Berita Paroki 06 Desember 2009
HARI MINGGU ADVEN II, TAHUN C/II
Bar 5:1-9 ; Flp 1:4-6,8-11 ; Luk 3:1-6
MENDAMBAKAN SANG KEBENARAN DAN KEADILAN
Masih adakah kesempatan mendapatkan kebenaran dan keadilan pada hari-hari ini? Inilah pertanyaan sekaligus harapan banyak orang ketika pada hari Senin petang tanggal 23 November, perhatian banyak orang diarahkan ke istana. Sejumlah organisasi masyarakat dikabarkan mengadakan acara nonton bareng melalui televisi di Istora Senayan, Jakarta. Saat itu dengan perasaan tidak sabar orang menanti-nantikan apa yang akan diputuskan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam menanggapi Rekomendasi Tim 8. Telah berhari-hari TV dan Surat Kabar memberitakan dan mengulas masalah “Bibit-Chandra”. Bahkan mereka yang biasanya tidak suka dengan perbincangan politik di Televisi TV One ataupun Metro TV, sekarang mengikutinya setiap malam. Tapi apa yang terjadi? Berita malam itu ternyata tidak sebesar harapan orang. Tidak ada keputusan yang tegas, explisit, pasti dan nampak besar! Namun banyak orang mengatakan tindakan bapa Presiden itu telah jitu dan sangat politis, walaupun tampak mengambang dan belum memenuhi rasa keadilan orang banyak. Karenanya kembali kita bertanya, masih adakah kesempatan mendapat keadilan dan kebenaran?
Bacaan pertama hari ini (Bar.5:1-9) menjelaskan Allahlah yang akan memenuhi harapan akan kebenaran dan keadilan itu.. Diceritakan di sini berita pembebasan bangsa Israel. Yerusalem diajak tidak lagi bersedih dalam kesengsaran, tetapi diminta bangkit mengenakan kemuliaan Allah. Anak Israel akan dikembalikan ke Yerusalem. Untuk itulah gunung diratakan, jurang ditimbun dan seluruh umat Israel dituntun Allah dengan sukacita karena belas kasihan dan kebenaranNya. Itulah sebabnya bangsa Yahudi menantikan Messias yang akan memerintah dengan penuh keadilan dan kebenaran. Bacaan kedua (Flp. 1:4-6,8-11) menceritakan situasi yang sangat kita dambakan sekarang, yaitu suasana kasih, suasana, dimana tak ada saling curiga, tak ada saling menjatuhkan, tak ada saling merekayasa dapat diperoleh dalam Kristus. “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah,, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu” (Flp.1:2). Karena itulah Paulus selalu berdoa, bersyukur atas persekutuannya, berpikir yang positif dan merindukan umatnya. Yang diinginkan Paulus hanyalah umatnya penuh kasih yang berlimpah, berpengetahuan dan pengertian yang benar sehingga memilih apa yang baik, suci dan tidak bercacat dan penuh dengan buah kebenaran.
Bagaimana suasana kasih, damai dan adil itu kita peroleh juga disampaikan dalam Bacaan Injil (Luk.3:1-6). Disampaikan bahwa dengan bertobatlah kita dapat memperolehnya! Inilah pengalaman rohani yang menggerakkan Yohanes. “Dalam tahun kelimabelas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ….. …. Datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.”(ayat 1-2) Dengan pengalaman rohaninya ini Yohanes menyerukan pertobatan kepada orang-orang yang datang menemuinya, dengan mengutip Yesaya (Yes 40:3-5), yang dapat dimengerti pendengarnya: “Persiapkan jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan”(ayat 4-6) Pertobatan inilah yang diperlukan untuk terciptanya keadilan, kebenaran dan kasih! Di tengah kekaburan nilai, di tengah situasi politik yang tidak menentu, ajakan tobat Yohanes merupakan tindakan tepat yang sangat diperlukan untuk suatu pembaharuan hidup umat dan bangsa saat itu. Dengan bahasa yang dimengerti, diambil dari Perjanjian Lama, tetapi secara tepat Yohanes menjelaskan apa yang harus dilakukan orang, jika ingin melihat keselamatan dari Tuhan, jika ingin keadilan, kebenaran dan kasih.
Bagaimana keadaan kita sekarang? Keadaan kita sekarang tidak jauh berbeda dengan situasi Yohanes. Korupsi yang merajalela, keadilan yang tidak memihak orang kecil, keadilan yang dapat diperjualbelikan, kriminalisasi, makelar kasus, rekayasa membuat kepercayaan rakyat kepada hukum menjadi sangat tipis. Masyarakat yang demikian sangatlah rawan. Keadaan yang demikian hanyalah dapat diatasi dengan tobat yang radikal yang dilakukan oleh semua pihak. Hanya kalau kejujuran ditegakkan, hati yang bengkok diluruskan, kedengkian dan kelobaan ditimbun, kepercayaan kepada hukum perlahan-lahan akan kembali dan kedamaian akan terbit di masyarakat kita. Tepat sekali presiden meminta semua instansi berperan melakukan tugasnya sesuai dengan kewenangannya memperbaiki instansinya sendiri, memotong ketidakjujuran dan memotong segala bentuk korupsi! Semua orang yang mencintai Tanah Airnya, yang mendambakan terselesaikannya masalah-masalah ini, perlu mendukung pemulihan kepercayaan kepada hukum dan keadilan ini dengan juga bertobat. Mari bertobat dengan meluruskan hati kita dalam hidup sehari-hari dengan selalu bertindak jujur, adil dan penuh kasih kepada siapapun. Mari kita timbun kebencian, keangkaramurkaan, irihati, kedengkian dan sifat loba yang ada dalam hati kita. Hanya dengan bertobat, kita dapat menyongsong terciptanya Negara hukum berkeadilan dan berperikemanusiaan serta dapat pantas menyambut kedatangan Putra Allah, Sang Kebenaran dan Keadilan di hari Natal nanti. (H.Hardi Tjandraatmadja)
HARI MINGGU ADVEN III, TAHUN C/II
Zef 3:14-18a ; Flp 4:4-7 ; Luk 3:10-18
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN C/II
Desember 2009
07 Sn Pw. S. Ambrosius, UskPujG
08 Sl HARI RAYA SP MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA
12-13 Desember 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 12 Desember, Jam 17.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Baru; Yohana, Keluarga Kudus
Koor : Duren Sawit Baru
Hari : Minggu, 13 Desember, Jam 06.30
Pen. Jwb : Buaran; Helena, Agustinus
Koor : Helena
Hari : Minggu, 13 Desember, Jam 08.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Timur; Elisabeth, Leo Agung
Koor : Duren Sawit Timur
Hari : Minggu, 13 Desember, Jam 16.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa I; Claris, Faustina Kowalska
Koor : Pondok Kelapa I
Hari : Minggu, 13 Desember, Jam 18.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu I; Maria Fatima, Trinitas
Koor : Pondok Bambu I
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 12 Desember, Jam 18.30
Pen. Jwb : Sta. Katarina
Koor : St. Paulus
Hari : Minggu, 13 Desember, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Matius
Koor : WKRI Wilayah Malaka Sari I
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Muara Tumpal Saragih Sidabalok (Lk. Matheus)
Junita Manurung (HKBP)
Sebastianus Rianto (Prk. St. Thomas)
Maria Anastia Putri Ridiasa (Lk. Elisabeth)
Martin Rendra (Lk. St. Anna)
Ellen Theresiana (THB)
Arivin Jesse Sunanda (GKI)
Yassica Caroline Catherine (Lk. Sto. Matius)
Pengumuman Ketiga
L. Catur Kesuma Eddy Pamungkas (Lk. Yakobus)
Y. Rahayuningtyas Kusuma Rini (Lk. Petrus)
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita merenungkan firman Tuhan dalam tema “Advent II”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 09 Desember 2009, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bp. Vincentius Sugito. Di : Gd. Yos Sudarso
Samadi Klender: Jumat, 11 Desember 2009
Stasi Yoakhim: Senin – Selasa, 14-15 Desember 2009
Stasi MBS: Rabu, 16 Desember 2009
Santa Anna: Kamis -Jumat & Senin, 17-18 & 21 Des 2009
Keterangan : di mulai dengan Ibadat Pukul: 17.30.
Pelaksanaan pelantikan WKRI DPC St. Anna pada Hari/Tanggal : Minggu, 06 Desember 2009, pada saat misa pukul 16.30 yang akan dipimpin oleh Rm. Ardi Handojoseno. SJ
Para suster Misionaris Claris dari Sakramen Mahakudus mengundang Bp/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri Triduum St. Maria Guadalupe, Pelindung Utama Kongregasi, pada:
Hari/Tanggal: Rabu – Jumat, 09 – 11 Desember 2009, dan Hari Raya St. Maria Guadalupe, pada Hari/Tanggal : Sabtu, 12 Desember 2009, waktu : Pukul 19.00 WIB. Tempat : Rumah Doa Sta. Maria Guadalupe, Duren Sawit Baru Blok A – 10/10, Jakarta Timur.
Retret untuk Prodiakon akan diselenggarakan pada tanggal 22 s/d 24 Januari 2010. Di: Padepokan Bukit Kehidupan, Gunung Geulis – Bogor. Para Prodiakon agar mendaftar pada Koordinator kelompok Sbb:
No Wilayah Koordinator
1. Klender, Buaran, & DST Y. P. Irwan Santoso
2. DS Indah, & PTB DS Yohannes Budi Muliana
3. Pdk. Bambu I & II Romanus Hartomo
4. DS Selatan & DS Baru Antonius Ngadiso
5. Billy & Moon, & Bintara Jaya Yohanes Tjia
6. Pdk. Kelapa I & II A. Arief Surapati
7. Mlk Sari I & II Y. Supangat
8. Mlk Jaya I & II Ambrosius Soeroso
9. Pdk. Kopi I & II D. Haryono
Telah terbit buku berjudul “REVOLUSI BATIN ADALAH REVOLUSI SOSIAL” karya Pastor Y. Sudriyanta, SJ. Tersedia di Toko Paroki St. Anna.
PALUNGAN NATAL
Dalam merayakan kelahiran Jesus, St. Fransiskus Assisi memutuskan untuk “menghidupkan” perayaan ini bagi umatnya dan para pertapa pengikutnya yang tinggal di bukit-bukit di sekitar pertapaannya di Greccio. “Saya ingin menginat si jabang bayi yang lahir di Bethlehem. Saya ingin menampilkan di hadapan mata kita kesengsaraan dalam apa yang dibutuhkan si bayi kecil, bagaimana ia terbaring di atas jerami di palungan, didampingi seekor sapi dan keledai”
Bersama teman-temannya beliau berhasil menciptakan kembali adegan palungan di dalam sebuah gua yang di kelilingi lilin-lilin. Penduduk desa dan para pertapa terpesona dalam merayakan misa natal. St. Fransiskus berkhotbah, menghidupkan cerita natal secara istimewa.
Setelah St. Fransiskus wafat, adat membuat palungan ini menyebar di seluruh Eropa sejak tahun 1220. Bila ada kandang Natal bersama palungan di dalam rumah kita, itu tidakn hanya mengingatkan kita akan Natal pertama, tetapi juga menghubungakan kita dengan semua umat kristiani yang merayakan kelahiran Kristus selama berabad-abad.
Diterjemahkan dari kalender liturgi bulanan Carmelite Monastery Melbourne “Pauline Year”







Leave a Reply