Berita Paroki 09 Agustus 2009
HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE DALAM KEMULIAAN SURAGWI, TAHUN B/I
Why 11:19a, 12:1.3-6a,10ab ; 1Kor 15:20-26 ; Luk 1:39-56
Hari Raya Maria Diangkat ke Surga
Luk 1:39-56
Anhar adalah seorang anak SMA yang sering bertingkah laku tidak wajar di dalam kelas. Dia kadang nakal membuat gaduh atau sering berteriak minta perhatian teman-teman dan gurunya. Guru-guru banyak yang sering marah karena sikap dan cara bertindak anak yang tidak pada tempatnya ini. Pak Anton, wali kelas anak itu telah membicarakan hal anak ini dengan BP dan Kepala Sekolah.
Suatu ketika, pada saat Pak Anton mengajar, Anhar menarik perhatian teman-teman dengan menarik dan membanting laci mejanya. Padahal laci itu penuh berisi pelbagai peralatan sekolah. Barang-barang bertebaran dengan suara keras karena laci meja yang terbanting. Guru menyuruhnya
menghadap Kepala Sekolah di kantor.
Setelah mendengarkan cerita Anhar, Kepala Sekolah mengeluarkan sebuah buku tulis baru dan menulis nama anak tersebut pada sampul buku itu. Sambil menulis dia berkata kepada Anhar: “Engkau belum pernah diminta menghadap saya sebelumnya. Sekarang saya tidak tahu tentang engkau; engkau mungkin anak yang baik dan hebat, sejauh yang saya ketahui. Anak-anak yang baik dan cerdas terkadang juga melakukan kesalahan. Kini pada halaman pertama buku ini, tulislah dengan pensil suatu catatan kecil bahwa hari ini engkau disuruh menghadap saya. Sebagaimana engkau lihat, saya juga mencatat dengan pensil mengapa engkau disuruh menghadap saya. Saya tidak begitu memperhatikan kesalahanmu. Jika tahun ini engkau tidak disuruh lagi menghadap saya, saya akan menghapus catatan ini dari buku sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahui kesalahanmu sekarang!”.
Inilah pengalaman Anhar yang mendapatkan pengampunan dan dipercaya oleh Kepala Sekolah. Dia juga semakin percaya pada tuntunan dan tata tertib dari sekolah. Satu tahun berjalan lancar dan baik. Dia tidak disuruh menghadap Kepala Sekolah. Nilai belajar dan persahabatan dia dengan teman-temannya juga baik. Dia tidak tahu persis mengapa tingkah lakunya sering membuat orang-orang merasa terganggu, tetapi dengan mempercayai dan mengikuti tuntunan kepala sekolah dengan guru-guru sekolah itu, dia menjadi anak yang baik dan pandai.
Pada hari Minggu ini, kita merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Tuhan Allah menyampaikan rencana penyelamatan umat manusia. Maria dipanggil untuk ikut mengambil bagian dalam rencana besar Tuhan itu. Maria dengan ketulusan dan kepercayaan penuh akan kasih Allah menjawab panggilan itu. Dia tidak tahu persis situasi hidup seperti apa yang akan dia alami. Dalam suasana penuh percaya dan harapan besar akan rahmat Allah itu, Maria mengidungkan pujian kepada Allahyang Maha Kasih.
Seperti pengalaman Anhar yang percaya pada tuntunan di sekolah, dia dapat bertumbuh menjadi anak yang baik dan pandai, walaupun dia harus terus banyak belajar dan mengatur diri. Demikian juga dengan kita; semakin kita sungguh beriman kepada Tuhan seperti Maria dan melaksanakan kehendak dan rencanaNya dalam diri kita, maka kita pun akan dipermuliakan oleh Allah. ( Nico D)
HARI MINGGU BIASA XX, TAHUN B/I
Ams 9:1-6 ; Ef 5:15-20 ; Yoh 6:51-58
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
Agustus 2009
08 Sb Pw S. Dominikus, Im
09 Mg Hr Raya SP Maria Diangkat ke Dalam Kemuliaan Surgawi
10 Sn Pesta S. Laurensius
11 Sl Pw S. Klara, Prw
14 Jm Pw S. Maximilianus Maria Kolbe
16 Mg Hr Minggu Biasa XX
20 Km Pw S. Bernardus, Abas Puj G
21 Jm Pw S. Pius X, Paus
22 Sb Pw SP Maria, Ratu
15-16 Agustus 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 15 Agustus, Jam 17.30
Pen. jwb : Pondok Bambu I; Maria Fatima, Trinitas
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 16 Agustus, Jam 06.30
Pen. jwb : Duren Sawit Baru; Christophorus, Betlehem
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 16 Agustus, Jam 08.30
Pen. jwb : Budhaya
Koor : Budhaya
Hari : Minggu,16 Agustus, Jam 16.30
Pen. jwb : Duren Sawit Selatan; Angela, Th. d’Avilla
Koor : Belcanto
Hari : Minggu,16 Agustus, 18.30
Pen. jwb : WKRI
Koor : WKRI
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 15 Agustus, Jam 18.30
Pen. jwb: St. Markus
Koor : Fransiskus+P. Rsl
Hari :Minggu, 16 Agustus, Jam 08.00
Pen. jwb: St. Petrus
Koor : WKRI Malaka Jaya
Stasi MBS
Hari :Minggu, 16 Agustus,Jam 08.00
Pen. jwb: Billy & Moon
Koor : Bina Iman Anak
Pengumuman Pertama
Emanuel Bakti K. S. Wyana (Lk. Kana)
Velly Vabriany (Lk. Kana)
Vincent Rionaldo (Prk. St. Kristoforus)
Irene Fajar Setiadharma (Lk. St. Martinus)
Robertus Anung Kriswardoyo (Prk. Administratif Nandan)
Fransiska Endyah K. Putri (Lk. Paulus Rasul)
Pengumuman Ketiga
Yohanes Fozala Belem (Prk. Spiritu)
Maria Firee (Prk. Tilang)
PDKK
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut merenungkan sabda Tuhan, pada Hari/tanggal: Rabu, 12 Agustus 2009, Jam : 19.00 WIB. Pewarta: Bpk. Janto Arifin. Tema: Persekutuan. Mari kita bersama-sama bersuka cita di dalam Kasih-Nya.
KKMK akan mengadakan “BAKSOS ON THE ROAD(BAKSOS + TOURING MOTOR)” dalam rangka Bakti Sosial(baksos) dan meningkatkan keakraban dan kekompakan KKMK, PKKIP, Orang Muda Pekerja se-Dekanat Jakarta Timur dengan tema “ Merdeka dalam Berkarya”, pada Hari / tgl : Minggu, 16 Agustus 2009. Tempat / Rute : Sekolah STRADA, Pondok Bambu s/d Gereja Cibinong.
DANA ORANG TUA ASUH yang disingkat DOA adalah dana bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga miskin di Paroki St Anna. Usulan DOA akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh sie Pendidikan bersama Sie PSE setelah ada rekomendasi dari Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah. Para penerima DOA yang sudah waktunya masuk SLTA dihimbau untuk memilih sekolah kejuruan dengan harapan setelah lulus dapat segera bekerja. (Usulan untuk calon penerima DOA harus dilampiri fotokopy raport terakhir dan surat keterangan masih aktif belajar dari sekolah asal). BEA SISWA yang disingkat BS adalah dana bantuan pendidikan yang diberikan kepada siswa berprestasi di sekolah yang berasal dari keluarga miskin di Paroki St Anna. Usulan akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh Sie Pendidikan bersama Sie PSE setelah ada rekomendasi dari Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah. ( Usulan untuk calon penerima Bea Siswa harus dilampiri fotokopy raport terakhir dan surat keterangan berprestasi dari sekolah asal )
SUMBER DANA untuk orang tua asuh (DOA) berasal dari lingkungan tempat murid/siswa bersangkutan tinggal dan apabila dana lingkungan tidak mencukupi, ketua lingkungan dapat merekomendasikan untuk dimintakan DOA ke Paroki melalui Sie PSE. Diharapkan setiap lingkungan dapat menyantuni 3(tiga) orang murid/siswa yang berasal dari warganya. SUMBER DANA BEA SISWA DARI SIE PSE.
Untuk anak SD : Rp. 50.000,00/bulan
SMP : Rp. 60.000,00/bulan
SMA/K : Rp. 75.000,00/bulan
Dicari beberapa Chemist untuk penempatan di Cikupa, Tangerang. Persyaratan: S1 Kimia, usia max 28 thn. Lamaran dapat dikirim ke Jl. Pendidikan III G/78A, Duren Sawit atau e-mail ke grandchemi@gmail.com.
Santa Perawan Maria Diangkat Dalam Kemuliaan Surgawi
Melalui perayaan peristiwa iman “Maria Diangkat ke Dalam Kemuliaan Surgawi,” kita diajak untuk kembali merenungkan kebesaran kasih Allah dikerjakan bagi Bunda kita-Bunda seluruh umat beriman. Gereja percaya bahwa Allah sendiri telah mengangkat Maria ke surga dengan jiwa dan badan, karena peranannya yang luar biasa dalam karya penyelamatan dan penebusan Kristus Tuhan kita. Kebenaran iman ini dimaklumkan sebagai dogma dalam Konstitusi Apostolik Munificentissimus Deus oleh Sri Paus Pius XII (1939-1958), tepatnya pada tanggal 1 November 1950. Dalam dogma tersebut dinyatakan bahwa “Bunda Allah yang Tak Bernoda Dosa, Maria yang tetap perawan selamanya, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya.” Doktrin ini berhubungan dengan Dogma Immaculate Conception/ Maria dikandung tanpa noda, yang diajarkan oleh Bapa Paus Pius IX, 8 Desember 1854. Vatikan sendiri antara thn 1849-1950 dikirimi banyak sekali permohonan dari segala penjuru dunia agar kepercayaan akan Maria diangkat ke surga diumumkan secara resmi sebagai dogma. Kemudian pada 1 Mei 1946 Paus Pius XII mengirim kepada para uskup sedunia Ensiklik Deiparae Virginis ; di dalamnya paus menanyakan sejauh mana mereka setuju agar dogma itu benar-benar dimaklumkan dan jawaban para uskup adalah positif. Paus sendiri bertitik tolak dari persatuan antara Maria dengan Yesus. Persatuan itu diyakini sebagai tidak mungkin tidak diteruskan selama-lamanya, tak mungkin Maria yang melahirkan Yesus dapat terpisah dari Yesus secara fisik. Keyakinan akan Santa Perawan Maria Diangkat ke surga menunjukkan dinamisme pewahyuan dan pemahaman Gereja yang terus menerus mengenalinya seperti dibimbing oleh Roh Kudus.
Pengangkatan Bunda Maria ke surga sendiri telah lama berakar dalam Gereja. Para kudus sendiri juga telah mengajarkan tentang hal ini, antara lain adalah: St. Yohanes Damaskus (676-754), St. Antonius Padua, (1195-1231), (1206-1280), St. Thomas Aquinas (1225-1274), St Albert Agung, St. Benardinus (1380-1404), St. Robertus Belarminus (1542-1621), St. St. Petrus Kanisius (1520-1597), Alphonsus Liguori (1696-1787).
Konsili Vatikan II juga berbicara mengenai Dogma Maria Diangkat ke Surga, di dalam Lumen Gentium No. 59 dikatakan” Akhirnya, Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya.” Kemudian dalam LG No. 68 dikatakan “Bunda Yesus telah dimuliakan di surga dengan badan dan jiwanya, dan menjadi citra serta awal Gereja yang harus mencapai kepenuhannya di masa yang akan datang. Begitu pula di dunia ini ia menyinari umat Allah yang sedang mengembara sebagai tanda harapan yang pasti dan penghiburan, sampai tibalah hari Tuhan (lih.2Ptr 3:10).
Maria diangkat ke surga lebih merupakan suatu pengingat bagi Gereja bahwa Tuhan kita menghendaki agar mereka semua yang telah diberikan Bapa kepada-Nya dibangkitkan bersama-Nya. Dalam Maria diangkat ke dalam kemuliaan, ke dalam persatuan dengan Kristus, Gereja melihat dirinya menjawab undangan dari mempelai surgawi.
Kita juga percaya bahwa di dalam nama Yesus dan Maria, keluhuran martabat manusia tampak bersinar. Martabat manusia itu bersinar tidak hanya karena keagungan manusia diantara ciptaan lainnya melainkan juga karena karya penebusan Yesus Kristus, Putera Maria, dan juga persatuan mesra denganNya. Pengangkatan Maria ke surga dengan badan dan jiwanya menunjukkan kepada kita bahwa betapa Allah senantiasa menjunjung tinggi nilai tubuh manusia di hadapanNya karena penebusan Kristus. Bunda Maria telah menggerakkan kita dengan teladan dan doa agar bertumbuh dalam rahmat Tuhan. Bunda Maria juga mengajari kita agar senantiasa berserah kepada kehendak-Nya, agar mengubah hidup kita melalui kurban dan penitensi serta mencari persatuan abadi dalam kerajaan surga. Selain diberikan pengharapan, kita juga diberikan penghiburan dalam menjalani peziarahan hidup ini. Peristiwa Santa Maria diangkat ke dalam Kemuliaan Surgawi menunjukkan kepada kita bahwa kita juga selalu akan dibawa menuju kepada kehidupan kemuliaan surgawi. Akhirnya, kita semua percaya bahwa janji Tuhan yang diberikan kepada kita akan keikutsertaan dalam hidup yang kekal, termasuk kebangkitan badan, digenapi dalam diri Maria, Bunda Kristus Sang Juru Selamat kita. (Fr. Pandrias, SJ)







Leave a Reply