Berita Paroki 05 April 2009
HARI MINGGU PALMA MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
Yes. 50:4-7; Flp. 2:6-11; Mrk. 14:1 – 15:47 (Mrk. 15:1-39)
Yesus dan malapetaka Situ Gintung
“Apa yang dihidangkan koran hari ini?” tanyaku. Felix menjawab ”Malapetaka!” ”Lho bukannya kampanye caleg-caleg?” tanyaku lebih lanjut. ”Baca saja koran hari ini! ’Situ Gintung Jebol, 99 orang tewas kelelap’, begitulah headline di surat-surat kabar kita. Tanggul penahan Situ Gintung Ciputat di Kabupaten Tangerang Selatan hari Jum’at 27 Maret sekitar pukul 04.30 WIB jebol, karena tak mampu menahan volume air di dalam situ yang melimpah, menyusul hujan deras sejak hari Kamis sore hingga malam harinya. Arus air bagaikan tsunami yang sangat deras seketika menerjang dan menenggelamkan pemukiman yang ada di sekitarnya. Sampai hari ini, tercatat 99 orang tewas, sekitar 96 orang hilang, 319 rumah hancur dan sekitar 368 warga masih bertahan di posko pengungsian .” Felix menjawab dengan lancar.
“Ya! Koran juga memberitakan panti jompo diserang dan delapan orang lanjut usia ditembak. Dalam 25 hari ini terjadi 3 kematian di Nanyang Technological University. Di Bagdad terjadi tembak-menembak antara tentara dan milisi karena terjadinya penangkapan seorang pemimpin milisi.”sambung Dimas. “Dan berita yang lebih mengerikan lagi terjadinya serangan bom bunuh diri dalam sebuah masjid di Pakistan yang menewaskan sekitar 50 orang serta melukai 153 orang. Pelaku serangan ini meledakkan diri di tengah jemaah yang sedang melaksanakan salat Jum’at di Masjid Jamrud. Malapetaka inilah yang silih berganti ditawarkan koran pada hari-hari ini selain kampanye Pemilihan Calon Legislatif,” Felix menimpali kembali.
“Coba lihat foto itu, seorang nenek menggendong jenazah cucunya sambil menangis berteriak-teriak histeris!” kata Andhika ikut serta dalam pembicaraan. “Sebaliknya seorang bapak setengah tua duduk terdiam, karena kehilangan 7 anggota keluarganya. Dia hanya terduduk mengeluarkan air mata dan berkomat-kamit dengan kedua tangannya diangkat ke atas di hadapan jenazah ibu, dua adik, istri dan tiga anaknya yang masih kecil. “Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan daku?”(Mrk.15:34).
Malapetaka dan penderitaan yang terjadi membuat orang merasa ditinggalkan Tuhan. Tapi ternyata nasib kita, tragedi manusia inilah yang digambarkan dalam penderitaan Kristus yang kita renungkan hari ini (lihat Yoh.19:5). Dalam kisah sengsara (Mrk.14:1-15:47) dikatakan Yesus mengalami penderitaan, mahkota duri, salib dan kematian di salib karena keputusan Pontius Pilatus dan tuntutan para imam Yahudi. Karena keputusan mereka, Yesus menderita dan bahkan wafat di salib. Yesus tidak menghindarinya, tidak juga BapaNya. Inilah permasalahannya! Tuhan tidak mencegah penderitaan para korban Situ Gintung, begitu pula Bapak yang mengasihi PuteraNya tidak mencegah keputusan Pontius Pilatus , walaupun hal itu menuju malapetaka. Allah tidak selalu mau menampakkan keunggulan Dirinya. Allah sering menyerahkan keputusan kepada manusia dan dengan cara itu justru memperlihatkan keunggulanNya (lihat Fil.2:6-11).
Mengapa demikian? Mengapa Tuhan membiarkan malapetaka silih berganti? Sejarah Israel dalam Perjanjian Lama menunjukkan hal ini. Bangsa Israel harus lama hidup dalam perbudakan di Mesir, sebelum Musa membebaskan mereka dengan pertolongan Allah. Untuk membebaskan penderitaan ini Allah tidak mau bekerja sendiri. Dia menuntut partisipasi umatNya. Hanya jika umatnya percaya dan bersedia dipimpin olehNya, keselamatan itu akan datang. Ketika umatNya membelot kepada berhala, ketika mereka tidak mau mengakui kebesaran AllahNya, ketika ada dari mereka yang tidak mentaaati perintahNya, umatNya menderita (lihat Kitab Keluaran!). Untuk keselamatannya manusia harus berusaha, harus berikhtiar mencari jalan dan terobosan, seraya tetap percaya bahwa Allah tetap setia. Gambaran ini diperlihatkan oleh Hamba Tuhan (Yes.50:4-7). Hamba Tuhan memperlihatkan kesetiaannya dengan mencoba selalu memahami rencana dan kehendak Allah. Ia orang yang bijak dan rajin menimba kekayaan hidup rohani. Penderitaan dan kesusahan diterimanya sebagai bagian keutuhan hidupnya. Paulus menunjukkan bahwa Hamba Tuhan, tidak lain adalah Yesus sendiri yang harus menerima segala penderitaan (Fil.2:6-11).
Penderitaan di dunia, malapetaka, bencana yang silih berganti memang merupakan bagian yang tak terelakkan dari hidup ini, tetapi manusia selalu ikut ambil bagian terbesar dalam terjadinya penderitaan dan bencana itu. Kecerobohan dan egoisme manusia dalam menghadapi alam dan lingkungan mengakibatkan bencana alam. Keangkuhan manusia yang tidak mau mendengarkan hati nuraninya mengakibatkan terjadinya peperangan dan pemboman. Menghadapi itu semua, Tuhan tidak akan begitu saja campur tangan. Manusia, kita sendiri harus menyelesaikan dan mencari solusinya, walaupun dengan perjuangan yang berat dan kadang-kadang menyakitkan. Ini tanggung jawab kita. Mari bertanggung jawab! Tuhan pasti membantu dan memberkati perjuangan kita.
(H.Hardi Tjandraatmadja)
HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
Kis. 10:34a.37-43;Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8; Yoh. 20:1-9
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
April
5 Mg HARI MINGGU PALMA MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
9 Km HARI KAMIS PUTIH
10 Jm HARI JUMAT AGUNG, puasa & pantang
11 Sb HARI SABTU SUCI
12 Mg HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
19 Mg HARI MINGGU PASKAH II
25 Sb Pesta S. Markus, Pengarang Injil
26 Mg HARI MINGGU PASKAH III
29 Rb Pw S. Katarina dr Siena, PrwPujG
11-12 April 2009
Gereja St. Anna
PEKAN SUCI
Hari : Kamis, 9 April, Jam 17.30
Pen. jwb : DS. PTB, Lk M. Immaculata, M. Mirabilis & St. Anna
Koor : Hosana
Hari : Kamis, 9 April, Jam 20.00
Pen. jwb : DS. Timur, Lk Leo Agung, Albertus Agung & Elizabeth
Koor : Duren Sawit Timur
Hari : Jumat, 10 April, Jam 09.00
Pen. jwb : Prodiakon
Hari : Jumat, 10 April, Jam 14.30
Pen. jwb : Buaran, Lk Elia, Helena, Lucia & Agustinus
Koor : Ecclesiola
Hari : Jumat, 10 April, Jam 17.30
Pen. jwb : Pd. Bambu I, Lk M. Fatima & Trinitas
Koor : Gloria
Hari : Sabtu, 11 April, Jam 17.00
Pen. jwb : Pd. Bambu II, Lk Sugiyopranoto, Barnabas & Paskalis
Koor : Symphony Altissima
Hari : Sabtu, 11 April, Jam 20.30 (Baptis Dewasa)
Pen. jwb : Pd. Bambu II, Lk Kanna, Nazareth, Lila Santana & Bunda Maria
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 12 April, Jam 06.30
Pen. jwb : DS. Indah, Lk Stella Maris, Maria Assumpta
Koor : Sisilia
Hari : Minggu, 12 April, Jam 08.30 (Misa Anak)
Pen. jwb : SMP Budhaya, OMK
Koor : SMP Budhaya
Hari : Minggu, 12 April, Jam 17.30
Pen. jwb : PDMKK, PDKK & PDMKK
Koor : PDMKK
STASI ST. YOAKHIM
Kamis Putih (09 April 2009): 19.00
Jumat Agung (10 April 2009): 09.00 | 14.30
Sabtu Suci (11 April 2009): 19.00
Minggu Paskah (12 April 2009): 08.00
STASI MARIA BINTANG SAMUDERA
Kamis Putih (09 April 2009): 19.00
Jumat Agung (10 April 2009): 09.00 | 14.30
Sabtu Suci (11 April 2009): 19.00
Minggu Paskah (12 April 2009): 08.00
Pengumuman Kedua
Ronidius Lintang Herwibowo (Prk. Purbowardayan)
AF. Mahreta Findriana (Lk. Bernadet)
Jadwal Dokter Umum
• 19 April 2009 : dr. Anita
• 26 April 2009 : dr. Ita
Jadwal Dokter Gigi
• 19 April 2009 : drg. Dian
• 26 April 2009 : drg. Liana
Kegiatan PDKK tanggal 8 April 2009 diliburkan.
Untuk ketertiban dan mencegah kemacetan selama perayaan Pekan Suci, umat dilarang parkir di jalur sepanjang pagar gereja, Jl. Laut Arafuru. Area parkir gereja tetap dipakai. Dimohon agar umat mengikuti arahan petugas parkir. Umat yang tinggal di sekitar gereja dihimbau agar tidak membawa kendaraan.
Sehubungan dengan Pemilu, Kamis 9 April 2009, Perayaan Ekaristi Krisma di Gereja Katedral diajukan ke hari Rabu, 8 April 2009. Jam 08.00 WIB.
1. Akan mengadakan donor darah pada hari Minggu, 26 April 2009 jam11.00 Wib – selesai. Tempat ruang TK Yohanes Rasul (samping Gereja St. Yoakhim)
2. Majalah MISI KITA edisi Paskah 2009 sudah terbit dengan tampilan baru. Bagi umat yang ingin membeli dapat mengunjungi stand Majalah Misi Kita di depan gereja setelah selesai misa. Ongkos cetak Rp. 5.000,-
1. Celengan Paskah untuk disumbangkan ke Panti Asuhan mohon agar dikumpulkan pada hari Minggu 5 April 2009 setelah misa ke-2 dan Minggu 12 April 2009 setelah misa Paskah Anak di gedung Yos Sudarso kepada kakak Camel / Ibu Yosephine.
2. Pada tanggal 4 & 5 April 2009, BIA Yos Sudarso mencari dana melalui jaga parkir untuk kegiatan kunjungan ke Panti Asuhan dalam rangka merayakan PASKAH. Mohon partisipasi dari bapak/ibu dan saudara/i sekalian
Panitia Retret bersama misdinar mohon partisipasi umat St. Anna untuk penggalangan dana melalui kegiatan penjualan makanan & minuman, seusai misa pertama & kedua setiap hari Minggu.
Dibutuhkan :
1. 3 orang tenaga pria dan 3 orang tenaga wanita untuk diangkat menjadi asisten terapis, dengan syarat2 sebagai berikut:
• Lulusan SLTA diutamakan jurusan IPA
• Usia min. 18 th dan mak. 20 th
• Sehat jasmani & rohani
• Beragama katolik
• Menyertakan surat keterangan dr pastor setempat
• Sanggup menjalani pelatihan terapis selam 3 bulan
Peminat dapat mengirim lamaran ke : Yayasan Tri Asih, Jl. Karmel Raya No. 2 Kebon Jeruk – Jakarta Barat. Lamaran ditunggu paling lambat tanggal 11 April 2009







Leave a Reply