Berita Paroki 11 Oktober 2009

11 OKTOBER 2009
HARI MINGGU BIASA XXVIII, TAHUN B/I
Keb 7:7-11 ; Ibr 4:12-13 ; Mrk 10:17-30

HARI PANGAN SEDUNIA

Malam hari ini menjadi malam yang biru kelam bagi saya. Hari Jumat, 2 Oktober 2009 hujan deras. Pada awalnya, isteriku menerima sms dari temen pertemuan lingkungan; seorang gadis jomblo yang bekerja membanting tulang untuk menanggung biaya hidup seluruh keluarga. Dia seorang anak sulung yang bekerja sebagai penjaga toko. Ayahnya adalah petani penggarap ladang. Ia mempunyai 3 adik. Di Jakarta dia kost di sebuah bedeng kecil. Seluruh gajinya jauh dari cukup.

Akhirnya gadis itu, sebutlah namanya Santi, diminta untuk datang ke rumah. Santi menangis tanpa diminta…… Kemudian cia ceritera bahwa sudah beberapa hari ini, dia belum makan. Keluarganya di desa juga tidak makan. Bahkan tidak hanya saat-saat ini keluarganya tidak makan. Ayahnya yang bekerja sebagai petani penggarap tidak dapat bekerja karena sawah tuannya tidak dapat diandalkan. Harga bibit padi dengan pupuk dan obat pembasmi hama sangat mahal, tidak sebanding dengan hasil panen padi. Tuannya lalu membiarkan sawahnya kosong. Maka ayahnya tidak bekerja dan tidak mendapat gaji.

Kami lalu teringat beberapa waktu yang lalu, beberapa anak warga korban bencana alam yang sakit dan kemudian meninggal karena tidak makan. Ternyata tidak usah jauh-jauh di Jogja, SumBar atau daerah bencana lain, saudara dari lingkunganku sendiri mengalaminya. Tidak jauh dari Mal atau Super Market. Tidak jauh dari bioskop. Tidak jauh dari gereja dan mesjid, Tidak jauh dari Perguruan Tinggi ternama. Di sini terjadi juga orang menderita kelaparan. Padahal kami tahu bahwa pangan adalah hak setiap manusia, entah dia seorang tahanan atau seorang gelandangan. Mereka semua punya hak atas pangan. Mungkin masih banyak Santi-Santi lain di sekitar kita. Mereka sudah berjuang keras dengan jujur dan tulus, tetapi tiada tempat atau situasi yang memberi sesuap nasi. Hidup memang susah.

Pangan sangat penting bagi kehidupan. Maka hak atas pangan merupakan bentuk nyata dari hak asasi manusia paling mendasar untuk hidup. Hak atas pangan adalah hak untuk mendapatkan akses yang teratur, tetap dan bebas, baik secara langsung atau dengan cara pembelian atas pangan yang memadai dan cukup, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Hak atas pangan ini disusun oleh Komisi Hak Asasi Manusia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada bulan Februari 2004. Kedaulatan pangan didefinisikan sbg hak rakyat, komunitas-komunitas dan negeri-negeri untuk menentukan sistem produksi dalam bidang pertanian, perikanan, pangan dll.

Dalam bacaan Minggu ini Jesus juga mengajak kita untuk berani membangun solidaritas dan kerjasama. Jesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” (Mark 10:21). Jesus mengajak kita untuk mempunyai solidaritas pada sesama yang miskin dan menderita. Dia juga mengajak kita untuk bekerja bersama Dia terus mengikuti tuntunanNya.

Kita berjuang hidup untuk mendapatkan hidup dengan makan-minum, pakaian dan papan yang cukup. Kita juga terus bekerja mengembangkan diri dengan rekreasi dan pelbagai kekuasaan yang kita miliki. Tetapi semua tawaran kemewahan dan kuasa itu tidak boleh kita jadikan pujaan / sembahan. Semua itu hanyalah sementara saja. “Aku bermohon lalu roh kebijaksanaan datang kepadaku. Dialah yang lebih kuutamakan dari pada tongkat kerajaan dan takhta, dan dibandingkan dengannya kekayaan kuanggap bukan apa-apa. Permata yang tak terhingga nilainya tidak kusamakan dengan dia, sebab segala emas di bumi hanya pasir saja di hadapannya dan perak dianggap lumpur belaka di sampingnya”. (Kebij 7: 7b-9).

(Nico D)

18 OKTOBER 2009
HARI MINGGU BIASA XXIX, TAHUN B/I
Yes 53:10-11 ; Ibr 4:14-16 ; Mrk 10:35-45

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I

Oktober 2009
15 Km Pw S. Teresia dr Yesus, PrwPujG
17 Sb Pw S. Ignatius dr Antiokhia, UskMrt

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
17-18 Oktober 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 17 Oktober, Jam 17.30
Pen. Jwb : WKRI
Koor : WKRI

Hari : Minggu, 18 Oktober, Jam 06.30
Pen. Jwb : Malaka Sari I; Yakobus, Petrus, Leonardus
Koor : Hosanna

Hari : Minggu, 18 Oktober, Jam 08.30
Pen. Jwb : Duren Sawit PTB; Maria Gratia, Santa Anna
Koor : Santa Anna

Hari : Minggu, 18 Oktober, Jam 16.30
Pen. Jwb : Pondok Kopi II; Yustinus, Katharina, Markus
Koor : Swara Swani

Hari : Minggu, 18 Oktober , Jam 18.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa I; Claris, Faustina Kowalska
Koor : Eclesiola

Stasi Yoakhim

Hari : Sabtu, 17 Oktober, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Timotius
Koor : Wil. Malaka Sari I

Hari : Minggu, 18 Oktober, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Ignatius
Koor : Wil. Malaka Jaya II

Stasi MBS

Hari : Minggu, 18 Oktober, Jam 08.00
Pen. Jwb :Wil. Bintara Jaya
Koor :Vincentius

* Selama bulan Rosario petugas tata tertib dimohon menyiapkan petugas untuk berdoa Rosario 20 menit sebelum misa.

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Yustinus Yudo Endiarno (Lk. St. Ursula)
J. Aunounia R. Meira M (Prk. Hati Kudus Yesus)

Andreas Agus Sapto Nugroho ( Prk. St. Mateus)
Florentina Herispuspitasari (Lk. Bernadette)

Ireneus Munara Susanto (Prk. St. Yohanes Penginjil)
Lucia Novi Hermiyanti (Lk. Trinitas)

Paulus Danny Asmara (Lk. St. Anna)
Margareth Agustin Haryo Putri (Prk. Paskalis)

Eliza Natario (Lk. Herman Bouwens)
Fransiska Cindy (Lk. Herman Bouwens)

Gleen Mikael Leonard Tinus (Lk. Hieronimus)
Hesty Vincentia Rumondor (Prk. Bunda Hati Kudus Yesus)

Iganatius Y. Gunawan Leo (Prk. St. Yoseph)
Margaretha Irene (Lk. St. Albertus Agung)

Petrus Denn Samora (Lk. Gabriel)
Paramita Mana (Lk. Gabriel)

Petrus D. Indi Fendrastianto (Prk. Ibu Teresa)
Stephany Febriarini ( Lk. St. Monica)

Pengumuman Kedua

Ganda Mora Simamora (HKBP)
Maria Magdalena M. Grani (Lk. St. Alexander)

Ambrosius Awaluddin (Lk. St. Faustina Kowalska)
Maria Diah Puspitasari (Lk. St. Faustina Kowalska)

Matheus A. Y. Van Stevendaal (Utrecht – Belanda)
Fransiska Septiarini B (Lk. St. Faustina Kowalska)

Stevanus Hellgy Kuncoro (Lk. Maria Magdalena)
Yati Cahyati (Lembang – Bandung)

Hendri Stevanus Crommelin (Lk. Elisabeth)
Ratna Setiawati (Duren Sawit)

Pengumuman Ketiga

Antonius Haryatmo B. Nugroho (Lk. St. Angela)
Nuraini (GKI)

Bernardus Kris (Prk. Robertus Bellarminus )
Lydwina Wahyu (Lk. Yohanes Pemandi)

Arri Surya (Lk. St. Claris)
Belinda (Pati)

PDKK

PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut merenungkan firman Tuhan dengan tema “Meneladan keluarga Kudus”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 14 Oktober 2009, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bp. Gerald Polla. Di: Gd. Yos Sudarso.

KKMK

KKMK St. Anna mengajak para karyawan/ti muda untuk ikut serta dalam kegiatan Retret dan Ziarah, pada Hari: Jumat – Minggu, Tanggal : 20-22 November, di Gua Maria Padang Bulan. Biaya : Rp 250.000,- dengan sistem pembayaran 2 kali pembayaran . Tempat terbatas. Informasi lebih lanjut dapat berkunjung di stand depan gereja seusai misa atau hubungi Dian : 0856 1099501, Ari 021 987 65201, Deni : 021 93116753.

HUT GEREJA ST. ANNA

Panitia PORSENI HUT ST.ANNA akan mengadakan “PORSENI St. Anna” pada:
Tanggal : 31 Okt – 15 Nov (hanya hari Sabtu & Minggu). Di: area Gereja St. Anna & Lapangan Strada. Pertandingan yang akan di perlombakan yaitu: Basket, Futsal, Game Lan (CS), Masak, Fotografi, Menggambar, & Band. Pendaftaran melalui Ketua OMK Wilayah, kecuali Menggambar pendaftarannya di stand depan gereja seusai misa Minggu pagi, dan setiap Wilayah wajib mengirimkan perwakilannya. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Theo : 021 95623388 ; Stephanie : 0817 6677907 atau dapat dilihat di www.gerejastanna.org.

BURSA KERJA

Dibutuhkan segera :
1. Tenaga Direct Sales CCPL Standard Chartered. Syarat : pendidikan min. SMA / SMK / D3, mempunyai pengalaman menjadi tenaga sales ± 1 tahun. Disediakan Gaji & Tunjangan kesehatan. Peminat dapat menghubungi Martin : 0838 94771113.
2. Pegawai kereta api. Syarat : pendidikan min SMA sederajat, usia max 25 tahun. Lamaran dapat dikirim ke: PO BOX 4238 JKT 13342, paling lambat tanggal 14 Oktober 2009.

Pojok Liturgi
Music Gereja Menurut Konsili Vatikan II

Musik tidak hanya sekedar bunyi, musik tidak hanya sekedar melodi, musik tidak hanya sekedar irama yang beraturan tetapi musik merupakan hasil dari aktivitas manusia melalui pengolahan bunyi sebagai media ekspresi yang sesuai dengan konteks. Lantas bagaimana musik itu dikaitkan dengan liturgi didalam Gereja kita ? Menurut Konsili Vatikan II, musik Gereja dipandang sangat penting hal ini dapat dilihat dari salah satu bab dari Konsili Vatikan II yang khusus menjelaskan mengenai musik Gereja. (lihat SC bab VI, art. 112-121). Musik liturgi juga merupakan bagian Liturgi meriah yang penting atau integral (SC 112). Musik sebagai bagian dari liturgi tampak jelas dalam bagian-bagian nyanyian misalnya kyrie, gloria, mazmur tanggapan dan kudus yang memang termasuk bagian liturgi sabda dan Ekaristi.

Pada hakekatnya musik liturgi bersifat simbolis. Artinya musik liturgi dapat mengungkapkan peran serta aktif umat, untuk membangkitkan suasana bagi tumbuhnya daya tangkap dan daya tanggap jiwa terhadap sabda dan kurnia Allah dalam liturgi. Musik liturgi juga berfungsi untuk memperjelas Misteri Kristus, menumbuhkan kesadaran kebersamaan, dan komunikasi antar jemaat dan memberikan kemeriahan dan keagungan bagi liturgi. Vatikan II juga menggaris bawahi fungsi musik dalam liturgi yakni untuk melayani liturgi. Hal itu berarti musik liturgi diciptakan dan dibuat untuk melayani dan mengabdi liturgi dan bukan sebaliknya. Musik liturgi harus ditempatkan dan diletakkan di konteks perayaan dan pengungkapan iman Gereja. Selain Vatikan II juga mendorong bagi diciptakannya berbagai lagu Gereja yang diambil dari khazanah budaya setempat untuk kebutuhan liturgi (SC 118-119). Dengan demikian, Vatikan II mendesak akan perlunya inkulturasi musik liturgi. Tentu saja problem inkulturasi musik liturgi ini harus sungguh-sungguh digarap dengan baik dan bijaksana sehingga di satu pihak tetap mengungkapkan hakikat liturgi Gereja akan perayaan misteri Kristus dan di lain pihak tetap menampung kekhasan bentuk ungkapan religius umat setempat.

Sumber Utama : E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah, dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999

Catatan: Ralat Untuk Pojok Liturgi Tanggal 4 Oktober 2009 yang berjudul Devosi Umat dan Liturgi, di dalam teks tertulis Bulan Maria, yang benar adalah Bulan Rosario

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>