Adik menikah lagi dengan seorang Moslem, bisakah kembali ke Katolik?

Saya ingin menanyakan apakah adik saya bisa kembali ke gereja katolik lagi. keluarga kami sering berpindah-pindah daerah karena tugas kantor ayah saya. saat ini berada di papua. Hal ini menyebabkan kami tidak mengikuti aturan gereja dengan baik. Adik saya (29thn) belum komuni dan inilah alasannya bahwa Tuhan punya kehendak lain untuknya. Bulan desember 2010 setelah berpikir selama 3-6 bulan adik perempuan saya akhirnya memilih masuk islam mengikuti suaminya dan beberapa hari kemudian menikah secara islam. saya sedih karena sudah berdoa minta petunjuk dari Tuhan tp jdnya seperti ini. sebelumnya adik saya punya suami tanpa menikah beragama kristen tapi mereka pisah. mungkin hal inilah yg menyebabkan keluarga kami bisa menerima ketika ada laki-laki yg bersedia menikah secara sah. saya sudah berbicara debgannya untuk menikah secara katolik tapi tetap mempertahankan agama masing2, info ini sy dapatkan dari membaca sebuah buku.

saya sekarang sedang banyak berdoa adik saya agar bisa kembali kegereja katolik bila perlu membawa suaminya juga.saya sangat yakin imannya sangat besar bagi Tuhan Yesus dan gereja katolik. saya berharap Tuhan Yesus tetap memegang tangan adik saya dan memberkati keluarganya yang pasti ada campur tangan Tuhan didalamnya. Apakah adik saya punya kesempatan untuk kembali ke gereja katolik?

ini juga masukan untuk gereja agar mempermudah juga aturan dengan melihat situasi dan kondisi bila umat secara pribadi dengan segala keterbatasan yang ada ingin komuni, krisma, dll.

mohon bantuannya.
terima kasih
VL

2 Responses to “Adik menikah lagi dengan seorang Moslem, bisakah kembali ke Katolik?”

  1. @VL
    Tampaknya anda mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dg gereja setempat saat ayah anda pindah tugas ke daerah lain. Setiap gereja atau keuskupan punya jadwal masing2 utk Komuni Pertama, Sakramen Krisma dst, dan bila ada umat pendatang baru diharapkan turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan gereja itu.

    Menurut saya sebuah keluarga yg sering berpindah-pindah daerah karena mengikuti tugas kantor kepala keluarga bukan alasan yg tepat utk tidak mengikuti peraturan gereja, peraturan GK dimana saja sama tinggal bagaimana umat secara teratur berelasi dg gereja sebagai masyarakat kaum beriman. Pendidikan agama Katolik yg baik sejak dini perlu ditekankan di dalam keluarga, sehingga di mana pun keluarga menetap apakah berpindah-pindah secara berkala atau permanen, siraman rohani tetap mengalir di dalam keluarga itu. Aktvitas sehari-hari di daerah yg sama sekali baru jangan menjadi penghalang dalam membangun jemaat beriman. Adalah kewajiban umat Katolik dalam lingkup gereja utk berhimpun pada hari Minggu utk merayakan misteri Paskah, mendengarkan sabda Allah dan berpartisipasi dalam Ekaristi, bersyukur kepada-Nya yg telah melahirkan kita kembali ke dalam hidup yg penuh pengharapan. Bila gereja menghendaki agar umat membaca Kitab Suci sebab di dalam KS Allah sendiri bersabda kepada umat-Nya. Kitab Suci adalah sumber dan dasar iman katolik, dg membaca KS kita mengenal Kristus dan membaca KS bisa dilakukan dimana saja dan kapan anda mau.

    29 tahun adik menanti kapan ia akan menerima Komuni Pertama, jangan disesali bila pada saat seseorang datang melamar & menawarkan utk mendekatkan diri kepada Allah dg keyakinan yg berbeda adik anda menerima.

    Sebenarnya siapa yg ingin adik bisa kembali ke gereja katolik, apakah anda atau adik anda sendiri yg menginginkan kembali ke GK? Adik anda baru saja menempuh hidup baru dg agama yg berbeda, biarlah ia menjalani kehidupannya sendiri, tentunya dia perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan keyakinan yg baru.

    Berdoalah agar adik anda hidup bahagia dan sejahtera. Kalau pun kelak adik anda ingin kembali ke GK itu perkara yg berbeda nanti bila memang kehendak Yang Maha Kuasa.

    Salam,

  2. @VL, jangan berpikir bahwa keputusan adik anda untuk tidak masuk ke dalam Gereja dan menikah di luar Gereja, adalah kehendak Tuhan, karena Tuhan tidak mungkin bertentangan dengan kehendak-Nya sendiri, supaya umat-Nya taat kepada perintah dan ajaran-Nya agar mendapat keselamatan, termasuk berada dalam kesatuan dengan Gereja-Nya, dimana Ia sendiri adalah Kepala-Nya.

    Keputusan anda, bisa jadi karena bujuk rayu setan.
    Tentu saja adik anda bisa kembali ke dalam Gereja Katolik. Bapa pasti membuka Tangan-Nya untuk memeluk adik anda jika adik anda mau kembali kepada-Nya.

    saya berasumsi adik anda tentunya sudah dibaptis, oleh karenanya ia sebaiknya segera mengaku dosa dan Setelah itu taat kepada ajaran dan perintah-Nya dan Gereja-Nya, artinya jika tidak ada halangan dari suaminya, ia harus membereskan pernikahannya di dalam Gereja Katolik. Tetapi jika ada halangan, maka ini akan menjadi batu sandungan buat adikmu untuk kembali ke dalam Gereja Katolik, karena ia pun mungkin terhalang menjalankan kewajibannya sebagai seorang Katolik, termasuk dan terpenting saat ini adalah menerima sakramen Ekaristi.

    Mengenai kemudahan menerima Sakramen, saya tidak tahu kemudahan apa yang diharapkan. Tetapi sulit mengukur kedalaman iman seseorang, karena tidak seorang pun manusia tahu isi hati yang terdalam manusia lain. Oleh karenanya sangatlah perlu standar-standar yang dapat digunakan untuk menguji hal itu, termasuk lamanya seseorang mengikuti pelajaran Katolik untuk menerima sakramen inisiasi. Jadi ini bukan mempersulit seseorang menjadi Katolik, justru karena Gereja peduli terhadap masing-masing pribadi yang ingin masuk menjadi anggota-Nya, Gereja tentunya berharap setelah menerima sakramen, iman-nya bertumbuh bukan hanya penampilan luarnya karena “iman palsu” yang dibuat oleh alasan manusia.

    untuk anda, janganlah berhenti mendoakannya dan juga diri anda dan seluruh keluarga.. semoga adik anda, dapat mendengar suara Tuhan di dalam keheningan hatinya.

    May God bless your sister and bring her home.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>