Berita Paroki 01 November 2009
HARI MINGGU BIASA XXXI, TAHUN B/I
Why 7:2-4.9-14 ; 1Yoh 3:1- 3 ; Mat 5:1-12a
BAHAGIAKU TERIKAT PADA ALLAH
Menurut anda apakah kebahagiaan itu? Uang, makanan, pakaian, rumah bagus, relasi dengan orang banyak atau … apa? Banyak anak muda sekarang kebahagiaannya adalah berjalan-jalan di mall, belanja atau makan di restoran fast food. Banyak pula lainnya yang kebahagiaannya pada game on line di internet. Kebahagiaan itu ternyata bermacam-macam, dan kebanyakan bergaya konsumeris dan materialis. Teman saya, Firman tampak aneh! Dia suka sekali makan-makan dan pesta-pesta. Setiap pesta perkawinan, terutama keluarga elit, pasti akan dia hadiri. Pesta perkawinan yang dihadirinya bukan saja orang biasa, tetapi juga termasuk yang diadakan oleh menteri, pejabat pemerintah, konglomerat dan pimpinan perusahaan. Sebagai bukti kehadirannya adalah suvenir perkawinan yang dia koleksi. Kebahagiaan Firman adalah pesta, makan bersama orang-orang elit! Karena itulah yang selalu diceritakan dan dituntut itu makan, makan dan makan. Lain lagi kebahagiaannya Adit. Adit bahagia sekali kalau dipuji oleh bosnya. Yah, wajar karena memang dia juga berprestasi luar biasa. Dia selalu mencari pujian, dia selalu senang terlihat bos melaksanakan tugasnya. Dia tidak pernah berani menolak permintaan bos, sebagaimana dilakukan teman-teman lainnya! Berbeda dengan Firman dan Adit, Teguh ketua lingkungan saya yang baru tampak bahagia kalau dia dapat berperan di masyarakat. Dia selama ini jadi pengurus RT, RW dan setelah selesai tugasnya kini dia jadi ketua lingkungan. Dia senang mengurusi keluarga-keluarga di lingkungannya dengan baik, sehingga tidak pernah terdengar ada keluhan.
Tetapi cocokkah kebahagiaan banyak anak muda sekarang, Firman, Adit dan Teguh itu dijadikan kebahagiaan bagi pengikut Kristus? Bacaan pertama (Wahyu 7:2-14) mengatakan orang yang berbahagia itu orang yang bersatu dengan Allah, yang bersatu bersujud dan berseru memuji Allah, ”Keselamatan bagi Allah kami, yang duduk di atas takhta dan bagi Anak domba. Puji-pujian….. dan syukur……. bagi Allah untuk selamanya.” Bacaan kedua (1 Yoh.3:1-3) dengan sangat mendalam Yohanes mengungkapkan keyakinannya bahwa kasih Allah begitu besar sehingga kita disebut anak-anak Allah. Kita adalah anak-anak Allah, bukan hamba lagi, tetapi ahli waris Allah, yang pada saatnya akan dianugerahi kebahagiaan bersama Dia. Matius dalam Injil hari ini (Mat.5:1-12) dengan cara lain mengungkapkan sabda kebahagiaan. Kebahagiaan ada pada kesetiaan dan berpegang pada Allah dan bukan pada kenikmatan jasmani, kemashuran atau pujian yang lain. Yesus mengajarkan bahwa yang bahagia itu: yang miskin, yang berduka-cita, lemah lembut, bertekun, murah hati, suci hati, pembawa damai, dicela dan dianiaya karena Allah. Semua sabda itu mengungkapkan satu semangat yaitu bahwa kebahagiaan itu terletak pada: berpegang dan berserah kepada Allah. Bahagia terikat pada Allah!
Hari ini kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus, orang yang telah berhasil dan kini berbahagia. Tentu saja tidak dapat dibayangkan kebahagiaan mereka. Tetapi pastilah Para Kudus pada hari ini bahagia kalau apa yang mereka lakukan dijadikan contoh hidup kita di dunia ini. Para Kudus bukan orang yang menganggap dirinya kudus. Santo Fransiskus selalu menyadari dirinya orang dina, yang hidup penuh kekurangan, miskin, tak punya apa-apa karena semua yang dimilikinya diberikan kepada orang-orang miskin. Dia berusaha terus berdoa, melakukan mati raga dan hidup membaktikan diri bagi Tuhan. Monika bertahun-tahun berduka dan menangisi kelakuan anaknya. Bertahun-tahun dia berdoa untuk pertobatan anaknya, Agustinus yang akhirnya berhasil. menjadi orang Kudus juga. Semua rasul Kristus, kecuali Yohanes menjadi martir, orang yang dicela, dipersalahkan, ditolak, dianiaya dan akhirnya kehilangan jiwanya karena mempertahankan kebenaran, iman dan hidup sebagai pengikut Kristus. Di zaman selanjutnya banyak para Kudus yang diejek, dibuang dari keluarga dan sahabat-sahabatnya karena mereka murah hati, membaktikan hidupnya untuk orang-orang yang miskin dan menderita, membenci peperangan, perkelahian dan kekerasan. Ternyata para Kudus itu orang-orang yang tidak menyayangi diri dengan mencari kebahagiaan dalam materi, kekayaan, makanan, pujian, tetapi orang yang sepenuhnya menyerahkan hidupnya bagi Tuhan dan disitulah mereka merasakan kegembiran dan kebahagiaannya. Mereka bukan seperti Firman yang senang makan-makan dan pesta, bukan juga seperti Adit yang suka dipuji, tetapi bisa juga seperti Teguh yang merasakan senang berperan, yang senang kalau mereka dapat menolong, membantu dan melayani masyarakat sekitarnya.
Kita bagaimana? Apa kebahagiaan bagi kita? Mampukah seperti yang dikatakan oleh Injil? Dapatkah kita meneladani para Kudus yang bermazmur: Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku? Jawabannya ada pada kita!
(H.Hardi Tjandraatmadja)
HARI MINGGU BIASA XXXII, TAHUN B/I
1 Raj 17:10-16 ; Ibr 9:24-28 ; Mrk 12:38-44
PENANGGALAN LITURGI
TAHUN B/I
November 2009
08 Mg Hari Minggu Biasa XXXII
09 Sn Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
10 Sl Pw. S. Leo Agung, PausPujG
11 Rb Pw. S. Yosafat, UskMrt
07-08 November 2009
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 07 November, Jam 17.30
Pen. Jwb : Billymoon; Theresia Lisieux, Tarsisius
Koor : Immanuel
Hari : Minggu, 08 November, Jam 06.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa II; Gregorius, Agnes
Koor : Gregorian
Hari : Minggu, 08 November, Jam 08.30
Pen. Jwb : PDKK
Koor : Caecilia
Hari : Minggu, 08 November, Jam 16.30
Pen. Jwb : Pondok Bambu I; Filipus Rasul, Yoseph
Koor : Pondok Bambu I
Hari : Minggu, 08 November, Jam 18.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Baru; Christophorus, Betlehem
Koor : Duren Sawit Baru
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 07 November, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Monika
Koor : Wilayah Malaka Sari II
Hari : Minggu, 08 November, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Timotius
Koor : Lilin Suci
Pengumuman Pertama
Benedictus Kresna Mariwiharjanto (Lk. Mangunwijaya)
Maria Rossati Maya Dewati (Prk. St. Gabriel)
Kristoforus Khrisnawam Sudarsono (Lk. St. Paulus Rasul)
A. Yessika Windiarti Setiawan (Prk. St. Gabriel)
Obaja Indra (Jelambar)
MC. Mona Josy Widoyo (Lk. Joyoseputro)
Yulius Wihardja (Lk. Gabriel)
Lusiani Hardijanto (Buaran)
Pengumuman Kedua
Yulius Darwadi (Lk. Benedictus)
Suprapti (Benhil)
Christian Tirta Negara (Prk. Keluarga Kudus)
Yuliana (Lk. Paulus Rasul)
Blasius Indrawan (Prk. St. Yoseph)
Maria Yusnita Ratna Lestari (Lk. Stella Maris)
Pengumuman Ketiga
P. Edison Sihombing (Prk. Arnoldus)
Raima Holong Sihaloho (Lk. Gregorius)
Erick Budi Jaya (Prk. St. Yohanes Penginjil)
Flora Rohma Nita Sinaga (Lk. St. Petrus)
Robertus Mujiono (Prk. St. Arnoldus)
Florentina Kristiani Sulistiorini (Lk. Yohana)
Rafael Triloko Basanto (Prk. Maria Bunda Karmel)
M. M. Rensy Triapsari Wibowo (Lk. Mathilda)
Yohanes Baptista Anton D (Prk. Hati Kudus)
Maria Flora Rosaline (Prk. St. Mikael)
FX. Ferdinand (Lk. Blasius)
Felisitas Meldayani Djaja (Lk. Barnabas)
Paroki St. Anna mengundang seluruh umat St. Anna untuk ikut dalam Misa Arwah sebagai wujud Peringati Arwah Semua Orang Beriman pada : Hari, Tanggal : Senin, 02 November 2009, Jam : 16.00 WIB. Di : TPU Pondok Kelapa.
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersukacita dalam merenungkan firman Tuhan dengan tema “Penguasaan Diri”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 04 November 2009, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bp. Joppy Joseph Taroreh. Di: gd. Yos Sudarso.
Sekolah TK-SD St. Maria Fatima akan mengadakan Seminar Setengah Hari untuk Orangtua dan Pemerhati pendidikan dengan tema “Tantangan Orangtua mendampinghi Anak Usia Dini dalam Mengembangkan Potensi untuk Membangun Masa Depan” pada: Hari, Tanggal : Sabtu, 07 November 2009, Jam : 08.30 – 12.30 WIB. Di : Jl. Raya Jatinegara Barat no 122, aula lt. 3 Sekolah st. Maria Fatima. Pembicara : Ayah Edy. Tlp ; TK: 021-85902383, SD: 021-85902382.
Panitia PORSENI St. Anna mengundang seluruh Orang Muda Katolik untuk hadir dalam pertunjukan Seni seperti: Perlombaan Band, Atraksi Sepeda, Firefootball, Games, dan berbagai kegiatan menarik lainnya yang akan diselenggarakan pada; Hari : Sabtu, Tanggal : 31 Oktober, 07 November, dan 14 November, Jam : 19.00 – 22.00 (seusai misa). Dan pertandingan Olahraga seperti : Basket, Futsal, Game LAN (CS), Masak, dan Fotografi akan diselenggarakan pada : Hari : Minggu, Tanggal : 01 November, 08 November, dan 15 November, Jam : 08.00 – 16.00 WIB.
Jadwal balai pengobatan :
• Dokter Umum :
01 Nov : dr. Yaya, Sp KK
08 Nov : – dr. Anita
– dr. Lusia, Sp KK
Dibutuhkan segera :
1. Staff Accounting, Tenaga Teknisi Listrik/Teknisi Mesin, Supir, Drafter, Operator Produksi/Helper. Info lebih lanjut dapat dilihat di papan pengumuman gereja.
2. Staff HRD. Syarat: Wanita, usia max 25 thn, pendidikan S1 Psikologi. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan pengumuman Gereja.
3. Staff Accounting. Syarat: Pria/Wanita usia max 30 thn, pendidikan min S1 akuntasi/ekonomi/management. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan pengumuman Gereja.
4. Tenaga Administrasi (ADM), Tenaga Kasir (CASH), Staff Finance & Staff Accounting (FA), dan Tenaga Adminisrasi Head (ADH). Info lebih lengkap dapat dilihat di papan pengumuman Gereja.
Menghormati Para Kudus
Segala macam pengorbanan dan keteladanan yang diberikan oleh para Kudus kiranya cukup beralasan jika kita jadikan contoh dalam hidup menggereja. Sebagai umat beriman, tentunya penghormatan itu tidak dimaksudkan sebagai perayaan demi kejayaan dan kehebatan mereka, akan tetapi perayaan itu sebagai salah satu ungkapan penghormatan iman kita kepada para kudus dalam ketaatan penghormatan imannya kepada Yesus Kristus. Kita juga mesti ingat bahwa dalam penghormatan kepada mereka Yesus tetap sebagai satu-satunya inti iman kita dan iman mereka. Dalam rangkaian penghormatan itu sesungguhnya Gereja sendiri ingin mengenangkan dan memuliakan rahmat kemenangan atas buah penebusan Kristus sendiri. Di situ Gereja mewartakan misteri Paskah yang telah dihidupi oleh para kudus itu. Melalui penghormatan itu pula, Gereja ingin menggabungkan dalam memuji dan memuliakan Allah serta memohon kepada para kudus di surga untuk senantiasa mendoakan kita. Melalui pengorbanan dan hidup mereka, Gereja ingin mengangkat hidup para kudus sebagai teladan hidup orang beriman.
Itulah beberapa makna dan tujuan kita melakukan penghormatan kepada orang kudus. Semua itu kiranya belum lengkap jika kita belum mengetahui sejarah asal mula Gereja melakukan penghormatan kepada para kudus. Selain mencoba untuk mengenal apa makna dan tujuan penghormatan itu, ada baiknya juga kita melihat ke belakang sejarah singkat asal mula Gereja melakukan penghormatan kepada para kudus. Kesaksian paling kuno datang dari abad kedua. Orang-orang kudus yang dihormati pada abad-abad pertama ialah para martir, yang karena kesetiaan imannya telah berkorban dan menderita seperti halnya Kristus Yesus sendiri. Mereka telah memberikan kesaksian imannya kepada semua orang. Mereka yang mengikuti Kristus secara radikal dan hidup menurut nasihat Injili, misalnya para biarawan-biarawati, dihormati pula sebagai orang kudus.
Pada abad pertengahan perayaan liturgi untuk penghormatan kepada para kudus semakin berkembang pesat. Karena begitu banyaknya penghormatan kepada mereka maka akhirnya Konsili Vatikan II memerintahkan untuk melakukan pengaturan-pengaturan pesta atau peringatan santo-santa ini. Akhirnya Calendarium Romanum th 1969 mengatur kalendarium kita seperti yang sekarang kita miliki di mana peringatan itu diatur secara proporsional.
Referensi :
Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, Dokumen Konsili Vatikan II, Jakarta : Obor, 2004
E. Martasudjita, Pengantar Liturgi : Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999







Leave a Reply