Bahasa Roh

SHALOM!
Saya ingin menanyakan, apakah di Agama Katholik itu juga terdapat bahasa ROH? Kalau ada mengapa di setiap misa tidak ada bahasa ROH itu?

Seperti apakah Bahasa ROH tersebut?

==

Bahasa Roh adalah salah satu karisma karunia Roh Kudus (1 Kor 12:10, 28; cf. Kis 10:46; Kis 19:6 ). Bahasa Roh bukanlah suatu bahasa dalam arti biasa yang mengandung unsur pokok bahasa: arti dan struktur suku kata. Bahasa Roh sering hanya berupa bunyi-bunyian yang merupakan hasil gerakan mulut dan lidah tanpa arti dan struktur. Paulus menyinggung tentang bahasa Roh sebagai bahasa yang terutama ditujukan kepada Allah sebagai sebuah doa (1 Kor 14:2, 14). Seperti juga doa mantera dengan kata yang sama dan diulang-ulang, juga seperti doa rosario yang diwarnai dengan doa yang Salam Maria diulang-ulang, akhirnya bukan kata atau makna yang penting, tetapi hati yang tertuju pada Tuhan dengan penuh cinta.

Karisma ini cocok untuk mereka yang sedang mengalami kekeringan rohani dan membutuhkan pertobatan, suatu tanda untuk orang yang tidak beriman (1 Kor 14:22). Meski Paulus sendiri mampu berbahasa Roh (1 Kor 14:18), tetapi ia memperingatkan jemaat agar tidak menyombongkan diri karena bisa berbahasa Roh, bahkan ia lebih suka mengucap 5 kata untuk mengajar umat yang dimengerti daripada beribu-ribu bahasa Roh yang tidak memberi sumbangan kemajuan apapun bagi jemaat (1Kor 14:19). Paulus menekankan pentingnya kerangka membangun jemaat dan mengunggulkan karunia bernubuat daripada kemampuan berbahasa Roh (1 Kor 14:4-6,9), meski juga meminta jemaat tidak melarang orang yang berbahasa Roh namun membantu menertibkan penggunaannya dalam pertemuan jemaat (1 Kor 14:39-40). Selain karisma berbahasa Roh, ada juga karisma “menafsirkan bahasa Roh” (1 Kor 12:10, 30), karunia yang disarankan Paulus untuk diminta pula agar kata-kata yang keluar tidak menjadi sia-sia (1 Kor 14:13, 9, 27). Paulus memberi catatan bahwa mereka yang terlalu berbangga karena telah berbahasa Roh tetapi tidak membangun jemaat belum menjadi manusia Rohani yang sejati. Lebih jauh dalam 1 Kor 13 Paulus menegaskan bahwa yang lebih penting adalah cinta kasih.

Dalam tradisi Gereja Katolik, St Agustinus menyebut fenomena memuji Allah dengan doa dan nyanyian dalam bahasa Roh ini sebagai “jubilatio”. Santa Theresia dari Avila juga menganjurkan para susternya memuji Tuhan dengan cara demikian untuk memupuk spontanitas memuji Tuhan dengan seluruh hatinya, sebab “Roh Tuhan sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan”(Rom 8:26). Dalam perkembangan Gereja setelah jemaat perdana, bahasa Roh tidak banyak dibicarakan atau dipraktekkan, baru kemudian belakangan muncul kembali di kalangan Gerakan Karismatik (ini berlaku untuk Katolik maupun Kristen Non Katolik) sebagai bagian dari fenomena Karismatik Kristen pada umumnya yang marak di abad 20. Tidak ada dalam misa karena memang tidak berkaitan dengan perayaan ekaristi, lebih pada karunia pribadi yang belakangan “dikembangkan” kembali dalam forum-forum ibadat khusus di kalangan karismatik. Semoga membantu….

Rm. Ardi

16 Responses to “Bahasa Roh”

  1. Ada pak, suaranya tdk karuan namun indah menurut selera saya, klo bapak penasaran, silahkan ikut misa kharismatik di lembah karmel cikanyere.
    Tapi yg terpenting buat sy bukan suara visualnya, melainkan kerendahan hati yg mau mendengar bahasa roh itu sebagai sapaan Tuhan yg nenenangkan jiwa, membawa kedamaian, teguran, penghiburan, peneguhan, suka cita, dll.

  2. saya ingin bercerita sebelumnya :
    sabtu minggu lalu, keluarga besar kami melakukan ibadah keluarga natal dan tahun baru di suatu gedung di jakarta. biasa lah ada makan2 lalu ada ibadah…. nah tiba2 sebelum ibadah dimulai bisa dibilang penginjil (bukan Pdt/pastor) yg dekat dgn keluarga besar kami, menDOKTRIN lah bisa dibilang. kalu yang bener itu setiap orang Kristen harus dibaptis SELAM dan mendapat karunia BAHASA ROH, dalam pikiran saya nih orang nekad amat (PD) bilang seperti itu di depan keluarga besar kami yang notabene nya mainstream nya protestan GKI…. nah loh nih kotbah bukanya bikin sejuk hati, malah bikin jengkel aja…..
    pertanyaanya :
    apakah ritus bahasa roh itu sudah ada dari dulu?
    dalam bentuk apa, apa kayak sekarang?
    sekarang di gereja2 (ex:katholik, orthodox, armenian, koptik) dilakukan tidak?
    apa tradisi bahasa roh hilang? / emang dibuat2 orang kharismatik seturut pikiran MANUSIAwi nya dewek…
    yang saya ingat “shikiriti”/”shakalalal” dalam bahas roh itu, mungkin di gereja katholik jga ada / sebagai jimat gt?

    mohon penjelasanya, dan mohon maaf kalau ada yang tersinggung….

  3. praktek yang dilakukan karismatik Katolik dalam penggunaan bahasa roh secara umum sudah keliru… saya tidak mau bahas panjang lebar di sini.

    silahkan ke forum diskusi di http://www.ekaristi.org/forum.. di sana banyak topik yang membahas mengenai karismatik dan bahasa roh-nya ini. Dan topik-topik itu sebagian besar di-lock moderator forum.
    search saja dengan kata kunci “Karismatik”

    Bagi yang pro praktik bahasa roh di Karismatik, jangan kaget ketika berdiskusi di sana. Sebaiknya prepare dengan penjelasan yang menggunakan referensi/penafsiran ajaran Gereja Katolik dan bukan referensi/penafsiran pribadi. Tetapi yang tidak setuju sebaiknya juga jangan memperkeruh diskusi hanya karena ketidaksukaan saja, tetapi harus ada alasan dan penjelasan yang berdasarkan kepada pengetahuan iman Katolik.

    harus dibedakan karunia bahasa roh untuk berkata-kata dan jubilatio sendiri… jubilatio bukanlah karunia bahasa roh yang dimaksud dalam 1 Korintus 12 atau 1 Korintus 14. Jubilatio sendiri merupakan doa atau nyanyian atau puisi yang merupakan instrumentalia, dan ini seringkali tidak mengandung arti sehingga tidak bisa diterjemahkan. Jubilatio bukan suatu karunia yang extraordinary seperti halnya karunia bahasa roh yang dituliskan dalam 1 Korintus 12.
    Sedangkan bahasa roh itu sendiri mengandung arti dan merupakan karunia extraordinary.

    Kebanyakan anggota Karismatik mengaku fenomena “bahasa roh” yang terjadi dalam kegiatan Karismatik merupakan karunia extraordinary, bukan jubilatio.

    saya akan kutip penjelasan Santo Agustinus dari Catholic Encyclopedia mengenai jubilasi ini :

    “I am about to say what ye know. One who jubilates, utters not words, but it is a certain sound of joy without words: for it is the expression of a mind poured forth in joy, expressing, as far as it is able, the affection, but not compassing the feeling. A man rejoicing in his own exultation, after certain words which cannot be uttered or understood, bursts forth into sounds of exultation without words, so that it seems that he indeed does rejoice with his voice itself, but as if filled with excessive joy cannot express in words the subject of that joy….Those who are engaged at work in the fields are most given to jubilate; reapers, or vintagers, or those who gather any of the fruits of the earth, delighted with the abundant produce, and rejoicing in the very richness and exuberance of the soil, sing in exultation; and among the songs which they utter in words, they put in certain cries without words in the exultation of a rejoicing mind; and this is what is meant by jubilating.. ..”(Exposition on Psalm 100)

    Bila ada yang berkenan silahkan menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia..

    Bagaimana pun penggunaan “bahasa” yang diaku oleh sebagian besar anggota karismati sebagai karunia “bahasa roh”, merupakan salah satu penyimpangan yang terjadi dalam kegiatan Karismatik, moga-moga saja hal ini tidak terjadi dalam kelompok Karismatik Katolik di St. Anna..

  4. Syalom Bro,
    Aku cuma mau menambahkan, bahwa surat Paulus sebenarnya bukan melarang, hanya tidak memperbolehkan jemaahnya sombong karena Karunia Roh Kudus. Jika saudara membaca 1Korintus 14: Jika saudara berbahasa roh artinya saudara membangun iman saudara sendiri. Bahasa Roh itu komunikasi antara manusia dengan Allah Bapa diatas sana.
    Ini bukan mantra atau istilah lainnya nge ‘fly’ etc.
    Tapi apabila saudara, mencapai suatu tahap yang saya sebut sebagai penyerahan diri sendiri kepada Tuhan secara penuh.
    Dan meminta pada Tuhan, untuk membaptis saudara dengan karuniaNya.
    Maka saudara akan ditobatkan dan diberi berkah karuniaNya.
    Jika alkitab benar2 dipahami maka kita itu menemukan berkah banyak sekali dalam hidup kita.
    Sumpah, saudara tidak perlu berpindah agama (karena menurut saya sayang apabila apa yang sudah saudara yakini tiba2 diputus karena suatu hal)
    Berpegang teguh pada apa yang saudara percayai, kemudian jangan jauhkan diri saudara dari Tuhan tapi dekatkan diri anda.
    Untuk memahami bagaimana saudara lebih mendekatkan diri mudah.
    Jauhkan diri saudara dari dosa.
    baca Mat 6:15,Ul 18:10-12, Luk 11:10-13 dan Yak 1:6-8.
    Dari sini saudara akan tahu, apa yang bisa saudara pelajari dari beberapa Alkitab ini. Masih banyak yang ingin saya bagi, tapi alangkah baiknya apabila saudara meminta Dia diatas, untuk menunjukkan yang terbaik dan memahami isi alkitab itu.
    Ingat, di alkitab ada sebutan memang, di Korintus.
    Bahwa, tidak perlu dapat berbahasa Roh. Asal bernubuat.
    Tapi alangkah baiknya apabila 2 hal ini saudara tanamkan dalam hati.
    Jbu saudaraku, dan semoga saudara menemukan jalan yang terbaik agar menjadi dekat pada Tuhan diatas sana.
    Good Luck brother.

  5. saya kira anda tidak on the right track menanggapi topik ini (tentang bahasa roh dan jubilatio)

    Namun ada dua hal yang ingin saya tanggapi

    1. Tulisan anda “Dan meminta pada Tuhan, untuk membaptis saudara dengan karuniaNya. Maka saudara akan ditobatkan dan diberi berkah karuniaNya.” .. hal ini tidak sesuai dengan iman Katolik.. Ada tiga jenis baptisan yang diakui oleh Gereja Katolik yaitu baptis air, baptis darah dan baptis rindu. Kebanyakan kita menerima baptis air. Dan ketika anda dibaptis, anda harus percaya bahwa Allah telah memberikan kasih karunianya kepada kita, itu sebabnya segala dosa-dosa kita dibersihkan saat itu juga. Tidak ada baptisan lain dalam ajaran GEreja Katolik di luar ke-3 jenis baptisan itu.

    2. Tulisan anda tentang “Ingat, di alkitab ada sebutan memang, di Korintus. Bahwa, tidak perlu dapat berbahasa Roh. Asal bernubuat.” ini keliru..

    Umat Korintus lebih memilih menunjukkan bahwa mereka bisa “berbahasa roh” daripada bernubuat. Mengapa ? Karena lebih sulit membuktikan “keaslian bahasa roh” yang mereka ucapkan dibandingkan membuktikan “nubuat” mereka. Karena kalo bernubuat mereka menggunakan kata-kata yang bisa dimengerti semua orang dan apabila nubuat mereka tidak benar atau tidak menjadi nyata, siapa lagi yang percaya kepada mereka ? mereka tentunya akan dicemooh.
    Dan bernubuat merupakan karunia extraordinary seperti halnya berbahasa roh dan menafsirkannya. bernubuat membutuhkan pengetahuan yang supernatural, bukan pengetahuan yang lahir dari intelejensia yang natural, karena ditanamkan oleh Allah sendiri. (bahan bacaan Catholic Encyclopedia : Prophecy)

    Dalam 1 Korintus 14, Santo Paulus mendefinisikan nubuat tidak terbatas pada perkiraan2 kejadian2 di masa depan, tetapi juga termasuk inspirasi2 Ilahi yang terkait dengan rahasia (baik masa depan atau bukan).

    Semoga ini membantu anda memahami tulisan dan tanggapan di topik ini..

  6. Syalom semuanya..

    Saya ingin menambahkan sedikit opini, bahwa yg jelas “bahasa roh itu tdk dpt dipelajari!!” karena bahasa roh itu merupakan satu karunia.
    Saya pernah mengikuti 1 kebaktian di daerah kelapa gading dan disana rata2 hampir semua jemaatnya berbahasa roh dan pada akhir kebaktian ditawarkan oleh pengurus gereja “bagi yg mau belajar bahasa roh, bisa naik ke lt.2″ (saya tdk pernah dengar di alkitab ada kursus bahasa roh)

  7. wkwkwk… kita di sini kan pake bahasa roh… rohnya orang indonesia yang berbicara bahasa roh…. banyak orang kristen mempelajari bahasa roh aneh itu.. kasian mereka tidak mengerti padahal roh yang di cari-cari itu dirinya sendiri

  8. memang tabu bahasa roh itu, tapi aku setuju kalo memang bahasa roh itu ga sembarangan/terkesan dibuat-buat, memang ada, dan aku pun merasa pernah berbahasa roh, ga tergantung gereja yang gimana-gimana sih, kan Tuhan ga pilih-pilih, aku aja dari gereja suku, GKPS, asalkan saat itu benar2 lagi bertobat dan minta pertolongan Tuhan Yesus, bibir mengucap suatu ucapan yang sama sekali ga bisa dimengerti, dan mengucapnya aja setengah sadar, aku masih berdoa dengan kata-kata, tapi mulut mencuap-cuap bahasa roh itu, jadi kalo menurut aku, bahasa roh memang anugerah dan ga bisa dibiasakan atau dibuat-buat dan didengar telinga dan dicerna dengan pelafalan alfabetik, kalo di gereja-gereja kharismatik seakan-akan banyak yang bisa, aku rasa ga rasional, bukan maksudnya kontra, tapi yang aku tau kalo sampai roh itu bisa berbicara harus kalahkan daging dulu deh, misalnya puasa sebulan atau labih, berusaha hidup suci, baca alkitab tiap hari, berdoa khusyu, pokoknya menghilangkan kedagingan deh… thx GBU

  9. Tuhan menyuruh semua umatnya bernubuat dan menyampaikan firman2Nya kepada semua bangsa..dan dengan mendapat Bahasa Roh itu satu anugrah yan amat besar dari Tuhan Yesus. Bukankah baik mempunyai 2 anugrah dari Tuhan Yesus? iaitu bernubuat dan berbahasa roh asal saja tidak menyimpang dari pengajaran Yesus Kristus.
    Oleh itu, Jangan menghujat Roh Kudus. Roh Kudus tidak boleh diajari dan dipelajari dan tidak boleh dihafal2, kerana setiap kali seseorg berbahasa roh, bahasa itu datang sendiri tanpa disedari dan itulah jamahan kuasa roh kudus. Erti kata disini, Kurniaan berbahasa Roh Kudus adalah sesuatu yang benar asal saja yang mengucapnya mendapat kurniaan itu secara anugrah dari Tuhan bukannya diucapkan dengan mempelajari atau saja2 kerana itu namanya menghujat.

    Mari Saudara/saudari sekalian kita membaca dan merenungkan Firman ini…kisah Para Rasul 2:38

    Semoga kita diberkati dalam nama Tuhan Yesus. Amen. God Bless all.

  10. @Jambu… Tuhan menyuruh seluruh umatnya bernubuat ? anda tahu arti nubuat ?

    Yang dikatakan Santo Petrus Kisah Para RAsul 2:38 yang dikatakan adalah “Karunia Roh Kudus” tidak ada sangkut pautnya dengan “karunia berkata-kata dalam bahasa roh” yang diperoleh oleh para rasul pada bacaan itu.

    Pada waktu itu orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, sedang berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Pentakosta [salah satu hari raya Yahudi untuk penutupan masa panen dan masa paskah]. Lalu sebagian dari mereka terdorong untuk melihat asal suatu suara gemuruh dan mereka menemukan para rasul menyapa mereka dengan bahasa mereka masing-masing. Konteks perkataan Rasul Petrus pada saat itu adalah meminta orang-orang yang belum percaya Yesus itu, menjadi percaya, yaitu supaya mereka dibaptis. Dan karena Baptisan itu-lah, mereka akan mendapatkan karunia Roh Kudus.

    Orang-orang yang menolak Yesus, menolak keselamatan ini, adalah yang dikatakan menghujat Roh Kudus, yaitu dosa yang tidak terampuni [bukan karena belajar bahasa roh, karena bagi saya ini adalah kekonyolan orang Protestan yang melakukannya, moga2 tidak ada orang Katolik yang ikut2an]

  11. Bagi saya bahasa roh itu bukan bahasa yang diucapkan tanpa gramatika yang jelas (sikirararara…sikirararaba….)…
    apa yg ada dlm gereja kharismatik skrang, itu bkanlah bahasa roh tetapi pelafalan lidah yang dipengaruhi oleh alam emosi karena penyembahan …. (?)…..

    Bahasa roh harusnya bisa diartikan……

  12. salam sejahtera, Damai Tuhan selalu berserta dan menyertaimu kawan..

    Sekarang ini banyak sekali orang yang berbahasa roh dan gereja yg menuntut untuk bisa berbahasa roh, otomatis jemaat yang tdk memiliki karunia tersebut menjadi malu atau ragu pada imannya sendiri, membuat dia merasa semakin jauh dengan Tuhan. Berbahasa roh memang karunia yang perlu dibanggakan, tetapi apakah harus diutamakan?? sejatinya Tuhanpun melihat apa yang dilakukan manusia dibawah bumi dan tidak selalu melihat talenta apa yang ia miliki.
    Intinya Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang tidak bisa berbahasa Roh..

  13. Romo yang baik

    Saya seorang istri berusia 39 tahun dengan 2 orang anak laki laki. Kami telah menikah 12 tahun, dan tinggal berbeda kota. Saya menjadi katolik setelah kenal semasa kuliah dengan suami yang beragama katolik dan dibaptis Dewasa.

    Orang tua saya kurang setuju dengan perkawinan kami, terutama karena saya pindah agama. Kami menikah dasar cinta dan saling suka. Awalnya perkawinan kami nbaik-baik saja, namun setelah anak pertama lahir, kebutuhan RT semakin besar, suami tidak peduli…. dan boleh dikatakan semua kebutuhan anak-anak kami ditanggung saya. Bahkan ketika melahirkan anak kedua suami tidak datang.

    Suami masih hidup seperti orang lajang dan untuk kesenangan diri sendiri di JKT. Suami masih senang berfoya-foya dengan teman-temannya bahkan tidak memberi contoh positif kepada anak-anak. Penghasilannya tidak jelas kemana, sementara saya harus kerja keras untuk menghidupi dan membiayai sekolah anak. Saya merasa suami sangat egois dan ingin memang sendiri, sehingga setiap kali suami datang saya dan anak-anak stress karena rumah jadi gaduh, ada-ada saja yang menurut dia yang salah, padahal itu rumah kontrakan saya sendiri.

    Dulu saya berusaha menjadi istri yang baik, selalu menurut keinginanya, melayaninya luar dalam, sampai rela belajar masak kesukaan suami dari mertua……..tetapi suami tidak pernah menghargai, ada saja yang salah dan kurang pada diri saya.
    Keluarga suami sangat membela suami karena suami anak tunggal. Akhirnya cinta saya benar-benar hilang setelah mendapat bukti suami berselingkuh pada tahun 2006, ketika ayah saya meninggal, saya pulang ke JKT saya dapatkan ada pakaian dalam wanita lain di lemari pakaian kami.

    Kami bertengkar hebat, suami tidak mengaku… dia balik menyerang saya seolah-olah saya membuat skenario sendiri dan pakaian itu saya sendiri yang meletakkannya untuk memojokkan dia.
    Saya sangat sakit hati dan sejak itu tidak pernah lagi ke pulang ke Jkt kerumah suami maupun mertua. Sejak itu kami tidak pernah lagi tidur sebagai suami istri…… dan saya tidak peduli lagi suami mau tidur dengan siapa.

    Saya tidak pernah menceritakan masalh itu ke keluarga saya, karena takut keluraga menyalahkan saya, dulu sampai meninggalkan agama ikut suami…… Apalagi kepada keluarga suami….pasti saya yang disalahkan…

    Say telah berusaha memaafkan suami, sudah 3 kali sakramen tobat saya lakukan,… tapi setiap ketemu suami dan melihat sikapnya yang egois saya mulai benci lagi…… berulang-ulang….
    Saya mengikuti penyembuhan luka bathin, meditasi dll, semuanya memang memberi pengaruh positif pada diri saya, saya lebih tegar dan menerima keadaan hidup saya. Tapi mengapa saya tetap tidak bisa menerima suami saya kembali…………

    Pernah suatu saat saya ke gereja, setelah menerima komuni saya berdoa agar Yesus berkenan membasuh luka bathin saya,……. termasuk pada masa prapaskah tahun ini……… saya telah berusaha untuk itu. Tapi setiap ketemu dan lihat ulah suami saya kesal kembali.

    Mohon petunjuk dari Romo dan teman-teman, saya lelah dan frustrasi menghadapi suami………

    Widya

  14. Sdri Widya
    memang apa yg anda alami adalah sesuatu yg sangat menyakitkan. apalagi anda sudah banyak berkorban buat suami.
    ada beberapa hal yang mungkin bisa anda lakukan, yaitu:

    pertama tentunya anda harus bersabar (ingat sabar tak ada batasnya) harus berdoa secara terus menerus sampai ada jawaban dari Tuhan.
    Namun yg perlu hati anda persiapkan adalah, Tuhan bisa memberi jawaban cepat bisa juga lambat (cepat lambat adalah ukuran manusia). Disamping itu jawaban Tuhan bisa: suami anda dikembalikan pada saat sekarang ini (dlm arti masih produktif), bisa juga suami anda sadar di hari tuanya (dimana sudah tdk produktif lagi) atau sampai kematian menjemput suami atau diri anda tidak ada pertobatan sama sekali dari suami anda.namun kalau hal tsb sampai terjadi janganlah menjadi batu sanduangan buat anda, bahwa Tuhan tidak sayang pada keluarga anda atau Tuhan tidak mendengar doa anda. namun itu ujian dari Tuhan buat anda, bahwa anda menjadi pengikut Kristus bukan karena suami anda, tapi memang anda benar-benar mencintai Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Matius 10: 35-39, katakan bahwa barang siapa mengasihi orang lain lebih dari menyayangi Yesus,dia tidak layak bagi-Nya.
    (Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!)

    yang kedua anda harus tetap menghormati suami anda. karena Tuhan katakan, dengan segala sikap dan tingkah laku anda yg tetap baik kpd suami, suami anda akan bisa dimenangkan.
    (1 Petrus 3:1. Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya,)

    yang berikutnya firman juga mengatakan anda bisa melakukan pisah ranjang dengan suami, tapi lakukan hal itu dengan cara yg baik dan benar sehingga suami tdk akan semakin terperosok, tapi dia akan cepat menyadari kesalahannya
    (1 Korintus 7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.)

    yang terakhir jangan sampai ada perceraian diantara kalian berdua, karena itu jelas-jelas merupakan dosa.
    dan pandanglah suami anda pada saat sekarang ini, ataupun pada waktu dia bertaubat dan kembali kepada anda, dengan perasaan kasih, ingatlah firman Tuhan (1 Korintus 13:4. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.)
    Terimaksih Tuhan Yesus memebrkati.

  15. Sebenarnya permasalahan ini kurang tepat disampaikan di topik ini, sebaiknya moderator memisahkannya ke topik tersendiri.

    saya setuju dengan pemaparan andangsc. Ada satu solusi yang bisa segera di coba yaitu dengan hidup terpisah sementara waktu dengan suami anda. Datanglah ke pastor paroki dan menceritakan masalah ini, lalu mintalah ijin untuk hidup terpisah dengan suami anda. Mulailah berkonsentrasi pada hal-hal yang positif dalam hidup keterpisahan itu. Seperti fokus kepada kesejahteraan anak-anak anda.

    Saya pikir anda tidak perlu takut untuk menceritakan masalah ini kepada keluarga anda. Anda bisa meyakinkan mereka bahwa apa yang anda imani bukanlah semata karena menikah dengan suami anda. Apa yang anda alami bisa dialami oleh siapa pun tanpa melihat agamanya. Tidak ada jaminan. KAtakan bahwa kamu saat ini siap menerima konsekuensi apa pun dalam menjaga janji setia perkawinanmu. Mintalah kerelaan hati mereka untuk dapat mendukung anda dalam melewati masa-masa sulit ini. Dukungan mereka sedikit banyak akan membantumu.

    Hal positif lain adalah berdoa, doakanlah dirimu, anak-anakmu dan jgua suamimu. Ajaklah anak-anakmu berdoa bersama, ke Gereja bersama. Anak-anak membutuhkan panutan, saat ini anda-lah orangnya. Jadi bagaimana anda menghadapi dan keluar dari permasalahan dan kemelut yang menjerat ini, saya percaya, akan mempengaruhi tumbuh kembang moral dan iman mereka, jika tidak saat ini, maka kelak ketika mereka mulai mengerti dan ketika beranjak dewasa. Jadi berkonsentrasilah pada hal-hal positif. Jangan biarkan diri anda dilena perasaan bersalah, kecewa, sedih, marah, putus asa, semua perasaan negatif yang akan merugikan diri anda sendiri [karena membuat anda merasa sangat letih bahkan [tidak tertutup kemungkinan] membuat anda sakit, emosi yang tidak terkendali [tidak sabar, mudah tersinggung, marah], tidak dapat berkonsentrasi, minder, dll] dan sangat terbuka kemungkinan merugikan orang-orang disekitar anda, terutama, anak-anak anda.

    so, be strong for your children..

    May God bless you and your children…and give you strength to follow His will..

  16. allo.. saya punya rekaman bahasa roh..
    saya cuma sharing gambaran bahasa roh yang saya tahu,
    maaf saya tidak tahu ayat alkitab. saya cuma menganalisa rekaman. mungkin dari analisa saya yang lain bisa memberikan ayat yang cocok seperti yang saya gambarkan berikut.

    bahasa roh :
    1. dialog 2 pribadi di dalam 1 tubuh manusia.
    dari pengertian dalog berarti ada komunikasi timbal balik antara simanusia dan tuhan, jadi memang bukan seperti orang kesurupan atau orang kerasukan seperti di acara berburu hantu yang cuma sihantu yang berkata kata, tetapi si manusia tidak sadar.

    si manusia yang sedang berbahasa roh SADAR dia sedang berbahasa roh, dia bisa memberi tanda misal suruh orang lain disekitar dia ambil pulpen atau kertas untuk mencatat sesuatu.

    2. bahasa yang di gunakan ada dua. pertama bahasa yang bisa dimengerti orang yang disekitar si manusia yang berbahasa roh [bahasa indonesia] dan kedua bahasa yang kami tidak mengerti [bahasa roh].

    dari pengakuan simanusia yang berbahasa roh, untuk dialog yang isi pembicaraanya rahasia maka bahasa yang di pakai memang bahasa yang tidak mengerti oleh orang yang melihatnya.

    juga sebaliknya.

    jadi tidak perlu orang lain untuk menterjemahkan. karena si manusia yang berbahasa roh sudah langsung memakai bahasa yang kita mengerti. dia tidak menterjemahkan ulang kata kata yang dia terima.

    3. bahasa roh seperti ibadah kecil.
    ada puji pujian yang dinyanyikan oleh simanusia dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh orang yang melihatnya. juga sebagian dalam bahasa indonesia sebelum dialog dimulai

    urutannya bisa muncul di awal, bisa juga di akhir bahasa roh.:

    -puji pujian – dialog-pemberkatan-selesai
    -dialog- puji pujian – pemberkatan – selesai

    4. perbedaan cara bicara, gerak tubuh, sangat terlihat jelas dari dua pribadi ini. dari rekaman yang saya lihat,

    ada saat manusia menyatakan keluh kesahnya atas bebannya sampai dia menangis, sangat terlihat dari nada dan cara bicaranya. jadi walau saya tidak mengerti bahasanya saya bisa tahu bahwa yang berbicara ini sedang mengutarakan bebannya. ini adalah pribadi manusianya.

    karena setelah dia selesai, nada bicara dan mimik yang selanjutnya berbicara sangat beda, nada bicara yang tegas, kuat dan seperti memberi semangat, saya melihat pribadi lain yang berbicara memberi dukungan kuat. ini adalah pribadi tuhan

    5. sebelum selesai si manusia yang berbahasa roh akan menumpangkan tangannya di kepanya sendiri, artinya pribadi tuhan sedang memberkati pribadi manusia yang berbahasa roh ini.

    6. orang lain yang berada di sekitarnya bisa juga bisa mendekat ke si manusia yang berbahasa roh ini untuk lalu di berkati oleh pribadi tuhan ini lewat pribadi manusia yang berbahsa roh.

    sangat terasa dan jelas suara pribadi tuhan yang memberkati ini bila dibandingkan jika diberkati oelh manusia biasa.

    saat memberkati bahasa yang digunakan adalah bahasa roh dan bahasa indonesia, bahasa indonesia digunakan di penutupan saat berkat. dari yang saya denganr adalah perintah.

    7. dari rekaman panggunaan kata dalam nama bapa anak dan roh kudus juga ada.

    ini cuma sharing saya atas hasil saya merekam orang berbahasa roh. saya cuma kebetulan saja ada di tempat itu dengan kamera.

    saya punya 2 rekaman. pertama saya dapat dari hasil rekaman dari lingkungan keluarga orang yang berbhasa roh, dia merekam dengan HP nokia

    dan yang saya rekam dengan menggunakan kamera pocket nikon biasa.

    saya belum dapat ijin untuk sharenya ke youtube, selama ini saya cuma menunjukan langsung ke orang orangsekitar saya dengan larangan di copy.

    untuk yang kristen jika ada ayat yang sesuai dengan gambaran di atas silahkan memberitahu saya.

    trimakasih untuk tempat saya sharing info ini..

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>