Berita Paroki 24 Januari 2010
24 Januari 2010
Hari Minggu Biasa III, TAHUN C/II
Neh 8:3-5a, 6-7, 9-11 ; 1Kor 12:12-30 ; Luk 1:1-4, 4:14-21
SABDA ALLAH ADALAH KABAR GEMBIRA
“Saya sudah menjadi orang Katolik dua puluh lima tahun, tetapi belum kesampaian juga membaca Kitab Suci secara urut, dari Kejadian sampai Wahyu”, kata teman saya pada suatu hari.
“Tidak usah kecil hati, Mas”, hibur saya, “Saya juga belum pernah koq! Bahkan, percayalah sebagian besar umat Katolik juga belum pernah meng-khatam-kan Alkitab.”
“Iya, tetapi malu sama saudara-saudara Muslim. Kecil-kecil harus khatam Al Quran!”
“Mas, jangan salah, mungkin ada beberapa pastor juga tidak mengkhatamkam Kitab Suci secara khusus lho. “Apa gunanya?”, katanya.”
“Thak kasih tahu, ya Mas..”, kata saya seolah orangtua menasihati anaknya, “Dewasa ini banyak orang sudah melupakan sabda; alasannya: tidak punya Kitab Suci, tidak menyimak secara penuh ketika Bacaan dibacakan, tidak mudheng dan tidak ada yang menjelaskan, tidak bisa menerapkan secara konkrit dalam hidup sehari-hari…”
Tiba-tiba pembicaraan kami terhenti, karena ada seorang lelaki berdiri di depan pintu Gereja Santa Anna, membacakan Kitab Suci secara lantang. Satu persatu, orang yang hendak ke gereja, tanpa dikomando, datang mengerumuninya. Ada yang berpikir, barangkali orang ini tidak waras. Ada yang berpandangan, wuah ini kejadian langka, seumur-umur baru pertama kali ini terjadi. Namun ada yang bersikap lebih serius, mendengarkan orang itu sambil menilai gaya teatrikal laki-laki itu. Apalagi laki-laki itu [yang tidak diketahui nama dan alamatnya] mulai menjelaskan dan menerangkan isi Kitab Suci yang dibacanya itu dengan bahasa yang memesona, sederhana, tetapi sungguh mengena. Apalagi disampaikan dengan gaya memikat.
Kerumunan umat menjadi semakin banyak. Walhasil, Perayaan Ekaristi hari Minggu itu diundur setengah jam, karena belum ada satu pun umat yang duduk di bangku gereja.
Fiksi? Tentu saja!
Tetapi tunggu dulu! Kalau mau jujur, kita biasanya tertarik mendengarkan Sabda Tuhan oleh karena si pembawanya bagus. Entah itu, lektor/tris yang cakep dan suaranya merdu, atau pada Romonya yang kotbahnya lucu, segar, dan tidak mengantukkan. Kita tertarik bukan karena Sabda Allah itu sendiri, tetapi lebih-lebih pada orang yang membawakannya! Kita tertarik pada gereja-gereja setempat, karena pendetanya kalau berkotbah berapi-api, semangat menggebu-gebu, dan langsung mengena ke hidup sehari-hari. Lebih parah lagi, kalau kita ikut Perayaan Ekaristi, pertanyaan pertama adalah “siapa yang mimpin missa?”
Padahal, salah satu hakekat perayaan Ekaristi adalah merayakan Sabda. Sabda itu telah digenapi dalam diri Yesus Kristus (Bacaan Injil). Ia yang telah rela menjadi manusia, tinggal di antara manusia, dan mengurbankan diri untuk menebus manusia, agar manusia kembali menjadi bahagia hidup dalam cinta kasih Allah. Seluruh isi kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan kesaksian iman akan Sang Sabda Allah yang membahagiakan ini.
Jadi, sesungguhnyalah, perayaan Ekaristi adalah perayaan kabar baik
Oleh sebab itu, barangsiapa yang mendengarkan Sabda, pertama-tama adalah hatinya harus tergerak, bukan untuk tangis-menangis, melainkan untuk bersukacita, sebagaimana telah dinasihatkan oleh Ezra, sang ahli Kitab (Bacaan Pertama). Kegembiraan ini, pada gilirannya harus diwartakan oleh setiap insan kristiani kepada setiap orang yang dijumpai, sesuai dengan panggilannya masing-masing (bdk. Bacaan Kedua). Contoh konkrit mewartakan kabar gembira antara lain: melawat orang sakit, berempati dengan penderitaan orang lain, memberikan kelegaan hati dan pencerahan pikiran orang lain, membawakan damai dan ketenangan batin, dll. Inilah inti misi Komunitas Gereja Basis (KBG). Semua insan kristiani yang telah disatukan dalam satu pembap5tisan yang sama, dan digerakkan oleh Roh Kudus, mendapatkan panggilan khusus membawakan Sabda (baca: Kristus) dalam kehidupannya sehari-hari, dengan gembira hati. Karena Sabda Allah adalah kabar gembira. (Fr Aziz A)
31 Januari 2010
Hari Minggu Biasa IV, TAHUN C/II
Yer 1:4-5, 17-19 ; 1Kor 12:31, 13:13 ; Luk 4: 21-30
Februari 2010
02 Sl Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah
05 Jm Pw. S. Agata, PrwMrt
06 Km Pw. S. Tomas Aquino, ImPujG
JADWAL PERAYAAN & PETUGAS EKARISTI
30-31 Januari 2010
Gereja St. Anna
Hari : Sabtu, 30 Januari, Jam 17.30
Pen. Jwb : OMK Wil. Duren Sawit Timur
Koor : OMK
Hari : Minggu, 31 Januari, Jam 06.30
Pen. Jwb : Klender; Adrianus Samadi, Sanjaya
Koor : Klender
Hari : Minggu, 31 Januari, Jam 08.30
Pen. Jwb : Malaka Sari II; Alexander, Paulus Rasul
Koor : Malaka Sari II
Hari : Minggu, 31 Januari, Jam 16.30
Pen. Jwb : Duren Sawit Indah; Martinus, Immanuel
Koor : Duren Sawit Indah
Hari : Minggu, 31 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : Pondok Kelapa II; Agnes, Veronica
Koor : Pondok Kelapa II
Stasi Yoakhim
Hari : Sabtu, 30 Januari, Jam 18.30
Pen. Jwb : St. Dionisius
Koor : WKRI Malaka Sari II
Hari : Minggu, 31 Januari, Jam 08.00
Pen. Jwb : St. Monika
Koor : BIA Stasi St. Yoakhim
PENGUMUMAN PERKAWINAN
Pengumuman Pertama
John Kyle Lambert USA
Sisilia Frensti Wariswati Lk. Barnabas
Elizabeth Faye Scarlet Wongsodiredjo Lk. Ursula
Dennis Clas Jens Alund Swedia
Pengumuman Kedua
Andreas Oka Soegiarto Prk. Kel Kudus
Fransiska Andika Suryandari Lk. Yustina
Antonius Eka Wibowo Lk. St. Yakobus
Sih Kanugrahan Nawang Sari GKI Seroja
Pengumuman Ketiga
Stanislaus Kostka P. E. Kurniawan Lk. St. Katharina
F. Tenti Liana Indrawati Prk. St. Mikael – Kranji
Jean Christian J. Sigiro GKPS – Cempaka Putih
Bernadetha Diansari Lk. St. Maria Fatima
Topan Raimundus Caesar Renyaan Lk. Yustinus
Margaret Basaria Elfrida Sirait HKBP – Medan
PDKK
PDKK mengundang umat St. Anna untuk ikut bersukacita dalam merenungkan firman Tuhan dengan tema “Cinta Kasih”, pada Hari/Tanggal: Rabu, 27 Januari 2010, Jam: 19.00 WIB. Pwt: Bpk. Samuel Elias Krisandi. Di: Gd. Yos Sudarso lt 1.
SEKSI KATEKESE – SUB SEKSI SAKRAMEN
Pendaftaran calon Komuni Pertama 2010 mulai Sabtu 16-31 Januari 2010.
I. Syarat :
- Calon komuni pertama min. sudah duduk di kelas 4 SD
- Sudah dibaptis secara Katolik
- Bagi anak yang bersekolah di sekolah non-Katolik: dapat mengambil dan mengembalikan formulir yang tersedia di sekretariat paroki pada hari kerja. Bagi anak yang bersekolah di sekolah Katolik: dapat mengambil dan mengembalikan formulir kepada para pembina/pengajar komuni I di sekolah masing- masing.
II. Pertemuan para pengajar/pembina komuni I pada Hari/Tanggal: Jumat, 29 Januari 2010, Jam: 12.00. Di: Gd. Yos Sudarso lt.1
Pertemuan Parokial I untuk anak calon komuni I dan orang tua calon komuni I pada Hari/Tanggal: Minggu, 07 Februari 2010, Jam: 10.00/setelah misa ke II. Di: Gd. Yos Sudarso (untuk anak calon komuni I di lt. 1 & untuk orang tua calon komuni di Lt. II)
OMK
OMK Duren Sawit Indah mengadakan Misa kreatif dengan tema “KASIH”, pada Hari/Tanggal: Sabtu, 30 Januari 2010, Jam: 17.30 WIB. Kami mengundang kehadiran seluruh umat paroki Santa Anna, terutama orang muda dan yang berjiwa muda.
BURSA KERJA
Dibutuhkan segera:
- Tenaga Pemasaran Pria & Wanita yang bertugas untuk memasarkan apartemen di daerah Pdk. Kelapa. Untuk info lebih lengkap dapat menghubungi Marcella : 021. 931 32888
- Tenaga Finance & Acct (FA), IT Progammer (IT), Staf Administration (SA), PPIC Supervisor (PPIC), Pool Supervisor (PV), Sales/Marketing (SM), dll. Info lebih lengkap dapat dilihat di papan informasi.
Pojok Liturgi
STRUKTUR DAN BENTUK LITURGI BAGIAN II : ANAMNESIS
Anamnesis
Perayaan liturgi merupakan perayaan misteri kehadiran karya keselamatan Allah dalam Kristus. Misteri karya keselamatan Allah yang berpuncak pada wafat dan kebangkitan Kristus itu dirayakan dan dihadirkan dalam liturgi. Peristiwa perayaan dan penghadiran tersebut dilaksanakan menurut struktur anamnese atau pengenangan. Pengenangan (Yunani : anamnese ; Latin : memoria ; Ibrani : zikharon) bukan sekadar berarti usaha untuk mengingat-ingat secara subjektif dan rasional, melainkan suatu penghadiran tindakan keselamatan Allah dari masa lampau pada masa kini secara objektif dan nyata dalam perspektif masa depan. Penghadiran tersebut mungkin, pertama : karena tindakan Allah yang selalu berlaku itu, kedua : karena iman jemaat, dan ketiga : karena Roh Kudus yang menghubungkan peristiwa keselamatan itu dengan diri jemaat. Roh Kudus itu mempertemukan Allah beserta karya penyelamatanNya dengan umat beriman yang berliturgi. Dari pihak Allah, Roh Kudus menghadirkan tindakan penyelamatan Kristus itu kedalam pertemuan liturgi jemaat dan dari pihak jemaat, Roh Kudus memasukkan jemaat itu ke dalam peristiwa penebusan Kristus.
Pengenangan penghadiran misteri penebusan Kristus dalam rangka liturgi itu terlaksana dalam bentuk simbol. Dalam dan melalui simbol itu, hadirlah realitas keselamatan yang dilambangkan dan dirayakan oleh jemaat yang berliturgi. Realitas keselamatan yang dirayakan memang sudah terjadi di masa lalu, namun sebagai tindakan Allah realitas keselamatan itu selalu hadir dan berlaku terus sejauh dikenang dalam tradisi liturgi Yahudi sendiri. Dengan anamnese pula, orang-orang Yahudi merayakan Hari Raya Pondok Daun (Im 23:33) dan Hari Raya Paskah sebagai kenangan akan hari pembebasan dari perbudakan Mesir (Kel 12:14). Dalam Perjanjian Baru, jemaat Kristiani merayakan pemecahan roti sebagai kenangan akan wafat dan kebangkitan Kristus yang menyelamatkan.
Apa yang dikenang dan dihadirkan di dalam liturgi Gereja sebetulnya bukan hanya misteri wafat dan kebangkitan Kristus saja, tetapi juga meliputi seluruh peristiwa Kristus termasuk inkarnasi, hidup, sabda, dan karya Yesus. Melalui penghadiran tindakan karya keselamatan Allah dari masa lampau ke masa kini itu, seluruh misteri Kristus diterapkan dan “kena” pada diri jemaat yang merayakan. Sementara itu, tindakan penyelamatan Allah dalam Kristus itu terus hadir dan bergerak menuju ke pemenuhan eskatologisnya. Maka, anamnese selalu mencakup tiga dimensi waktu, yaitu masa lampau, kini dan masa depan.
Sumber Utama:
Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI,
Dokumen Konsili Vatikan II, Jakarta : Obor, 2004
E. Martasudjito, Pengantar Liturgi: Makna, Sejarah dan Teologi Liturgi, Yogyakarta : Kanisius, 1999







Leave a Reply