Berita Paroki 06 September 2009
HARI MINGGU BIASA XXIII, TAHUN B/I
Yes 35:4-7a ; Yak 2:1-5 ; Mrk 7:31-37
EFFATA, TERBUKALAH BAGI INJIL KRISTUS!
Pernahkah anda menghadapi seorang yang bisu dan tuli? Bagaimana rasanya? Susah! Kita sulit berkomunikasi. Ketika kita ingin menjelaskan sesuatu, dia sulit sekali menangkap maksud kita. Ketika dia sudah tahu apa yang kita jelaskan, dia juga sulit mengkomunikasikannya kembali kepada kita. Tapi, walaupun sulit, seorang yang bisu dan tuli bisa dilatih untuk berkomunikasi dan hasilnya ….. bisa juga! Luar biasa! Pada tanggal 5 Agustus yang baru lalu Majelis Nasional Pendidikan Katolik bekerja sama dengan SLB Tunarungu Pangudi Luhur dan SLB Tunagrahita Sang Timur mementaskan suatu drama tari kolosal di Taman Ismail Marzuki. Dalam pertunjukan yang disponsori banyak donatur, sponsor dan dihadiri oleh mereka yang mempunyai hati untuk membantu sekolah-sekolah khusus bagi mereka yang menderita kekurang-sempurnaan jasmani, anak-anak tunarungu dan tunagrahita itu mempertunjukkan tari-tarian, nyanyian, lompat koprol, deklamasi dan permainan yang sangat luar biasa. Banyak yang berkomentar bahwa dalam banyak hal mereka melebihi yang normal. Mereka mampu berkomunikasi dengan pelatih-pelatihnya, mereka mampu menampilkan gerakan yang sinkron dengan irama musik, walaupun mereka tidak dapat mendengarkan petunjuk pelatih dan musik yang diputarkan.
Pernahkah anda menghadapi seorang pimpinan yang membisukan dan menulikan diri terhadap ketidakadilan, kesewenang-wenangan yang anda alami? Bagaimana rasanya? Dapatkah anda berdaya menghadapinya? Sulit sekali, bukan? Bahkan jauh lebih sulit daripada menghadapi orang yang tunarungu atau tunagrahita sekalipun! Orang yang sengaja menulikan dan membisukan diri akan sangat sulit berkomunikasi dengan orang lain yang berbeda pendapat, berbeda pandangan, bahkan juga dengan yang hanya berbeda budaya dan status sosialnya.
Tapi kita boleh berbesar hati, karena dalam bacaan pertama (Yes.35:4-7a) Nabi Yesaya menyerukan pandangan visionernya: ”Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang …….Ia sendiri datang menyelamatkan kamu…………..mata orang-orang buta akan dicelikkan dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. ……….mulut orang bisu akan bersorak sorai” Untuk anak-anak yang memang cacat jasmani apa yang dikatakan Yesaya sudah terjadi. Dengan pendidikan di SLB seorang yang tunarungu dapat dilatih dan kemudian dapat mandiri. Data alumni SLB B Pangudi Luhur yang telah berhasil membuktikannya. Tetapi untuk masalah yang kedua, yaitu bagi yang sengaja menulikan dan membisukan diri ternyata kita perlu memohon mujizat kepada Tuhan Yesus.
Beruntung bacaan Injil hari ini (Mrk.7:31-37) menceritakan bahwa Yesus dapat menyembuhkan orang yang tuli dan bisu. Setelah menyembuhkan anak perempuan Siro-Fenesia yang kerasukan roh jahat, Yesus kembali ke Galilea melalui Sidon. Di Dekapolis, di luar Israel orang membawa kepadanya seorang tuli dan gagap. Setelah menyendirikannya, dengan meludah dan meraba lidah dan kemudian berdoa, akhirnya Yesus berkata: ”Efata! Terbukalah!” Dan orang tuli dan gagap itupun sembuh.
Bacaan kedua (Yak.2:1-5), ternyata menyinggung banyaknya orang yang membutakan, menulikan dan membisukan diri terhadap Ajaran Yesus. Yakobus telah mensinyalir adanya diskriminasi karena orang yang bersindrom tsb. Ada banyak orang yang menghormati temannya yang sama kaya, yang berpakaian indah-indah dan bercincin emas, sedangkan yang miskin tidak dipedulikan, tidak disilakan duduk atau malahan disuruh duduk di kakinya. Ini bukanlah perbuatan seorang yang beriman kepada Yesus Kristus. Yakobus mengatakan, jika kamu mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri, kamu berbuat baik, tetapi jika kamu memandang muka (diskriminasi!) kamu berbuat dosa ….(lihat Yak.2:8,9).
Sulit dan tidak enak menghadapi orang yang menulikan dan membisukan diri, tetapi bagaimana kita? Apakah kita benar-benar sudah membuka telinga dan melaksanakan ajaran Kristus dalam hidup sehari-hari kita? Jangan-jangan kita juga membuat sulit orang lain! Banyak orang, termasuk diri kita, sering hanya mau melihat orang yang kita sukai, yang sama dengan kita: kedudukan sosialnya, kekayaannya, pendapat, keyakinan dan idenya. Kita tak sabar dengan yang berbeda, bahkan sering ada kecenderungan mengecilkannya atau bahkan ingin menghilangkan mereka yang berbeda dengan mengusir atau memecatnya. Dalam Bulan Kitab Suci Nasional ini kita diingatkan untuk membuka telinga terhadap Warta Kristus, terhadap Kitab Suci. Dengan dibaptis, siapapun, bangsa apapun yang tinggal di manapun telah menerima Kristus. Karena itu telinganya sudah dibuka untuk mendengarkan pewartaan Yesus dan begitu pula ikatan lidahnya sudah dilepaskan sehingga dapat mewartakanNya kembali kepada semua orang. Bagaimana membuka dan menggunakan lidah kita? Seperti kata rasul Yakobus: menjadi pendengar sekaligus pelaku Firman, jangan iman itu kamu amalkan dengan memandang muka (diskriminasi) (lihat Yak.1: 19-22; 2:1) Inilah kado ulang tahun gereja Santa Anna! Selamat hari ulang tahun, bagi kita semua! (H.Hardi Tjandraatmadja)
HARI MINGGU BIASA XXIV, TAHUN B/I
Yes 50:5-9a ; Yak 2:14-18 ; Mrk 8:27-35
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
September 2009
06 Mg Hari Minggu Biasa XXIV
08 Sl Pesta Kelahiran SP Maria
12-13 September 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 12 September, Jam 17.30
Pen. jwb : WKRI
Koor : WKRI
Hari : Minggu, 13 September, Jam 06.30
Pen. jwb : Pondok Bambu I; St. Yoseph, Maria Fatima
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 13 September, Jam 08.30
Pen. jwb : Duren Sawit Baru; Yohana, Khristophorus
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 13 September, Jam 16.30
Pen. jwb : Duren Sawit Indah; Maria Asumpta, Immanuel
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 13 September, Jam 18.30
Pen. jwb : Pondok Kopi II; Yustinus, Katharina, Markus
Koor : Lilin Suci
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 12 September, Jam 18.30
Pen. jwb : St. Matius
Koor : St. Don Bosco
Hari : Minggu, 13 September, Jam 08.00
Pen. jwb : St. Ignatius
Koor : Candela
Pengumuman Pertama
Samuel Setiawan Supardi (Lk Veronica)
Yuni Liana (Tambun-Bekasi)
Antonius Hadi Purwanto (Lk Elisabeth)
Christina Theodoris Sihombing (Prk St. Melania)
Yohanes Anto Santosa Poedjiwo (Prk St. Yoseph)
Valentina Renatta Sri R. Setiawan (Lk St. Helena)
Pengumuman Kedua
Yohanes Harsandi (GKJW-Surabaya)
Lucia Asih Wijayarsi (Lk Herman Bouwens)
Tonny Freddy Manoppo (GPIB Koinonia)
Santa Rita Tri Meilawati (Lk Santa Ursula)
Emanuel Roy Y. Iskandar (Prk BMV Katedral)
Maria Krisanti Padarani (Lk Vincentius)
Pengumuman Ketiga
Agustinus S. Lagan Tulit (Lk Joyoseputro)
Agnes Fridasari (Lk Bunda Maria)
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut merenungkan sabda Tuhan, dengan tema “ Perjuangan Hidup Dalam Keluarga”, pada Hari/tanggal: Rabu, 09 September 2009, Jam : 19.00 WIB. Pewarta: Ibu Yurika Agustina. Mari kita mendengarkan dan merenungkan firman Tuhan.
Legio Mariae mengundang umat St. Anna untuk:
1. Berdoa ROSARIO bersama pada Hari/ Tanggal: Sabtu, 12 September 2009, Jam: 16.30 s/d 17.15 WIB. Tempat: Depan Gua Maria. Akan ada pembakaran Ujud Doa, mohon ujud doa disiapkan dari rumah.
2. Bagi yang ingin bergabung dengan Legio Mariae Guadalupe silakan datang pada Hari: Sabtu, Jam: 16.00. Tempat: Gd. Yos Sudarso lt. 2 ruang AC.
Dalam rangka HUT ST. ANNA KE XXV akan diadakan “BAKTI SOSIAL KESEHATAN UNTUK UMUM”, yang dimulai dari pukul 09.00 – 12.00 WIB. Berikut jadwal pelaksanaanya:
Tgl 13 Sept 2009 : Wilayah Duren Sawit Selatan
Tgl 27 Sept 2009 : Wilayah Buaran
Tgl 04 Okt 2009 : Wilayah Malaka Jaya II/ Rusun Klender
Tgl 11 Okt 2009 : Wilayah Pondok Kopi II
Sumbangan pembangunan Gereja St. Anna untuk Altar :
• NN : Rp 800.000,-
Sumbangan pembangunan Gereja St. Anna untuk CORPUS :
1. Eni : Rp 500.000,-
2. Nani Hendyawan : Rp 500.000,-
3. Sisca : Rp 500.000,-
4. Bianca : Rp 500.000,-
TOTAL : Rp 2.000.000,-
Jadwal Balai Pengobatan:
? Dokter Gigi :
06 Sept : drg. Titus
13 Sept : drg. Nita
20 Sept : drg. Meity
27 Sept : drg. Dian
Hari Minggu Kitab Suci Nasional
Berdasarkan penanggalan liturgi, minggu I dalam bulan September ini diawali dengan Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Bulan September telah dikhususkan oleh Gereja Katolik Indonesa sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. Hampir dapat dipastikan bahwa di setiap keuskupan diselenggarakan berbagai macam kegiatan yang bertujuan untuk mengisi dan menghidupkan bulan Kitab Suci Nasional. Dalam kegiatan ini dimulai dari lingkungan, wilayah, paroki, biara-biara maupun kelompok kategorial. Kegiatan tersebut misalnya ada lomba membaca KS (misalnya di Santa Anna sendiri akan dilaksanakan pada tgl 27 September 09), pendalaman KS, dll. Sebagai umat yang aktif, sebelum masuk pada permenungan tentang Kitab Suci itu sendiri tentu kita juga akan bertanya –tanya sejak kapan tradisi Bulan Kitab Suci Nasional berawal dan untuk apa hal itu diadakan ?
Pada asal mulanya Hari Minggu Kitab Suci Nasional diputuskan dalam rapat Majelis Wali Gereja Indonesia (MAWI 1977). Hari Minggu yang dimaksudkan adalah Hari Minggu Pertama pada bulan September. Dalam perkembangan selanjutnya keinginan umat untuk membaca dan mendalami KS semakin berkembang. Satu Minggu dirasa tidak cukup lagi untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seputar Kitab Suci. Maka, kegiatan-kegiatan ini berlangsung sepanjang Bulan September, dan bulan ke-9 ini sampai sekarang menjadi Bulan Kitab Suci Nasional. BKSN ditutup dengan Pesta Santo Hieronimus pada tanggal 30 September. Untuk mengetahui latar belakang historis diselenggarakannya BKSN itu, kita perlu melihat kembali Konsili Vatikan II, khususnya dalam Dei Verbum (Konstitusi Dogmatis tentang Wahyu Ilahi). Konsili mengajak kita untuk terus menerus tekun membaca KS (Lihat DV 25). Umat supaya dapat membaca KS tentu langkah awalnya adalah dengan menterjemahkan KS ke dalam Bahasa setempat (dalam hal ini Bahasa Indonesia.) Kemudian Konsili II menganjurkan supaya ada terjemahan KS ekumenis, yakni terjemahan antara Katolik dan Protestan. Kemudian Gereja Katolik mulai kerjasama dengan LAI ( Lembaga Alkitab Indonesia ), maka dimulailah dengan pemakaian KS terjemahan bersama. Yang membedakan adalah adanya Kitab-Kitab Deuterokanonika (Misalnya Tobit, Yudit, Barukh, Kitab Makabe, dll) yang diakui dalam KS Gereja Katolik.
Selanjutnya untuk melatih umat membaca dan memaknai KS maka Lembaga Biblika Indonesia mencoba untuk memperkenalkan KS kepada umat dengan berbagai usaha. Oleh karena itu LBI mengusulkan dan mendorong agar keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki di seluruh Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan seputar Kitab Suci pada hari Minggu tertentu. Hal itu bertujuan supaya umat semakin dekat dan akrab dengan Kitab Suci sebab diyakini bahwa Kitab Suci merupakan sumber dari kehidupan iman kita sebagai orang Katolik. Tujuan yang kedua adalah supaya umat dapat memiliki dan aktif menggunakannya sehingga diharapkan umat makin hari makin dapat memperdalam iman kepercayaan mereka akan Injil sebagai sabda kebenaran dan kehidupan.
Kemudian untuk menindaklanjuti maksud dan tujuan tersebut melalui sidang MAWI (sekarang KWI) para uskup menetapkan agar satu Hari Minggu tertentu dalam tahun gerejani ditetapkan sebagai Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Itulah sekilas sejarah singkat mengenai serangkaian asal usul terbentuknya kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional.
Semoga Bulan Kitab Suci tahun 2009 ini semakin membumi dan ada ‘gregetnya’ apalagi berbarengan dengan Ulang Tahun Gereja kita yang ke-25 yang kebetulan jatuh pada tanggal 2 September 2009. Didukung juga dengan adanya perbaikan Gereja kita, semoga hal itu makin mendorong kita untuk mau terus belajar saling berbenah dan terlibat dalam mewartakan dan membagikan Sabda Allah sehingga kita akan dapat saling berucap “I Love You Full”. (Fr. Pandrias, SJ)







…………EFFATA,TERBUKALAH BAGI INJIL KRISTUS…………..
Segala sesuatu dibukakan,dinyatakan,disembuhkan,disentuh,oleh kasih Allah yg tak berkesudahaan,Selalu indah&baik adanya.Tuhan memberikan kita semua baik adanya.Ada hal buruk ada hal baik itu hy keluar dari bibir manusia kt yg terbatas ini.Namun bagi Allah kita yg Kudus selalu baik adanyaaaa!!!
Kalau kepekaan kt mau terbuka/menyentuh Roh Allah yg sdh lebh dulu tinggal di jiwa kita.Sehingga hal baik bertumbuh mekar/berseri-seri setiap saatnya.Karena batin yg hening-jernih-bening bagai air yg ‘diam’tp terus mengalir.Sehingga dgn gimana kita melakukannya agar batin kt ‘diam’?hy mengamati,menyadari,memandang,melihat apaadanya.
Tuhan sungguh Indah,firman nya ini disampaikan pada bacaan di minggu ini,juga pas dengan hantaran Homili yg disampaikan Romo.
IA begitu mengasihi kt sehingga Tuhan mau kita semua baik adanya IA ciptakan segala sesuatu baik adanya pula.Yakin itu!!
Seperti hadiah yg terindah juga loh! dihari ini.kt bisa memperingatkan ke 25 tahun St Anna berdiri,sehingga penyelenggaraan apapun baik adanya,diberikesempatan hari ini,dgn cuaca baik,matahari bersinar,udara sejuk.kt umatnya boleh menikmati Rahmat dari NYA berjalan santai&bersepeda santai.kemeriahan ini sudah tertanam dihati kami semua yg bergabung hal sederhana namun banyak-banyak manfaat&mempunyai arti kebersamaan yg sangat ceria.
Waw sungguh luar biasa dihari yg indah ini,Terima kasih Kepada NYA,atas karunia yg berlimpah,dgn renungan hari ini baik,homili baik,HUT ke 25 yg baik & panitia-panitia yg baik pula.
Terima kasih semuanyaaaaa.u bless