Anak sakit, orang tua cuek?

Saya sedang sakit..ketika saya bilang ke orang tua saya mereka malah memarahi saya. saya pikir mengapa teman2 saya mempunyai orang tua yang lebih perhatian kepada mereka sedangkan saya orang tua saya tidak memperhatikan saya. saya bingung apa rencana tuhan terhadap hidup saya. saya sangat bingung sekarang tolong dijawab…

Jae

3 Responses to “Anak sakit, orang tua cuek?”

  1. Sdr Jae yg sedang sakit.Gimana perhatian ini cukup diberikan dari kami yg pas membaca keluhan kamu di sini.
    Kalau sakit biasanya kt selalu menderita,karena merasakan sakit itu,tetapi kalau tdk mendapat perhatian dari orang tua atau org yg kita harapkan untuk mendpt perhatiannya,bukankan sakit itu tetap ada&malah lebih sakit.

    Sekarang kamu peluk sakit itu,kamu rasakan&amati sakit tsb,biarkan sakit itu bersamamu,jika sakit fisik segeralah minum obat atau berobat,biarkan sakit itu apaadanya datang ditubuhmu,tanpa kamu menderita yg lain krn tdk ada yg perhatikanmu.Lepas’Ego”untuk diperhatikan krn barangkali org yg kau harapkan ingin membuat kamu mandiri.
    Mengikis ‘ego’/keinginan barangkali kesembuhaan cepat kembali dari tubuh yang sakit itu..(semoga ya!!)

    salam

  2. Jae,
    jadi ada 3 masalahmu ya:
    1. kamu sakit
    2. kamu malah dimarahi
    3. kamu bertanya tanya apa sih rencana Tuhan di balik ini semua.

    soal kamu sakit:
    Cobalah santai, rasakan sakitmu. Kamu sakit apa sih? kalo sakit sakit yang umum, misal flu ato demam gitu yaaaa… nikmati saja dulu sakitmu. Berdoalah, bicarakan sakitmu itu dengan Tuhan. Kalo emang beneran perlu obat ya minumlah obat, ato ke dokter. Kita ini kan dicipta sendiri oleh Tuhan maka kita diberi kemampuan untuk memelihara hidup kita sendiri. Jangan terlalu berharap kepada siapapun, jangan menyalahkan siapapun kalo mereka tidak memperhatikanmu. Bicarakan saja dengan Tuhan.

    Aku share ya. Dulu waktu aku kuliah juga aku pernah sakit parah malah ditinggal ortuku. Sakitnya demikian parah hingga kejang perut dan muntah busa. Lalu aku mengira aku akan mati. Ya sudah aku siap saja, aku bilang,”Tuhan, kalo ini waktuku untuk mati, ampunilah dosa dosaku, berbelas kasihlah kepadaku, terima lah aku kembali.” Lalu aku pingsan di kamar mandi. EEEHHH…. koq ya beberapa jam kemudian aku malah bangun lagi dan sehat wal afiat. karena aku bangun maka aku bilang lagi,”Tuhan, sekarang aku bangun lagi, tentu ada kehendakMu yang harus aku lakukan. apa? Aku akan melakukannya.” Tentu tidak ada suara ajaib menjawab pertanyaanku tapi sejak itu aku selalu yakin bahwa aku tuh dibangunkan lagi justru karena aku harus melakukan sesuatu. karena tidak ada perintah spesifik, seperti pergi ke ninive misalnya, ya berarti aku harus melakukan perintah perintah yang umum yang ada di KS. yaaaa… aku usahakan untuk melakukan lah, sejauh aku bisa. Apa aku marah terhadp ortu? Gak lah, aku ampuni saja. Marah juga percuma, malah syukur, aku pernah merasakan peristiwa itu.

    soal orang tua malah marah:
    Apa isi marahnya? Aku kan gak tau kamu sakit apa, tapi kalo isi kemarahan ortu emang masuk akal yaaaa…. mungkin emang harusnya kamu dimarahi. Sapa tau kamu sakit gara gara kamu males makan, ato nge-drug, ato kebanyakan dugem. Kan ortu emang harus mendidik kamu. Mungkin mereka bermaksud mendidik, walaupun mungkin caranya salah.

    Jangan marah kepada ortu. Coab datangi ortu, peluk cium dan bilang,”Maaf ya, mungkin aku menyusahkan kalian. Tapi aku yakin kalian menyayangiku.” lalu bicarakan dari hati ke hati apa yang kamu inginkan. Kalo pun mereka jelas menolak, misal,”Emangnya aku gak sibuk, koq kamu berharap aku memperhatikanmu?! Aku nih sibuk tauk, mesti cari nafkah buat kamu!” Tetaplah jangan marah, kasihan kan mereka sulit cari nafkah karena kamu. Bersyukurlah, mereka masih mau memberi makan walaupun marah kepadamu. Bantu ortumu, dan perhatikan mereka. Lakukan kasih terhadap mereka dengan ikhlas. Mudah-mudahan suatu saat mereka akan memperlihatkan kasih juga kepadamu.

    soal apa maksud Tuhan:
    Segala sesuatu adalah baik. Lihatlah peristiwa itu dari sudut baiknya. Kamu yang harus mencari segi positifnya

    OK, Jae, Memberilah selalu karena dengan memberi kamu menerima.

    salam, rin

  3. whaaa, bis pulang kerja kecil-kecilan nih. mumpung ada waktu nulis dulu, ah…

    Mas Jae sakit apa? semoga bukan h1n1, ya. lagi heboh tuh. :) eniwei, sama dong kalo gitu. saya juga masih sering sakit nih. kadang-kadang pusing-pusing, bersin sedikit, atau kambuh penyakit lain, seperti penyakit males, penyakit lupa, dll. :)

    pertanyaan saya, kira-kira apakah terus-terusan didiamkan diamati terus saja sakit itu, atau juga sekaligus diri ini juga diberdaya-kan agar sembuh, ya?

    Mas jae, yuk berguru ama siapa aja yang gak sakit, yuk. salah satunya, itu lho: Romo Sudrijanta, yang fotonya di bawah itu, lho. saya juga pingin kok belajar terus ama siapa aja yang gak sedang sakit.

    ok gitu dulu Mas Jae, ya… sekarang waktunya saya belajar.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>