Berita Paroki 06 Maret 2011
06 Maret 2011
HARI MINGGU BIASA IX
Ul 11:18,26-28,32 ; Rm 3:21-25a,28 ; Mat 7:21-27
MELAKUKAN KEHENDAKNYA
”Ade sedang apa?” tanya Bapak. “Sedang bikin puisi buat Bapak.” “Hmm… bagus. Apa judulnya?” “Sayang Bapak.” “Wah… sekarang kalau sayang Bapak, tolong dulu bersihkan motor Bapak.” “Ah, suruh kakak saja.” “Kalau tidak, tolong ambilkan air seember dan kainnya untuk bersihkan motor.” “Tidak bisa, Pak. Ade kan sibuk bikin puisi buat Bapak.” Begitulah percakapan asyik antara Bapak dan Ade. Ade membuat puisi berjudul “Sayang Bapak”, tetapi ketika diminta membersihkan motor, dia tidak mau. Begitu pula ketika diminta untuk hanya mengambilkan air dan kain untuk membersihkan motor. Dia tidak mau karena katanya dia sibuk membuat puisi untuk bapaknya. Itulah Ade!
Daniel seorang murid yang pandai. Jika diminta mengerjakan sesuatu pastilah dia akan segera menjawab: “Ya, pak!” atau Ya, bu!”, tetapi ketika beberapa saat kemudian dia diminta menunjukkan apa yang harus dibuatnya, dia sering menjawab: ”Aduh, maaf pak. Baru besok saya akan menyelesaikannya” atau “Maaf bu, saya lupa. Nanti saya kerjakan bu!” Begitulah nanti jika dia ditagih lagi. Orang berkata: Ntar sok, ntar sok, entar …..besok. Tapi dia tidak pernah melakukannya.
Abel lain lagi. Dia juga sebenarnya tidak nakal. Dia selalu berbaik hati dengan orang yang baik hati kepadanya juga. Dia sangat lekat dengan neneknya. Dia selalu mentaati nasihat dan permintaan neneknya. Dia tak pernah rewel jika dia bersama dengan neneknya. Karena itulah, dia sangat marah jika melihat adiknya nakal kepada neneknya atau tidak melaksanakan permintaannya. Demi nenek, dia memukul, memaki adiknya.
Ade, Daniel dan Abel memang bukan termasuk anak yang buruk, yang suka menyusahkan orang lain. Ade membuat puisi ”Sayang Bapak”, Daniel sopan dalam tutur katanya dan begitu pula Abel sangat menyayangi neneknya, tetapi ketiganya memang tidak ideal menurut bacaan-bacaan hari Minggu ini.
Bacaan Pertama (Ul.11:18.26-28.32) menyatakan dengan jelas bahwa: Berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, …………Kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu ……… Maka haruslah kamu melakukan dengan setia segala ketetapan dan peraturan yang kupaparkan kepadamu pada hari ini. Dalam bacaan yang kedua (Rm.3:21-25a.28), Paulus menyatakan secara gamblang bahwa: manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Sedangkan Injil (Mat.7:21-27): ”Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerjaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di surga.”
Bagaimana Ade, Daniel dan Abel? Ade mau buat puisi ”Sayang Bapa” . Bagus sekali! Sayangnya dia belum mengerti bahwa sayang kepada bapaknya itu harus dibuktikan, tidak hanya dengan menulis puisi, tetapi lebih-lebih dengan melakukan apa yang diminta oleh ayahnya. Daniel juga baru berbaik hati dengan bertutur kata yang bagus, tetapi dia juga belum melakukan apa yang sudah dikatakannya. Abel memang baik kepada nenek, tetapi dia juga belum mengerti bahwa kebaikan kepada neneknya itu harus juga diikuti dengan kebaikan kepada adik dan juga teman-temannya.
Ade, Daniel dan Abel itu kebetulan hanyalah anak kecil yang belum mengerti, tetapi bagaimana dengan kita? Kita tentunya bukan seperti mereka. Iman yang menyelamatkan sebagaimana yang ditegaskan Paulus bukanlah iman yang hanya di mulut, dalam pembicaraan, tetapi iman yang harus sampai ke hati dan kemudian sampai ke tangan yang melakukan. Mgr J. Pujasumarta Uskup Agung Semarang dalam Surat Gembala Prapaskah 2011 ini mengatakan langkah-langkah rohani yang baik dalam melaksanakan kehendak Tuhan adalah dengan “necep sabda, neges karsa, ngemban dhawuh”. Dalam langkah “necep sabda”, kita buka telinga kita untuk mendengarkan dan mengecap Sabda. Kita biarkan daya kekuatan Sabda itu masuk dan mengubah hati kita dan beriman kuat. Kemudian dalam langkah “neges karsa” kita menjajaki apa kehendak Tuhan dan kemudian menegaskan bahwa kehendak Tuhanlah yang kita utamakan. Dalam langkah “ngemban dhawuh”, kita bangun kehendak hati dan budi kita untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam seluruh hidup kita. Langkah itu dapat membantu kita menjadi bijaksana untuk mendirikan rumah di atas batu, sebagaimana dikatakan Tuhan, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.” (Mat. 7:24-25). Mudah-mudahan di dalam masa Prapaskah ini kita dapat membangun diri kita menjadi orang bijaksana seperti itu. Amin! (H.Hardi Tjandraatmadja)
13 Maret 2011
HARI MINGGU PRAPASKAH I
Kej 2:7-9, 3:1-7 ; Rm 5:12-19 ; Mat 4:1-11
Maret
19 Sb Hari Raya S. Yusuf, Suami SP. Maria
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
12 – 13 Maret 2011
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 12 Maret 2011, jam 17.30
Pen. Jwb : Bintara Jaya; Vincentius, Montini
Koor : Christo Regi Dicata
Hari : Minggu, 13 Maret 2011, jam 06.30
Pen. Jwb : PDKK/PDOMKK
Koor : PDKK/PDOMKK
Hari : Minggu, 13 Maret 2011 2011, jam 08.30
Pen. Jwb : Billy&Moon; Mangunwijaya, Mathilda
Koor : Belcanto
Hari : Minggu, 13 Maret 20112011, jam 16.30
Pen. Jwb : DS. Selatan; Ursula, Fransiscus Assisi
Koor : DS. Selatan
Hari : Minggu, 13 Maret 20112011, jam 18.30
Pen. Jwb : Pd. Kelapa I; Michael, Clara
Koor : Pd. Kelapa I
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 12 Maret 2011, jam 18.30
Pen. Jwb : St. Hieronimus
Koor : Wil. Mlk. Sari 1
Hari : Minggu, 13 Maret 2011, jam 08.00
Pen. Jwb : St. Matheas
Koor : Lilin Suci
Jadwal Misa Ekaristi HARI RABU ABU
09 Maret 2011
| GEREJA ST. ANNA | STASI YOAKHIM | ||||
| Waktu | Pen. Jwb | Koor | Waktu | Pen. Jwb | Koor |
| 05.30 | DS. Selatan; St. Angela | Umat | 05.30 | St. Timotius | St. Paulus |
| 19.00 | WKRI | Matheo | 18.30 | St. Dionisius | WKRI Mlk. Sari 2 |
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Abraham Hans Nikita Tito Tirtaatmadja Lk. Keluarga Kudus
Eleonora Jeassyca Ngaditeja Prk. St. Monika, Serpong
Pengumuman Ketiga
Martinus Elon Suhilan Prk. Servatius
Maria Yanti Lk. Adrianus Samadi
PDKK
Pertemuan PDKK St. Anna pada 09 Maret 2011 ditiadakan dan akan dilanjutkan pada tanggal 16 Maret 2011.
LEGIO MARIAE
Legio Mariae mengundang umat St. Anna untuk:
1. Berdoa ROSARIO bersama pada Hari/Tanggal: Sabtu, 12 Maret 2011, Jam: 16.30 s/d 17.15 WIB. Di: Depan Gua Maria. Akan ada pembakaran Ujud Doa yg disiapkan dari rumah.
2. Bagi yang ingin bergabung dengan Legio Mariae Guadalupe silakan datang pada Hari: Sabtu, Jam: 16.00. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 2 ruang AC (khusus pada Sabtu minggu ke-2 dimulai setelah Rosario selesai).
KURSUS EVANGELISASI PRIBADI (KEP)
Mengajak seluruh umat Paroki St. Anna untuk mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan ke VIII yang akan dimulai pada Hari/Tanggal: Selasa, 03 Mei 2011, jam: 19.00, di Gd. Yos Sudarso lt. 1. Pendaftaran dan info lebih lanjut dapat ditanyakan di stand depan gereja seusai misa.
BARANG YANG HILANG
Bagi umat yang merasa kehilangan handphone nokia CDMA tipe 1255, dapat ditanyakan ke Sekretariat Paroki.
INFORMASI
Kegiatan – kegiatan kategorial dan info lowongan kerja yang ingin dimuat di Berita Paroki, silahkan disampaikan ke Sekretariat Paroki paling lambat hari Rabu, pukul: 15.30 WIB atau email ke: sekretariat_stanna@yahoo.com.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera :
- Supir Pribadi. Syarat: usia 30 – 50 thn, memiliki SIM A, bias membawa kendaraan matic, berdomisili di sekitar Paroki St. Anna. Bagi yang berminat dapat menghubungi tlp: 0816 113 6058.
- Supir Mobil Pickup. Syarat: memiliki SIM A, disiplin, dan mau bekerja keras. Bagi yang berminat dapat menghubungi Bp. Lukas: 021 324 05776 atau di toko: 021 8887513 pada jam kerja Senin s.d Sabtu, jam: 09.00 – 17.00.
- Supir Pribadi. Syarat: memiliki SIM A, jujur, sopan, dan berdomisili di sekitar Pd. Bambu atau di Duren Sawit. Bagi yang berminat dapat menghubungi telp: 0815 841 86272.
- Tenaga Marketing. Syarat: usia antara 25 – 45 thn, pend. min. S1, dapat berkomunikasi dengan baik, dan diutamakan yang memiliki kendaraan pribadi. Akan diberikan training dan jenjang karir yang menarik. Bagi yang berminat dapat mengirimkan surat lamaran beserta pasphoto ukuran 4×6 yang terbaru ke email: monik.sanjaya@gmail.com.
Sekedar tahu aja yah…
PERATURAN PUASA DAN PANTANG
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA TAHUN 2011
TEMA: MARI BERBAGI
Masa Prapaskah atau waktu puasa tahun 2011 dimulai hari Rabu Abu tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan tanggal 23 April 2011. Dalam masa prapaskah ini kita di wajibkan:
- Berpantang dan berpuasa pada Hari Rabu Abu, 9 Maret 2011 dan Hari Jumat Suci, 22 April 2011. Pada hari Jumat lainnya dalam Masa Prapaskah hanya berpantang saja.
Yang diwajibkan berpuasa menurut Hukum Gereja yang baru adalah semua yang sudah dewasa sampai awal tahun ke enam puluh (KHK k. 1252). Yang disebut dewasa adalah orang yang sudah genap berumur 18 (delapan belas) tahun (KHK k.97 §1).
- Puasa artinya: makan kenyang satu kali sehari.
- Yang diwajibkan berpantang: semua yang sudah berumur 14 tahun keatas (KHK k. 1252)
- Pantang yang dimaksud disini: tiap keluarga atau kelompok atau perorangan memilih dan menentukan sendiri, misalnya: pantang daging, pantang ayam, pantang jajan, atau pantang rokok.
Kita semua diajak untuk member perhatian kepada saudara-saudara kita yang kekukrangan dengan cara berbagi untuk mereka. Secara khusus selama masa prapaskah ini kita merefleksikan dan mendalami sikap iman ini. Maka kita masing-masing diajak untuk mewujudkan keutamaan ini dalam hidup setiap hari sebagai rasa syukur atas kasih Tuhan dan wujud pertobatan.
- Baiklah jika kita semua saling mendukung dengan memelihara masa tobat ini. Maka sangat dianjutkan agar perkawinan-perkawinan sedapat mungkin tidak dilaksanakan dalam masa Prapaskah (juga adven), kecuali ada alasan yang berat.
- Bila ada perkawinan yang karena alasan yang bias dipertanggungjawabkan dilangsungkan dalam masa Prapaskah atau Adven, atau pada hari lain yang diliputi suasana tobat, pastor paroki hendaknya memperingat kan para mempelai agar mengindahakan suasana tobat itu, misalnya jangan mengadakan pesta besar (Upacara Perkawinan, Komisi Liturgi 1976, hal 14) untuk mengurangi kemungkinan menimbulkan batu sandungan.
Mari kita mensyukuri belas kasih Tuhan dan berusaha untuk membagikannya kepada sesame kita, terutama mereka yang membutuhkan.
(kutipan ini berdasarkan Surat Peraturan Pantang dan Puasa Keuskupan Agung Jakarta 2011, kutipan selengkapnya dapat dilihat di website st. Anna)







Leave a Reply