Apologetika Biblis Katolik: Membela Iman Katolik
“Apa yang bisa saya jelaskan kepada orang yang bertanya tentang ‘Maria Diangkat ke Surga’? Kata mereka, ajaran itu tidak memiliki dasar di Kitab Suci. Kata mereka pula, Gereja Katolik dipimpin oleh ‘Nero’ baru, itu sama dengan anti-Kristus. Karenanya, pada akhir jaman semua yang berada di bawah pimpinannya akan menerima balasannya. Menurut mereka juga, Gereja Katolik mengada-ada tentang Maria, Maria disebut sebagai ‘Tabut Perjanjian Baru’. Semua pertanyaan ini ingin saya jawab, tetapi tidak tahu harus menjawab seperti apa?”, demikian keluhan umat yang sudah cukup lama tinggal di Paroki Kelapa Gading.
Fondamintalis Biblis
Untuk membekali umat dalam memperteguh dan mampu mempertangjawabkan imannya itu, Romo Deshi Ramadhani menggelar seminar bertajuk Apologetika Biblis Katolik. Dalam konteks tetap menjaga semangat ekumenis, namun tiba saatnya umat Katolik harus bisa membela imannya.
Fondamentalis Biblis adalah sebuah gerakan yang mencoba menyerang Gereja Katolik menggunakan tuduhan bahwa dogma-dogma dan ajaran Gereja Katolik tidak mendasarkan diri pada Kitab Suci. Dengan mengutip ayat-ayat Kitab Suci, gerakan itu membuktikan kesesatan-kesesatan Katolik.
Pengantar:
Diawali dengan latar belakang apa yang dikatakan oleh gereja tentang hubungan kita dalam konteks ekumenisme dengan saudara-saudari Protestan dan melihat tantangan dan contoh argumen mana yang selama ini sering digunakan untuk menyerang kita. Pada umumnya hubungan kita baik-baik saja walau kenyataan tidak selalu seperti itu, ada saat-saat di mana hubungan kita menjadi sesuatu yang seperti perdebatan.
Sementara itu ada perkembangan di luar gereja Katolik yang tanpa kita ketahui begitu kuat dan pesat mewarnai kekristenan dari gerakan Pentakostal karismatik bahkan sekarang dikatakan gerakan Pentakostal karismatik menjadi aliran besar dalam kekristenan setelah Katolik dan Protestan banyak negara yang Katolik menjadi Pentakostal katrismatik, Brazil misalnya dan Filipin yang pelan-pelan menuju ke arah itu.
Efeknya adalah banyak orang Katolik yang mudah diyakinkan oleh argumen-argumen biblis. Sebuah data dari tahun 1994 menunjukkan bahwa anggotanya lebih dari 400juta dengan kecepatan pertambahan 19 juta per tahun. Berarti per hari mereka mendapatkan 54.000 anggota baru. Diperkirakan ada sekitar 14 000 denominasi di luar aliran-aliran besar Protestan sendiri sehingga pada tahun 1994 setiap denominasi, mendapat 3 atau 4 anggota baru tiap hari. Pemasok paling besar adalah gereja Katolik. Kelompok bekas Katolik ini bertambah begitu cepat karena daya tarik gerakan Pentakostal. Ada satu ciri yang berjalan beriring dan bercampur dengan perkembangan pentakostal tersebut yaitu cara penafsiran alkitab secara fundamentalis sehingga ada istilah fundamentalis biblis.
Fundamentalis vs Katolik Roma
Tahun 1962 Loraine Boettner menulis sebuah buku berjudul Roman Catholicism. Buku ini menjadi buku pegangan untuk orang-orang Protestan Fundamentalis Biblis garis keras karena buku ini walau judulnya Roman Catholicism tapi isinya adalah segala macam pembuktian berdasarkan teks-teks Kitab Suci yang ingin memperlihatkan bahwa ada banyak hal yang keliru dalam gereja Katolik Roma, banyak hal yang tak berdasarkan Kitab Suci secara eksplisit. Pernyataan ini ditambah dengan kesadaran bahwa salah satu ciri fundamentalis biblis adalah mereka sangat menaruh perhatian pada akhir zaman, ada perhitungan- perhitungan khusus. Perhatian dititikberatkan pada akhir zaman karena menimbulkan motivasi sangat kuat agar orang bertobat dan menjadi baik karena kalau tidak akan terlambat. Dalam dinamika itu banyak orang juga digerakkan oleh buku tersebut dan justru digerakkan oleh pengalaman rohani, cinta mereka akan Yesus, mereka masuk dalam kelompok misi untuk mempertobatkan orang katolik.
Orang-orang muda itu berdoa sungguh-sungguh agar ada teman yang Katolik bisa dipertobatkan karena mereka begitu sedih melihat banyak temannya disesatkan oleh ajaran gereja Katolik sehingga akan binasa kalau akhir zaman tiba. Mereka punya sebuah misi yaitu Mission to Catholics International, sebuah bentuk pelayanan fundamental evangelikal yang ingin merangkul dan menjangkau orang-orang Katolik dengan pesan keselamatan dari Kitab Suci. Prinsipnya hanya rahmat, hanya melalui iman, hanya dalam Kristus, kita percaya keselamatan yang diajarkan hanya oleh kitab suci saja.
BAGAIMANA BERJALAN BERSAMA/UNITATIS REDINTEGRATIO 11
Catatan: tidak semua orang Protestan adalah fundamentalis, tak semua orang Pentakostal fundamentalis, tidak semua karismatik fundamentalis, tak semua Protestan anti Katolik tapi ada dari mereka yang anti Katolik. Lalu menjadi sebuah ‘bahaya’ karena kenyataan perkembangan karismatik Pentakostal yang sedemikian cepat karena adanya cara penafsiran fundamentalis yang anti Katolik.
Unitatis Redintegratio 11. dokumen KONSILI VATIKAN II
+ Metode serta cara mengungkapkan iman Katolik jangan sampai menghambat dialog dengan saudara-saudari kita. Memang seharusnyalah ajaran seutuhnya diuraikan dengan jelas. Tiada sesuatu pun yang begitu asing bagi ekumenisme seperti irenisme (sikap “suka damai”) palsu, yang merugikan bagi kemurnian ajaran Katolik, serta mengaburkan artinya yang otentik dan pasti.
+ Iman Katolik hendaknya diuraikan secara lebih mendalam sekaligus lebih cermat, dengan cara dan bahasa yang sungguh dapat dipahami oleh saudara-saudari yang terpisah.
Paus Benediktus XVI punya keyakinan bahwa relativisme iman itu membahayakan iman Katolik. Kita harus berdialog tapi juga harus membela, mempertahankan, menjelaskan apa yang buat kita menjadi kebenaran iman kita. Artinya kalau mau berdialog dengan mereka, mau membuka diri untuk berbicara dengan mereka kita perlu secara serius mempelajari apa yang ada dalam kekayaan kita yang bisa menjadi bahasa yang sama yang bisa dipahami oleh saudara-saudari yang anti Katolik itu dan bahasa mereka adalah kitab suci. Bahasa mereka tak ada yang lain, mereka tak akan mengutip wejangan Paus, Dokumen Konsili Vatikan II, Dogma gereja Katolik, apalagi ucapan santo-santa, selain itu kita juga, umat dan hirarki, klerus, para romo, uskup seringkali begitu cepat bersembunyi dalam rasa aman di balik bungkus yang disebut tradisi, magisterium.
Unitatis redintegratio 21
Akan tetapi dalam dialog sendiri sabda Allah merupakan upaya yang luar biasa dalam tangan Allah yang penuh kuasa untuk mencapai kesatuan, yang oleh Sang Penyelamat ditawarkan kepada semua orang.
Dokumen yang sama secara lebih ekplisit mengundang orang Katolik untuk melihat Kitab Suci. Akan tetapi dalam dialog itu sendiri, sabda Allah merupakan upaya yang luar biasa, artinya Kitab Suci yang kita miliki adalah upaya yang luar biasa dalam tangan Allah dan yang penuh kuasa untuk mencapai kesatuan yang oleh sang Penyelamat ditawarkan pada setiap orang.
Kita yang dipercaya oleh Tuhan untuk ikut serta dalam karya Allah mengusahakan sabda yang ditulis itu supaya dikenal umat, diberi kepercayaan lebih lagi untuk lebih serius mengusahakan bahasa Kitab Suci sebagai dasar menjelaskan kebenaran iman. Bisa lewat analisis refleksi teologis tapi bisa juga dijelaskan hanya dengan ayat-ayat yang mereka kenal itu.
BEBERAPA CONTOH.
TENTANG 666: Warning 666 is coming
Ini menu kesukaan orang fundamentalis anti Katolik.
Wahyu 13:18
13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.
Untuk orang fundamentalis biblis, 666 ini berarti binatang anti-Kristus yang adalah Paus di Roma. Kitab Wahyu ditulis pada saat jemaat perdana mengalami banyak pengejaran, penganiaya terbesar adalah kaisar Nero, banyak orang mati di sana pada waktu itu dan angka 666 ini sebenarnya ditujukan untuk Nero. Tapi para kaum fundamentalis tersebut mengatakan bahwa 666 itu adalah simbol untuk siapapun yang berkuasa di Roma, kini yang berkuasa di Roma adalah Paus, maka jangan heran banyak selebaran di sana-sini yang mengatakan bahwa apa yang disebut sebagai anti-Kristus adalah Paus dan pengikutnya adalah semua orang Katolik dan karena itu dia yang memimpin dan segala pengikutnya akan dibasmi pada akhir zaman karena ketika anak manusia tampil kembali sang anti-Kristus akan kalah.
Nero dalam tradisi literatur kuno atau antik ditulis dengan huruf-huruf dalam kata-kata yang juga menjadi simbol untuk jumlah tertentu.
Nun dalam bahasa Yunani = 50
Resh 200
Waw 6
qoph 100
samech 60
NRWN QSR (666) dihitung jumlahnya 666
Para ahli dikejutkan oleh sebuah temuan, sebuah teks yang lebih tua dari teks yang biasa kita pakai yang waktu itu ditulis tanpa huruf N di belakang NRW QSR, untuk penulisan nama kaisar Nero sehingga kalau Nun tak ada berarti jumlahnya hanya 616. Ini teks yang menurut banyak ahli lebih tua tapi kenapa lalu dibuat bulat supaya jadi 666? Dalam cara penulisan itu huruf N akhir optional, bisa ditaruh bisa tidak.
Tanggapan:
Dalam Kitab Suci kita ketahun bahwa 7 adalah angka sempurna, jadi 777 itu sempurna sekali, di sini ingin dijelaskan bahwa ada sebuah kekuatan yang tak bakal sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, maka untuk kekuatan yang paling menakutkan itu, simbol yang paling jelas adalah 666.
Seringkali ada orang membuat argumen pokoknya gerejamu anti-Kristus, kamu salah, ada buktinya. Tetapi kalau mau serius berpikiran sehat sedikit kita akan memahami bahwa 666 itu adalah Nero, kekuatan yang luar biasa yang membunuh para pengikut Kristus.
MARIA HAWA YANG BARU/TENTANG MARIA DIKANDUNG TANPA NODA DOSA
Kita akan mencoba menguji ajaran iman dalam dogma Katolik tentang Maria dikandung tanpa noda, Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.
Kelompok Fundamentalis Biblis Anti Katolik mengatakan gereja lewat magisterium, lewat Paus menambah sesuatu yang baru dalam Kitab Suci karena kalau ditanya tentang dogma-dogma tersebut maka tak ada ayatnya dalam Kitab Suci. Teks Kitab Suci tidak mengatakan apa-apa tentang Maria diangkat ke surga maupun Maria dikandung tanpa noda, tapi kita akan membuktikan bahwa yang dilakukan oleh Gereja Katolik sangat mendasar pada Kitab Suci.
1. Kej 1:1, kita membaca pada awal mula Allah menciptakan dunia, bdk Yoh 1:1 kita juga mendengar pada mulanya adalah Firman, Firman bersama dengan Allah dan Firman adalah Allah. Orang yang terbiasa dengan Kejadian 1, atau orang Yahudi yang mendegar Yohanes akan bilang hati-hati, ini merupakan rujukan pada kisah Kejadian.
2. Ungkapan tentang terang Kej 1:3-5 bdk Yoh 1:4-5
3. Ungkapan saat Yesus dibaptis, Roh turun melayang Yoh 1:32-33 bdk Kej 1:2 dikatakan Roh Allah melayang-layang artinya orang yang terbiasa dengan kitab Kejadian akan menangkap sesuatu yang mau dikatakan oleh Yohanes itu berkaitan dengan Kitab Kejadian
4. Yohanes sangat gemar menghitung hari. Yoh 1:29 (hari ke-2), ayat 35 (hari ke 3), ayat 43 (hari ke-4), keesokan harinya. Dalam Yohanes 2:1 dikatakan pada hari yang ke tiga berarti hari tersebut dihitung dari hari yang keempat, berarti itu adalah hari ke tujuh, orang Yahudi yang terbiasa dengan Kitab Kejadian tahu bahwa pada hari ke-7 Allah beristirahat, maka mereka akan menyatakan bahwa Yohanes ingin mengatakan sesuatu yang terjadi pada hari ke tujuh. Pada hari ke tujuh terjadi perkawinan di Kana. Yoh 2:4; 19:26-Yesus berkata: Perempuan, waktu-Ku belum tiba. Maria disapa sebagai perempuan bukan mami, atau mama tapi perempuan dan diucapkan lagi oleh Yesus pada saat di salib hai perempuan inilah anakmu, inilah ibumu. Kata perempuan mengingatkan kita pada Kejadian 2:23, ucapan bahwa Adam memberi nama perempuan itu Hawa, karena diambil dari laki-laki. Kata perempuan ini kalau dilihat dalam Wahyu muncul lagi: Why 12:1, 9 perempuan.. ular iblis bdk Kejadian 3:15
5. Eva -><- AVE Maria dihadirkan sebagai hawa yang baru lewat perhitungan hari dan sapaan sebagai perempuan dan dalam Wahyu terjadi bahwa Maria adalah hawa yang baru. Hawa yang lama diciptakan tanpa dosa, waktu itu belum ada dosa, diambil dari tulang rusuk, dikasih daging buzz jadi manusia, kalau Hawa yang lama saja tidak berdosa, Hawa yang baru harus juga tidak berdosa, kalau tidak bagaimana bisa jadi Hawa yang baru, sehingga gereja mengatakan Maria dikandung tanpa dosa, karena merumuskan dengan dasar Kitab Suci Maria sebagai hawa yang baru.
6. Gereja Katolik tak menambah sesuatu yang baru yang tak ada dalam Kitab Suci sebaliknya gereja Katolik membaca secara serius seluruh isi Kitab Suci, dari awal Perjanjian Lama sampai akhir Perjanjian Baru dan melihat bahwa Maria adalah Hawa yang baru sehingga meskipun tak ditulis secara eksplisit, namun ada kebenaran yang bisa dibuat secara eksplisit oleh Gereja dan Magisterium mengatakan dia dikandung tanpa noda dosa.
TABUT PERJANJIAN YANG BARU/TENTANG DOGMA MARIA DIANGKAT KE SURGA
Bagaimana Maria dikatakan dalam gereja Katolik di mana ada hari Pesta Maria diangkat ke surga. Tak ada ayatnya dalam Kitab Suci. Kalau kita melihat 2 Sam 6 bdk Luk 1. 2 Sam 6 berkisah tentang tabut perjanjian yang dibawa ke Yerusalem oleh Raja Daud, dia menari-nari dan melonjak-lonjak kegirangan karena ada tabut perjanjian yang dibawa ke Yerusalem lalu orang-orang yang membawa tabut dan harus berhati-hati, bahkan ada insiden mereka pegang-pegang tabut perjanjian tersebut dan ternyata salah lalu mati. Tabut Perjanjian tinggal selama tiga bulan di sana. Bdk Luk 1, kisah tentang Maria yang mengunjungi Elisabet. Ketika Maria datang ada yang melonjak kegirangan, yaitu bayi dalam kandungan Elisabet, Elisabet merasa tak pantas, siapakah aku sehingga ibu Tuhanku mengunjungi aku . Maria tinggal 3 bulan di sana. Untuk orang yang terbiasa dengan 2 Sam 6 maka mereka akan melihat dengan jelas bahwa kisah dalam Perjanjian Lama terulang kembali dalam kisah Maria mengunjungi Elisabet. Reaksi dalam tabut Perjanjian Lama terulang dalam kandungan Elisabet, sehingga dikatakan Maria sebagai tabut perjanjian yang baru.
ISI TABUT PERJANJIAN LAMA
Dua loh batu -> sabda
Dalam Tabut perjanjian berisi 2 loh batu atau 10 perintah Allah. Juga ada roti manna, ada tongkat Harun, tongkat imam. Tabut Perjanjian Lama memuat Loh batu 10 sabda 10 perintah Allah, tabut perjanjian yang baru memuat sang sabda menjadi daging,
Tongkat Imam Harun
Tabut Perjanjian Lama menyimpan tongkat imam Harun, tabut Perjanjian Baru, Maria mengandung Sang Imam Agung itu sendiri
Ada roti manna sedangkan dalam Tabut Perjanjian Baru, Maria mengandung Yesus yang adalah Sang Roti Hidup.
Maka data ini cukup kuat memperlihatkan Maria diperkenalkan sebagai Tabut Perjanjian yang Baru
Apa yang terjadi dengan tabut perjanjian yang lama?
Lihat Wahyu 11:19 + 12:1 ada penampakan Bait Allah di langit dan tampaklah tabut perjanjian itu. Tapi kalau melihat dengan lebih cermat, ternyata setelah penampakan Bait Allah dan tabut perjanjian ke luar, maka terlihatlah seorang wanita. Artinya kalau Maria adalah Tabut Perjanjian yang Baru dan jelas dilihat kaitannya sangat erat, maka kalau tabut perjanjian yang lama diangkat ke surga, Tabut Perjanjian yang Baru pasti juga diangkat ke surga. Dengan dasar ini gereja Katolik menyimpulkan bahwa Maria diangkat ke surga, tak ada ayatnya tapi kalau membaca Kitab Suci dengan jelas dari awal sampai akhir maka kesimpulannya tak bisa lain Maria pasti diangkat ke surga.
Gereja Katolik tak mengada-ada atau membuat sesuatu yang baru tapi membuat eksplisit apa yang dikatakan secara jelas oleh Kitab Suci. Dengan segala cinta kita mau berdialog dan terbuka tapi ada saatnya iman kita harus berbicara dengan bahasa yang mereka punya yaitu bahasa Kitab Suci. Kita diberi tanggungjawab untuk mengajak umat punya bekal dalam hal ini.
Romo Deshi Ramadhani,
Katedral Jakarta 12 September 2009







Yth., Admin
Terima kasih atas artikel yang telah dimuat dalam rubrik ini.
Bagi rekan-rekan yang berkarya dalam komunitas ekumene, buku karangan Scott Hann “Rome Sweet Home” dan juga “The Lamb’s Supper” mungkin baik kita baca.
Cihuy! Ada match-foot …!
Wuuiihh…koq sampe “Mumet” n muter2 kaya gitu menjelaskan buat umat Katolik utk mempertahankan IMAN nya. trus piye buat saudara – saudari kita yg jarang baca Kitab Suci men’counter’ saat mrk di ‘attack’ kaum fundamentalis, sdg kan penjelasan diatas itu aja..ada kata2: “memang tdk di nyatakan /tertulis” di Alkitab !
comment sy :
semakin kita men counter dg cara2 spt diatas, semakin jelas buat mrk(Fun’da’mentalis), kalo kita, umat Katolik…sesat !!
lha sdh jelas, Iman kita hanya kpd YESUS, Sang Juru Selamat !!
yg di siksa dan mati di kayu salib dan tumpahkan darah buat kita semua..ya, TUHAN YESUS !! tapi iki, koq malah ngotot, cari alasan2, putar sana n putar sini, hanya utk mempertahankan IMAN Katolik kita yg arah tujuan’nya bilang : MARIA itulah TUHAN kita !! pokok’ke kalo Bunda Maria ga di Muliakan ya itu tdk Katolik…tp kalo ada org yg ngotot sama kita…bilangin kita : bahwa..YESUS is GOD, segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia !! Ehhh..kita marah2 bilang ‘that’s not my FAITH..gitu ??? ( maaf ya..! )
Sharing sy, yg jg sdh alami serangan2 semacam itu, dimana saja saat kita jumpa mrk the ‘Fun-Mentalis’, mrk akan serang kita !
saya selalu setuju kpd siapa saja yg dtg bilang sama sy : JESUS is GOD, hanya kepada’NYA kita menyembah..!! so..i will say: Amen…Amen…Amen, HE is my TRUELY GOD..Yes !! trus kalo mrk bilang..lho gimana Maria mnurut anda ? Oh..i respect Maria, as you should also respect her !! She was chosen as JESUS’s mother and you were not..!!
@DAniel…
Pertama, anda tidak menyimak, makanya mental anda mirip Protestan yang mengira orang Katolik menghormati Maria layaknya seorang Kristen menyembah Allah, dengan pernyataan anda ini :
”
MARIA itulah TUHAN kita !! pokok’ke kalo Bunda Maria ga di Muliakan ya itu tdk Katolik”
lagi pula, kamu meng-hiperbola-kan pendapat ini :
“tp kalo ada org yg ngotot sama kita…bilangin kita : bahwa..YESUS is GOD, segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan kepada Dia !! Ehhh..kita marah2 bilang ‘that’s not my FAITH..gitu ??? ”
seakan dilakukan oleh seluruh umat Katolik (sampai hari ini, saya tidak pernah mendengar atau mengetahui ada orang Katolik yang mengucapkan atau menulis kata-kata itu, baru anda saja)
iman Katolik tidak dibangun hanya dari Kitab Suci, melainkan juga Tradisi dan Magisterium Gereja.. iman Protestan sebaliknya hanya menggunakan Kitab Suci (Sola Scriptura) untuk menjawab imannya.
Kalo mental Katolik anda seperti itu, anda akan kesulitan menjawab pertanyaan mengapa orang Katolik memiliki devosi atau berdoa kepada para orang Kudus (bukan saja kepada Santa Maria, melainkan juga Santo dan Santa yang lain), mengapa orang Katolik percaya adanya api penyucian, atau mengenai Paus sebagai penerus pemimpin Gereja yang didirikan oleh Yesus sendiri..dst..dst
Kembali ke topik, Maria bunda Allah, Maria sang perawan, Maria yang dikandung tanpa noda dosa, dan Maria diangkat ke Surga adalah dogma Gereja. Anda tahu apa itu dogma ? Dogma adalah kepercayaan terhadap suatu kebenaran yang diungkapkan Allah yang diturunkan kepada para Rasul melalui tradisi dan Kitab Suci, yang diajukan oleh Gereja sebagai harta kekayaan iman untuk diterima oleh umat-Nya.
so.. sebagai seorang Katolik, sebenarnya perlu untuk mengetahui mengapa Gereja menghormati dan menempatkan Maria bunda Yesus secara istimewa, dan bahwa kedudukannya yang lebih tinggi dibandingkan semua manusia di dunia. bahkan bapak Gereja protestan pun menghormatinya demikian.
Pa Johan yg baik,
sy hanya harapkan agar jgn sampe Iman Bapa yg sangat Katolik spt diatas bs jd kaum “Fundamentalis” juga lho !!
kalo anda berpendapat bahwa tdk pernah ada umat Katolik yg men’ Tuhan’kan Bunda Maria, pasti anda tdk bilang mental sy spt org Protestan..!! sy ini asli Katolik, cuma sy selalu mencoba mem buka hati utk melihat keadaan hidup Iman kita, kenapa kita sering di bilang sesat oleh saudara2 kita yg Kristen ??
sering kali perbedaan dan tuduhan itu justru di akibatkan oleh kita sendiri, cara kita menjawab pertanyaan dan sikap kita kpd mrk !( maaf ini menurut pendapat sy yg bodoh n cuma nekat aj !)
contoh’nya :
spt dlm forum ini, saat sy lemparkan opini sy ttg Bunda, anda kan lsg bilang ‘mental spt Protestan’!! ada semacam kemarahan buat sebagian umat Katolik, kalo ada yg ‘Nyinggung” ttg Bunda.
kalo kita sependapat bahwa umat Katolik tdk pernah men’Tuhan’kan Bunda Maria, lha..kan cocok sama semua umat Kristen di seluruh Dunia. sy justru sdh tulis,JESUS is my TRUELY GOD…and i respect Maria !! jd oke dong..kita se Iman ?
pa Johan..ini forum bebas ya, tempat kita sharing opini kita masing2, berbeda itu indah ! jd setiap saran dan pendapat anda sangat sy hormati…GBU
Tulisan di atas seharusnya membuka mata awam Katolik bahwa penghormatan Gereja Katolik yang menempatkan Maria begitu istimewa memiliki dasar alkitabiah yang kuat. Dan masih banyak bahan lain terkait dengan harta kekayaan iman Katolik yang seringkali dituduhkan oleh Protestan tidak alkitabiah.
Dan harapannya semakin banyak umat awam yang tertarik menggali harta kekayaan iman ini, sehingga imannya semakin dikuatkan dan siap membela imannya apabila suatu ketika ada “serangan” yang berusaha menggoyahkan iman Katolik-nya. Itulah Apologetik.
Saya sama sekali tidak emosi membaca tulisan anda.. tulisan anda bukan pertama dan rasanya bukan terakhir saya hadapi dan saya tanggapi di dunia maya. Baik saja dari umat Katolik tetapi juga dari non Katolik.
mengenai “mental Protestan”… saya sudah jelaskan secara umum Protestan hanya mengandalkan Kitab Suci untuk membangun imannya dan seringkali menggunakan penafsiran pribadi. tentu saja saya beranggapan anda memiliki mental seperti itu bila anda menganggap tulisan di awal topik ini “mumet”, “percuma” (anda bilang malah membuat kita terlihat memang sesat), bahkan kemudian anda menghiperbolakan opini anda seakan semua orang Katolik seperti itu.
karena dengan mental seperti itu anda terkesan malas menggali pengetahuan akan iman Katolik, dan hanya mengandalkan apa yang tertulis di Kitab Suci semata, yang belum tentu anda tafsirkan sama seperti yang ditafsirkan oleh Magisterium Gereja. itu mental Protestan.
Supaya tidak jadi diskusi berkepanjangan saya sarankan moderator mengunci topik ini … dan mereka yang ingin membahasnya lebih jauh bisa klik nama saya, nanti akan diarahkan sebuah forum Katolik dimana sana juga ada artikel menarik mengenai Maria..walaupun topik lama tapi masih berada di page 1 judulnya “Menjawab Sanggahan Protestant terhadap Maria (Panjang)”
May God bless your steps.
Usul nih, gimana baiknya kalau kapan-kapan diadakan gelar konser penyanyi Nikita, yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok yang mengaku paling Katolik dan paling Protestan, saling bekerja sama sebagai EO. Di penghujung acara bintang tamunya: Neno Warisman!
komentar seperti soundgarden adalah alasan saya menyarankan moderator menutup topik ini sebelum terjadi kekacauan di website ini.
semoga moderator menanggapi serius mengenai hal ini..
Iman Katolik..,kalo kita gali semakin dalam maka kita dpt kan Kebenaran, bahwa YESUS adalah TUHAN !!, nurut sy Katolik itu lebih dr sekedar Agama dan Dogma2.., Katolik adalah suatu: ‘hubungan/relasi’ dan ‘gaya hidup’ !!
‘hubungan/relasi’ antara setiap pribadi dr Umat’nya dgn TUHAN !
‘gaya hidup’ yg selalu ber upaya utk mengasihi !
Kitab Suci adalah ‘tempat’ bagi kita semua utk bs mengenal pribadi TUHAN kita !Dogma atau apapun yg diajarkan oleh Gereja kita pasti berdasarkan “INJIL”/Kitab Suci. kalo ada yg ajarkan
apapun yg tdk sesuai dg Kitab Suci, pasti kita tolak !!
Kita memberikan ‘Hormat’ dan ‘Menghormati’ Bunda Maria, jd apapun ‘Gelar’yg sekian banyak kita berikan, tetap saja Bunda akan katakan kpd kita :”Apa yg dikatakan kepada’mu,lakukan’lah itu!”(Yoh 2:5 )
‘GOD’ Loves all of us…always !!
Saya setuju sekali kata-kata Daniel yang terakhir:
“Kita memberikan ‘Hormat’ dan ‘Menghormati’ Bunda Maria, jd apapun ‘Gelar’yg sekian banyak kita berikan, tetap saja Bunda akan katakan kpd kita :”Apa yg dikatakan kepada’mu,lakukan’lah itu!”(Yoh 2:5)”
Karena iman Katolik memang memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bunda Maria, tetapi penyembahan hanya untuk Allah Tritunggal.
Ini ada buku populer (yang mudah dibaca) yang menurut saya berguna untuk menggali dan mengerti lebih dalam mengenai iman katolik:
- Mengapa saya berpindah ke Katolik – by David B. Currie
- Hail, Holy Queen – by Scott Hahn
um, bole tanya?? klo saya baca ttg maria yang dilahirkan sebagai hawa yang baru, saya bertanya tanya.. memang kenapa sih kok hawa yang baru itu harus tidak berdosa? apa hubungannya dengan hawa yang lama yang juga diciptakan tidak berdosa? apa tujuannya hawa yang baru harus juga tidak berdosa? bukankah kalau begitu berarti ada 1 orang manusia yang bebas dosa? lebih jauh lagi berarti tidak sesuai firman Allah lainnya bahwa semua manusia berdosa?? huhuhu..
satu lagi kalau boleh, kalau saya baca argumen saudara2, saya jadi ingin bertanya mengapa iman katolik berdasarkan injil dan tradisi2 gereja?? kok nda sola scriptura aja seperti mereka protestan ataupun sebaliknya mungkin??
um, kalau mungkin kita bisa saling share, akan sangat memberkati saya.. hehe.. terimakasih…
Wah2 ternyata disini ada detektif to,
pak detektif tolong kasih tahu saya dong firman Allah yg mana yg menyatakan bahwa semua manusia berdosa ? biar jadi lebih ngerti gitu lho.
sejak kejatuhan manusia pertama, manusia dikutuk selamanya karena kedosaan itu melekat pada Adam dan seluruh keturunannya. Karena dosa itulah manusia by default masuk neraka.
pertanyaannya lalu bagaimana orang-orang Perjanjian Lama (PL) atau orang2 sebelum masa Yesus diselamatkan ? mereka diselamatkan karena iman mereka kepada Allah dengan taat pada hukum PL.
Lalu bagaimana Maria mendapatkan keistimewaan dengan tidak memiliki dosa asal. Ini jawaban yang mudah, karena kehendak Allah. Allah menghendaki “tabut perjanjian baru” yaitu Maria bersih dari dosa asal. Mengapa Allah menghendaki demikian ?
Karena ia akan mengandung Yesus, Putra Allah, penebus dosa-dosa manusia. Jadi keistimewaan itu bukan diberikan Allah begitu saja kepada Maria, tetapi karena rencana Allah maka Maria dibebaskan dari kondisi universal manusia, yaitu dosa asal. [seandainya Maria tidak mengandung Yesus, Maria tidak akan terbebas dari dosa asal, karena Maria pun adalah keturunan Adam]. Lalu mengapa perlu Yesus dikandung oleh manusia yang murni dan tidak berdosa ? Karena Yesus adalah “Adam baru”, maka perlu baginya dilahirkan oleh “Hawa baru” yang bersih dari dosa.
untuk sementara itu dulu.. saya tidak mau bahas panjang lebar karena saya tidak tahu niat anda bertanya itu di sini.. daripada nanti di sini jadi sampah.. sebaiknya anda ke ekaristi.org/forum untuk melanjutkan bila anda ingin “tahu” lebih banyak
Pak detektif, sebelum anda pergi kemana-mana tolong pertanyaan saya belum dijawab nih.
Dear Iman Katolik,
Saya mau nanya soal tradisi kita yg berziarah ke Goa Maria atau makam2 para Santo/Santa itu. Seringkali saya mendapat tuduhan menduakan Tuhan karena kita berdoa disitu bukan di gereja. Saya jawab kepada teman2 Protestan bahwa kita tidak menduakan Tuhan, tapi kita menghormati Santo/Santa itu & mohon doa kita diteruskan kepada Tuhan. Semua itu ada hubungannya dengan perintah Yesus kepada kita untuk selalu saling mendoakan, karena orang2 yg sudah mendahului kita tetap anggota gereja yg kudus. Jawaban saya itu tidak memuaskan mereka,sampai mereka minta bukti eksplisit di bagian mana di Alkitab yg menulis demikian? Saya bisa menjawab di bagian mana di Alkitab tertulis (kalo ga salah ada di Kitab Wahyu), tapi saya tidak mau menjelaskan karena tidak mau terjebak dgn Sola Scriptura, karena Katolik lebih dari hanya sekedar Kitab Suci.
Bagaimana sebaiknya menjelaskan kepada teman2 Protestan tanpa harus terjebak dgn hal diatas? Saya ingin membela iman Katolik saya, karena saya suka sakit hati dgn pertanyaan2 dari pihak Protestan yg berusaha memojokkan iman Katolik, bukannya kita berbagi iman yg sama?
Mohon dibantu, yaaa..
Thanks..
kepada leah,
Ada apa dengan sola scriptura ?, kelihatannya hal itu seperti sesuatu yg harus dihindari oleh anda. Kalau ada yg suka dgn sola scriptura ya silahkan saja.dengerin aja.
Anda sendiri mengatakan katolik lebih dari hanya sekedar kitab suci biasanya ditambah dengan tradisi2. Jadi kalau tidak ada di alkitab ya masuknya di tradisi, mudahkan.
Apakah kita berbagi iman yg sama ? saya tidak tahu, tapi menurut saya pribadi sasaran imannya sama yaitu Yesus Kristus tapi dasar imannya beda.
@Yanto, di dalam Kitab Suci ada yang mengatakan kedosaan semua manusia sebagai keturunan Adam, itu sebabnya semua manusia membutuhkan keselamatan, dan keselamatan itu melalui Yesus. jadi jangan memaksa. kalo anda Katolik, anda seharusnya bisa menjawab pertanyaan anda sendiri.
@Leah, semua ajaran Gereja Katolik adalah alkitabiah dan tidak ada yang bertentangan dengannya. Termasuk doa melalui perantaraan para kudus. Dan yang kamu katakan benar. Jadi kamu bisa menjelaskannya kepada teman protestan-mu itu.
ajaran Protestan sola scriptura sendiri tidak alkitabiah, suruh saja teman protestanmu cari di dalam kitab suci
anyway, orang Kristen perdana tidak memiliki Kitab Suci yang lengkap dan tersusun rapi seperti yang kita miliki saat ini, coba bayangkan kalo mereka berpegang kepada ajaran sola scriptura itu
dan coba suruh teman protestan-mu cari di sejarah, tahun berapa ajaran sola scriptura itu muncul
kepada Johan,
Saya jadi ingat jawaban romo dedo di konsultasi pendalaman iman, “tanyakan saja sama yg ngerti”.
Sekarang begitu juga, ” jawab aja sendiri ”
Enggak ngerti saya, ini karena arogansi atau memang tidak tahu, lha wong ditanya kok disuruh jawab sendiri ? Lucu.
Saran saya untuk leah, sebaiknya anda tidak berdebat mengenai sola scriptura dengan teman2 anda itu, karena memang sola scriptura itu sangat alkitabiah.
@yanto.. kalo pun Allah tidak mengatakannya dan tertulis di Kitab suci, dan hanya tertulis di surat Paulus, apakah anda hendak mengatakan bahwa “karena Allah tidak pernah berfirman, maka tidak semua manusia berdosa” ? (itu sama saja mengatakan bahwa Paulus salah)… dan itu pun tidak sesuai dengan ajaran Katolik..
jadi percuma menanyakan hal itu kepada orang Kristen, terutama pertanyaan itu keluar dari mulut seorang Katolik.
Benar kata Romo anda, kalo anda tidak mengerti silahkan tanya kepada yang lebih mengerti..silahkan anda tanya Romo anda, benar atau tidak..
dan lagi, jika anda katakan sola scriptura alkitabiah, silahkan anda jawab pertanyaan yang saya tuliskan untuk Leah..
jika anda mengatakan hal itu untuk menyindir Protestan, maka anda salah alamat, karena yang bertanya di sini adalah seorang Katolik yang membutuhkan kebenaran. Jadi jawab yang benar, kalo tidak ingin saudara seiman salah menangkap maksud anda.
ini sebuah kritik, anda akan melihatnya sebagai “serangan” kepada tulisan anda, apabila anda tidak memiliki kerendahan hati untuk mencari tahu mana yang benar dan mana yang salah.
May God bless your steps..
Kepada Johan,
1. Pertanyaan saya ditujukan bukan untuk anda.
2. Anda menjawab dengan diawali kata “kalo” berarti anda belum yakin ada atau tidak. Saya tidak tahu apakah anda sudah memeriksanya apa belum. Jika ada maka pendapat dari pak detektif adalah salah ! karena berarti ada 2 manusia yg bebas dosa “apa hubungannya dengan hawa yang lama yang juga diciptakan tidak berdosa? ” Jika tidak ada maka pendapat pak detektif juga salah. Jika pemikiran awal sudah salah mau dijelaskan seperti apa juga enggak bakalan ngerti!
3. Anda ini orangnya selalu berprasangka jelek terhadap orang lain. Belum tantu saya akan mengatakan seperti apa yang anda sangka. Janganlah menyamakan orang lain seperti diri anda sendiri.
4. Dari jawaban mengenai sola scriptura kelihatannya anda belum mengerti mengenai hal itu, Maaf saya tidak akan mengomentarinya karena percuma memberikan penjelasan kepada orang yg suka berprasangka jelek kepada kita. Tetapi jika leah yg menanyakan mengenai hal itu akan saya jawab.
5. Kita tidak tahu apakah leah sudah mengerti maksud saya atau sama sekali tidak menerti maksud saya selama yg bersangkutan tidak mengatakan pendapatnya. Jika seseorang membutuhkan kebenaran katanya kemanapun akan dikejar.Tapi ini katanya lho.
6. Saya tidak melihat tulisan anda sebagai kritk ataupun serangan terhadap apa yg saya tulis. Buat saya tulisan anda itu hanya tulisan seorang yang naif, itu saja.
tks.
@Yanto
1. saya jawab karena saya seorang Katolik yang peduli, setidaknya tulisan saya dibaca oleh seorang Katolik yang ingin tahu lebih banyak mengenai pengetahuan iman Katolik.
2. kata “kalo” yang saya gunakan adalah sama dengan penggunaan kata “jika” pada argumen anda..
jawaban dari pertanyaan anda seperti yang anda katakan di poin ke-2, tidak mungkin pasti “salah”. baik bila dijawab “ada”, atau pun dijawab “tidak ada”, karena bila dijawab salah satunya pasti salah, berarti anda sebenarnya tidak punya jawaban atau anda keliru mengajukan pertanyaan. this is a simple logic thinking..
jika anda memaksakan pertanyaan anda, apa bedanya anda dengan penganut sola scriptura ? bahkan lebih buruk… Silahkan anda cari di Kitab Suci apakah Allah pun pernah mengatakan Maria mengandung tanpa noda dosa ? darimanakah anda tahu, Maria tidak memiliki dosa asal bahkan sejak ia dikandung dalam rahim kedua orang tuanya, kecuali bukan dari ajaran dan tradisi Gereja ?
Saya tidak perlu memeriksa apakah ada atau tidak itu di dalam Kitab Suci (saya memposisikan diri saya sebagai awam Katolik yang tidak seperti anda yang paham Kitab suci tulisan by tulisan), karena pondasi iman Katolik bukan hanya dari Kitab Suci, dan iman Katolik bukan iman buku.
So apa lagi alasan bagi anda memaksa orang lain menjawab pertanyaan anda ? jika malah nanti anda kena batunya sendiri.
Seorang sola scriptura tidak akan mengatakan “ada” untuk menjawab pertanyaan anda, karena memang di dalam Kitab suci tidak ditemukan Allah mengatakan hal itu secara eksplisit bahwa semua orang menanggung dosa sebagai keturunan Adam.
Tetapi ia tahu hal itu tertulis di dalam kitab suci seperti di dalam surat Paulus. Jadi tampaknya anda pun kurang memahami karakter dari seorang sola scriptura.
3. posisikan saya sebagai seorang Sola scriptura, maka anda pun tidak akan berkutik dengan sanggahan saya yang saya tulis di poin ke-2. posisikan saya sebagai seorang yang sangat awam dengan Kitab suci, maka anda pun tidak akan bisa menyanggah apa yang saya tulis dengan ajaran Gereja Katolik.
4. saya tidak berprasangka buruk apa pun ketika menulis semua tulisan saya. Jika anda berpendapat saya demikian, tidak masalah. Jika anda pun tidak berprasangka buruk kepada saya, seharusnya anda melihat inti sari dan kebenaran dari apa yang saya tulis dan tidak terjebak dalam menang kalah dan prasangka dalam diskusi. Dengan demikian saya dan anda menjadi seorang Katolik yang lebih Katolik, karena diperkaya oleh harta kekayaan pengetahuan akan iman Katolik yang tidak terbatas.
5. jika anda ingin seperti tulisan anda kepada Leah, “mencari kebenaran” silahkan anda kejar kebenaran itu.. anda boleh menanyakannya kepada romo paroki anda.. ikut KEP memang bagus tetapi pengetahuan yang anda dapat di sana belum semuanya.
6. itu hak anda tidak menganggap tulisan saya sebagai kritikan, saya hanya berharap semoga anda mencari kebenaran. Pengalaman berapologetik mesti di asah bukan dengan emosi tetapi dengan pengetahuan iman.
May God bless your steps.
Sudah STOP!
Semakin banyak argumen cuma bakal bikin makin kusut aja!
Moderator,
mohon setelah ini disudahi saja adu argumen ini.
Tuh lihat, Leah tambah bingung, sampai gak omong apa apa kaaann!
Damai Tuhan,
rin
=========
Dengan ini rubrik ini ditutup. Trimakasih atas partisipasi dan pembelajaran kita bersama.
Admin