Berita Paroki 06-07 Maret 2010
07 Maret 2010
Hari Minggu Prapaskah III, TAHUN C/II
Kel 3:1-8a, 13-15 ; 1Kor 10:1-6, 10-12 ; Luk 13:1-9
BENCANA, KEMISKINAN,
POHON KERING, BABI DAN SAPI .
Mgr. Pujosumarto, Uskup Bandung dalam situs Multiplynya menyampaikan sbb: ”Telah terjadi bencana tanah longsor di daerah perkebunan teh Dewata Kecamatan Tenjolaya. Lokasi lebih dekat lewat Ciwidey. Peristiwa ini terjadi hari Selasa, 22 Februari 2010, pukul 08.00. Longsor berlangsung sekitar 15 menit. Jarak tempuh dari Puncak Mulya (tempat proyek air yang didampingi Caritas Bandung (Cariban) dengan jalan kaki selama 3 jam. Sebatas ini, laporan dari tim Cariban, diketemukan 6 orang meninggal dan 2 orang hanyut. Korban tertimbun diperkirakan 50-100 orang. Rumah tertimbun sekitar 30 rumah. Pabrik tertimbun sampai atap, gedung perkantoran tertimbun termasuk kantor koperasi. Satu tempat penitipan anak tertimbun.”Itu salah satu bencana yang menimpa umat di Keuskupannya. Di samping itu ada tanah longsor, banjir di daerah Bandung Selatan, angin puting beliung dan gempa bumi yang pernah mengakibatkan tsunami di Pangandaran. Dan masih ada pula penyakit mematikan seperti flu burung, flu babi, demam berdarah dengue dan ………..yang harus kita atasi adalah kemiskinan (Thema Aksi Puasa Pembangunan kita).
Menghadapi musibah dan kemiskinan bagaimanakah sikap kita? Apakah kita cukup mendiskusikan siapakah yang bertanggung jawab atas segala musibah dan kemiskinan? Apakah ini kesalahan, masalah korban-korban bencana itu saja? Menghadapi itu saya ingat kebun kakek saya di kampung luas sekali. Nenek rajin merawat semua pohon di dalamnya. Ia menyiangi tanaman. Ia memotong batang, cabang atau sulur yang kering dan layu. Kadang-kadang dimintanya kakek menebang pohon yang meranggas kering. Waktu itu saya tidak tahu mengapa itu dilakukan. Nenek hanya mengatakan: “Jika pohon, batang, cabang yang tidak berbunga atau berbuah tidak ditebang, dipotong, pastilah kebun kakek penuh sesak, walaupun semuanya tak berguna. Lalu untuk apa kebun ini jika tak ada buah dan tak ada bunganya? Hanya merepotkan saja!” “Begitu juga kamu!”, tiba-tiba kata kakek kepada saya. “Kalau kamu tidak rajin belajar di sekolah, hidupmu juga tak berguna, hanya akan menghabiskan makanan dan merepotkan saja!” Saya jadi sedih mendengar perkataan kakek. “Tetapi kamu tidak begitu, kamu kan rajin belajar!” kata nenek menciumi dengan punuh kasih sayang. “Pohon kering itu seperti babi!” kata kakek, “Babi tidak dapat berbuat apa-apa. Ia jorok, tidak memelihara dirinya. Ia hanya bisa makan. Ketika hidup, ia sama sekali tidak berguna. Karena itu ia diberi makan supaya gemuk dan akhirnya dijual untuk disembelih, dimakan dan bulunya dijadikan sikat. Babi berguna kalau ia mati!” “Sekarang kamu tahu mengapa pohon kering ditebang. Ia akan berguna sebagai kayu bakar! Pohon yang berbuah pasti terus dipelihara,”kata nenek, “Pohon berbuah sama seperti sapi yang menghasilkan susu, yang mampu membantu petani menarik bajak atau pedati dan mampu berpacu dalam karapan.” “Pastilah sapi itu akan dipelihara sebaik-baiknya!” kakek menambahkan dengan penuh semangat.
Dalam menghadapi thema Prapaskah ini, kita bagaimana? Apakah dalam menghadapi kesulitan, kesengsaraan, kemiskinan sesama kita, khususnya yang kena musibah itu kita hanya bertindak seperti pohon kering atau babi yang ketika hidup tak berguna? Ataukah seperti sapi, mampu memberikan kasih, manfaat dan karenanya hidupnya dipertahankan? Apakah kemiskinan, kesengsaraan, penderitaan akibat musibah itu semata-mata masalah dan karena dosa korban-korbannya? Dalam Lukas 13:1-9, Yesus tegas menjawab:”Tidak!” Penderitaan bukan untuk disimpulkan bahwa penderitanya berdosa, tetapi agar mawas diri (1Kor.10:12), agar kita bertanya:”Sudahkah kita jawab panggilan Allah dan ikut menanggulanginya?”
Yang diminta dari kita adalah jawaban atas kebaikan Allah yang kita terima, ada yang besar, berat seperti yang diminta dari Musa (Kel.3:1-8A, 13-15), ada pula yang sederhana berupa tindakan, kesetiaan dan kepercayaan seperti yang dituntut dari orang Yahudi untuk menerima kepemimpinan Allah. Musa menyanggupi memimpin bangsanya keluar dari kesengsaraan di Negara Mesir. Tetapi sebagian orang Yahudi berbuat seperti babi yang hanya makan dan menguak-nguak, kurang percaya, menggrundel dan terus berbuat dosa. Mereka binasa dan tidak pernah mencapai negeri yang dijanjikan Allah (1Kor.10:1-6,10-12). Jadi, di masa Prapaskah ini, kita diminta bertobat dengan ikut serta menanggulangi bencana, mengatasi kesengsaraan dan kemiskinan! Yesus bersabda: ”Jikalau tidak bertobat, kamu akan binasa dengan cara demikan.”(Luk.13:3). Tentang pohon ara: ”Jika tidak (berbuah), tebanglah dia!” (Luk.13.9) Jangan sampai seperti pohon kering yang tak berbuah, kita harus ditebang atau seperti babi harus disembelih. Jadilah sapi yang berguna bagi sesama dan masyarakat, dengan bekerjasama memerangi kemiskinan. Marilah kita bertobat dengan melakukannya sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.(H.Hardi Tjandraatmadja)
14 Maret 2010
Hari Minggu Prapaskah IV TAHUN C/II
Yos 5:9a,10-12 ; 2Kor 5:17-21 ; Luk 15:1-3,11-32
MARET
19 Jm Hari Raya S. Yusuf, Suami SP. Maria
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
13-14 Maret 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 13 Maret, Jam 17.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa II; Agnes
Koor : Pondok Kelapa II
Hari : Minggu, 14 Maret, Jam 06.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Indah; Maria Asumpta
Koor : Duren Sawit Indah
Hari : Minggu, 14 Maret, Jam 08.30
Pen. Jwb : Pondok Kopi II; Catharina
Koor : Hosanna
Hari : Minggu, 14 Maret, Jam 16.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa I; Clara
Koor : Pondok Kelapa I
Hari : Minggu, 14 Maret, Jam 18.30
Pen. Jwb : Klender; Sanjaya
Koor : Klender
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 13 Maret, Jam 18.30
Pen. Jwb : Matheas
Koor : Lilin Suci
Hari : Minggu, 14 Maret, Jam 08.00
Pen. Jwb : Matius
Koor : St. Don Bosco
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
Stefanus Mario Stephend Sutioso Lk. Stella Maris
Diah Nesia Nurhalim Prk. Trinitas
Pengumuman Kedua
Nugroho Dewa Adji GKI-Buaran
Antonia Herita Ratna Dri Kuntari Lk. Agnes
Pengumuman Ketiga
Ambrosius Kursibi Lk. Yakobus
Naomi Susilawati GBT Darah Kristus
Edward Sugiono GBI
Yosepha Maria Pramana Lk. Kanna
Gregorius Ade Pautianus Prk. St. Yakobus
Fransiska Maureen Noviyanti Lk. Paulus Rasul
SEKSI LITURGI
Pedoman Petugas Tata Tertib, Paduan Suara beserta jadwalnya sudah dapat di download di website gereja St. Anna (www.gerejastanna.org)
PDKK
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut dalam Seminar Hidup Dalam Roh Kudus sesi ke VI dengan tema “Pertumbuhan”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 10 Maret 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Ibu Sonya Agatha Krisnadi. Tempat: Gd. Yos Sudarso lt 1.
SAKRAMEN TOBAT BAGI ORANG SAKIT
Kunjungan serta Penerimaan Sakramen Tobat kepada Saudara-saudari yang sakit atau Lansia dalam rangka masa Prapaskah 2010 dilakukan mulai tanggal 01 Maret 2010. Ketua Wilayah atau Prodiakon harap menghubungi Pastor moderator masing-masing wilayah dan mengatur jadwalnya:
Duren Sawit Indah, Duren Sawit Selatan
Pondok Bambu II, Malakasari I, Rm Dedo da Gomez, SJ
Pondok Kopi I, Pondok Kopi II, Malaka Jaya I
Duren Sawit PTB, Duren Sawit Baru
Klender, Malakasari II Rm N. Dibyadarmaja, SJ
Pondok Kelapa I, Billy &Moon.
Duren Sawit Timur, Pondok Bambu I
Buaran, Malaka Jaya 2 Rm. Y Sudriyanto, SJ
Pondok Kelapa II, Bintara Jaya
PASUKRIS/CFC
CFC mengundang semua anggota Pasukris St. Anna untuk hadir pada: Hari/Tanggal: Jumat, 12 Maret 2010, Jam: 19.30-22.00 WIB. Tempat: Stasi St. Yoakhim. Penanggung-jawab: Unit Bapak M. Herry Mariadi
LEGIO MARIAE
Legio Mariae mengundang umat St. Anna untuk:
- Berdoa ROSARIO bersama pada Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Maret 2010, Jam: 16.30 s/d 17.15 WIB. Tempat: Depan Gua Maria. Akan ada pembakaran Ujud Doa. Mohon ujud doa disiapkan dari rumah.
- Bagi yang ingin bergabung dengan Legio Mariae Guadalupe silakan datang pada Hari: Sabtu, Jam: 16.00. Tempat: Gd. Yos Sudarso lt. 2 ruang AC (khusus untuk Sabtu minggu ke 2 dimulai setelah Rosario selesai).
KATEKESE
Masa Prapaskah
Apa itu Masa Prapaskah
Masa Prapaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Dalam masa pertumbuhan itu, jiwa kita diharapkan akan disegarkan kembali melalui pertobatan, puasa dan pantang. Itu sebagai salah satu tindakan konkrit awal kita untuk menjalani masa Prapaskah ini. Kita juga diajak untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri. Saatnya kita diajak untuk mendengarkan Tuhan secara lebih intens lagi. Masa Prapaskah sebagai suatu Retret Agung selama 40 hari dimana kita diajak untuk memusatkan diri pada Tuhan Sang Penebus. Oleh karena itu dibutuhkan suatu niat dan usaha yang sungguh-sungguh dalam menjalani Masa Prapaskah ini. Hal yang menyebabkan kita gagal membangun niat kita sendiri adalah karena kita tidak mau berusaha. Kitab Suci sendiri mengatakan “Roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Dalam Masa Prapaskah ini kita berusaha untuk menguasai tubuh dan pikiran kita dengan berlatih menguasai diri dalam hal-hal kecil supaya kita dapat lebih serius dalam banyak hal. Maka kita perlu melakukan silih selama Masa Prapaskah ini.
Masa Prapaskah Berlangsung Selama 40 hari
Selama 40 hari kita diajak untuk memasuki Misteri Paskah melalui tahapan-tahapan perayaan. Masa Prapaskah itu sendiri terbagi dua yakni. Pertama, empat hari dari Hari Rabu Abu sampai Hari Minggu Pra-paskah I. Kedua, tiga puluh enam hari sesudahnya sampai Hari Minggu Palma. Masa Prapaskah bagian kedua adalah masa Mengenang Sengsara Tuhan. Makna 40 hari itu dapat ditelusuri dari kisah Musa yang sebagai wakil Hukum (Taurat) dan Elia yang sebagai wakil Nabi. Musa berbicara dengan Tuhan di gunung Sinai dan Elia berbicara dengan Tuhan di gunung Horeb, setelah mereka menyucikan diri dengan berpuasa selama empat puluh hari (Keluaran 24:18, IRaja-raja 19:8). Kisah lainnya adalah setelah dibaptis, Tuhan Yesus mempersiapkan diri untuk tampil di hadapan umum juga dengan berpuasa selama empat puluh hari di padang gurun. Di sana Ia dicobai setan dengan serangan pertamanya yaitu rasa lapar. Serangan yang sama digunakannya juga untuk mencobai kita agar kita gagal berpantang dan berpuasa dengan godaan keinginan daging. Kemudian setan berusaha membujuk Yesus untuk menjatuhkan diri-Nya agar malaikat-malaikat dari surga datang untuk menatang-Nya. Setan mencobai kita juga dengan kesombongan, padahal kesombongan sangat berlawanan dengan semangat doa dan meditasi yang dikehendaki Tuhan. Untuk ketiga kalinya Setan berusaha membujuk Yesus dengan janji akan menjadikan Yesus sebagai penguasa jagad raya. Setan mencobai kita dengan keserakahan serta ketamakan harta benda duniawi, padahal Tuhan menghendaki kita beramal kasih dan menolong sesama kita. Itulah sekilas latar belakang mengapa kita diharapkan di Masa Prapaskah ini dapat hidup dalam kesegaran dan kesucian jiwa supaya Misteri Paskah juga terjawab melalui tindakan konkrit kita bersama.Berita Paroki 06-07







Leave a Reply