Berita Paroki 02 Agustus 2009

02 AGUSTUS 2009
HARI MINGGU BIASA XVIII, TAHUN B/I
Kel 16:2-4,12-15 ; Ef 4:17,20-24 ; Yoh 6:24-35

MENCARI YESUS ATAU ROTINYA?

Pak Giat itu pekerja keras. Dia bekerja dengan giat dari pagi hari sampai malam hari. Kata pak Giat, nasib diri dan keluarganya itu ditentukan oleh tangannya sendiri. Tanpa kerja keras, dia tak tahu apa yang akan terjadi dengan keluarganya. Pada hari Minggu yang lalu, dia dibangunkan pagi-pagi oleh istrinya: “Pak! Pak, ayo bangun! Kita kan mau pergi ke gereja. Anak-anak sudah siap semua!” Pak Giat tetap saja tidur. Dia tidak mau bangun, bahkan dia mengatakan: “Kamu saja yang pergi, saya tidak mau pergi ke gereja! Bosan! Tak ada gunanya pergi ke gereja. Tuhan tidak memberikan uang, tidak memberikan makanan, tidak memberikan pakaian dan semua kebutuhan hidup kita! Semua itu saya peroleh dengan kerja keras! Jadi tak ada gunanya pergi ke gereja! Saya gak mau pergi”

Kelihatannya tak ada yang salah dengan sikap pak Giat! Tuhan memang tak pernah membagikan sembako ketika kita pergi ke gereja. Orang yang tidak bekerja keras, umumnya tak akan bisa hidup tenang. Dia akan serba kekurangan. Sebaliknya kita juga dapat melihat bahwa banyak orang yang tak pernah pergi ke gereja mampu hidup bahagia dan mewah. Sedangkan banyak orang yang rajin beribadat dan berdoa di gereja, hidupnya tetap sengsara, penuh dengan kekurangan. Orang berpendapat akhirnya yang penting itu kehidupan jasmani, materi, yang langsung dapat dilihat dan dirasakan dalam hidup sehari-hari. Rupanya cara berpikir seperti ini juga yang banyak dianut orang di zaman Yesus.

Injil pada hari ini (Yoh.6:24-35) menceritakan bahwa Yesus senantiasa dikerumuni orang banyak. Ke mana Yesus pergi, di situ pula orang banyak selalu berkumpul. Kharisma dan kuasaNya seperti kekuatan magnet dahsyat yang mampu menyedot orang banyak untuk meninggalkan rumah dan pekerjaan agar mereka dapat menjumpaiNya. Namun apakah motivasi, antusiasme, kegairahan mencari Tuhan itu sungguh karena kehausan untuk berjumpa dengan pribadi Yesus? Kelihatannya tidak demikian. Orang-orang itu mencari Yesus bukan karena ingin berjumpa dengan Yesus, bukan karena ingin mengenal pribadi kasihNya, tetapi karena ingin keberuntungan, ingin makanan yang dapat mengenyangkan mereka, mencari kemakmuran jasmani. Karena itulah mereka disambut Yesus dengan sikap dingin, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang”

Bacaan pertama (Kel.16:2-4) menceritakan kepada kita sampai di mana kesetiaan bangsa Yahudi yang telah dibebaskan Tuhan dari perhambaannya di Mesir. Mereka menggerutu kepada Tuhan karena kehausan (Kel.15:22-26), kelaparan (Kel.15:2-35), dirongrong oleh lawan dan kehausan (Kel.17:1-16). Mereka hanya mengukur kebaikan Tuhan itu dari hal-hal jasmaniah, dari makanan, minuman, kesenangan dunia belaka. Kepercayaan mereka kepada Tuhan Sang Penyelamat dangkal, hanya sekadar yang mereka terima sesaat. Mereka tidak menyadari dan karenanya tidak bersyukur atas karya dan penyertaan Tuhan yang sedemikian lama, sehingga mereka bisa sampai ke tanah terjanji.
Pemikiran seperti inilah yang harus diubah! Paulus dalam bacaan kedua (Ef.4:1-17) mengatakan jangan hidup lagi sama seperti orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia, yang akan binasa karena nafsu yang menyesatkan. Kita harus mengenakan manusia baru dan menanggalkan manusia lama. Kehidupan Kristuslah yang harus jadi inti hidup kita, harus kita pelajari, dengar dan kenali secara mendalam, agar menjadi manusia yang serupa dengan gambar Penciptanya (Lihat Kol.3:10), bukan pikiran, pendapat dan hidup pribadi kita sendiri.

Nasihat-nasihat yang diberikan bacaan-bacaan pada hari ini kelihatannya sepele, kecil saja, tapi sebenarnya berdampak sangat luas. Motivasi yang dangkal seperti pak Giat hanya menyebabkan orang mencari kesenangan, kepuasan dan kebanggaan diri. Bangga dengan kerja kerasnya. Aktif di gereja hanya ketika mereka mendapatkan rezeki, project dari gereja. Kegiatan rohanipun jadi terbatas pada yang sifatnya lahiriah. Akibatnya makna keagamaan hanya ditandai oleh kehadiran ritual, symbol dan identitas lahiriah. Orang merasa semua sudah beres, hanya dengan pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ketaatan yang hanya formal, lahiriah dapat juga mengakibatkan kecongkakan rohani, merasa lebih baik, lebih suci daripada yang lain. Semua yang tidak sama dengan pikirannya dianggap salah. Maka kekerasanpun digunakan sebagai hak untuk memusnakan mereka yang tidak sama. Perusakan tempat ibadat merupakan contoh nyata. Dua ledakan besar yang telah terjadi di hotel JW Marriott serta hotel Ritz Carlton dan mengakibatkan 9 orang meninggal dan 53 orang luka-luka antara lain akibat pemikiran yang sempit tsb. Mari kita kenakan Kristus, lepaskan egoisme kita dan segala embel-embelnya. Kita doakan kurban bom. Semoga kita diberkati Tuhan. (H.Hardi Tjandraatmadja).

09 Agustus 2009
HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE DALAM KEMULIAAN SURGAWI, TAHUN B/I
Why 11:19a, 12:1.3-6a,10ab ; 1Kor 15:20-26 ; Luk 1:39-56

PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I

Agustus 2009
01 Sb Pw S. Alfonsus Maria de Liguori
02 Mg Hari Minggu Biasa XVIII
04 Sl St. Yohanes Maria Vianney
06 Km Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
08 Sb Pw S. Dominikus, Im
09 Mg Hr Raya SP Maria Diangkat ke Dalam Kemuliaan Surgawi
10 Sn Pesta S. Laurensius
11 Sl Pw S. Klara, Prw
14 Jm Pw S. Maximilianus Maria Kolbe

JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
08-09 Agustus 2009

Gereja St. Anna

Hari : Sabtu, 08 Agustus, Jam 17.30
Pen. jwb : Pondok Kelapa I; Faustina K, Clara
Koor : Pondok Kelapa I

Hari : Minggu, 09 Agustus, Jam 06.30
Pen. jwb : Bintara Jaya; Caecilia, Benedictus
Koor : Laetitia

Hari : Minggu, 09 Agustus, Jam 08.30
Pen. jwb : Duren Sawit Indah; Immanuel, Martinus
Koor : Melodia Singers

Hari : Minggu, 09 Agustus, Jam 16.30
Pen. jwb : Malaka Jaya I; Ignatius, Paulus
Koor : Immanuel

Hari : Minggu, 09 Agustus, 18.30
Pen. jwb : Klender; Sanjaya, Adrianus
Koor : Sanjaya

Stasi Yoakhim

Hari : Sabtu, 08 Agustus, Jam 18.30
Pen. jwb : St. Catharina
Koor : ANGELUS

Hari :Minggu, 09 Agustus, Jam 08.00
Pen. jwb : St. Matius
Koor : WKRI Wil Malaka Sari 1

PENGUMUMAN PERKAWINAN

Pengumuman Kedua

Yohanes Fozala Belem Prk. Spiritu
Maria Firee Prk. Tilang

Pengumuman Ketiga

Yakobus Suryono Herman Bouwens
Yuliana Nurmaria Sianipar HKBP-Pd. Gede

PDKK

PDKK mengundang Bapak Ibu saudara/i untuk menghadiri dan merenungkan Firman Tuhan pd Hari/tgl :Rabu, 05 Agustus 2009, Jam:19.00 WIB. Tema:Kristus Mengubah HidupKu. Pewarta:Ibu Lanny. Di:Gd Yos Sudarso. Mari kita bersukacita memuji, menyembah dan merenungkan FirmanNya.

PDOMK

PDOMK St. Anna mengundang teman-teman untuk mengikuti Seminar BCM yang diadakan pd Hari/tgl:Sabtu, 01 Agustus 2009, jam:19.00 WIB. Di:Ruang AC Gd Yos Sudarso, dan akan dilanjutkan dengan retreat di Shekinah Village tgl 15-16 Agustus 2009. Pendaftaran dibuka setiap selesai misa.

SEKSI KERASULAN KITAB SUCI

Akan mengadakan Seminar Kitab Suci pada Hari/tgl: Minggu, 09 Agustus 2009, jam: 10:00 WIB. Tema: Sukacita Rasul St. Paulus Pewarta Pesona Kristus. Di: Gd Yos Sudarso. Pendaftaran dan info hub: Ibu Tati:8656266 ; Ibu Rika:8628174 ; Ibu Yopi:021-94898970. Misa ke-2 akan dipersembahkan untuk St. Paulus yang akan dipimpin oleh Rm. Y. Sudriyanta, SJ.

BURSA KERJA

Dibutuhkan segera:
1. a. Karyawati, single max 30thn , bisa komputer, internet, photoshop/corel, dan min. bahasa Inggris pasif. Hub Daniel Senadi: 081807753567 atau 8614543, b. Sales Promotion Girl/SPG, single maks 30 thn, berpenampilan menarik, jujur, dan mengerti bahasa Inggris min. pasif. Untuk 1 a dan b hubungi Daniel Senadi: 081807753567 atau 8614543
2. Asisten Kumon Inggris & Matematika: Syarat untuk Matematika: min. D3, wanita, belum menikah, menyukai anak-anak dan bisa matematika. Persyaratan untuk Bahasa Inggris: min. D3, menyukai anak-anak dan bahasa Inggris aktif. Penempatan di daerah Dermaga-Duren Sawit. Lamaran dapat dikirim ke Komplek Duren Sawit Baru, Blok C11 / 18, Jakarta Timur 13440 atau hubungi no. tlp 021-95102968 pd jam kerja.
3. Staff Adm/Accounting,persyaratan usia max 22 thn, SLTA/D1; Drafter,persyaratan usia max 25 thn, SLTA/D1; Teknisi Listrik/Teknisi Mesin,persyaratan usia max 25 thn SLTA/D3; Supir,persyaratan usia max 22 thn, SIM B1; Operator Produksi/Helper, persyaratan usia max 22 thn, STM. Lamaran dapat dikirim ke: PO BOX 1088 JKT 13010.

POJOK LITURGI

St Yohanes Baptis Maria Vianney :
Santo Pelindung Para Imam Seluruh Dunia

“Doa pribadi bagaikan jerami yang tercecer di sana sini; jika kamu membakarnya, akan menghasilkan tebaran api kecil-kecil. Tetapi, kumpulkan jerami-jerami itu menjadi satu berkas dan bakarlah, maka kamu akan mendapatkan suatu nyala api yang besar, berkobar bagaikan pancang ke angkasa; doa bersama seperti itu.” ~ St. Yohanes Maria Vianney

Yohanes Baptis Maria Vianney dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1786 di Dardilly, sebuah dusun dekat Lyons, Perancis, dalam sebuah keluarga petani sederhana. Maria Vianney terkenal karena laku laku tapa, silih, kerendahan hati dan permenungannya yang mendalam. Akan tetapi dalam bidang akademis ia amat lemah, bahkan selama ia menjalani pendidikan seminari ia dijuluki sebagai “seminaris paling bodoh, namun paling saleh di Lyons”. Akhirnya, Melalui perjuangan yang tidak mengenal putus asa pada tanggal 12 Agustus 1815, ia ditahbiskan menjadi imam. Yohanes diutus ke sebuah gereja kecil yang disebut Ars. Ia memberikan diri tanpa batas sebagai tanggapan terus-menerus akan kasih Allah yang dinyatakan dalam Kristus yang tersalib. Perhatian pertamanya adalah menanamkan dalam diri umat beriman kerinduan untuk bertobat secara terus menerus. Bagi Maria Vianney Ekaristi adalah sumber dan pusat kehidupan rohani dan karya pastoralnya. Tuhan memberi Yohanes karunia untuk membaca pikiran orang serta mengetahui masa depan. Ia mempertobatkan banyak pendosa. Dalam berkarya, ia tidak suka perhatian ataupun pujian yang diberikan orang kepadanya. Sebagai cerminan kaul kemiskinannya, ia rela memberikan segala yang ada padanya pada yang miskin. Ia memahami nilai kemurnian demi menemukan kembali sumber kasih yang adalah Tuhan. Ketaatannya pada Kristus meliputi ketaatannya kepada Gereja dan Uskup. Menurutnya, seorang imam wajib senantiasa siap sedia menjawab kebutuhan jiwa-jiwa dan lagi, bahwa imam bukanlah bagi dirinya sendiri sebab imam adalah bagi kamu. Yohanes Maria Vianney amat berharap dapat menghabiskan sisa hidupnya di sebuah biara. Ia wafat pada tanggal 4 Agustus 1859. Jenazah St Yohanes Maria Vianney yang masih tetap utuh hingga kini disemayamkan di Ars. Pada tahun 1905, St Paus Pius X memaklumkan Yohanes Maria Vianney sebagai beato; pada tahun 1925, Paus Pius XI memaklumkannya sebagai santo, dan kemudian pada tahun 1929 memaklumkannya sebagai Santo Pelindung Para Imam Paroki di seluruh dunia. Memperingati seratus limapuluh tahun wafatnya, Paus Benediktus XVI mencanangkan Tahun Imam (2009 – 2010) dan memaklumkan St Yohanes Maria Vianney sebagai Santo Pelindung Para Imam Seluruh Dunia. Akhirnya, marilah kita terus menerus memohon supaya teladan kehidupan imamat St. Yohanes Baptis Maria Vianney dapat menjiwai gerak pengabdian para imam kita, khususnya bagi para imam yang berkarya di Santa Anna tercinta. (Fr. Pandrias, SJ)

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>