Berita Paroki 09 Oktober 2011

PERAYAAN  HUT KE  27 PAROKI  SANTA  ANNA

09 Oktober  2011
Hari Minggu Biasa XXVIII
Yes 25:6-10a ; Flp 4:12-14,19-20 ; Mat 22:1-14 (Mat 22:1-10)

BERSAMA MEWUJUDKAN PERSAUDARAAAN SEJATI LEWAT PELAYANAN

Doa Pembuka
Imam:    Allah, Bapa yang maha pengasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau selalu menghendaki kami bahagia. Engkau mengundang kami turut dalam perjamuan kasih-Mu agar bergembira karena pemeliharaan dan tuntunan-Mu di jalan menuju kebahagiaan surgawi. Kami bersyukur pula atas pendampingan-Mu bagi kami, yang hari ini bergembira untuk 27 tahun kebersamaan kami sebagai umat-Mu di paroki ini.
Umat:    Semoga karena doa-doa St. Anna, yang telah melahirkan Bunda Maria, bunda Putra-Mu, kami semakin bertumbuh dalam kebijaksanaan. Perkenankanlah kami turut mewartakan kasih dan kebaikan-Mu lewat cara hidup yang pantas sebagai satu paroki yang mampu bekerja sama dengan gembira. Teguhkanlah hidup kami sebagai kemuliaan bagi-Mu dan kebahagiaan bagi sesama.
Imam:    Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
Umat:    Amin

Doa Umat
Imam:    Allah, Bapa kami, Engkau telah sedemikian berbaik hati kepada kami. Engkau selalu mengundang kami untuk turut serta dalam kebahagiaan Kerajaan-Mu. Yesus, Putra tunggal-Mu telah Engkau utus kepada kami agar langkah hidup kami dijamin menuju kepada-Mu. Maka, dengan pengantaraan-Nya dengarkanlah doa-doa umat-Mu ini
Lektor:    Kami bersyukur atas kebersamaan kami sebagai paroki yang hari ini secara khusus kami rayakan. Selama 27 tahun telah kami jalani bersama sebagai umat beriman.
Umat:    Tolonglah kami agar kami bertumbuh berkembang, menjadi umat-Mu yang kudus karena selalu membuka diri kepada kebaikan-Mu dan dengan penuh kemurahan hati melibatkan diri dalam membangun Gereja dan masyarakat, sehingga dapat menjadi tanda dari Kerajaan-Mu yang akan datang.
Lektor:    Engkau telah memberikan St. Anna  menjadi pelindung paroki kami. Dia telah memelihara St. Perawan Maria, yang Engkau pilih untuk menjadi Bunda Sang Penebus. Umat:    Semoga karena doa-doa dan teladan St. Anna kami semakin maju dalam iman, harapan, dan kasih. Semoga keluarga-keluarga kristiani yang ada di lingkup paroki kami dapat meneladan keluarga St. Anna dan Yoakhim dalam mendidik anak-anak muda agar dapat membawa harapan baru bagi dunia tempat kami tinggal.
Lektor:    Kami bersyukur karena telah banyak dari umat Paroki St. Anna yang berjasa untuk pengembangan iman dalam perjalanan selama 27 tahun ini. Mereka telah mengabdikan diri dengan suka cita, tetapi juga dengan perjuangan yang tidak mudah.
Umat:    Semoga amal bakti para pendahulu kami berkenan kepada-Mu. Semoga kami pun Engkau karuniai berbagai bakat dan kemampuan guna kemajuan paroki kami. Doronglah agar semakin banyak orang yang melibatkan diri dalam karya bersama mewartakan kabar sukacita keselamatan.
Lektor:    Engkau juga senantiasa memberikan orang-orang muda yang mewarnai kehidupan paroki kami. Pada tangan-Mulah kami taruh perjalanan masa depan kaum muda kami.
Umat:    Semoga kaum muda tetap Engkau dampingi. Berilah mereka terang Roh Kudus, agar dapat menimbang jaman, dan memilih apa yang mendatangkan kebahagiaan sejati. Semoga kaum muda mendapatkan perhatian dan teladan yang pantas dari saudara-saudari yang sudah lebih dewasa, agar kelak kaum muda kami dapat menjadi andalan untuk hidup yang lebih baik.
Lektor:    Di sekeliling kami, bahkan sebagian dari umat kami sendiri, sedang mengalami penderitaan karena berbagai macam hal. Kami telah Engkau percaya untuk memperhatikan mereka dengan kepedulian yang tulus, sebagaimana Engkau sendiri selalu peduli kepada kami.
Umat:    Tolonglah agar kami mengembangkan semangat solidaritas, baik di antara umat, maupun dengan saudara-saudari yang berasal dari kelompok lainnya. Semoga kami dapat menjadi tanda kehadiran-Mu, yang selalu mengundang siapa pun untuk merasakan kebaikan-Mu.
Imam:    Demikian, ya Bapa, doa-doa yang kami haturkan kepada-Mu saat kami dengan penuh syukur berkumpul merayakan segala kebaikan-Mu, khususnya karena pendampingan-Mu dalam perjalanan paroki kami. Semoga kami selalu ada di hadirat-Mu, memuji dan memuliakan nama-Mu, dan rajin berbuat baik kepada sesama, menurut teladan Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa
Umat:    Amin.

Doa Persiapan Persembahan
Imam:    Terimalah ya Bapa, doa dan persembahan umat-Mu ini. Semoga segala kemurahan hati-Mu yang berasal dari-Mu ini, dan sekarang kami haturkan kepada-Mu sebagai ucapan syukur, Engkau terima dengan gembira.
Umat:    Perkenankanlah kami umat-Mu menjadi rahmat yang boleh mewarnai kehidupan orang-orang di sekeliling kami, sehingga mereka dapat lebih berpengharapan dan bergembira karena Engkau ikut sertakan dalam kebahagiaan yang telah Engkau limpahkan kepada kami.
Imam:    Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang segala abad.
Umat:    Amin

Doa Syukur Sesudah Komuni
Imam:    Bapa yang penuh kasih, Engkau mengundang kami ke perjamuan kasih kaum musafir ini. Engkau akan membimbing kami pula untuk masuk dalam perjamuan kekal-Mu, di surga  kelak.
Umat:    Semoga hati kami selalu Engkau buka dengan tuntunan Roh Kudus, agar kami selalu mau mendengarkan undangan-Mu itu dan tidak menutup hati dengan berbagai macamhal yang dijanjikan oleh dunia yang sementara ini. Arahkan hati kami untuk juga memperhatikan hal-hal yang bertahan sampai kekal. Kiranya kami umat-Mu selalu rukun dan sehati, berpadu dalam upaya menciptakan suasana hidup yang melambangkan Kerajaan-Mu yang akan datang.
Imam:    Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Juruselamat kami, kini dan sepanjang segala masa.
Umat:    Amin.

RENUNGAN

Resepsi pernikahan selalu meriah. Persiapannya lama, bahkan kadang pake EO (Event Organiser). Hotel bahkan sudah siapkan paket: paket 500 atau 800 orang, per orang/porsi sekian puluh ribu. Sebelum menentukan tanggal pemberkatan, calon manten sudah pusing-pusing cari tempat, dan bila “tanggal baik” seperti tgl 9 bulan 9 tahun 9 pukul 9, banyak hotel sudah full booked. Setelah tanya tanggal pada orang pintar, setelah semua siap, baru menghadap pastor. Celakanya, bila pastor masih kasih beberapa persyaratan, dibilang pastor kok bikin sulit.
Kembali ke resepsi pernikahan: persitiwa istimewa ini digunakan Matius untuk menggambarkan Kerajaan Allah. Resepsi perkawinan gaya Matius beda dengan gaya Lukas, apalagi gaya kita. Matius mengatakan resepsi itu sebagai prandium, alias makan siang, Lukas menggambarkan resepsi sebagai suatu coena (dinner) makan malam. Matius dengan begitu mengatakan bahwa ini adalah suatu event istimewa. Prandium adalah sesuatu yang resmi dan khusus, pesta nikahnya anak raja. Undangan bukan sekedar kirim kartu, tapi undangan khusus dengan kurir. Coba kalo kita diundang presiden/penguasa yang mau mantu, kan ada bau-bau resmi, keharusan. Ini kelihatan pada undangan pertama oleh raja. Baru setelah tempat masih banyak kosong, undangan sudah sedikit berubah menjadi himbauan, raja memperlihatkan kebesaran hati.
Dengan menggambarkan raja sampai dua kali menyebar undangan, Matius mau menegaskan bahwa yang diundang menolak, betul-betul menolak. Mereka meremehkan undangan raja, bahkan menyiksa dan membunuh kurir raja. Lambang ini tak hanya mau perlihatkan betapa nenek moyang Yahudi telah meremehkan Tuhan, menyiksa dan membunuh para nabi, tetapi juga mengingatkan kita: jangan-jangan kita juga demikian.
Hidup kita – mau tak mau – tertuju kepada kerajaan Allah, akhir dan puncak dari kehidupan dan kebahagiaan. Namun betapa kita sering sudah puas dengan kenikmatan masa kini. Kenikmatan masa kini bukannya jahat pada dirinya sendiri, tetapi kurang bermakna kalau tidak dihubungkan dengan kebahagiaan akhir. Apalagi kalau upaya mencapai kenikmatan itu dilakukan secara keliru seperti korupsi harta kekayaan untuk diri & co hingga menghancurkan lingkungan, ekonomi seluruh negara. Untuk mencapai puas diri betapa kita meremehkan suara hati, suara keadilan, suara penderitaan sesama dan tanda jaman. Pemahaman kita yang sebetulnya lengkap dan komprehensip, sering dimatikan, dibutakan karena kita hanya termakan oleh minat dan perasaan yang sesaat dan terbatas, seperti minat terhadap materi dan atau rasa khawatir, rasa masih kurang terus. Kita membunuh ‘nabi-nabi’ yang ada dalam diri kita dan sekitar kita.
Meski kita bagaikan orang yang di perempatan jalan (orang-orang biasa) kita tetap diundang untuk memenuhi aula resepsi. Tapi lagi-lagi Matius mencatat: harus memakai ‘pakaian pesta’. Tidak cukup mau saja, kepengin saja, atau sambil lalu, tetapi tetap harus berusaha secara khusus, seperti mengenakan ‘pakaian pesta’, yaitu bebenah diri supaya siap jiwa raga. Agar pantas menjadi orang yang diundang Tuhan, menjadi putra terang, tidak berlepotan dengan kegelapan. Ada bagian dari diri kita yang masih berupa anak kegelapan: sikap dan cara kita bertindak. Dalam kehendak, kita masih dikuasai oleh nafsu dunia. Hidup kita bahkan bukan milik kita sendiri, kita undangan Tuhan bukan undangan setan. Tapi kita sering gampang terseret dalam undangan si raja gelap. (JP)

16 Oktober  2011
Hari Minggu Biasa XXIX
Yes 45:1,4-6 ; 1Tes 1:1-5b ; Mat 22:15-21

Oktober
15  Sb    Pw. S. Teresia dr. Yesus, PrwPujG

JADWAL PERAYAAN &
PETUGAS EKARISTI
15 – 16 Oktober

Gereja St. Anna
Hari/Tgl    :     Sabtu, 15 Oktober, Jam  17.30
Pen. Jwb    :    DS. Indah; Martinus, M. Assumpta
Koor    :    DS. Indah

Hari/Tgl    : Minggu, 16 Oktober, Jam  06.30
Pen. Jwb    : Buaran; Agustinus, Helena
Koor    : Madah Triaswara

Hari/Tgl    : Minggu, 16 Oktober, Jam  08.30
Pen. Jwb    : Klender; Joyoseputro, M. Magdalena
Koor    : Anak-anak Pasca Komuni I

Hari/Tgl     : Minggu, 16 Oktober,  Jam 16.30
Pen. Jwb    : Pd. Bambu 2; Paskalis, Kana
Koor    : Vincentius

Hari/Tgl     : Minggu, 16 Oktober, Jam  18.30
Pen. Jwb    : Pd. Bambu 1; Fil. Rasul, Blasius
Koor    : Gregorian

Stasi  Yoakhim
Hari/Tgl     : Sabtu, 15 Oktober , Jam  18.30
Pen. Jwb     : Hieronimus
Koor     : Candela

Hari/Tgl     : Minggu, 16 Oktober, Jam  08.00
Pen. Jwb     : Markus
Koor     : PDKK St. Anna

Stasi  MBS
Hari/Tgl     : Minggu, 16 Oktober, Jam  08.00
Pen. Jwb     : Wil. Billy & Moon
Koor     : Belcanto

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Pertama

Theodorus Pito Nurseto     Prk. Leo Agung
IJennifer  Rose  Lee    Malaysia
Gaudensis R. Prihadi Hastomo     Prk. Gabriel
Laurhein Yashinta Bawengan    Lk. Monika
Laurentius  Paulus Denny Purnawan     Lk. Leo  Agung
Inneke Oktaviana     Pamulang
Yohanes Johnny Suria Tanurisan     Prk. Antonius
Brigitta Widjaja     Lk. Lusianna
Michael Eric Kurniawan     Lk. M. Mirabilis
Agustina Dien Enrika Sitohang    Prk. Robertus Bellarminus

Pengumuman Kedua

Cornelius Gandhi Setyandana     Prk. Leo Agung
IVeronika Theodora Lili . A    Lk. Sanjaya
Hosbal Maruli Sihombing     Denpasar
Martha Marisca Kuntadi     Lk. Clara
Ng. Tonny     Kranji
Vincensia Christa Budianti      Lk. Angela

Pengumuman Ketiga

Julianus Manao     Kalideres
Irmina Yustina Ndruru    Lk. Benediktus XVI
Dominicus Sapto Widhiarto     Prk. Mater Dei
Anna Pierli Meidiantari    Lk. Clara
Agung Nadhi Nurcahyanto     Lk. Don Bosco
Zhita Sedtya Rahayu     Prk. St. Yusuf-Wonogiri

Umat yang mengetahui adanya halangan dari rencana pernikahan tersebut WAJIB memberitahukannya  kepada Pastor  Paroki

INFORMASI PAROKI

~    SIE. LITURGI: Kepada seluruh Koordinator Koor Prk. St. Anna dimohon untuk mengambil Formulir Pendaftaran Ulang Koor di Sekretariat Paroki atau di website St. Anna.
~    MISDINAR PRK. ST. ANNA: Telah dibuka pendaftaran calon putra/i Altar Prk. St. Anna. Infromasi dan pendaftaran dapat diperoleh di stand depan gereja seusai  misa.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>