ign. Gusti Surya Pranata Lk. M. Mirabilis
Yuliana Purnaningrum Lk. M. Mirabilis
John Freddy Held Purba Prk. Katedral
Anastasia Puri Wijayanti Lk. Bernadet
Tan Rahardian Prk. Kristus Salvator
Fransisca Wungu Prasasti Lk. St.Anna
Pengumuman Ketiga
Christian Natala Karawang
Edith Ajeng Wijayanti Lk. Th. Lisieux
Novan Parningotan Sinaga Mlk. Sari
Lusiana Derma Watty Sihombing Lk. Markus
Fransiskus Yose Alvaro Lk. Yustina
Honey Puspasari Bintaro
Erik Samudro Prk. Katedral Bogor
Kartika Dewi Lk. Stella Maris
Yohanes Dwi Priyanto Prk. SPM-Purworejo
Veronika Kartika Wijihasti Lk. Ignatius
Yohanes Dwianto Wibowo Prk. Frans. Asisi
Friska Fintalia Nanulaitta Cempaka Putih
Yohanes Wong Januar Widjaja Prk. St. Maria Fatima
Kornelia Chen Nie Lk. Lila Santana
Umat yang mengetahui adanya halangan dari rencana pernikahan tersebut WAJIB memberitahukannya kepada Pastor Paroki
PUSTAKA SANTA ANNA
Dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional toko buku St. Anna (PUSTAKA ST. ANNA) menyelenggarakan pameran buku terbitan Dioma & Yayasan Pustaka Nusatama (YPN) + akan memberikan diskon 10%. Pameran ini akan dilaksanakan di depan Gereja seusai misa.
GK ANCOP GLOBAL WALK
CFC Prk. St. Anna mengajak seluruh keluarga Prk. St. Anna untuk ikut berpartisipasi pada acara “Jalan Sehat Bersama” dalam rangka menggalang dana untuk membantu pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang akan dilaksanakan pada Hari/Tanggal: Minggu, 25 September 2011, Rute: Monas – H.I – Monas, mulai jam: 06.00 (berkumpul di lapangan Monas dekat stasiun Gambir). Acara akan dimeriahkan oleh para Artis & Bazaar. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Bp. Yosef Setyawan (0812 912 3920) atau Bp. Susilo Wardoyo (0813 1031 0452). GK ANCOP singkatan dari Gerakan Kepedulian Angkat Citra Orang Papa.
PDOMKK
PDOMKK St. Anna mengundang seluruh OMK St. Anna untuk hadir pada acara Persekutuan Doa dengan tema “Bible Young” pada Hari/Tanggal: Sabtu, 17 September 2011, jam: 19.00. di Gedung Yos Sudarso Ruang AC lt. 2. Mari datang dan ajak temanmu untuk ikut bersukacita dalam kasih Tuhan.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera:
1. Supir Pribadi. Syarat: pria, usia 25-40 thn, memiliki SIM A, mengetahui daerah di sekitar Jakarta, berdomisili di sekitar daerah Pd. Kelapa, tidak merokok & berbadan sehat. Akan mendapatkan upah bulanan, harian, & makan siang. Yang berminat dapat menghubungi Ibu Utami: 0815 8640 7935.
2. Pembantu Rumah Tangga. Syarat: wanita, usia 20-40 thn, berpengalaman, terampil mengurus anak & rumah tangga. Yang berminat dapat menghubungi Bp. Adnan: 0816 4807 065 atau 0878 8239 5388.
Berita/pengumuman yang hendak dimuat, mohon diserahkan ke SEKRETARIAT PAROKI dengan menyebutkan identitas jelas dan kode BERITA PAROKI. Naskah berita/pengumuman kami terima paling lambat hari RABU setiap minggunya.







Leave a Reply