Berita Paroki 03-04 Juli 2010
04 Juli 2010
Hari Minggu Biasa XIV
Yes 66:10-14c ; Gal 6:14-18; Luk 10:1-12,17-20
MUNGKINKAHKAH KEDAMAIAN HATI TERCIPTA ?
Bagaimana Anda, jika mendapat kabar kedatangan anak atau cucu-cucu yang lucu imut-imut yang sudah lama tidak bertemu? Pastilah sangat menggembirakan! Tetapi, ketika ada kabar bahwa anak kami akan ke Jakarta membawa kedua anaknya berlibur, kami malahan merasa tidak tenang. Terbayang bagaimana anak kami membawa kedua anaknya yang masih kecil naik kereta api seorang diri, karena suaminya masih ada tugas di kantornya. Anak-anaknya yang masih kecil itu pasti sulit menjaganya! Sungguh tidak tenang, karena pada hari kamis, 24 Juni 2010 koran masih memberitakan tentang Arion, seorang anak yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar yang dibunuh, disodomi dan kemudian jenazahnya digantungkan pada pagar. Lebih lanjut diberitakan pula bahwa hingga pertengahan tahun 2010, kekerasan fisik dan seksual terhadap anak sudah mencapai 167 kasus. Di samping itu diterima laporan Komnas Perlindungan Anak, bahwa setiap tahunnya ternyata ada 30 ribu hingga 40 ribu kasus perdagangan anak di bawah umur. Bukankah ini sangat mencemaskan hati? Di manakah ada kedamaian hati kalau begini? Apalagi berita televisi selalu menyajikan kekerasan-kekerasan seperti ricuh penonton pertandingan sepak bola, demo mahasiswa terhadap kampusnya sendiri, perkelahian, tawuran antar pelajar, situasi politik dengan partai politiknya yang semakin tidak karuan, korupsi diantara pejabat publik, masalah Century, makelar kasus dsb yang pasti menciptakan ketidaktenangan masyarakat. Mungkinkah kita hidup damai?
Bacaan-bacaan pada hari ini menjanjikan adanya warta keselamatan, damai sejahtera yang akan diberikan kepada mereka yang percaya kepadaNya. Bacaan pertama (Yes.66:10-14) mewartakan kegembiraan, keselamatan yang akan didapat sesudah hukuman, kesulitan dan kesengsaraan, bagaikan seorang ibu yang bergembira sesudah kesakitan melahirkan anaknya. Keselamatan yang diwartakan Tuhan merupakan kedamaian yang digambarkan dengan air yang menyegarkan, menyuburkan, membersihkan, digambarkan bagai susu yang menghidupi, bergizi dan memberikan kemesraan.
Bacaan kedua (Gal.6:14-18) menyatakan damai sejahtera dan rahmat diberikan bagi mereka yang mengikuti Kristus, yang bersedia memperjuangkan hidupnya dalam bayangan salib Kristus. Salib yang diterima bukan karena penderitaannya, tetapi sebagai sarana kasih yang dilakukan Kristus. Bukan sebagai sekadar contoh Kristus sebagai guru kita, tetapi sebagai realita yang mendekatkan kita dengan Tuhan. Bukan sebagai penderitaan karena kesalahan dan kegagalan, tetapi sebagai persembahan hidup kesetiakawanan dengan sesama yang menderita. Itulah yang disampaikan Paulus (lihat Gal 5 dan 6).
Injil hari ini (Luk.10:1-12,17-20) menceritakan bahwa Yesus mengutus 70 murid-muridnya berdua-dua ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungiNya untuk menyampaikan damai sejahtera bagi semua orang. “Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya ……..”(Luk.10:5-6). Yesus ingin kita ikut berperan, ikut serta dalam tugas perutusan Yesus mewartakan keselamatan walaupun tidak mudah dan pasti menyusahkan diri. “Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”(Luk.10:3) .
Ketika kita mendapati masalah yang mendera negara dan masyarakat kita, memikirkan korupsi yang tak kunjung surut, egoisme pejabat-pejabat yang mencari kekuasaan atau menimbun harta, kita mendapati masalahnya sangat berat, seperti benang yang sudah sangat kusut yang sulit untuk diketemukan pangkal perbaikannya. Tetapi tidak berarti bahwa ini hal yang mustahil, yang tak mungkin diatasi, terutama karena Yesus sendiri selalu menyertai dan menguatkan kita.”Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman.”(Mat.28:20). Hal ini sudah dibuktikan para murid yang ketika kembali, menceritakan bagaimana keberhasilan mereka (lihat Luk.10:17). Di samping itu tugas yang berat ini lebih ringan bila dipikul bersama, berdua-dua dan tidak sendirian.
Jadi, bagaimanakah ikut serta menciptakan kedamaian hati bersama Yesus itu? Dari Injil di atas jelaslah Yesus menginginkan kita berperan sebagai penyampai kedamaian. Kita harus mulai dari diri sendiri, dengan bersikap damai kepada semua orang, menciptakan suasana damai bagi setiap orang yang berhubungan dengan kita. Ini tidak mudah, kata Yesus. Bahkan untuk mencapai kedamaian itu, Paulus bangga karena melalui salib. Hanya orang yang berkurban, berjuang, bersusah payahlah yang mampu memperjuangkan kedamaian. Hanya orang yang berani memikirkan orang lain dan sesamanya akan mampu berhubungan baik dan diterima keluarga, orang sekampung, orang sekantornya dsb. Orang yang berjuang demi kedamaian bagi orang sekitarnya memang berat, tetapi hanya sesaat. Kata Yesaya Dia akan bahagia, laksana ibu kesakitan melahirkan putranya. Jadi apa pilihan kita? Damai? (H.Hardi Tjandraatmadja)
11 Juli 2010
Hari Minggu Biasa XV
Ul 30:10-14 ; Kol 1:15-20; Luk 10:25-37
Juli
15 Km Pw. S. Bonaventura, UskPujG
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
10-11 Juli 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 10 Juli, Jam 17.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu I; Maria Fatima
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 11 Juli, Jam 06.30
Pen. Jwb : Duren Sawit PTB; Maria Mirabilis
Koor : Christo Regi Dicata
Hari : Minggu, 11 Juli, Jam 08.30
Pen. Jwb : Billy&Moon; Tarsisius
Koor : Madah Triaswara
Hari : Minggu, 11 Juli, Jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Selatan; Ursula
Koor : Duren Sawit Selatan
Hari : Minggu, 11 Juli, Jam 18.30
Pen. Jwb : Malaka Jaya II; Lukas
Koor : Mateo
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 10 Juli Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Petrus
Koor : St. Yopalex
Hari : Minggu, 11 Juli, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Yacobus
Koor : Wilayah Malaka Jaya 2
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Kedua
Tjong Liat Nen Pemangkat
Lidia Sri Nancy Hutabarat Lk. Elisabeth
Sirilus Catur Prasetyo Prk. Mathius-Bintaro
Irma Carolina Lk. Ursula
Yohans Yuda Asmara Lk. Angela
Maria Monika Fitri Suwardi Prk. St. Joseph-Sukabumi
Pengumuman Ketiga
Antonius Oka Mahendra Kauripan Lk. Nazareth
Alexandra Tanti Alodia Pernama Prk. St. Andreas-Kedoya
Hotdiman Somundar Sitanggang Lk. Leonardus
Inglen Verawaty Naibaho HKBP
David Fajar Santoso Rus Prk. Theresia
Christina Dyan Puspita Sari Lk. Martinus
PDKK
Mengundang umat St. Anna untuk ikut bersuka cita dalam merenungkan Sabda Tuhan dengan tema “MataMu tertuju padaku” pada Hari/Tanggal: Rabu, 07 Juli 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bpk. Stephanus. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 1.
LEGIO MARIAE
Legio Mariae mengundang umat St. Anna untuk:
- Berdoa ROSARIO bersama pada Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Juli 2010, Jam: 16.30 s/d 17.15 WIB. Di: Depan Gua Maria. Akan ada pembakaran Ujud Doa, yg disiapkan dari rumah.
- Bagi yang ingin bergabung dengan Legio Mariae Guadalupe silakan datang pada Hari: Sabtu, Jam: 16.00. Di: Gd. Yos Sudarso lt. 2 ruang AC (khusus untuk Sabtu minggu ke 2 dimulai setelah Rosario selesai).
BANTUAN BENCANA KEBAKARAN
Terima kasih kepada seluruh umat St. Anna yang sudah menyumbang untuk korban kebakaran lingkungan Herman Bouwens. Jumlah sumbangan uang tunai yang sudah diterima melalui sekretariat paroki dari tanggal 22 Juni s/d 27 Juni 2010 sebesar: Rp 2.150.000,- .
KURSUS KILAT MENJAHIT
Dapatkan kursus 1 paket dalam waktu 3 bulan, yaitu: Coup Hongkong 24 macam, Semok Jepang & Belanda, dan membuat bunga dari kain. Pelaksanaannya setiap hari Selasa dan Jumat, jam 13.00, di Gd. Yos Sudarso. Pendaftaran setiap hari Selasa & Jumat dimulai minggu ini langsung pada saat kursus berlangsung. Contoh-contoh hasil karya peserta dapat dilihat pada waktu pendaftaran. Info lebih lanjut dan pendaftaran dapat menghubungi Ibu Stephanus: 021 5914407 atau 0812 19629476.
CREDIT UNION ST. ANNA
Kantor CU St. Anna per tanggal 01 Juli 2010 dibuka dari hari Minggu s/d Jumat. Jam operasional: Senin – Jumat, jam 08.30 s/d 17.00 (untuk kasir hanya sampai jam 15.00) ; Minggu, jam 08.00 s/d 14.00 (untuk kasir hanya sampai jam 13.00). Bagi para anggota yang ingin melakukan transaksi bisa melalui transfer ke: 123-000-566-960-3, a/n: Koperasi Kredit CU Bererod Gratia, Bank Mandiri counter cost Duren Sawit. Info lebih lanjut dapat ditanyakan langsung ke kantor CU St. Anna di Gd. Yos Sudarso.
SINGLE MOTHER COMMUNITY
Single Mother Community bersama para suster Gembala Baik (RGS), Jakarta mengundang semua Ibu tunggal Katolik seluruh KAJ dalam “Misa Besar Single Mother” dengan tema: Yesus Selalu Bersamaku & Anakku, pada Hari/Tgl: Minggu, 11 Juli 2010, jam: 11.00, di kapel Gembala Baik, jl. Jatinegara Barat no. 122 – Jakarta Timur. Diharapkan anak-anak diikutsertakan dalam misa ini. Info lebih lanjut dapat dilihat di papan informasi.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera:
- Staf HRD. Syarat: wanita, usia max. 30 thn, belum berkeluarga, pend. min. S1 Psikologi, menguasai MS. Office. Surat lamaran lengkap dengan foto dapat dikirim ke: HRD PT. Romindo Primavetcom, jl. Dr. Saharjo no. 264 Tebet, Jakarta 12870 atau email: hermanto.tb@romindo.com, paling lambat tanggal 15 Juli 2010.
- Supir pribadi paruh waktu. Syarat: berdomisili di sekitar PTB Duren Sawit. Lamaran dapat dibawa langsung ke Drg. Meity di PTB Duren Sawit blok R2 no. 17, Jakarta Timur, pada hari Senin, Rabu, atau Kamis, jam: 09.00-12.00 atau telp: 021 8612701/0815 8129026.
- Seorang pembantu rumah tangga. Syarat: wanita, usia antara 20-50 thn, pandai memasak, beragama Katolik, dan bersedia tinggal di tempat. Bagi yang berminat dapat menghubungi Ibu Rina: 0812 84821848.
DICARI INVESTOR SOSIAL
Kami mengajak para investor sosial untuk terlibat dalam Program Kursus Praktek Kewirausahaan (KPK). Program ini merupakan kerjasama antara Seksi Pelayanan Sosial Ekonomi (SPSE) Paroki St Anna dengan PT Tumbuh Berkembang Indonesia.
Dana dari investor sosial ini akan dipakai untuk alat pendidikan wirausaha berupa Sepeda Gerobak yang akan dipinjamkan kepada SUPERSISWA untuk mengikuti kursus praktek kewirausahaan.
- Harga sebuah Sepeda gerobak aluminium Rp. 7,5 juta
- Setiap hari dalam keadaan normal akan mendapat setoran harian sebesar sekitar Rp. 50 ribu (10% omzet harian) sebagai pembagian keuntungan kerja harian atau sebulan akan mendapat sekitar Rp. 1,5 juta.
- Walaupun INVESTOR SOSIAL ini memulai dengan motif MENOLONG, tetapi akhirnya juga mendapat pembagian atas hasil usaha ini.
- Karena bisnis yang dipakai latihan praktek adalah bisnis kuliner maka diharapkan tingkat keuntungannya akan cukup besar. Diharapkan dapat mencapai 200% setahun.
Bentuk praktek wirausaha ini adalah berjualan nasi goreng bandeng dan nasi bandeng goreng dijajakan diseputar daerah yang ditentukan dengan metode yang ditraining terlebih dahulu. Minimal sebulan sekali mendapat pelajaran kewirausahaan dari tenaga Professional secara gratis, disamping bimbingan kerja harian secara intensif. Hasil keuntungan dari usaha akan kami salurkan cukup besar ke yayasan-yayasan sosial yang bekerjasama dengan kami.
Tempat pendaftaran: Sekretariat Paroki St Anna atau Rm Sudri. Info lebih lanjut dapat dilihat di: http://gerejastanna.org/peluang-pendidikan-wirausaha-mendapat-uang-saku-dan-modal-kerja/







Dear Rm. Sudri,
Saya tertarik untuk menjadi investor sosial, namun masih belum kebayang usahanya akan menjadi seperti apa. Apakah sudah ada contoh model yang dijalankan? Bagaimana keberhasilan program ini?
Sebagai investor apalagi pakai embel-embel “sosial” sebenarnya return adalah no kesekian, yang penting programnya bisa jalan and kejelasan gimana dan kapan balik modal hehehehe….(sukur2 ada ilustrasi perhitungannya) jadi dananya bisa digunakan lagi untuk menolong yang lain.
Regards n GBU,
ynt.