Berita Paroki 10 Januari 2010
10 Januari 2010
PESTA PEMBAPTISAN TUHAN, TAHUN C/II
Yes 40:1-5,9-11 ; Tit 2:11-14, 3:4-7 ; Luk 3:15-16,21-22
PEMBAPTISAN TUHAN
Pada suatu ketika, dalam pertemuan para imam, ada seorang imam, sebut saja namanya Romo Markus (samaran). Romo ini seangkatan dengan saya. Kami sama-sama telah lima belas tahun menjadi imam. Dia bertanya: ”Selama lima belas tahun menjadi imam, kamu telah membaptis berapa orang?” Saya tidak dapat langsung menjawab! “Seingatku aku membaptis sekitar sepuluh orang”. Romo Markus tampak terkejut. Dia kemudian ceritera bahwa dia telah dapat membaptis lebih dari seribu orang. Dia adalah seorang pastor paroki di pinggir kota dengan banyak perumahan baru. Dia punya semangat besar dalam karya pewartaan dan ibadat. Setiap tahun, bahkan setiap bulan, Romo Markus pasti membaptis bayi/anak atau orang dewasa. Pertumbuhan jumlah umat di paroki itu begitu cepat; selain dari para pendatang baru dari paroki-paroki dalam kota, juga ditambah baptisan orang-orang yang bertobat menjadi katolik bersama anak-anak mereka.
Mendengar sharing kabar gembira yang disampaikan Rm Markus saya kagum dan bersyukur. Saya lalu mensharingkan bahwa saya memang hanya dapat membaptis sekitar sepuluh orang dalam waktu lima belas tahun, tetapi saya menjamin bahwa mereka semua masuk surga. Upacara pembaptisan memang tidak meriah dan ramai, tetapi suka cita hati pasti ada dalam diri para calon baptis dan seluruh umat yang hadir. Mereka yang saya baptis beberapa saat kemudian langsung meninggal dunia. Yang saya baptis adalah mereka yang ada dalam keadaan kritis atau sakit parah di Rumah Sakit. Saya bertugas sebagai imam di sebuah frateran yang berdekatan dengan Rumah Sakit yang membantu pelayanan pastoral di RS itu. Jika seseorang dibaptis berarti dia disisihkan dan dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan Allah. Orang yang dibaptis, bersama dan bersatu dengan Allah. Dia telah percaya dan berserah diri pada Allah, maka dia tidak mengotori diri mereka dengan dosa-dosa. Segera setelah lahir sebagai anak Allah, mereka bersatu dengan Allah dalam keabadian.
Pembicaraan dan canda kami lalu beralih kepada pengalaman mengenai bagaimana saudara-saudari kita yang telah dibaptis itu tetap dapat setia menjadi orang Katolik sejati. Mereka telah menjadi kristen, maka Kristus pulalah yang menjadi terang dan penuntun langkah hidup harian mereka. Dengan dibaptis mereka telah menjadi milik Kristus, maka Dia juga akan selalu menuntun dan memberi kekuatan rohani dalam langkah hidup mereka.
Pada Pesta Pembaptisan Tuhan ini, kita mengenang pembaptisan Jesus di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Pembaptisan ini adalah pembaptisan sebagai pernyataan pertobatan. Yohanes telah menyatakan hal itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api”. Jesus ikut dibaptis bersama orang banyak yang mendengarkan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Baptisan Jesus ini sebagai suatu ungkapan rasa senasib-sepenanggungan dengan orang-orang yang hatinya tersentuh oleh ajakan Yohanes Pembaptis untuk bertobat. Bertobat berarti membuka hati dan meluruskan seluruh perhatian dan tindakan pada Allah. Maka mereka juga semakin siap menyambut kedatangan Kristus yang menyelamatkan mereka. Tuhan sendiri telah datang menyertai umatNya dengan memberi kekuatan-kekuatannya. Keikut sertaan Tuhan Allah yang menyertai umatnya ini diungkapkan dalam bacaan pertama dari nubuat Yesaya (Yes 40:1-5).
Sekarang, kita sebagai umat manusia juga telah mendengar kesaksian Yesaya, Yohanes Pembaptis dan para rasul. Kita diajak pula untuk semakin mau bertobat (mengarahkan diri pada Kristus dalam segala sikap, pikiran, kata-kata dan perbuatan kita). Kita jangan keras hati. Kita dengarkan suara hati kita ketika kita melihat atau mendengar mengenai sesama yang menderita. Pada saat itu kita ingat juga ajakan dan pesan Allah melalui kehadiran Jesus Kristus di palungan dan kesaksian para nabi dan rasul dalam Kitab Suci. Kita adalah orang beriman. Kita sudah dibaptis, maka marilah kita terus setia menjadi murid Kristus. Dia telah mengkuduskan kita dan memberi hidup baru. Kita diselamatkan olehNya, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan. Allah menyelamatkan kita sebab Ia berbelas kasih (Tit. 3: 5).
Rahmat Allah yang menyelamatkan semua orang sudah tampak. Rahmat itu mengajak kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan mengarah kepada hidup bijaksana, adil dan beribadah di dunia sekarang ini (Tit 2: 11). Marilah kita terus setia mendengarkan tuntunan Jesus Kristus. Kita waspada terhadap ajakan-ajakan yang mengandalkan diri sendiri. Kita berjuang hidup sekuat tenaga dengan sikap yang berserah diri pada Jesus Kristus, Putra Allah yang datang menyertai dan menyelamatkan kita. (Nico D)
17 Januari 2010
Hari Minggu Biasa II, TAHUN C/II
Yes 62:1-5 ; 1Kor 12:4-11; Yoh 2:1-11
21 Km Pw. S. Agnes, PrwMrt
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
16 – 17 Januari 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 16 Januari, Jam 17.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu I; Yoseph, Maria Fatima
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 17 Januari, Jam 06.30
Pen. Jwb : WKRI
Koor : WKRI
Hari : Minggu, 17 Januari, Jam 08.30
Pen. Jwb : Buaran; Helena, Agustinus
Koor : Helena
Hari : Minggu, 17 Januari, Jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Timur; Leo Agung, Elisabeth
Koor : Duren Sawit Timur
Hari : Minggu, 17 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : PDKK
Koor : PDKK
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 16 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Yustinus
Koor : Yopalex
Hari : Minggu, 17 Januari, Jam 08.00
Pen. Jwb : Gracia
Koor : St. Matias
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Stanislaus Kostka P. E. Kurniawan Lk.
F. Tenti Liana Indrawati Prk. St. Mikael – Kranji
Jean Christian J. Sigiro GKPS – Cempaka Putih
Bernadetha Diansari Lk. St. Maria Fatima
Topan Raimundus Caesar Renyaan Lk. Yustinus
Margaret Basaria Elfrida Sirait HKBP – Medan
Pengumuman Kedua
J. Bayu Kristianto Lk. Fr. Asisi
Natali Harisa Prk. Maria Bunda Karmel
Sion Abdorsius Damanik Lk. Alexander
Lidia Ramot Sitorus Lk. Alexander
Agustinus Yohakim Ngamel Lk. Paulus Rasul
Yulita Sutyas Christ Tanti Prk. Petrus Canisius
Pengumuman Ketiga
Fransiscus Reynard Tenegar Lk. Lusiana
Hildegard Bernardien Lk. Mangunwijaya
Teddy Antonius Sitanggang Lk. St. Helena
Hermeni Kristina Nainggolan HKBP – Cempaka Putih
PDKK
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita merenungkan firman Tuhan dalam tema “Doa Bapa Kami”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 13 Januari 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Ratna Adriana . Di : Gd. Yos Sudarso lt 1.
SEMINARI TINGGI YOHANES PAULUS II
Seminari Tinggi Keuskupan Agung Jakarta akan mengadakan “Retret Panggilan” pada Hari, Tanggal: Jumat – Minggu, 12 – 14 Februari 2010, Jam: 15.00 – hingga selesai. Di: Rumah Retret Samadi. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan informasi Paroki St. Anna.
INFORMASI
- Telah tersedia di sekretariat St. Anna buku “REVOLUSI BATIN ADALAH REVOLUSI SOSIAL” karya Rm. J. Sudrijanta, SJ.
- Kegiatan – kegiatan yang ingin dimuat di berita Paroki, silahkan disampaikan ke Sekretariat paling lambat hari Rabu, pukul : 17.00 WIB.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera:
- Seorang Supir. Syarat: Usia 25 – 35 thn mempunyai SIM A, serta berpengalaman min. 03 thn. Surat lamaran dapat dikirim ke: Jl. Cempaka Putih Raya B no 28, Jakarta 10510
- Seorang Supir. Syarat: Usia 23 – 35 thn, mempunyai SIM B1, serta berpengalaman min. 02 thn & berdomisili di sekitar Duren Sawit. Lamaran dapat dikirim ke: Jl. Taman Duren Sawit blok E IV/3 paling lambat 31 Jan 2010.
- Loan Officer (kode LO). Syarat: usia max. 23 thn, min lulusan SMA /sederajat dengan rata-rata nilai ijazah min 7, memiliki SIM C, kendaraan bermotor, dapat mengoperasikan komputer (MS. Word, Excel), tinggal di sekitar wilayah Jakarta Timur & Jakarta Utara, komunikatif. Lamaran dapat dikirim ke: Mitra Masyarakat Sejahtera, Jl. Wahid Hasyim no 31 A, Jakarta 10340 atau email ke noorlif@yahoo.com paling lambat tanggal 29 Jan 2010.
Pojok liturgi
ARTI SIMBOL DALAM LITURGI / SIKAP DALAM LITURGI
MEMBUNGKUK
Imam agung yang memimpin ibadat berdoa dengan membungkuk, hal ini sudah dilaksanakan sejak Perjanjian Lama untuk mengiringi doa dan ungkapan menyembah Tuhan.
Membungkukkan badan merupakan tanda penghormatan yang lebih besar daripada menundukkan kepala. Rombongan imam, prodiakon, misdinar juga melakukan penghormatan dengan membungkuk terhadap altar Tuhan.
Membungkuk dilakukan :
- Oleh Imam dan para pembantunya (prodiakon, misdinar) di depan altar ketika memulai dan sesaat sebelum meninggalkan gereja (setelah berakhirnya perayaan Ekaristi)
- Oleh imam pada waktu Konsekrasi
- Oleh umat ketika mengucapkan “Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria dan menjadi manusia” (syahadat Nicea Konstantinopel) atau “yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria” (Syahadat para rasul), sebagai tanda ungkapan iman
- Oleh umat ketika berada di depan salib
- Oleh umat ketika masuk gereja atau kapel yang di dalamnya tersimpan sakramen mahakudus
MENCIUM
Merupakan tanda Cinta dan penghormat. Istilah mencium kerap dianggap sama saja dengan mengecup. Mencium dilakukan oleh umat ketika saling memberikan Salam Damai, namun ungkapan ini berbeda-beda menurut adat-istiadat / kebiasaan setempat. dan juga dilakukan oleh umat ketika menghormati Salib (pada hari Jumat Agung) atau hal yang suci lainnya.
BERSALAMAN
Berjabat tangan atau bersalaman mengungkapkan wujud dari Kasih dan Persaudaraan. Bersalaman dilakukan oleh umat ketika kita saling memberikan Salam Damai. Ungkapan Salam Damai berbeda-beda menurut adat istiadat setempat. ada yang mengungkapkannya berpelukan atau mencium pipi. Dan juga dilakukan oleh Imam dengan para pembantunya (prodiakon atau misdinar)
BERGANDENGAN TANGAN
Merupakan tanda kesatuan dan kebersamaan. Bergandengan tangan dilakukan oleh imam dan umat saat menyanyikan atau mendoakan Bapa Kami (kalau tempatnya memungkinkan)
Sumber http://www.imankatolik.or.id/simbolliturgi.







Leave a Reply