Belum mantap menikah, ingin belajar KPP

Dear Romo..
saya dan kekasih saya berniat ingin melakukan pernikahan tapi kami berdua masih meragukan kesanggupan kami dalam menjalani kehidupan rumah tangga, bolehkah kami mengikuti kursus persiapan pernikahan guna mengetahui hal-hal apa saja sih yang ada di dalam rumah tangga itu? Terus, baiknya kami mengikuti semua sesi di tiap paroki yang ketempatan atau bagaimana yah?

Yeni

4 Responses to “Belum mantap menikah, ingin belajar KPP”

  1. Dear mbak Yeni,

    Ikut kursus perkawinan memang sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang mulai pikir pikir untuk menikah, bukan sekedar memenuhi syarat administratif untuk diperbolehkan menikah. Biasanya sih semua KPP ya sama saja materinya. Sebagai sebuah usulan, kalian berdua dapat melakukan persiapan sebagai berikut:

    1. Cari buku buku tentang perkawinan dan pelajari bersama. Bicarakan bersama bagaimana hidup perkawinan kalian kelak.

    2. Carilah romo pembimbing untuk kalian, atau bila romo sibuk ya minta untuk menunjukkan konseler mana yang direkomendasi untuk membimbing kalian.

    3. Kalau ada pertanyaan pertanyaan, boleh juga menuliskannya di web ini dan akan banyak dengan senang hati membantu.

    Selamat belajar, semoga menjadi keluarga seperti Keluarga Kudus.

    Salam berkat Tuhan, rin

  2. Dear Mba Rin..

    Makasih atas saranya masih ada yang ingin saya tanyakan kembali:
    tentang Pilih romo pembimbing = terserah kami berdua kan mau pilih romo siapa saja? yang jelas kenal dekat dengan kami berdua atau mesti dari romo di salah satu paroki kami tinggal?
    terus bolehkah kami berdua menunjuk romo ini sebagai romo yang akan melakukan pemberkatan pernikahan nanti?

    makasih banyak atas jawabannya…

    Regards
    Yeni

  3. Dear Yeni,

    Soal romo, kalian boleh minta bimbingan romo siapapun yang dekat dengan kalian. Boleh juga meminta beliau memimpin sakraman perkawinan kalian. Untuk itu memang akan ada prosedur administratif tersendiri dari paroki, tapi mudah koq. Hanya mengisi formulir tertentu. Pemeriksaan Kanonik bisa di paroki salah satu dari kalian lalu isi formulir itu, lalu silakan sakramen dimana romo siapa.

    Contoh: saya dulu paroki A, romo parokinya A. Lalu kanonik di A. Sakramen Perkawinan di D oleh Romo I. Karena saya memang muridnya Rm I. Setelah itu administratif Romo I menulis surat ke A bahwa kami sudah kawin untuk dicatat di buku register. Surat Perkawinan Gereja saya keluarnya dari Paroki A ditanda tangani Rm I.

    Simple kan.

    Salam, rin

  4. ia mba simple
    makasih banyak yah….

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>