Berita Paroki 16 November 2008
16 November 2008
Ams. 31: 10-13,19-20,30-31; 1Tes. 5:1-6; Mat. 25:14-30
(Mat. 25:14-15,19-21)
Hidup Kreatif Menantikan Tuhan
Minggu ini kita diajak untuk merenungkan apa yang sudah kulakukan dengan talenta kehidupanku sampai hari ini? Seluruh rangkaian permenungan iman kita minggu ini diarahkan untuk berjaga-jaga menyongsong akhir jaman, yang setiap saat dapat datang seperti pencuri di tengah malam. Dalam bacaan pertama, kitab Amsal 31, nuansa menyongsong kedatangan akhir jaman itu dilukiskan dengan menampilkan sosok seorang istri, sebagai perwujudan Hikmat kebijaksaaan yang didambakan setiap orang untuk hidup bahagia, yang digambarkan begitu cantik dan baik hati sehingga menjadi sukacita dan kebanggaan suaminya. (Ams. 31: 10-31). Seorang isteri yang menjadi tumpuan harapan suami. Dalam bacaan kedua, Santo Paulus juga mengajak umat di Tesalonika untuk berjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan kembali, bukan dengan ketakutan dan berdiam diri, tetapi dengan penuh pengharapan dan optimisme (1 Tes. 5: 1 – 6). Optimisme itu didasarkan oleh suatu kenyataan bahwa kita sudah ditebus, sudah dibaptis dalam Yesus Kristus, yang sudah wafat dan bangkit untuk kita. Dalam bacaan injil, Matheus menempatkan perikop ini dalam konteks wejangan akhir jaman untuk mengajak kita semua mawas diri, berjaga-jaga, dan mengisi kehidupan ini dengan cara yang benar selama menantikan kedatangan Tuhan pada akhir jaman tersebut. (Mat. 25:14-30).
Pesan yang menarik untuk kita renungkan bersama guna membaharui hidup kita, antara lain:
Pertama: Tuhan akan berhitung
Dalam bacaan injil dikisahkan seorang yang akan melakukan perjalanan jauh untuk waktu yang lama. Ia mempercayakan sejumlah talenta, yakni harta yang berharga atau seringkali dipahami sebagai bakat dan kemampuan hidup kita, kepada hambanya. Ada yang dipercaya mengelola 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta. Pada hari ia kembali dari perjalanan, tuan itu melakukan hitung-hitungan, meminta pertanggungjawaban atas talenta yang diberikannya. Hitung-hitungan dalam kisah ini merujuk pada hari penghakiman terakhir, akhir jaman di mana Tuhan akan meminta pertanggungjawaban kita semua mengenai semua bakat dan kemampuan hidup yang dipercayakan pada kita selama di dunia ini. Siapkah kita mempertangungjawabkan hidup dan perbuatan kita di hadapan Tuhan kelak?
Kedua: Membungakan atau memendam talenta?
Sebagaimana dalam kisah injil, orang yang dipercayakan 5 talenta mengelolanya dan mendapat laba 5 talenta. Demikian pula yang dipercaya 2 talenta mengelolanya dengan baik dan mendapat laba 2 talenta. Tampaknya pada jaman Yesus, sudah dikenal perdagangan modern tersebut. Kita pun diharapkan untuk mengelola dengan baik dan optimal bakat dan kemampuan yang diberikan oleh Tuhan untuk membuat talenta hidup kita berbunga berlipat ganda. Sebaliknya yang dipercaya dengan 1 talenta, justru memendamnya sehingga talenta itu tidak berbunga. Tuhan senang dan memberikan ganjaran kebahagiaan surga bagi orang-orang yang mengelola talentanya dengan baik, menghasilkan bunga berlipat ganda. Namun pada orang yang tidak berbuat sesuatu dan malah memendam talenta itu sehingga tidak berbunga, Tuhan menghukumnya dengan mencampakannya kedalam kegelapan neraka. Apa yang akan anda lakukan dan saya lakukan, dengan talenta hidup yang dipercayakan Tuhan pada kita?
Ketiga: Menanti yang kreatif dan bertanggung jawab
Sebagaimana isteri dalam bacaan pertama yang cantik dan menjadi kebanggaan dan dambaan suami; santo Paulus yang mengajak umat Tesalonika untuk optimis dan penuh harap menantikan kedatangan Tuhan; injil hari ini pun mengajak kita untuk berjaga-jaga secara kreatif dan bertanggung jawab.
Hendaknya kita mengelola bakat dan kemampuan kita, mengamalkannya, mengisi kehidupan kita dengan perbuatan-perbuatan yang melipat-gandakan talenta itu bagi keselamatan sesama. Sikap berjaga-jaga, kewaspadaan dan penantian kita pada kedatangan Tuhan bukanlah diwarnai dengan rasa takut dan pasif tidak berbuat sesuatu pun; tetapi dengan optimis mengisi kehidupan kita dengan hal-hal yang dapat melipat-gandakan talenta, bakat dan kemampuan kita. Semoga.
(Matheus Supomo).
HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
Yeh. 34: 11-12,15-17; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46
PENANGGALAN LITURGI
November
16 Mg Hari Minggu Biasa XXXIII
17 Sn Pw. S. Elisabet dr Hungaria, Biaraw
21 Jm SP Maria dipersembahkan kepada Allah
22 Sb Pw. S. Sesilia, PrwMrt
23 Mg HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM
24 Sn Pw. S. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt-Vietnam
30 Mg HARI MINGGU ADVEN I
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
22-23 November 2008
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 22 November, Jam 17.30
Penanggung jawab : Pd. Kopi II, Lk Katharina
Koor : Assisi
Hari : Minggu, 23 November, Jam 06.30
Penanggung jawab : Billymoon, Lk Theresia Lisieux & Tarcisius
Koor : Caecilia
Hari : Minggu, 23 November, Jam 08.30
Penanggung jawab : Bintara Jy, Lk Vincentius & Montini
Koor : WKRI Cab. St. Anna
Hari : Minggu, 23 November, Jam 16:30
Penanggung jawab : Klender, Lk Joyoseputro & Adrianus Samadi
Koor : Samadi
Hari : Minggu, 23 November, Jam 18:30
Penanggung jawab : Buaran, Lk Elia, Helena, Lucia
Koor : Swara Swani
Stasi St Yoakhim
Hari : Sabtu , 22 November, Jam 18.30
Penanggung jawab : Pd. Kopi I, Lk Hieronimus
Koor : Paulus
Hari : Minggu , 23 November, Jam 08.00
Penanggung jawab : Mal. Jaya II, Lk Lukas
Koor : Gregorian
Pengumuman Kedua
Reynold Parulian Sihombing (HKBP)
Reineldis Gayatri (Don Bosco)
Stefanus Alan Kurniawan (St. Anna)
Yustina Florentia (Prk. St. Yakobus)
Pengumuman Ketiga
Jimmy Darmawan (Cengkareng)
Katarina Yulia Christina (St Anna)
Antonius Andy Prabowo (Maria Assumpta)
Lusia Susanti Rahayu (Prk. Klepu)
Umat yang mengetahui halangan dari rencana pernikahan tersebut Wajib memberitahukan kepada Pastor Paroki
Kami mengundang umat Paroki St. Anna untuk datang pada:
Hari/tanggal : Rabu, 19 November 2008
Waktu : 19.00 Wib
Tema : Hidup dipimpin Roh
Pewarta : Bpk. Steve
Tempat : Gedung Yos Sudarso
Kami mengucapkan terimakasih kepada umat Paroki St. Anna yang telah membantu pengumpulan dana Retret Legio Maria dalam bentuk dana parkir pada tgl. 23-24 Agustus & 13-14 September 2008 sehingga acara retret tgl 24-26 Oktober 2008 dapat berjalan dengan baik. Dana yang terkumpul Rp. 3.581.700,-
SPSE bekerja sama dengan PMI ,
mengharap kehadiran “ Umat Paroki St. Anna “dalam Aksi kemanusian ”Donor Darah” pada :
Hari/tanggal : Minggu, 23 November 2008
Waktu : 09.30 s/d selesai
Tempat : Gd. Yos Sudarso lt.1
Terima kasih atas kepedulian Umat St.Anna demi kasih & keselamatan sesama.
Sie SPSE
BIA Yos Sudarso membuka pendaftaran baru untuk pembina. Bagi yang berminat silahkan menghubungi Kamaru (08567999519)/langsung ke gedung Yos setiap hari Minggu pukul 08.30-11.00 WIB. Pendaftaran ditutup tgl 30 November 2008.
Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia kami akan mengadakan pemeriksaan gula darah secara gratis pada:
Hari/tanggal : Minggu, 23 November 2008
Waktu : 10.00 Wib – selesai
Tempat : Klinik kesehatan St. Anna
I. Jadwal Dokter Gigi
• 16 November 2008 : drg. Inge
• 23 November 2008 : drg. Titus
• 30 November 2008 : drg. Meity
II. Jadwal Dokter
• 16 November 2008 : dr. Stella
• 23 November 2008 : dr. Tuti dan dr. Lusia D, SpKK
• 30 November 2008 : dr. Djufri
A Fung setiap kali sempat selalu mampir ke gereja untuk berdoa. Tetapi ia tidak pernah lama di dalam gereja, selalu hanya sebentar saja. Hal ini membuat romo paroki heran. Maka pada suatu hari romo paroki bertanya: “A Fung, apa saja yang kamu doakan dalam waktu sesingkat itu?”
“Saya hanya menatap lurus-lurus ke tabernakel dan bilang kepada Yesus: Yesus, ini A Fung. Lalu saya pamit pergi,” jawab A Fung.
Suatu saat A Fung sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Ternyata ia membawa sukacita kepada seisi rumah sakit itu. Orang-orang yang biasanya murung menjadi ceria, bahkan terkadang tertawa terbahak-bahak.
“A Fung,” kata seorang perawat pada suatu hari. “Orang-orang bilang bahwa kamu menyebabkan suasana dalam rumah sakit ini berubah. Katanya, kamu selalu gembira.”
“Saya memang sedang sangat gembira, Suster” jawab A Fung. “Orang yang melawat saya setiap hari membuat saya selalu gembira.”
“Orang yang melawat kamu setiap hari?” sang Suster bertanya. “Saya tidak pernah melihat ada seorangpun yang mengunjungi kamu.”
“Betul Suster,” kata A Fung. “Setiap hari pada jam 12 siang Dia selalu mengunjungi saya. Saya memandang Dia, dan sambil tersenyum Dia berkata: A Fung, ini Yesus.”
Berbicara kepada Tuhan adalah suatu relasi mesra. (selesai di sini atau diteruskan dengan berikut ini)
Dengan apa kita berbicara? Orang boleh mengatakan bahwa berbicara itu dengan mulut. Itu benar, tapi lebih dari itu. Kata-kata selalu diikuti dengan mimik wajah yang bersinar atau cemberut. Dengan gerak kepala atau muka tegak menengadah. Dengan tangan tersilang di dada atau sujud menyembah. Dengan kaki lurus siap siaga atau berlutut, dsb. Pendek kata, tubuh manusia adalah bahasa yang mewartakan batin.







Leave a Reply